Klinik Mutiara Cikutra

Yuk, Pilih Sikat Gigi Anak Sesuai Usianya! Ini Dia Tipsnya

Yuk, Pilih Sikat Gigi Anak Sesuai Usianya! Ini Dia Tipsnya

Yuk, Pilih Sikat Gigi Anak Sesuai Usianya! Ini Dia Tipsnya

 

dokter gigi anak
Sumber : Envanto

Menjaga kesehatan gigi anak sebaiknya dimulai sejak dini. Langkah awal yang bisa Anda ambil yaitu menerapkan kebiasaan menyikat gigi secara rutin sambil memahami bagaimana cara memilih sikat gigi yang baik untuk anak.

Pemilihan sikat gigi yang tepat dan sesuai tidak hanya membantu menjaga kebersihan gigi dan mulut mereka. Namun, juga bisa membentuk kesadaran serta kebiasaan menyikat gigi yang baik sejak kecil. Yuk, simak pembahasan selengkapnya berikut ini!

Pentingnya Memilih Sikat Gigi yang Sesuai untuk Anak

dokter gigi anak
Sumber : Envanto

Memilih sikat gigi yang sesuai untuk anak sangatlah penting. Sebab, hal ini berpengaruh langsung pada kesehatan gigi dan mulut mereka. Selain itu, penggunaan sikat gigi yang sesuai juga dapat membuat kebiasaan menyikat gigi anak menjadi lebih menyenangkan dan konsisten.

Dengan memilih sikat gigi yang baik, tepat, dan sesuai usia anak, Anda bisa membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut mereka secara optimal. Hal ini juga penting untuk membangun kebiasaan menyikat gigi yang lebih efektif dan aman sesuai dengan tahap tumbuh kembang si kecil.

Tips Memilih Jenis Sikat Gigi Anak Sesuai Usia

Berikut beberapa tips memilih jenis sikat gigi anak berdasarkan usia mereka:

Bayi (6-11 Bulan)

Memasuki usia 6 hingga 11 bulan, gigi pertama bayi akan mulai tumbuh. Pada masa ini, bayi membutuhkan sikat gigi dengan bulu yang super lembut agar gusi mereka yang masih sangat sensitif tidak terluka ataupun mengalami iritasi.

Pastikan juga memilih sikat gigi berkepala kecil, tujuannya agar dapat menjangkau seluruh bagian mulut bayi dengan mudah.

Balita (1-5 Tahun)

Memasuki tahun pertama hingga kelima, bayi mulai bertumbuh menjadi balita. Pada masa ini, gigi susu mereka pun sudah tumbuh dan bahkan cenderung lengkap, sehingga membutuhkan perawatan sejak dini seperti rutin menyikat gigi.

Pastikan Anda memilih sikat gigi berbulu lembut untuk mereka, tetapi sedikit lebih kuat dibandingkan sikat gigi saat mereka masih bayi. Pilih yang kepalanya kecil dengan pegangan ergonomis, karena pada tahap ini, si kecil sudah mulai bisa menyikat giginya sendiri.

Namun, lantaran masih tahap belajar untuk menyikat gigi sendiri, maka tetap perlu pendampingan bijak dari Anda sebagai orang tua. Nah, untuk menambah motivasi mereka dalam menyikat gigi, Anda bisa memilih sikat gigi dengan desain menarik yang sesuai dengan selera anak.

Anak Usia Sekolah (6-12 Tahun)

Menginjak usia sekolah, yaitu 6-12 tahun, gigi permanen pada anak sudah mulai tumbuh. Pada usia ini, Anda bisa memilihkan sikat gigi berbulu lembut hingga sedang yang efektif membersihkan gigi anak tanpa merusak enamel gigi. Pegangan sikat gigi harus nyaman digenggam dan kepala sikat harus sesuai dengan ukuran mulut anak. 

Kriteria Sikat Gigi yang Baik untuk Anak

gigi anak
Sumber : Envanto

Untuk memutuskan apakah sikat gigi anak yang Anda pilih baik atau tidak, berikut beberapa kriteria penting yang dapat Anda jadikan sebagai panduan:

Kelembutan Bulu Sikat Gigi

Bulu sikat gigi yang keras berisiko membuat gusi anak berdarah dan iritasi. Oleh karena itu, pastikan Anda memilih sikat gigi dengan bulu yang lembut dan nyaman digunakan untuk menghindari kerusakan gusi si kecil.

Ukuran Kepala Sikat Gigi

Sikat gigi dengan ukuran kepala yang terlalu besar maupun terlalu kecil tidak akan bekerja efektif untuk membersihkan gigi anak secara menyeluruh. Jadi, pastikan Anda memilih sikat gigi anak yang pas dan memang sesuai dengan ukuran mulut mereka.

Pegangan Sikat Gigi

Sikat gigi yang pas di genggaman anak akan memudahkan mereka dalam menyikat gigi. Sebaliknya, jika pegangan sikat gigi terlalu kecil ataupun terlalu besar, maka anak akan merasa tidak nyaman atau bahkan kesulitan menggenggamnya.

Desain Sikat Gigi

Anak-anak cenderung tertarik dengan visual yang menarik, dan hal ini pun berlaku untuk desain sikat gigi. Jadi, selain ketiga kriteria utama di atas, pastikan juga Anda memilih sikat gigi anak yang berdesain menarik. Dengan demikian, anak pun bisa semakin termotivasi untuk terus rajin menyikat gigi.

Nah, apabila Anda ingin memastikan kesehatan gigi anak terjaga sejak awal dengan penanganan yang tepat dan menyenangkan, maka Klinik Mutiara Cikutra adalah solusi terbaik. Di sini, Anda bisa mengonsultasikan kebutuhan perawatan gigi si kecil bersama dokter gigi anak yang ahli, ramah, dan profesional.

Yuk, segera jadwalkan kunjungan Anda dan bantu anak membangun kebiasaan merawat gigi sejak dini!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Apakah Aman Cabut Gigi si Kecil di Rumah? Atau Haruskah ke Dokter Gigi Anak?

Apakah Aman Cabut Gigi si Kecil di Rumah? Atau Haruskah ke Dokter Gigi Anak?

Apakah Aman Cabut Gigi si Kecil di Rumah? Atau Haruskah ke Dokter Gigi Anak?

 

Menjaga kesehatan gigi si kecil menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan orang tua, termasuk untuk hal pencabutan gigi. Tak dimungkiri bahwa momen goyangnya gigi buah hati ini kerap menjadi momen mendebarkan sekaligus membingungkan.

