Klinik Mutiara Cikutra

Tanda Bahaya Pada Ibu Hamil

Tanda Bahaya Pada Ibu Hamil

Tanda Bahaya Pada Ibu Hamil

Informasi seputar ibu hamil terkait deteksi dini dan mengenali tanda bahaya serta komplikasi saat hamil sangat penting untuk diketahui. Moms perlu mendiskusikan dengan dokter jika mengalami tanda bahaya saat hamil sehingga dapat mendapat penanganan lebih lanjut di rumah sakit.

Gejala

Jika mengalami gejala seperti dibawah ini sebelum usia kehamilan 37 minggu, segera hubungi tenaga kesehatan :

  • Nyeri dan kram perut tidak tertahankan
  • Kontraksi antara 20-37 minggu yang terjadi lebih dari 4 kali dalam satu jam atau kurang dari 15 menit
  • Kesulitan bernafas
  • Keluar cairan dari vagina

Selain gejala tersebut, Moms juga perlu mengunjungi petugas kesehatan segera jika muncul:

  • Perdarahan berat dari vagina
  • Muncul mual dan muntah
  • Demam >38 derajat celcius
  • Sakit kepala berat dengan penglihatan buram
  • Pergerakan dan tendangan bayi berkurang
  • Berat badan bertambah dengan disertai bengkak pada kaki, tumit, wajah, dan tangan
  • Darah di urin, nyeri atau sensasi panas saat berkemih
  • Diare
  • Keluar keputihan berbau dari vagina

 Faktor penyebab

Terdapat beberapa kondisi yang dapat menjadi penyebab munculnya gejala tersebut, yaitu :

  1.   Kehamilan Ektopik Terganggu (KET)

KET adalah kondisi dimana ibu hamil merasakan nyeri atau penekanan pada bagian bawah perut pada 3 bulan pertama kehamilan. Hal ini menunjukkan adanya kehamilan di luar rahim. Kondisi nyeri perut ini bisa memberat pada satu sisi perut atau bisa sampai ke bahu. Ibu hamil juga bisa merasa pingsan, pusing, mual, atau muntah. Bayi tidak bisa tumbuh dan berkembang pada kehamilan ektopik. KET juga bisa mengakibatkan perdarahan berat dan bisa mengancam nyawa ibu. Jika KET terdiagnosis di awal kehamilan, bisa diberikan obat atau operasi untuk mengakhiri kehamilan. 

  1.   Keguguran

Kram dan perdarahan pada 20 minggu pertama kehamilan bisa merupakan tanda dari keguguran. Tanda lain bisa muncul darah atau semburan cairan dari vagina. Jika mengalami gejala seperti ini, maka Moms harus langsung bertemu dokter untuk dilakukan tindakan seperti kuretase untuk membersihkan sisa-sisa jaringan dalam rahim.

  1.   Hiperemesis Gravidarum (HEG)

Hiperemesis Gravidarum (HEG) merupakan kondisi dimana ibu hamil mengalami mual dan muntah berat. Kondisi ini mengakibatkan ibu hamil dapat mengalami penurunan berat badan dan hilangnya cairan dari tubuh (dehidrasi). Ketika kondisi ini terjadi, ibu dan bayi bisa tidak mendapatkan nutrisi yang cukup sehingga mengakibatkan masalah kesehatan yang serius pada bayi. Dokter akan menyarankan ibu hamil dengan HEG untuk dirawat inap di rumah sakit karena membutuhkan akses infus untuk pemberian cairan.

  1.   Kelahiran Prematur

Kelahiran prematur terjadi pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu. Berikut adalah beberapa tanda dari kehamilan prematur, yaitu :

  • Kontraksi, baik nyeri atau tidak nyeri yang terjadi lebih dari 4 kali dalam satu jam atau kurang dari 15 menit
  • Tekanan pada panggul
  • Nyeri pada punggung bagian bawah
  • Peningkatan atau perubahan warna dari cairan vagina
  • Nyeri atau kram perut hilang timbul

Jika kondisi ini terjadi segera ke rumah sakit terdekat ya, Moms

  1.   Infeksi

Tanda infeksi yang sering muncul adalah demam, terutama jika suhunya diatas 38°C dan berlangsung selama 3 hari atau lebih. Kondisi infeksi juga bisa menyebabkan kehamilan prematur. Dokter akan memberikan antibiotik dan obat tambahan lain sesuai gejala untuk mengobati infeksinya.

  1.   Gawat Janin

Jika bayi mulai berhenti bergerak dan tendangannya berkurang, menunjukkan bahwa ada masalah pada bayi. Moms dapat menghitung jumlah gerakan bayi dalam satu jam atau hitung berapa lama waktu yang terhitung jika bayi bergerak sepuluh kali. Jika setelah usia kehamilan 26 minggu, Moms hitung tendangan bayi kurang dari 10 maka segera hubungi dokter untuk dilakukan pengecekan terkait denyut jantung bayi. Hal ini tidak selalu menandakan adanya masalah, tetapi menandakan bahwa Moms membutuhkan perawatan tambahan sampai bayi dilahirkan.

