fbpx

Perhatikan 2 Point Berikut ini! Hal yang Perlu Dihindari dan Dilakukan di Kehamilan Trimester 3

14 Oct 2020 | Artikel

Hi Moms, memasuki usia kehamilan Trimester 3 pasti sebagian ibu memiliki perasaan yang campur aduk, dimana tidak sabar menunggu kelahiran si kecil namun satu sisi moms pasti khawatir karena banyak yang moms hindari saat memasuki kehamilan usia Trimester 3. bener ga moms?

Untuk itu perlu moms ketahui 2 point penting yang moms perlu hindari dan yang perlu moms lakukan di usia kehamilan trimester 3. Yang akan kita bahas kali ini:

A. Hal yang Dihindari Moms Saat Kehamilan Trimester Ketiga

Pada trimester terakhir kehamilan, ibu sebaiknya tidak melakukan beberapa aktivitas yang bisa berdampak negatif pada ibu dan bayi. Misalnya, ibu perlu menghindari perjalanan jauh dan pergi dengan pesawat terbang. Biasanya pihak maskapai penerbangan akan melarang ibu hamil yang usia kehamilannya sudah lebih dari 34 minggu untuk ikut dalam perjalanan. Jika ibu diharuskan untuk bepergian jauh, lakukan peregangan kaki dengan berjalan-jalan setidaknya per satu atau dua jam.

Berikut hal-hal lain yang sebaiknya ibu hamil hindari saat memasuki trimester ketiga kehamilan:

  • Olahraga berat atau latihan kekuatan yang bisa menyebabkan cedera pada perut.
  • Batasi konsumsi kafein dan alkohol.
  • Kebiasaan minum obat sembarangan alias tanpa anjuran dokter.
  • Konsumsi ikan mentah dan makanan laut bermerkuri tinggi (seperti ikan todak, makerel, dan kakap putih).
  • Minum susu yang tidak dipasteurisasi atau produk susu lainnya.
  • Konsumsi daging yang diawetkan.

B. Perlu juga melakukan skrining pada kehamilan menjelang persalinan, berikut beberapa pemeriksaan laboratorium yang wajib ibu hamil lakukan:

1.Pemeriksaan Darah Lengkap, bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan pesertanya secara keseluruhan, terutama bagi penyakit yang berkaitan dengan darah, seperti:

  • Anemia, yaitu kondisi ketika jumlah sel darah merah lebih rendah dari jumlah normal.
  • Leukemia, yaitu kanker yang menyerang sel-sel darah putih. Kanker ini terjadi ketika sel darah putih berkembang menjadi lebih banyak dan menjadi ganas dan memakan sel darah merah.
  • Gangguan pembekuan darah, yaitu kondisi yang terjadi ketika adanya kelainan trombosit.

2. Pemeriksaan Urin Rutin, Tujuan Dilakukannya Tes Urine, Tes urine untuk menentukan kehamilan dapat dilakukan sendiri menggunakan alat tes kehamilan atau test pack yang dijual bebas di apotek, bisa juga dilakukan di klinik atau rumah sakit.

  • Mengetahui adanya zat atau obat tertentu dalam air seni seseorang, misalnya pada atlet, pelajar/mahasiswa, pegawai kantoran, dan pecandu atau orang yang diduga menyalahgunakan narkoba. Tes urine dapat mendeteksi adanya zat berbahaya opiate/opioid, benzodiazepine, barbiturate, phencyclidine (PCP), ganja, metamphetamine, amphetamine, kokain.
  • Memantau perkembangan penyakit dan respons tubuh terhadap pengobatan yang dijalani, misalnya pada pasien penderita penyakit diabetes, kerusakan dan infeksi ginjal, lupus, dan penyakit hati.
  • Mendiagnosis kondisi medis, seperti gangguan ginjal termasuk batu, infeksi, dan radang ginjal, protein dalam urine, kerusakan otot, gula darah atau diabetes yang tidak terkendali, dan infeksi saluran kemih.
  • Menilai gejala penyakit tertentu, seperti darah dalam urine, demam, nyeri pinggang, sering buang air kecil atau terasa nyeri saat melakukannya, nyeri perut bawah, atau keluhan lainnya pada saluran kemih.
  • Evaluasi medis rutin atau menilai kesehatan seseorang secara keseluruhan. Tes urine bisa saja disarankan oleh dokter untuk pemeriksaan kehamilan rutin, juga untuk menilai kondisi pasien sebelum operasi atau sebelum dirawat di rumah sakit.
    • Pemeriksaan HbSaG, Ibu hamil yang terinfeksi hepatitis B bisa menularkan virus hepatitis tersebut ke bayinya. Banyak kasus penularan hepatitis B yang terjadi ketika proses persalinan. Akibatnya, bayi yang lahir dari ibu dengan hepatitis B memiliki potensi mengembangkan masalah hati kronis.
    • Periksaan Anti HIV, tujuannya untuk pencegahan agar sang jabang bayi tidak sampai tertular virus mematikan yang berasal dari ibunya.

Artikel Terkait