Di satu sisi, gigi goyang dapat menjadi tanda positif bahwa anak kini sudah mulai tumbuh besar dan mengalami fase alami dalam pertumbuhan gigi mereka. Namun, di sisi lainnya, Anda juga mungkin merasa kebingungan terkait langkah terbaik apa yang harus diambil.

Apakah sebaiknya menunggu gigi si kecil lepas sendiri, dicabut secara mandiri di rumah, atau justru perlu bantuan profesional seperti dokter gigi anak? Yuk, simak informasi berikut untuk menemukan jawabannya!

Gigi
Sumber : Envanto

Tujuan dan Manfaat Cabut Gigi

Sebisa mungkin, jika gigi alami memang masih bisa diselamatkan tanpa prosedur pencabutan, dokter gigi umumnya akan tetap mempertahankannya. Namun, apabila gigi sudah mengalami kerusakan yang parah, maka mau tak mau gigi harus segera dicabut agar tidak menimbulkan infeksi dan hal-hal tidak diinginkan lainnya.

Jadi, secara umum, cabut gigi bertujuan untuk “membuang” gigi yang dapat menimbulkan kerusakan lebih lanjut. Berikut beberapa indikasi gigi yang biasanya memerlukan prosedur pencabutan:

  • Gigi patah.
  • Gigi berjejal.
  • Gigi berlubang.
  • Gigi yang mengalami kerusakan parah.
  • Gigi yang tidak dapat tumbuh normal karena terhalang tulang, gigi lain, ataupun jaringan gusi, sehingga tertanam di dalam gusi (impaksi gigi).

Selain itu, pencabutan gigi juga biasanya perlu dilakukan jika Anda memiliki penyakit gusi yang parah, gigi mengalami luka, ataupun terjadi cedera gigi.

Adapun manfaat mencabut gigi, yaitu untuk mencegah infeksi, sekaligus membantu menyelaraskan gigi agar tampak lebih rapih.

Waktu Tepat Gigi Anak Dicabut

dokter gigi anak
Sumber : Envanto

Umumnya, gigi anak mulai goyang pada saat mereka memasuki usia sekolah dasar, tepatnya pada usia sekitar 6-7 tahun—yang dimulai dengan gigi seri atas dan gigi seri bawah.

Kemudian, saat anak menginjak usia 7-8 tahun, biasanya gigi taring pun akan mulai ikut copot. Terakhir, memasuki usia 9-12 tahun, gigi geraham menjadi gigi yang akan copot selanjutnya.

Pada waktu-waktu tersebut, anak sudah bisa melakukan prosedur pencabutan gigi. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua anak memiliki momen yang sama dalam pergantian gigi susu ke gigi permanen.

Jadi, waktu yang “tepat” ini bisa sangat bervariasi, tergantung kondisi masing-masing anak dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Nah, kini pertanyaannya adalah, di mana tempat terbaik untuk melakukan prosedur cabut gigi anak?

Apakah bisa dan aman jika dilakukan sendiri di rumah atau sebaiknya memang harus mengunjungi dokter gigi anak?

Cabut di Rumah atau ke Dokter Gigi Anak, Mana yang Lebih Aman?

Sejatinya, mencabut gigi susu anak bisa dilakukan sendiri di rumah oleh orang tua. Dengan catatan, gigi anak memang sudah hampir lepas karena goyang secara alami, bukan karena kecelakaan atau insiden tertentu. Namun, di luar dari alasan itu, pencabutan gigi anak harus ditangani oleh dokter gigi anak.

Adapun beberapa kasus pencabutan gigi yang memerlukan penanganan profesional oleh dokter gigi anak dengan alasan keamanan, yaitu:

  • Infeksi gigi.
  • Cedera gigi.
  • Gigi berlubang.
  • Gigi patah karena kecelakaan.
  • Gigi susu yang belum tanggal, padahal sudah melewati waktunya.
  • Gigi susu yang menghalangi pertumbuhan gigi permanen sehingga menyebabkan tidak adanya ruang untuk gigi tersebut tumbuh.

Nah, bagi Anda yang ingin memberikan pengalaman cabut gigi terbaik untuk buah hati, Klinik Mutiara Cikutra (KMC) bisa menjadi pilihan yang tepat. Ini adalah klinik kesehatan resmi yang telah mendapat izin Kementerian Kesehatan. Jadi, soal kualitas dan pelayanan, Anda tidak perlu khawatir.

Di sini tersedia berbagai layanan kesehatan, termasuk salah satunya layanan dokter gigi anak yang dijamin aman dan nyaman untuk buah hati kesayangan. Selain itu, Klinik Mutiara Cikutra juga menawarkan layanan praktik gigi lainnya, seperti layanan dokter gigi untuk orang dewasa serta layanan dokter spesialis bedah mulut.

Dengan pelayanan yang seramah keluarga dan tempat yang senyaman rumah sendiri, Klinik Mutiara Cikutra sangat layak menjadi pilihan utama Anda dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut si kecil. Yuk, jadwalkan kunjungan Anda sekarang juga!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Gigi Berlubang, Sebaiknya Ditambal atau Dicabut? Yuk, Konsultasikan ke Poli Gigi

Gigi Berlubang, Sebaiknya Ditambal atau Dicabut? Yuk, Konsultasikan ke Poli Gigi

Gigi Berlubang, Sebaiknya Ditambal atau Dicabut? Yuk, Konsultasikan ke Poli Gigi

 

Ada cukup banyak permasalahan yang dapat terjadi pada gigi, salah satunya yaitu gigi berlubang. Ini merupakan keluhan umum yang sering dialami oleh orang-orang, baik anak-anak maupun orang dewasa.

Sesuai namanya, gigi berlubang adalah kondisi ketika gigi mengalami kerusakan sehingga membentuk lubang dengan ukuran tertentu. Pertanyaannya, apakah gigi berlubang hanya perlu ditambal atau justru harus dicabut?

Berikut penjelasan lengkapnya untuk Anda, lengkap rekomendasi poli gigi berkualitas untuk konsultasi dan penanganan gigi berlubang yang tepat. Yuk, simak!

dokter gigi anak
Sumber : Envanto

Gigi Berlubang, Penyebab dan Pencegahannya

Gigi berlubang merupakan kerusakan pada gigi akibat terkikisnya lapisan terluar gigi (enamel). Umumnya, penyebab kondisi ini adalah adanya penumpukan bakteri di dalam mulut. Hal ini biasanya terjadi karena kebersihan gigi dan mulut yang kurang terjaga, atau bisa juga lantaran terlalu sering mengonsumsi makanan/minuman manis.