  1.   Preeklampsia

Preeklampsia adalah kondisi dimana ibu mengalami gejala seperti tekanan darah tinggi dengan sakit kepala berat, bengkak pada kaki, tumit, muka, atau tangan, dan penglihatan buram. Preeklampsia terjadi pada usia kehamilan di atas usia kehamilan 30 minggu. Tatalaksana terbaik yaitu dengan melahirkan bayi. Jika kondisi ringan dan sudah mendekati kelahiran, dokter akan membantu untuk proses persalinan bayi segera. Jika perkembangan bayi belum cukup, ibu hamil perlu beristirahat dirumah atau dirawat di rumah sakit sampai tekanan darah turun dan bayi siap dilahirkan. Pada kondisi preeklampsia, ibu hamil akan dimonitor lebih lanjut sampai bayi lahir.

  1.   Plasenta Previa

Perdarahan berat yang tidak nyeri, merah cerah, dan berat yang keluar dari vagina pada awal usia kehamilan merupakan tanda dari plasenta previa. Hal ini terjadi ketika plasenta menutupi sebagian atau seluruh dari leher rahim. Kondisi ini menyebabkan perdarahan berat dan bisa menjadi kondisi yang serius pada ibu dan bayi. Jika perdarahan berat, ibu dapat dirawat inap di rumah sakit sampai kondisinya stabil. Jika perdarahan berhenti, ibu dapat melakukan tirah baring sampai bayi lahir. Jika perdarahan tidak berhenti atau lahir prematur, bayi akan dilahirkan dengan operasi caesar.

  1.   Abruptio Plasenta

Perdarahan dari vagina selama kehamilan dengan kram dan nyeri perut atau nyeri tekan bisa merupakan tanda dari abruptio plasenta. Hal ini menunjukkan bahwa plasenta bisa lepas dari dinding rahim dan bayi bisa tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Jika pelepasan plasenta ringan, maka ibu dapat istirahat selama beberapa hari sampai perdarahan berhenti. Jika kondisi pelepasan plasenta berat maka membutuhkan operasi caesar darurat untuk melahirkan bayi.

 

Semoga informasi terkait tanda-tanda bahaya pada ibu hamil bisa bermanfaat, Moms, agar tidak terjadi komplikasi yang berbahaya dan bayi dapat lahir dengan selamat.

 

Sumber :

A handbook for Building Skills. 2013. Counselling For Maternal and Newborn Health Care. World Health Organization.

http://www.advancedobgynmd.com/formpdf/DangerSignsinPregnancy.pdf

Cara Mencegah Dan Menghilangkan Stretch Mark Pada Ibu Hamil

Cara Mencegah Dan Menghilangkan Stretch Mark Pada Ibu Hamil

Cara Mencegah Dan Menghilangkan
Stretch Mark Pada Ibu Hamil

Stretch mark yang terjadi pada ibu hamil diakibatkan karena pertambahan tubuh ibu yang membesar selama kehamilan sehingga menyebabkan kulit menjadi meregang menimbulkan garis-garis yang dapat muncul di permukaan kulit. Stretch mark bisa berwarna merah, ungu, atau coklat tergantung dari warna kulit. Stretch mark sering muncul di perut, paha atas, maupun payudara. Tanda pertama munculnya stretch mark yang bisa dirasakan yaitu rasa gatal di area kulit. Stretch mark tidak berbahaya dan tidak akan menyebabkan permasalahan medis. Setelah bayi lahir, stretch mark akan memudar secara bertahap, namun akan meninggalkan bekas di kulit.

Pencegahan 

Cara mencegah stretch mark pada kehamilan :

  • Konsumsi air putih yang cukup minimal 8 gelas per hari
  • Gunakan pelembab dengan kandungan yang aman untuk membuat kulit lebih lembut dan sehat
  • Konsumsi makanan bernutrisi yang mengandung banyak sayur dan buah, kurangi konsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung gula dan lemak
  • Konsumsi vitamin C, D, E, Zinc
  • Kontrol berat badan selama kehamilan dengan cara lakukan olahraga ringan yang aman selama kehamilan

 

Berikut cara yang biasanya dokter lakukan untuk menghilangkan stretch mark :

  1. Laser

Terapi laser menggunakan laser yang terkonsentrasi untuk melapisi kembali kulit dan merangsang pertumbuhan kolagen di bawah kulit

  1. Mikrodermabrasi

Mikrodermabrasi merupakan prosedur untuk mengangkat sel kulit mati dan memicu pertumbuhan lapisan kulit yang baru sehingga dapat menghilangkan strecth mark

  1. Krim khusus stretch mark

Penggunaan krim khusus menghilangkan stretch mark sebaiknya perlu dikonsultasikan terlebih dahulu ke dokter dan harus dengan kandungan yang aman digunakan selama kehamilan

Cara alami menghilangkan stretch mark :

  1.   Lidah Buaya

Lidah buaya yang dioleskan pada permukaan kulit dapat menghilangkan strecth mark dan membuat kulit menjadi lebih halus

  1.   Minyak Kelapa

Minyak kelapa sangat mudah terserap ke dalam kulit dan berfungsi sebagai antiinflamasi dan merangsang produksi kolagen yang sangat membantu untuk menghilangkan strecth mark

  1.   Putih Telur

Kandungan asam amino dan protein pada putih telur dapat membantu regenerasi kulit. Caranya yaitu dengan mengoleskan putih telur pada kulit dan biarkan kering, kemudian dibersihkan. Cara ini dapat dilakukan selama beberapa kali dalam seminggu.

  1.   Gula

Gula dapat mengangkat sel kulit mati dan memudarkan stretch mark, serta melancarkan sirkulasi darah. Cara yang dapat dilakukan yaitu dengan campurkan 1 gelas gula dengan satu sendok makan madu, olive oil, dan perasan lemon. Kemudian oleskan di kulit selama beberapa menit dan bersihkan dengan air. Cara ini dapat diulangi tiga kali seminggu.

  1.   Olive Oil

Olive oil mengandung antioksidan dan vitamin E yang dapat membantu menghilangkan stretch mark

  1.   Air Perasan Lemon

Perasan lemon yang bersifat asam diteliti mampu menghilangkan stretch mark pada ibu hamil. Moms dapat menggunakan kapas ke dalam air perasan lemon dan dioleskan pada area stretch mark secara rutin

 

Sumber :

  1. https://www.parents.com/pregnancy/my-body/best-natural-stretch-mark-treatments/?slide=slide_34bcb4a2-deb8-40d8-99c7-d860284a11cb#slide_34bcb4a2-deb8-40d8-99c7-d860284a11cb
  2. https://food.ndtv.com/beauty/how-to-remove-stretch-marks-7-effective-natural-remedies-1453195
PRODUK PERAWATAN KULIT YANG AMAN UNTUK IBU HAMIL

PRODUK PERAWATAN KULIT YANG AMAN UNTUK IBU HAMIL

PRODUK PERAWATAN KULIT
YANG AMAN UNTUK IBU HAMIL

Kehamilan merupakan waktu yang paling ditunggu-tunggu oleh Moms. Tentunya banyak Moms yang sedang hamil terkadang bingung untuk merawat kulit dengan produk yang aman selama hamil. Simak ulasan berikut ini terkait produk perawatan kulit yang aman digunakan selama hamil.

  1.   Asam Azaleat

Asam azaleat merupakan zat yang mengandung antibakteri dan antiradang. Krim ini diteliti aman digunakan selama hamil. Penelitian juga membuktikan penggunaan obat jerawat dengan kandungan ini dapat memudarkan warna flek kehitaman pada kulit dan menghilangkan jerawat.

  1.   Produk anti-aging dengan kandungan vitamin C, niacinamide, asam hyaluronat, dan peptida

Produk anti-aging dengan kandungan vitamin C, niacinamide, asam hyaluronat, dan peptida dilaporkan aman digunakan selama kehamilan. Namun, apabila Moms menggunakan kombinasi produk anti-aging sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, ya.

  1.   Zinc Oxide

Kandungan zinc oxide dalam produk perawatan kulit dilaporkan aman digunakan selama kehamilan. Zinc oxide membantu memudarkan perubahan warna kulit akibat pengaruh hormon kehamilan. Sunscreen yang mengandung zinc oxide juga bermanfaat untuk memutihkan kulit dan memudarkan noda, flek hitam, hiperpigmentasi, atau tekstur kulit yang tidak rata.

  1.   Titanium Dioxide

Produk perawatan kulit yang mengandung titanium dioxide sering ditemukan pada sunscreen. Kandungan ini dapat digunakan pada wajah dan tubuh selama kehamilan dan setelah persalinan.

  1.   Shea Butter

Produk perawatan kulit yang mengandung Shea Butter juga ternyata sering dipilih dan kandungannya cukup aman untuk ibu hamil, loh Moms! Kandungan Shea Butter mampu menjaga kulit tetap lembab dan meminimalisir kulit kering pada ibu hamil.

Sekian pembahasan tentang kandungan perawatan kulit yang aman untuk ibu hamil. Jangan lupa jika mau membeli produk skincare dicek dulu keamanan produknya ya, Moms! Agar ibu dan bayi sehat selalu.

 

Sumber :

International Journal of Women’s Dermatology, March 2017, pages 6-10

Dermatologic Therapy, July-August 2013, pages 302-311

American Journal of Clinical Dermatology, Volume 4, 2003, pages 473-492 

8 Hal yang harus disiapkan pria dalam program kehamilan

8 Hal yang harus disiapkan pria dalam program kehamilan

8 Hal Yang Harus Disiapkan Pria
Dalam Program Kehamilan

Persiapan program hamil bukan hanya dilakukan oleh wanita tetapi kesuburan pria juga diperlukan untuk persiapan kehamilan. Walaupun wanita yang akan hamil dan melahirkan bayi, pria juga memiliki peran yang penting dalam mensukseskan program kehamilan. Agar terjadi pembuahan, sperma harus dalam kondisi sehat dan kuat agar dapat membuahi sel telur. Terdapat beberapa faktor dari genetik, gaya hidup, paparan lingkungan, dan hormon yang mempengaruhi tingkat kesuburan pria. Simak ulasan berikut ini untuk mengetahui tips program hamil untuk pria.