Di awal, kemungkinan gigi berlubang akan sulit terdeteksi. Pasalnya, pada tahap awal memang cenderung tidak menimbulkan rasa nyeri. Namun, seiring berjalannya waktu dan makin parahnya kondisi lubang yang ada, gigi akan mulai mengalami kerusakan signifikan yang bisa berujung pada infeksi hingga gigi tanggal.

Untuk mencegah gigi berlubang terjadi, berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan:

  • Mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis.
  • Mengurangi konsumsi makanan/minuman asam dan bertepung.
  • Rutin memeriksakan gigi ke dokter gigi, setidaknya enam bulan sekali atau dua kali setahun.
  • Mengonsumsi makanan bergizi yang baik untuk gigi. Misalnya makanan berserat seperti apel dan bayam atau makanan dengan kandungan kalsium tinggi seperti susu dan ikan laut.
  • Menjaga kebersihan dan gigi dan mulut. Contohnya rutin menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride, membersihkan celah-celah gigi dengan benang gigi, dan jika perlu gunakan obat kumur antiseptik.

Gigi Berlubang Sebaiknya Ditambal atau Dicabut?

Ketika seseorang mengalami masalah gigi berlubang, tidak sedikit di antaranya yang merasa bingung apakah gigi tersebut sebaiknya ditambal atau justru harus dicabut. Untuk menjawab hal ini, Anda bisa mengamati dan menyesuaikan kondisi gigi terlebih dahulu.

Hal ini karena ada gigi berlubang yang memang masih bisa diselamatkan dengan penambalan. Namun, ada pula yang harus segera dicabut agar tidak menimbulkan masalah yang tidak diinginkan.

Kondisi Gigi Berlubang yang Masih Bisa Ditambal

  • Gigi berlubang yang baru mencapai dentin dan belum menyebabkan infeksi pada pulpa gigi.
  • Gigi berlubang hanya sebatas email alias terjadi di lapisan terluar gigi—bisa ditangani dengan tambalan permanen.
  • Gigi berlubang dengan akar gigi yang masih utuh dan tidak mengalami kerusakan apa pun. Penambalan pada gigi seperti ini tak hanya memperkuat gigi, tetapi juga dapat membantu mencegah kerusakan lebih lanjut.
  • Gigi tidak mengalami kerusakan struktural yang serius. Dalam artian, sebagian besar struktur gigi masih utuh dan kuat. Gigi dengan kondisi ini masih bisa ditambal dengan tujuan memperkuat gigi agar tidak rapuh dan mudah patah.

Kondisi Gigi Berlubang yang Harus Dicabut

  • Gigi berlubang pada gigi yang bertumpuk.
  • Gigi berlubang yang berada di dekat jaringan abnormal
  • Gigi berlubang pada geraham bungsu yang tumbuh miring.
  • Gigi berlubang yang hanya menyisakan akar. Gigi dengan kondisi ini sebaiknya segera dicabut agar tidak menimbulkan infeksi.
  • Gigi berlubang yang sudah sangat rapuh karena memiliki banyak kerusakan. Pencabutan mungkin bisa menjadi opsi terbaik guna menghindari sakit gigi berkepanjangan.
  • Gigi berlubang yang memicu terjadinya permasalahan gigi yang lain. Contohnya berpotensi mengganggu posisi gigi lainnya atau dapat menyebabkan penyebaran infeksi.
  • Gigi berlubang parah yang lubangnya besar dan dalam. Penambalan gigi dengan kondisi ini umumnya hanya akan sia-sia sehingga sebaiknya gigi memang dicabut. Pasalnya, infeksi kemungkinan telah menyebar hingga ke bagian bawah gigi.

Konsultasi Berkualitas di Poli Gigi

dokter gigi anak
Sumber : Envanto

Untuk mendapatkan diagnosis serta penanganan yang tepat terkait permasalahan gigi berlubang yang Anda alami, sebaiknya Anda mengunjungi poli gigi dan berkonsultasi dengan dokter gigi berpengalaman.

Adapun salah satu fasilitas kesehatan resmi yang menyediakan layanan poli gigi berkualitas adalah KMC alias Klinik Mutiara Cikutra. Klinik ini didukung oleh tenaga medis profesional, tempat yang nyaman, serta pelayanan yang ramah.

Jadi, jika Anda mengutamakan pemeriksaan yang aman dan nyaman, maka poli gigi di Klinik Mutiara Cikutra-lah solusinya. Yuk, tunggu apa lagi? Segera jadwalkan kunjungan Anda bersama keluarga tercinta ke KMC!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Jangan Abaikan! Ini Bahaya Gigi Berlubang, Segera Periksakan ke Dokter Gigi

Jangan Abaikan! Ini Bahaya Gigi Berlubang, Segera Periksakan ke Dokter Gigi

Jangan Abaikan! Ini Bahaya Gigi Berlubang, Segera Periksakan ke Dokter Gigi

 

Tak hanya tubuh yang perlu dirawat, kesehatan gigi dan mulut juga sama pentingnya. Seperti diketahui, ada cukup banyak permasalahan gigi dan mulut yang bisa dialami oleh seseorang. Salah satunya adalah gigi berlubang.

Sering disepelekan karena dianggap persoalan biasa, nyatanya gigi berlubang bisa berkembang menjadi gangguan serius jika Anda mengabaikannya begitu saja tanpa penanganan yang tepat.

Oleh karena itu, jika Anda memiliki gigi berlubang, apalagi jika jumlahnya lebih dari satu, segera ambil langkah bijak dengan memeriksakan diri ke dokter gigi.

periksa gigi
Sumber : Envanto

Gigi Berlubang, Definisi dan Penyebabnya

Gigi berlubang adalah kondisi ketika struktur gigi mengalami kerusakan karena lapisan terluar gigi (enamel) terkikis, sehingga menyebabkan terbentuknya lubang (karies) di permukaan gigi.

Awal mula seseorang bisa mengalami kondisi ini, yaitu ketika plak dari berbagai sisa makanan yang mengandung gula dan pati menempel pada gigi. Tanpa disadari, lama-kelamaan asam yang dihasilkan plak pun mengikis enamel gigi secara perlahan sehingga akhirnya menjadi berlubang.

Jadi, dapat dikatakan bahwa penyebab gigi berlubang adalah proses demineralisasi yang disebabkan oleh asam dari bakteri di dalam mulut. Ini bisa terjadi karena adanya penumpukan bakteri dari hasil mengonsumsi makanan dan minuman manis.

Pasalnya, bakteri dalam plak di mulut dapat mengubah gula dari makanan atau minuman menjadi asam. Asam inilah yang kemudian mengikis permukaan terluar gigi secara perlahan, bahkan bisa menembus dentin hingga saraf.