 

  1. Miliki Berat Badan Ideal

Penelitian menjelaskan bahwa pria yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas memiliki waktu yang lebih lama untuk istrinya hamil dibandingkan pria dengan berat badan ideal. Menurut American Society for Reproductive Medicine, obesitas akan mempengaruhi kualitas sperma, menurunkan jumlah sperma, dan menurunkan kemampuan sperma untuk berenang sehingga menyebabkan kerusakan pada materi genetik (DNA) sperma. Selain itu, peneliti juga menyebutkan terlalu banyak lemak tubuh berhubungan dengan terganggunya hormon testosteron pada pria.

  1. Kondisi Penyakit Terkontrol

Penyakit kronik seperti darah tinggi dan diabetes melitus dapat mempengaruhi kesuburan pria begitu juga dengan penyakit cystic fibrosis dan varicocele (pembuluh darah vena membesar pada buah zakar). Selain itu, obat-obatan untuk menurunkan tekanan darah tinggi seperti beta blocker, obat depresi dan cemas (SSRI), analgesik golongan opium, dan obat untuk mengatasi pembesaran prostat (finasteride) juga dapat mempengaruhi kesuburan pria.

  1. Makan Makanan Sehat

Pria sebaiknya memakan makanan sehat seperti makanan yang banyak mengandung buah dan sayur yang kaya akan antioksidang karena dapat membantu menghasilkan sperma yang sehat. Pria juga sebaiknya konsumsi makanan tinggi serat, protein, dan lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated fat) 

  1. Rutin Melakukan Aktivitas Fisik

Pria dianjurkan untuk melakukan olahraga rutin karena dapat menurunkan stress dan bermanfaat untuk kesehatan jangka panjang. Olahraga yang dilakukan minimal lima kali seminggu dengan durasi 30 menit per hari.

  1. Tingkatkan Konsumsi Vitamin

Vitamin yang disarankan dikonsumsi oleh pria adalah yang mengandung antioksidan seperti vitamin C dan E, selenium mineral, dan zinc. Berdasarkan jurnal The American Society for Reproductive Medicine, dijelaskan bahwa konsumsi antioksidan dapat meningkatkan jumlah dan pergerakan sperma. Antioksidan dapat meningkatkan kualitas sperma karena melindungi radikal bebas yang dapat merusak DNA sel sperma.

  1.     Usia Mempengaruhi Kesuburan Pria

Semakin bertambahnya usia, volume dan kualitas cairan sperma akan bekurang. Jumlah spermah sehat dan pergerakannya juga akan berkurang sehingga menyebabkan kerusakan DNA pada sperma. Seiring bertambahnya usia, terdapat risiko abnormalitas genetik pada sperma sehingga sering ditemukan kecacatan bayi saat lahir.

  1.     Berhenti Merokok

Kebiasaan merokok sangat berhubungan erat dengan penurunan kualitas sperma. Berdasarkan jurnal American Society for Reproductive Medicine, pria yang merokok memiliki jumlah sperma rendah dan penurunan pergerakan sperma. Mereka juga rentan memiliki bentuk sperma yang abnormal. Penggunaan ganja dan obat-obatan mengandung steroid untuk membentuk otot juga harus dihindari karena berhubungan dengan penurunan produksi sperma.

  1.     Waspada Terhadap Temperatur Panas

Pria yang sering berendam dalam hot tub atau sauna dapay meningkatkan suhu dari buah zakar sehingga menurunkan jumlah dan kualitas sperma. Akan tetapi, paparan panas ini tidak permanen pada sperma. Penurunan jumlah sperma hanya bersifat sementara dan bisa kembali menjadi normal dalam beberapa bulan setelah pria berhenti berendam dalam hot tub atau sauna.

              Sekian tips tentang program hamil pada pria. Semoga informasinya bermanfaat dan kelak dapat memperoleh bayi yang sehat ya, Moms.

 

Sumber :

“Hypertension and Male Fertility”. The World Journal of Men’s Health (2017). https://synapse.koreamed.org/articles/1088840

“The Impact of an Ultramarathon on Hormonal and Biochemical Parameters in Men”. Wilderness & Environmental Medicine (2014). https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1080603214001021

“Physical activity and semen quality among men attending an infertility clinic”. Fertility and Sterility (2011). https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0015028210027767

“Smoking and Infertility”. The American Society for Reproductive Medicine. https://www.reproductivefacts.org/globalassets/asrm/asrm-content/learning–resources/patient-resources/protect-your-fertility3/smoking_infertility.pdf

https://www.livescience.com/44220-conceive-tips-for-men.html

Apa saja yang dibutuhkan untuk persiapan program hamil

Apa saja yang dibutuhkan untuk persiapan program hamil

Apa Saja Yang Dibutuhkan Untuk Persiapan Program Hamil

 