Selain penyebab utama di atas, terdapat pula sejumlah faktor lain yang dapat membuat seseorang berisiko lebih tinggi untuk mengalami gigi berlubang. Apa saja? Berikut beberapa di antaranya:

  • Keseringan mengonsumsi makanan dan minuman manis, seperti permen, es krim, kue, soda, dan lain-lain.
  • Kurang menjaga kebersihan gigi dan mulut alias malas menyikat gigi, utamanya setelah makan.
  • Faktor usia. Semakin lanjut usia, semakin menipis pula enamel gigi dengan sendirinya.
  • Pasta gigi atau obat kumur yang digunakan sehari-hari tidak mengandung fluoride.
  • Menderita penyakit asam lambung (GERD) dan mulut kering.

Bahaya Gigi Berlubang

Meski tampak cukup sepele, gigi berlubang sebenarnya sangat berbahaya. Dalam kondisi yang parah, gigi berlubang dapat memicu timbulnya sakit gigi berupa rasa nyeri yang tak tertahankan. Bahkan dalam sejumlah kasus, gigi berlubang juga bisa berujung dengan tanggalnya gigi.

Selain itu, gigi berlubang yang mengalami infeksi pun bisa menimbulkan gangguan kesehatan serius karena dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya hingga akhirnya mengakibatkan komplikasi.

Berikut beberapa bahaya komplikasi yang dapat timbul akibat gigi yang berlubang:

  • Abses gigi, yaitu kondisi terbentuknya kantong nanah dalam gigi dan gusi lantaran adanya infeksi bakteri.
  • Endokarditis, yaitu infeksi serius pada dinding dan katup jantung yang bisa disebabkan oleh bakteri dari gigi berlubang.
  • Sinusitis, selain virus dan kuman, penyakit ini juga bisa muncul karena infeksi bakteri pada gigi yang menyebar ke dinding rongga sinus.
  • Sakit gigi, mulai dari yang ringan hingga yang tingkatannya parah sehingga membutuhkan penanganan serius oleh dokter gigi.
  • Berbagai penyakit gusi, seperti gusi bengkak, gusi yang memerah, hingga gusi berdarah. Adapun salah satu penyakit gusi yang berkaitan erat dengan gigi berlubang adalah periodontitis. Ini adalah peradangan/infeksi gusi pada jaringan penyangga gigi (gusi dan tulang di sekitar gigi).

Rekomendasi Dokter Gigi Berkualitas untuk Atasi Gigi Berlubang

Gigi
Sumber : Envanto

Agar Anda terhindar dari berbagai permasalahan kesehatan gigi dan mulut, jangan sampai Anda menyepelekan gigi yang berlubang. Jika Anda memiliki gigi berlubang yang cukup sering menimbulkan rasa sakit/nyeri dan gangguan-gangguan lainnya, maka sudah saatnya Anda periksa ke dokter gigi.

Nah, salah satu fasilitas kesehatan yang menawarkan layanan dokter gigi berkualitas dan cocok untuk mengatasi permasalahan gigi berlubang Anda adalah KMC alias Klinik Mutiara Cikutra.

Ini adalah klinik kesehatan yang telah terdaftar dan berizin resmi dari Kementerian Kesehatan. Jadi, Anda tidak perlu khawatir akan kualitasnya. Sebab, Klinik Mutiara Cikutra menyediakan layanan poli gigi yang didukung oleh dokter spesialis gigi profesional, ahli, dan berpengalaman di bidangnya.

Menariknya lagi, klinik ini tak hanya menyediakan layanan dokter gigi untuk orang dewasa, melainkan juga anak-anak. Jadi, Anda dan buah hati kesayangan bisa bersama-sama melakukan pemeriksaan gigi secara rutin.

Tertarik mencoba? Yuk, kunjungi KMC sekarang juga!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Daftar Perawatan Gigi Si Kecil di Dokter Gigi Anak, Ada Fluoride Treatment! Apa Itu?

Daftar Perawatan Gigi Si Kecil di Dokter Gigi Anak, Ada Fluoride Treatment! Apa Itu?

Daftar Perawatan Gigi Si Kecil di Dokter Gigi Anak, Ada Fluoride Treatment! Apa Itu?

 

Sering dianggap sepele, nyatanya menjaga kesehatan gigi dan mulut si kecil sejak dini sangatlah penting. Oleh karena itu, bagi Anda orang Bandung, rutin memeriksakan buah hati ke dokter gigi anak Bandung merupakan langkah yang bijak.

Hal ini menjadi upaya tepat dalam mendukung kesehatan gigi dan mulut anak yang optimal. Nah, berikut beberapa informasi menarik untuk Anda terkait jenis perawatan gigi anak hingga rekomendasi klinik dengan layanan dokter gigi anak Bandung berkualitas. 

Waktu Tepat untuk Konsultasi Gigi Anak ke Dokter Gigi

gigi anak
Sumber : Envanto

Untuk Anda para orang tua, khususnya orang tua baru, wajar jika Anda masih kebingungan akan beberapa hal, termasuk hal-hal yang terkait dengan kesehatan gigi anak.

Namun, bukan berarti Anda bisa mendiamkannya begitu saja. Sebab, sebagai orang tua bijak, sudah menjadi tanggung jawab Anda untuk memberikan bimbingan hidup kepada buah hati kesayangan.

Salah satunya dengan memberi edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Selain melakukan perawatan dasar sendiri seperti rutin menyikat gigi, sesekali berkonsultasi dengan dokter gigi anak juga merupakan langkah yang tepat.

Tujuannya tentu saja untuk memeriksa pertumbuhan gigi si kecil, sekaligus mendeteksi ada atau tidaknya masalah kesehatan gigi dan mulut. Pada dasarnya Anda memang dianjurkan untuk rutin membawa si kecil memeriksakan gigi ke dokter gigi anak. Anda bisa memulainya di saat buah hati memasuki usia satu tahun dan setelahnya dapat dilakukan secara teratur setiap enam bulan sekali.

Namun, tahukah Anda? Ada pula sejumlah kondisi yang menandakan Anda harus membawa anak ke dokter gigi, beberapa di antaranya seperti berikut:

  • Ketika anak memiliki kebiasaan buruk yang bisa memengaruhi kesehatan gigi dan mulut mereka, misalnya mengisap jempol, menggigit benda keras, dan lain-lain.
  • Ketika Anda melihat ada tanda-tanda masalah gigi pada anak.
  • Saat anak mengeluh gigi atau gusinya sakit.
  • Saat gigi anak goyang.

Daftar Pilihan Perawatan untuk Gigi Anak

Gigi Anak
Sumber : Envanto

Berikut daftar pilihan perawatan gigi anak yang biasanya umum dijumpai ketika mengunjungi dokter gigi:

Fluoride Treatment

Fluoride treatment, sesuai namanya, merupakan perawatan gigi yang memanfaatkan penggunaan fluoride, khususnya untuk pencegahan gigi berlubang. Seperti diketahui, gigi berlubang banyak terjadi pada anak-anak, yang dalam beberapa kasus tertentu bahkan dapat membuat mereka kesulitan makan dan berbicara.

Adapun prosedur dari treatment ini, yaitu dokter akan membersihkan dan mengeringkan gigi anak terlebih dahulu. Setelahnya barulah dioleskan fluoride berbentuk gel dengan kadar yang lebih tinggi dari pasta gigi. Tujuannya untuk memperkuat lapisan terluar gigi anak, sekaligus mencegah lubang sejak dini.

Sebagai tambahan, umumnya prosedur ini dianjurkan untuk dilakukan dua kali setahun sampai anak menginjak usia remaja.

Fissure Sealant

Ini adalah perawatan yang dilakukan untuk menutup ceruk yang dalam pada gigi guna mencegah sisa makanan ataupun plak masuk ke sana. Selain itu, treatment ini juga dapat mencegah, bahkan menghentikan perkembangan karies gigi.

Perawatan Ortodonti

Ini adalah jenis perawatan yang bertujuan untuk merapikan posisi gigi dan rahang agar susunan gigi makin rapi, sekaligus mengoptimalkan fungsi mengunyah. Adapun alat yang digunakan biasanya meliputi kawat gigi (braces) atau aligner.

Selain tiga treatment di atas, biasanya dokter gigi anak juga menyediakan layanan perawatan gigi lainnya, seperti penambalan, pembersihan, hingga pencabutan gigi.

Rekomendasi Dokter Gigi Anak Bandung Berkualitas

Khusus untuk Anda yang berdomisili di Bandung atau sekadar ingin memeriksakan gigi si kecil di dokter gigi anak Bandung, tenang, jangan khawatir. Ada rekomendasi fasilitas kesehatan tepercaya dengan layanan dokter gigi anak Bandung berkualitas yang dapat Anda coba, yaitu KMC alias Klinik Mutiara Cikutra.

Ini adalah klinik kesehatan yang telah terdaftar secara resmi dan juga berizin resmi dari Kementerian Kesehatan. Menawarkan berbagai layanan kesehatan, salah satunya ada layanan kesehatan gigi dan mulut yang didukung oleh dokter spesialis gigi anak bersertifikat yang ahli di bidangnya.

Selain dukungan tenaga medis profesional yang berkualitas, Klinik Mutiara Cikutra juga menyediakan tempat yang senyaman rumah sendiri serta pelayanan yang seramah keluarga.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, periksakan gigi si kecil ke dokter gigi anak Bandung KMC sekarang juga!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Gigi Anak Tumbuh Tidak Beraturan? Yuk, Konsultasikan dengan Dokter Gigi Anak

Gigi Anak Tumbuh Tidak Beraturan? Yuk, Konsultasikan dengan Dokter Gigi Anak

Gigi Anak Tumbuh Tidak Beraturan? Yuk, Konsultasikan dengan Dokter Gigi Anak

 

Momen pertumbuhan gigi merupakan salah satu tahap penting dalam perkembangan anak. Namun, tidak semua anak memiliki pertumbuhan gigi yang sempurna. Bahkan, tak sedikit dari mereka yang memiliki pola tumbuh gigi yang tidak beraturan alias berantakan.

Tak heran, hal ini kerap kali menimbulkan rasa khawatir pada orang tua. Pasalnya, susunan gigi si kecil yang tidak sejajar atau bahkan tumbuh di posisi yang tidak semestinya bisa berdampak cukup besar bagi anak.

Mulai dari kepercayaan diri yang menurun hingga faktor kenyamanan saat mereka makan dan berbicara. Oleh karena itu, berkonsultasi dengan dokter gigi anak merupakan solusi terbaik yang dapat Anda lakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus dukungan terhadap kesehatan gigi si kecil.

Penyebab Gigi Anak Tidak Beraturan

gigi anak
Sumber : Envanto

Gigi yang tumbuh tidak beraturan atau berantakan pada anak bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti genetik, kebiasaan sehari-hari, hingga kondisi kesehatan mereka secara umum.

Kendati demikian, bisa dikatakan bahwa penyebab utama yang membuat gigi anak tidak beraturan alias tumbuh dengan berantakan adalah pertumbuhan gigi susu yang kurang baik. Pasalnya, meski tampak sepele, pertumbuhan gigi susu ini cukup berpengaruh pada pertumbuhan gigi permanen.

Apabila gigi susu berantakan, maka ruang yang tersedia untuk gigi permanen pun akan sangat terpengaruh. Hal ini karena gigi permanen yang sudah berkembang sepenuhnya akan mulai muncul dan mendorong gigi susu untuk tanggal.

Perlu Anda ketahui bahwa sebenarnya gigi permanen memang sudah berkembang dalam gusi dan hanya menunggu waktu yang tepat untuk muncul ke permukaan menggantikan gigi susu.

Oleh karena itu, jika gigi susu tanggal lebih awal (bisa juga berantakan karena terlalu lama tanggal), maka ada kemungkinan gigi permanen menjadi lebih bebas menempati ruang yang tersedia. Bahkan tidak jarang justru sampai menempati ruang lain yang bukan miliknya.

Selain itu, gigi susu yang rusak (berlubang atau masalah-masalah lainnya) juga dapat memengaruhi pertumbuhan gigi permanen. Hal ini membuat gigi susu tidak dapat menempatkan gigi permanen di posisi ideal yang sebagaimana mestinya.

Faktor-faktor tersebutlah yang acap kali menjadi penyebab gigi pada anak tumbuh tidak beraturan—dan bahkan dalam kondisi tertentu bisa bertumpuk, sehingga terkesan berantakan.

Tips agar Gigi Anak Tidak Berantakan

gigi
Sumber : Envanto

Setelah mengetahui penyebab umum yang dapat membuat gigi anak tumbuh tidak beraturan, mungkin kini Anda bertanya-tanya: “Apakah ada solusi atau tips tertentu yang bisa dilakukan agar gigi anak tidak berantakan?”.