Jika Moms berencana untuk memiliki bayi maka Moms harus melakukan perawatan kesehatan prakonsepsi dan menjaga kesehatan dari sebelum kehamilan agar kelak memiliki bayi yang sehat. Bagi sebagian wanita, mempersiapkan kehamilan memang membutuhkan waktu beberapa bulan sebelumnya. Namun, bagi wanita lain mungkin ada yang membutuhkan waktu lebih lama lagi. Berikut adalah langkah-langkah penting untuk membantu Moms mempersiapkan kehamilan :

  1.   Buatlah Rencana Kehamilan dan Diskusikan Bersama Pasangan

Moms sebaiknya membuat rencana untuk memiliki anak dan bagaimana untuk mencapai tujuan tersebut. Misalnya Moms bisa lakukan pemeriksaan prakonsepsi dan status kesehatan saat ini. Kemudian bisa lakukan konsultasi dengan dokter terkait gaya hidup, obat, vaksinasi yang harus Moms lakukan untuk mempersiapkan kehamilan.

  1.   Konsumsi Asam Folat

Moms dapat konsumsi 400 mikrogram asam folat setiap hari dimulai minimal satu bulan sebelum masuk trimester pertama karena dapat melindungi bayi cacat saat lahir, termasuk kelainan seperti spina bifida.

  1.   Stop Merokok dan Penggunaan Obat

Jika Moms memiliki kebiasaan merokok atau konsumsi obat-obatan tertentu sebaiknya dihentikan dulu. Kedua kebiasaan tersebut bisa menyebabkan keguguran, lahir prematur, dan berat badan bayi lahir rendah. Kebiasaan merokok akan membuat lebih susah untuk hamil dan obat-obatan tertentu dapat membuat efek samping jangka panjang untuk tubuh dalam mempersiapkan kehamilan.

  1.   Hindari Konsumsi Alkohol

Konsumsi alkohol walaupun dalam jumlah yang sedikit dapat membuat risiko yang dapat mengganggu pertumbuhan bayi, sehingga sebaiknya dihindari ya Moms.

  1.   Batasi Konsumsi Kafein

Konsumsi kopi yang mengandung kafein sebaiknya dikonsumsi tidak lebih dari dua gelas per hari. Konsumsi kafein yang berlebihan dapat menyulitkan Moms hamil dan bisa menimbulkan risiko terjadi keguguran.

  1.   Konsumsi Makanan Sehat Bergizi Seimbang

Moms yang merencanakan kehamilan sebaiknya kurangi konsumsi makanan atau minuman manis. Perbanyaklah konsumsi makanan tinggi protein, sayur, buah, gandum, dan produk susu yang dapat membuat sehat sebelum hamil.

  1.   Istirahat Cukup

Moms harus memiliki waktu istirahat yang cukup yaitu minimal 8 jam per hari, pikiran Moms harus rileks agar level stress turun.

  1.   Olahraga

Lakukan olahraga dengan durasi 30 menit minimal tiga-lima kali seminggu dengan intensitas sedang untuk meningkatkan kekuatan fisik dan daya tahan tubuh.

  1.   Hentikan Penggunaan Kontrasepsi

Moms harus menghentikan penggunaan KB. Jika Moms masih menggunakan pil KB, Moms mungkin tidak mengalami ovulasi sampai beberapa minggu setelah pil KB dihentikan. Jika Moms berhenti menggunakan suntik KB, ovulasi juga tidak akan terjadi selama beberapa bulan. Oleh karena itu, sebaiknya tunggulah sampai siklus mestruasi kembali normal sebelum memutuskan hamil sehingga akan diperoleh Hari Perkiraan Lahir (HPL) yang lebih akurat.

 

Sekian tips terkait hal apa saja yang perlu disiapkan pasangan untuk menjalankan program kehamilan. Semoga informasinya bermanfaat untuk Moms dan pasangan yang akan merencanakan kehamilan, ya!

 

Sumber :

https://www.cwhwichita.com/blog/12-tips-for-getting-your-body-ready-for-pregnancy

https://www.cdc.gov/preconception/planning.html

Kenali Cerebral Palsy pada Anak

Kenali Cerebral Palsy pada Anak

Kenali Cerebral Palsy pada Anak

Cerebral Palsy (CP) merupakan sekelompok penyakit yang menyerang kemampuan pasien untuk bergerak dan menjaga keseimbangan serta postur tubuh. CP adalah gangguan motorik yang paling sering terjadi di anak-anak. CP disebabkan karena perkembangan otak yang tidak normal atau kerusakan perkembangan otak sehingga seseorang tidak memiliki kemampuan untuk mengontrol otot motorik. Yuk Moms simak lebih lanjut ulasan tentang penyakit Cerebral Palsy!