Jawabannya tentu saja ada. Berikut beberapa di antaranya:

  • Memperhatikan kesehatan gigi dan mulut anak sejak dini.
  • Memberlakukan sikat gigi rutin pada anak sejak dini.
  • Menghindari kebiasaan mengedot dengan botol.
  • Menghentikan kebiasaan buruk anak, seperti menggigit kuku, mengisap jempol, atau menggigit bibir.
  • Rutin memeriksakan gigi anak ke dokter gigi anak, misalnya setiap enam bulan sekali. Dan jika gigi sudah telanjur berantakan, maka mempertimbangkan tindakan korektif seperti penggunaan behel atau alat ortodonti lainnya tidak ada salahnya.

Rekomendasi Dokter Gigi Anak Berkualitas

Sebagai orang tua bijak yang peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut si kecil, penting bagi Anda untuk mengambil peran aktif dalam hal ini. Anda harus paham kapan saat yang tepat untuk membawa si kecil untuk berkonsultasi dengan dokter gigi anak profesional, agar berbagai masalah dapat ditangani sedini mungkin.

Nah, salah satu rekomendasi fasilitas kesehatan terbaik yang menawarkan layanan dokter gigi anak berkualitas adalah Klinik Mutiara Cikutra alias KMC. Ini adalah klinik kesehatan berizin resmi yang sesuai standar Kementerian Kesehatan.

Di klinik ini tersedia berbagai layanan kesehatan, salah satunya ada poli gigi yang menyediakan beberapa praktik, yaitu:

  • Dokter gigi
  • Dokter spesialis gigi anak
  • Dokter spesialis bedah mulut

Jadi, bagi Anda yang memiliki berbagai masalah terkait kesehatan gigi dan mulut, KMC merupakan pilihan terbaik. Di sini, Anda dan si kecil bisa bersama-sama menjalani pemeriksaan gigi dengan nyaman karena didukung oleh tenaga medis profesional bersertifikat yang berpengalaman di bidangnya.

Terlebih, Klinik Mutiara Cikutra juga berdedikasi tinggi untuk memberikan pelayanan yang seramah keluarga dan tempat yang senyaman rumah sendiri. Sangat menarik, bukan?

Makanya, yuk, jadwalkan pemeriksaan gigi Anda bersama si kecil sekarang juga, dan nikmati pengalaman berkesan nan menyenangkan hanya di Klinik Mutiara Cikutra!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Kebiasaan Ini Bisa Merusak Gigi si Kecil! Segera Cek ke Dokter Gigi Anak Bandung Berikut!

Kebiasaan Ini Bisa Merusak Gigi si Kecil! Segera Cek ke Dokter Gigi Anak Bandung Berikut!

Hati-Hati, Kebiasaan Ini Bisa Merusak Gigi si Kecil! Segera Cek ke Dokter Gigi Anak Bandung Berikut!

 

Merawat kesehatan gigi dan mulut merupakan hal yang penting dilakukan. Terlebih lagi, bagi anak-anak yang giginya masih dalam tahap perkembangan sehingga cenderung lebih rentan terhadap risiko kerusakan.

Sayangnya, justru banyak kebiasaan sehari-hari anak yang mungkin saja tampak sepele, tetapi sebenarnya cukup berbahaya—bahkan berpotensi merusak gigi. Jika terus dibiarkan tanpa penanganan dokter, hal ini bisa menimbulkan gangguan serius ke depannya.

Nah, khusus bagi Anda warga Bandung yang mencari dokter gigi anak Bandung berkualitas, jangan sampai Anda melewatkan artikel ini. Terlebih lagi, Anda juga akan menemukan informasi menarik lainnya terkait kebiasaan-kebiasaan anak yang dapat merusak gigi mereka.

Penasaran? Yuk, simak selengkapnya!

Kebiasaan-Kebiasaan yang Bisa Merusak Gigi Anak

Gigi Anak
Sumber : Envanto

Ada banyak faktor yang dapat menjadi penyebab rusaknya gigi si kecil, salah satunya adalah faktor kebiasaan. Jadi, untuk mencegah hal ini terjadi, Anda harus tahu apa saja kebiasaan-kebiasaan tersebut. Berikut beberapa di antaranya:

Mengonsumsi Makanan dan Minuman Manis

Makanan maupun minuman manis memang pada umumnya sangat disukai anak-anak. Namun, kandungan gula yang tinggi di dalamnya bisa merusak gigi. Jika menempel dan mengendap dalam waktu lama, maka hal tersebut akan memunculkan plak yang bisa berujung pada masalah kesehatan lebih serius lainnya.

Jadi, jika si kecil suka memakan makanan manis seperti permen, cokelat, dan sejenisnya, sebaiknya segera hentikan. Ini juga termasuk minum minuman manis seperti jus, susu kemasan, dan lain-lain

Hal ini penting dilakukan untuk menghindari kerusakan lapisan email gigi. Jika terus dibiarkan, maka bukan tidak mungkin gigi anak akan berlubang, busuk, hingga akhirnya harus dicabut sebelum waktunya.

Menelan Pasta Gigi

Pasta gigi anak kebanyakan memiliki rasa dan warna yang menarik. Alhasil, tak heran anak cukup sering menelannya saat menyikat gigi. Padahal, fluoride yang terlalu banyak tertelan atau digunakan berlebihan bisa menyebabkan fluorosis. Kandungan ini dapat memicu munculnya bintik putih atau cokelat pada gigi.

Mengisap Jempol dan Empeng

Kebiasaan ini biasanya cukup efektif untuk menenangkan anak, tetapi ternyata bisa berubah menjadi kebiasaan buruk yang berpotensi membuat gigi tumbuh berantakan. Selain itu, kebiasaan mengisap jempol atau dot/empeng juga dapat mempersulit anak mengunyah, mengucapkan kata-kata yang benar, hingga memengaruhi bentuk rahang.

Aktif Menyusu ASI di Malam Hari

Sebagai orang tua, sadar atau tidak, kebiasaan si kecil yang aktif menyusu di malam hari—apalagi setelah menggosok gigi—bisa menjadi kebiasaan sepele yang dapat merusak gigi. Sisa-sisa ASI yang menempel semalaman di dalam mulut dan pada lapisan gigi bisa memicu kerusakan, apalagi jika terjadi secara terus-menerus.

Perlu Anda ketahui bahwa ASI sebenarnya mengandung laktosa (jenis gula dalam susu). Meski tidak secara langsung menyebabkan kerusakan, hal tersebut dapat memicu karies gigi jika pemberian ASI tidak tepat atau terlalu sering. Akibatnya, gigi anak menjadi lebih mudah berlubang dan rusak.

Menggigit Alat Tulis atau Sejenisnya

Memasuki usia prasekolah atau usia sekolah, anak biasanya mulai terbiasa dengan penggunaan alat tulis. Nah, beberapa anak bahkan terkadang memiliki kebiasaan menggigiti alat tulis seperti pensil, pena, dan sejenisnya.

Kebiasaan ini bukanlah kebiasaan yang baik karena dapat mengundang masuknya virus dan bakteri ke dalam mulut. Alhasil, anak menjadi rentan terkena penyakit, termasuk dapat memicu kerusakan dan keretakan pada gigi. Hal ini bisa pula menimbulkan luka jika disertai benturan cukup keras dalam mulut.

Rekomendasi Dokter Gigi Anak Bandung Berkualitas

Gigi Anak
Sumber : Envanto
Gigi Anak
Sumber : Envanto

Jika buah hati kesayangan Anda cukup sering melakukan satu atau beberapa dari kebiasaan di atas, tidak ada salahnya Anda bersikap waspada dan hati-hati. Langkah bijak yang dapat Anda lakukan ketika berada di situasi ini adalah segera memeriksakan anak ke dokter gigi guna mencegah potensi kerusakan lebih serius.

Di Bandung, misalnya, ada Klinik Mutiara Cikutra (KMC) yang menawarkan layanan dokter gigi anak Bandung berkualitas. Klinik ini cocok menjadi pilihan bagi Anda yang mengutamakan keamanan dan kenyamanan. Sebab, KMC dikenal dengan pelayanannya yang ramah keluarga dan tempatnya yang senyaman rumah.

Di KMC sendiri tersedia berbagai layanan kesehatan. Salah satunya poli gigi khusus anak yang didukung oleh dokter spesialis gigi anak yang siap menangani berbagai masalah kesehatan gigi si kecil.

Jadi, yuk, rencanakan segera pertemuan Anda dan si kecil dengan dokter anak Bandung berkualitas di KMC!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Gigi Ngilu saat Makan atau Minum Ini? Saatnya Periksa ke Dokter Gigi Bandung!

Gigi Ngilu saat Makan atau Minum Ini? Saatnya Periksa ke Dokter Gigi Bandung!

Gigi Ngilu saat Makan atau Minum Ini? Saatnya Periksa ke Dokter Gigi Bandung!

 

Bagi sebagian orang, gigi ngilu merupakan hal biasa. Namun, jika sudah terlalu sering terjadi dan bahkan tingkat keparahannya pun cukup ekstrem, Anda tidak boleh hanya diam berpangku tangan. Sebab, gigi ngilu bisa saja adalah tanda adanya gangguan atau kerusakan gigi yang lebih serius.

Oleh karena itu, melakukan pemeriksaan ke dokter gigi sangat penting. Nah, jika Anda tinggal di Kota Kembang alias Bandung, jangan sampai Anda salah memilih dokter gigi Bandung. Dengan begitu, gangguan pada gigi Anda bisa ditangani secara tepat.

Namun, apa kira-kira penyebab gigi menjadi lebih sensitif sehingga terasa ngilu? Lalu, bagaimana dengan makanan dan minuman pemicunya? Apa saja yang harus Anda hindari?

Untuk menjawab semua pertanyaan tersebut, yuk simak artikel berikut, lengkap dengan pembahasan rekomendasi dokter gigi Bandung terbaik di akhir artikel.

Penyebab Gigi Ngilu

gigi ngilu
Sumber : Envanto

Apa, sih, gigi ngilu itu? Gigi ngilu biasanya juga disebut gigi sensitif—atau dalam dunia medis dikenal dengan istilah dentin hypersensitivity alias hipersensitivitas dentin. Orang yang mengalami kondisi ini akan merasa nyeri hingga nyut-nyutan pada gigi di saat-saat tertentu, dan biasanya berlangsung selama beberapa saat.

Jika hendak dideskripsikan, gigi ngilu adalah sensasi nyeri yang tajam menusuk pada gigi hingga menimbulkan rasa ketidaknyamanan dan bahkan bisa mengganggu kualitas hidup seseorang.

Adapun gigi ngilu pada umumnya terjadi sebagai respons terhadap rangsangan tertentu. Misalnya makanan/minuman dingin atau panas, makanan/minuman yang manis atau asam, udara dingin atau cuaca ekstrem (perubahan suhu), menggosok gigi atau menggunakan benang gigi, dan lain sebagainya.

Jadi, apa sebenarnya penyebab gigi ngilu? Umumnya, penyebab gigi ngilu adalah lapisan dentin yang terbuka. Alhasil, hal tersebut mengakibatkan pergerakan cairan pada saluran dentin yang mengaktifkan serabut saraf di pulpa gigi.

Adapun gigi ngilu seringnya dimulai dari gigi yang berlubang karena adanya penumpukan plak atau ketika seseorang tidak menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan benar.

Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari

gigi ngilu
Sumber : Envanto

Nah, jika Anda memiliki gigi yang sensitif sehingga kerap kali menimbulkan rasa ngilu atau nyeri di saat-saat tertentu, ketahuilah bahwa sebenarnya ada sejumlah makanan dan minuman yang harus Anda hindari. Sebab, makanan dan minuman tertentu bisa menjadi pemicu gigi Anda menjadi ngilu. 

Apa saja kira-kira? Berikut daftarnya untuk Anda:

  • Acar. Kandungan cuka yang asam di dalamnya bisa membuat gigi mengalami erosi.
  • Kopi. Jika dikonsumsi secara berlebihan juga bisa memicu gigi ngilu karena kandungan asamnya dapat melemahkan lapisan email gigi.
  • Es krim yang dingin ditambah rasa manis dari kandungan gulanya dapat memicu gigi ngilu. Begitu pula dengan mengunyah es batu yang dapat menimbulkan retak pada gigi sehingga lebih sensitif.
  • Tomat dan saus tomat. Meski mengandung banyak vitamin dan mineral, tak dimungkiri bahwa tomat dan sausnya memiliki kandungan asam yang cukup tinggi, sehingga bisa memicu ngilu pada gigi.
  • Buah-buahan seperti lemon, nanas, atau jeruk juga mengandung asam yang tinggi. Untuk meminimalkan ngilu karenanya, Anda bisa berkumur air putih dan menunggu hingga satu jam sebelum menyikat gigi.
  • Permen manis. Kandungan gula di dalamnya serta teksturnya yang lengket bisa membuat gigi ngilu. Hal tersebut bisa juga mengundang kuman bersarang sehingga memicu munculnya karies gigi. Jika terus berlanjut, gigi akan berlubang dan menjadi jauh lebih sensitif.
  • Minuman jeruk/lemon (orange squash/lemon squash). Meskipun sangat segar di tenggorokan, minuman ini bisa memicu gigi ngilu karena kandungan vitamin C-nya yang tinggi. Terlebih lagi, jika ditambah gula dan soda, maka bisa menjadi duet berbahaya yang berpotensi mengiritasi saraf gigi secara langsung.