Gejala

Gejala yang dapat terlihat pada anak yang mengalami Cerebral Palsy antaralain :

  • Seseorang dengan CP (Cerebral Palsy) berat membutuhkan peralatan khusus untuk berjalan dan kebanyakan tidak dapat berjalan dengan baik
  • Disabilitas intelektual dapat terjadi seperti kejang, gangguan penglihatan, pendengaran, atau bicara, gangguan tulang belakang (seperti skoliosis) atau masalah sendi (seperti kontraktur)

Tipe

Tipe dari Cerebral Palsy : 

  • Otot kaku (spastik)
  • Gerakan tidak terkontrol (diskinesia)
  • Keseimbangan dan koordinasi kurang baik (ataxia)

Penyebab dan Faktor Resiko Cerebral Palsy

  • Mayoritas dari CP (Cerebral Palsy) disebabkan karena faktor genetik (keturunan) yaitu sekitar 85-90%
  • Sebagian kecil CP (Cerebral Palsy) disebabkan oleh perkembangan otak yang tidak normal atau kerusakan yang terjadi pada lebih dari 28 hari setelah lahir yang biasanya berhubungan dengan infeksi meningitis atau cedera kepala

Skrining dan Diagnosis

Diagnosis CP (Cerebral Palsy) pada awal usia sangat penting untuk anak-anak dan keluarga, beberapa tahapan untuk mendiagnosis :

  1. Monitor perkembangan

Monitor perkembangan anak dilakukan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai usia. Jika ada yang harus diwaspadai pada perkembangan anak yang muncul selama pemantauan, maka tes skrining perkembangan harus dilakukan sesegera mungkin.

  1. Skrining perkembangan

Selama skrining perkembangan, anak harus dipantau apakah ada keterlambatan motorik ataupun gerakan. Ketika hasil dari tes skrining ada gangguan keterlambatan motorik atau gerakan, maka dokter akan melakukan rujukan untuk evaluasi kondisi medis dan perkembangan anak.

  1. Evaluasi perkembangan dan kondisi medis

Tujuan dari evaluasi perkembanan adalah untuk mendiagnosis tipe spesifik CP (Cerebral Palsy) yang dialami anak.

Tatalaksana dan Intervensi

Tidak ada pengobatan spesifik untuk penyakit CP (Cerebral Palsy), tetapi intervensi awal dapat meningkatkan kehidupan mereka yang memiliki kondisi tersebut. Penting bagi anak yang terdiganosis CP untuk memulai program intervensi pengobatan sedini mungkin.

Setelah diagnosis CP (Cerebral Palsy) ditegakkan, dokter anak dan orang tua akan berdiskusi untuk mengembangkan rencana untuk membantu anak agar dapat mencapai potensi penuh selama hidupnya.

Intervensi umum yang dapat dilakukan termasuk pemberian obat-obatan; pembedahan kawat gigi, terapi fisik, okupasi, dan wicara. Sebelum memutuskan rencana intervensi, penting bagi orang tua untuk berdiskusi dengan dokter anak agar memahami semua risiko dan manfaatnya.

 

REFERENSI :

  1.   American Academy of Pediatrics. Caring for your baby and young child: Birth to age five. 5th ed. Shelov SP, editor. Elk Grove Village (IL): Bantam Books; 2009.
  2.   American Academy of Pediatrics Healthy Children / Cerebral Palsy

http://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/developmental-disabilities/pages/Cerebral-Palsy.aspx

Gejala dan Penanganan Demam Tifoid

Gejala dan Penanganan Demam Tifoid

Gejala dan Penanganan Demam Tifoid

Demam tifoid atau yang lebih sering dikenal dengan tipes sering dikaitkan dengan kualitas higiene dan sanitasi lingkungan yang kurang terjaga kebersihannya. Di Indonesia, angka kejadian demam tifoid sering terjadi khususnya pada orang dewasa. Yuk simak ulasan berikut ini tentang gejala dan cara penanganan demam tifoid, Pearls!

 

GEJALA

Gejala yang dapat muncul pada anak yang mengalami tifoid antaralain :

  •   Demam turun naik terutama sore dan malam hari
  •   Nyeri kepala
  •   Gangguan saluran pencernaan seperti diare, sulit BAB atau konstipasi, mual, muntah, nyeri perut atau terkadang bisa muncul BAB berdarah
  •   Gejala lain dapat muncul seperti nyeri otot, pegal-pegal, tidak nafsu makan, sulit tidur
  •   Pada kasus demam tifoid berat, dapat terjadi penurunan kesadaran atau kejang

FAKTOR RISIKO

Faktor resiko penyebab anak dapat mengalami demam tifoid antaralain :

  •   Jarang mencuci tangan
  •   Konsumsi makanan yang terkontaminasi, tercemar debu, sampah, atau dihinggapi lalat
  •   Adanya wabah demam tifoid di sekitar tempat tinggal
  •   Kebersihan lingkungan yang kurang baik
  •   Kondisi daya tahan tubuh rendah

 

DIAGNOSIS

Untuk mendiagnosis apakah ada demam tifoid, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang untuk mendukung diagnosis ke arah tipes atau demam tifoid, yiatu tes darah lengkap, tes serologi dengan Tubex yang dapat mendeteksi bakteri Salmonella typhi, Tes Widal, atau kultur bakteri Salmonella typhi.

PENANGANAN

Langkah penanganan pada anak yang mengalami deman tifoid, pearls bisa lakukan ini :

  • Lakukan tirah baring dengan istirahat yang cukup
  • Menjaga kebutuh asupan cairan
  • Cukupi kebutuhan nutrisi dengan makanan bergizi seimbang
  • Konsumsi obat antibiotik sesuai dengan anjuran dokter
  • Konsumsi obat sesuai dengan gejala seperti obat demam dan untuk mengurangi keluhan saluran pencernaan

Pearls yang mengalami tipes atau demam tifoid dapat melakukan perawatan di rumah apabila dengan gejala yang ringan, kesadaran baik, dan dapat makan serta minum dengan baik. 

Sekian informasi dan penjelasan tentang penyakit tipes. Semoga bermanfaat dan tidak perlu panik ya, Pearls!

 

REFERENSI :

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) (2017) ‘Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer’, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, pp. 162, 364.

Mengenal Penyakit Difteri Pada Anak

Mengenal Penyakit Difteri Pada Anak

Mengenal Penyakit Difteri Pada Anak

Penyakit difteri adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Corynebacterium diphteria yang menyerang selaput lendir di hidung dan tenggorokan. Difteri dapat menular dengan cepat melalui kontak fisik atau lewat percikan air liur dari batuk ataupun bersin atau lewat sentuhan langsung pada luka penderita difteri. Seorang anak berpotensi untuk tertular penyakit difteri terutama apabila belum mendapatkan imunisasi. Yuk, simak lebih lanjut ulasan tentang penyakit difteri pada anak!

GEJALA

Gejala yang dapat muncul pada anak yang terkena difteri sebagai berikut :

  • Demam
  • Sakit tenggorokan
  • Kedua sisi leher bengkak (bull neck)
  • Hidung meler
  • Nyeri menelan
  • Suara serak
  • Sakit kepala
  • Detak jantung meningkat

DIAGNOSIS

         Untuk menentukan seorang anak terkena penyakit difteri, dokter akan melakukan pemeriksaan berdasarkan gejala klinik yang muncul, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang dengan swab tenggorok, kultur, atau PCR. Pada pemeriksaan fisik tonsil dapat ditemukan tonsil membengkak ditutupi oleh bercak putih kotor yang makin lama makin meluas. Kasus konfirmasi difteri didapatkan hasil kultur atau PCR dengan bakteri Corynebacterium diphteria positif.

PENCEGAHAN

         Pencegahan agar seorang anak tidak mengalami penyakit difteri yaitu dengan melakukan vaksin difteri  yang dapat diberikan dalam bentuk kombinasi DPT-HB-Hib. Vaksin ini dapat diberikan 3 kali yaitu saat berusia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan. Kemudian untuk selanjutnya diberikan saat anak berusia 18 bulan dan dalam bentuk Td diberikan saat kegiatan bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

 

TATALAKSANA

Langkah penanganan pada anak yang mengalami difteri sebagai berikut :

  1. Istirahat cukup
  2. Makan makanan lunak dan hindari makanan yang dapat mengiritasi
  3. Jaga kebersihan mulut
  4. Menggunakan obat kumur antiseptik

Dokter akan memberikan pengobatan pada pasien anak dengan difteri dengan 2 macam obat yaitu dengan antitoksin untuk menetralisir racun dari difteri di dalam tubuh dan antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri difteri. Anak yang terdiagnosis difteri harus dilakukan perawatan di rumah sakit untuk mencegah komplikasi akibat difteri yang dapat terjadi seperti gangguan irama jantung, otot jantung, atau gangguan saraf.

 

REFERENSI :

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) (2017) ‘Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer’, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, pp. 162, 364.

MENGENAL KEJANG DEMAM PADA ANAK

MENGENAL KEJANG DEMAM PADA ANAK

MENGENAL KEJANG DEMAM PADA ANAK

Kejang demam merupakan suatu bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (di atas 38°C) pada anak berusia 6 bulan – 5 tahun dan tidak disebabkan oleh proses intrakranial (seperti infeksi atau radang otak). (Pusponegoro, Widodo and Ismael, 2006)

 Penanganan saat anak kejang 

Beberapa hal yang harus dilakukan oleh Moms saat kejang terjadi di rumah :

  1.   Tetap tenang dan jangan panik
  2.   Bawa ke lokasi aman
  3.   Taruh anak di tempat beralas datar
  4.   Longgarkan pakaian anak terutama di sekitar leher
  5.   Miringkan kepala, badan, pinggul ke satu sisi (kiri atau kanan)
  6.   Ukur suhu, observasi, dan catat lama dan bentuk kejang
  7.   Tetap bersama pasien selama kejang
  8.   Jangan memasukkan benda apapun ke dalam mulut anak pada saat kejang terjadi
  9.   Masukkan obat anti kejang dari anus sesuai dengan dosis yang dianjurkan oleh dokter, obat ini hanya boleh diberikan 1x di rumah. Dan jangan diberikan bila kejang telah berhenti. Jika kejang sudah berhenti setelah pemberian obat anti kejang, maka Moms segera bawa anak ke IGD Rumah Sakit terdekat

 Pemeriksaan pada anak kejang

Beberapa pemeriksaan tambahan yang dilakukan oleh dokter saat anak datang dengan riwayat kejang demam :

  1. Pemeriksaan laboratorium tidak dikerjakan secara rutin pada kejang demam, tetapi dapat dikerjakan untuk mengevaluasi sumber infeksi penyebab demam, atau keadaan lain misalnya penyakit saluran pencernaan disertai dehidrasi dan demam. Pemeriksaan labora- torium yang dapat dikerjakan misalnya darah perifer, elektrolit dan gula darah.