Rekomendasi Dokter Gigi Bandung

Bagi Anda warga Bandung yang mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut seperti gigi ngilu, segeralah memeriksakan diri ke dokter gigi Bandung. Nah, salah satu fasilitas kesehatan terbaik yang recommended untuk Anda pilih adalah Klinik Mutiara Cikutra (KMC).

Ini adalah klinik kesehatan yang menawarkan berbagai layanan kesehatan. Termasuk salah satunya poli gigi dengan fasilitas lengkap, modern, dan tentunya didukung oleh dokter spesialis gigi yang berpengalaman di bidangnya.

Jika tertarik, Anda bisa langsung mengunjungi klinik utama Mutiara Cikutra yang beralamat di Jl. Cikutra No. 115 Blok A-B, Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat.

Yuk, jadwalkan segera pertemuan Anda dengan dokter gigi Bandung berkualitas di KMC!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Si Kecil Alami Karies Gigi? Segera Periksakan ke Dokter Gigi Anak!

Si Kecil Alami Karies Gigi? Segera Periksakan ke Dokter Gigi Anak!

Si Kecil Alami Karies Gigi? Segera Periksakan ke Dokter Gigi Anak!

Sama halnya dengan orang dewasa, kesehatan mulut dan gigi anak juga penting. Sayangnya, hal ini masih sering kali luput dari perhatian. Padahal, masalah kesehatan gigi dan mulut seperti karies gigi dapat berdampak serius pada tumbuh kembang si kecil ke depannya.

Oleh karena itu, sebagai orang tua, Anda harus berperan aktif dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut anak sejak dini. Misalnya, biasakan si kecil menyikat gigi secara teratur, serta rutin mengajak mereka untuk memeriksakan gigi ke dokter gigi anak.

Pasalnya, dengan pemeriksaan dan penanganan tepat dari dokter gigi anak, Anda dapat mendeteksi berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut si kecil sebelum makin parah, termasuk permasalahan karies gigi.

Lantas apa, sih, karies gigi itu? Apa yang menyebabkannya? Bagaimana tanda serta gejalanya? Dan fasilitas kesehatan mana yang recommended dalam menyediakan layanan dokter gigi anak berkualitas? Daripada penasaran, yuk simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Apa Itu Karies Gigi?

Karies adalah istilah medis untuk kerusakan pada lapisan keras gigi, terutama enamel (email), yang terjadi akibat aktivitas bakteri di dalam mulut yang menghasilkan asam dari sisa-sisa makanan. Karies gigi juga dikenal sebagai “gigi berlubang” dan oleh sebagian orang awam biasanya disebut “gigis gigi”. 

Nah, jika kerusakan terus berlanjut tanpa penanganan yang tepat, maka karies bahkan bisa mencapai pulpa gigi, bagian terdalam yang mengandung pembuluh darah dan saraf, hingga akhirnya berpotensi menimbulkan komplikasi serius di kemudian hari.

Berikut penyebab umum karies gigi:

  • Kebiasaan makan yang tidak sehat, seperti mengonsumsi makanan tinggi gula secara berlebihan.
  • Kurangnya fluoride, padahal ini penting untuk memperkuat enamel gigi.
  • Kurang menyikat gigi secara teratur, sehingga menyebabkan penumpukan plak..
  • Mulut kering, sehingga mengurangi perlindungan alami dari air liur.
  • Penggunaan gigi yang tidak tepat, misalnya sering menggigit benda keras.
  • Faktor genetik dan usia juga membuat gigi lebih rentan terhadap kerusakan.
  • Penyakit tertentu dan obat-obatan tertentu turut dapat memengaruhi kesehatan gigi.

Tanda dan Gejala Karies Gigi

Meski karies termasuk masalah gigi dan mulut yang umum terjadi, golongan yang sering kali mengalami permasalahan ini adalah anak-anak serta lansia.

Itu sebabnya, dalam kasus anak-anak, pemeriksaan gigi sangat penting dilakukan sejak dini agar karies gigi pada tahap awal bisa segera dikenali dan ditangani sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih parah.

Berikut beberapa tanda dan gejala karies gigi yang umum terjadi, yang dapat menjadi pertimbangan Anda untuk segera membawa si kecil ke dokter gigi anak:

  • Gigi sakit secara tiba-tiba.
  • Napas atau rasa mulut tidak sedap.
  • Kesulitan mengunyah atau menggigit.
  • Muncul bintik cokelat kehitaman pada gigi, lama-lama meluas dan akhirnya membentuk lubang.
  • Timbul nyeri ringan hingga nyeri parah saat mengonsumsi makanan/minuman manis, panas, dingin (gigi jadi lebih sensitif).

Penanganan Karies Gigi di Dokter Gigi Anak

Pemeriksaan Gigi Anak
Sumber Envanto

Jika si kecil kesayangan Anda mulai mengalami sejumlah tanda dan gejala di atas, maka sangat disarankan untuk segera memeriksakan gigi mereka ke dokter.

Nah, salah satu rekomendasi fasilitas kesehatan terbaik yang menyediakan layanan dokter gigi anak berkualitas adalah Klinik Mutiara Cikutra. Klinik ini dapat menjadi pertimbangan utama Anda apabila menyangkut persoalan kesehatan keluarga.

Klinik Mutiara Cikutra menawarkan berbagai layanan kesehatan, termasuk poli gigi yang menyediakan beberapa praktik, seperti:

  • Dokter gigi
  • Dokter spesialis gigi anak
  • Dokter spesialis bedah mulut

Bagaimana? Sangat lengkap, bukan? Jadi, bagi Anda yang memiliki permasalahan terkait kesehatan mulut dan gigi, KMC bisa menjadi solusi yang tepat. Pasalnya, klinik ini menangani masalah gigi anak hingga dewasa, sehingga Anda dan si kecil pun bisa periksa gigi bersama.

Bagi Anda yang tertarik, Anda bisa datang langsung ke Klinik Mutiara Cikutra yang beralamat di Jalan Cikutra Nomor 115 Blok A-B, Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat.

Tunggu apa lagi? Yuk, jadwalkan pemeriksaan Anda dan si kecil segera!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

https://www.instagram.com/p/DEW6_HjS_XC/