  2. Pemeriksaan cairan serebrospinal dapat dilakukan pada pasien yang dicurigai mengalami peradangan selaput otak (meningtitis). Dokter juga akan melakukan pemeriksaan elektroensefalografi (EEG) untuk memperkirakan kemungkinan terjadi epilepsi pada pasien kejang demam.

Faktor risiko

Faktor risiko kemungkinan berulangnya kejang demam :

  1. Riwayat kejang demam dalam keluarga
  2. Usia kurang dari 12 bulan
  3. Suhu yang rendah saat terjadi kejang
  4. Cepatnya kejang setelah demam

Moms tetap tenang ya jika anak mengalami kejang demam. Kejadian kecacatan sebagai komplikasi kejang demam belum pernah dilaporkan. Perkembangan mental dan saraf pasien kejang demam juga cenderung normal. Kejang demam yang menyebabkan kematian juga belum pernah dilaporkan. Tetap sehat selalu untuk si Kecil, Moms!

REFERENSI :

Pusponegoro, H., Widodo, D. P. and Ismael, S. (Ikatan D. A. I. (2006) ‘Konsensus Penatalaksanaan Kejang Demam’, Ikatan Dokter Anak Indonesia, pp. 1–23. Available at: http://spesialis1.ika.fk.unair.ac.id/wp-content/uploads/2017/03/Konsensus-Penatalaksanaan-Kejang-Demam.pdf.

GEJALA DEMAM BERDARAH DAN TANDA BAHAYA PADA ANAK

GEJALA DEMAM BERDARAH DAN TANDA BAHAYA PADA ANAK

GEJALA DEMAM BERDARAH DAN TANDA BAHAYA PADA ANAK

 

DEMAM BERDARAH DENGUE

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi virus akut yang disebabkan oleh virus dengue yang ditandai demam 2 – 7 hari disertai dengan manifestasi perdarahan, penurunan trombosit, adanya hemokonsentrasi yang ditandai kebocoran plasma. (Kemenkes, 2017)

GEJALA DEMAM BERDARAH

         Demam Berdarah Dengue (DBD) ditandai dengan demam yang tinggi, mendadak, kontinu berlangsung antara 2-7 hari. Gejala yang sering muncul di antaranya adalah muka kemerahan (facial flushing), kurang nafsu makan, nyeri otot, dan nyeri sendi. Gejala lain yang dapat muncul di antaranya nyeri ulu hati, mual, muntah, dan nyeri perut. Pada pemeriksaan fisik terkadang ditemukan mata merah dan radang tenggorokan. Demam dapat mencapai suhu 40°C dan dapat disertai dengan kejang demam. (Ikatan Dokter Anak Indonesia, 2014)

TANDA BAHAYA DEMAM BERDARAH

Selain gejala-gejala di atas, Moms juga harus memperhatikan beberapa tanda bahaya berikut yang dapat terjadi pada anak yang mengalami DBD :

  • Demam turun tetapi keadaan anak memburuk
  • Menolak makan dan minum
  • Nyeri perut hebat dan nyeri tekan perut
  • Muntah yang menetap
  • Anak gelisah
  • Perdarahan (mimisan, gusi berdarah, muntah darah, BAB hitam)
  • Anak tidak buang air kecil lebih dari 4-6 jam
  • Kejang
  • Sesak napas
  • Tangan dan kaki dingin dan lembab
  • Anak tampak lemas

TATALAKSANA DEMAM BERDARAH

Tips penanganan pada anak demam berdarah yang dapat dilakukan antara lain :

  •   Tirah baring selama demam
  •   Pemberian obat penurun demam seperti parasetamol dengan dosis yang direkomendasikan dokter dapat diulang setiap 4-6 jam bila demam
  •   Kompres hangat pada dahi, lipatan ketiak, lipatan paha untuk menurunkan demam
  •   Anak dianjurkan cukup minum (1-2 liter/hari), boleh air putih atau jus jambu, pastikan frekuensi buang air kecil ada setiap 4-6 jam
  •   Segera bawa ke rumah sakit jika muncul tanda bahaya pada anak

Sekian penjelasan seputar Demam Berdarah pada anak yang sekarang sedang menjadi wabah di Indonesia terutama saat di musim hujan . Semoga tetap sehat selalu untuk si Kecil ya, Pearls!

 

REFERENSI :

  1.   Ikatan Dokter Anak Indonesia (2014) ‘Pedoman Diagnosis dan Tatalaksana Infeksi Virus Dengue pada Anak’, p. 76.
  1.   Kemenkes (2017) ‘Pedoman Pencegahan Dan Pengendalian Demam Berdarah Dengue Di Indonesia’, Pedoman pencegahan dan pengendalian demam berdarah di indonesia, 5(7), p. 9. Available at: https://drive.google.com/file/d/1IATZEcgGX3x3BcVUcO_l8Yu9B5REKOKE/view.