Klinik Mutiara Cikutra

Pentingnya Poli Laktasi bagi Ibu Menyusui

Pentingnya Poli Laktasi bagi Ibu Menyusui

Pentingnya Poli Laktasi bagi Ibu Menyusui

 

Masa kehamilan adalah salah satu momen paling membahagiakan dalam hidup seorang ibu. Wajar jika banyak persiapan yang harus dilakukan selama periode ini, termasuk mempersiapkan diri untuk menyusui setelah melahirkan.

Namun, tak dimungkiri bahwa meskipun banyak ibu yang sudah mempersiapkan diri dengan baik, ada kalanya akan tetap muncul sejumlah kendala ataupun tantangan dalam proses menyusui.

Nah, di sinilah poli laktasi memegang peranan yang sangat penting dalam memberikan dukungan medis dan edukasi untuk membantu para ibu mengatasi berbagai masalah menyusui.

Dengan adanya layanan layanan ini, diharapkan para ibu dapat merasa lebih percaya diri dan siap memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.

Lantas, apa yang sebenarnya dimaksud dengan poli laktasi? Mengapa penting bagi ibu menyusui? Apa saja manfaatnya? Dan kapan waktu yang tepat untuk mengunjunginya?

Tenang, semua pertanyaan tersebut akan terjawab lengkap dalam artikel ini. Jadi, Anda tidak perlu khawatir melewatkan informasi-informasi penting seputar layanan poli laktasi. Langsung saja, yuk, simak detailnya berikut!

Laktasi
Sumber : Envanto

Seputar tentang Poli Laktasi

Poli laktasi adalah sebuah layanan kesehatan dengan tenaga medis profesional sebagai konselor laktasi. Ini merupakan fasilitas kesehatan tempat para ibu dapat berkonsultasi terkait berbagai hal yang menyangkut proses laktasi (menyusui).

Layanan ini hadir sebagai solusi untuk para ibu menyusui agar mereka dapat mengatasi segala kendala ataupun tantangan yang berkaitan dengan pemberian ASI untuk si kecil.

Lantas, kapan waktu yang tepat untuk berkunjung ke poli laktasi? Meskipun ini termasuk layanan kesehatan seputar persoalan menyusui, tetapi sebenarnya konsultasi laktasi sudah diperlukan bahkan sejak mengandung alias saat masa kehamilan.

Pasalnya, berdasarkan anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ibu setidaknya perlu konsultasi laktasi sebanyak tujuh kali sejak masa kehamilan hingga bayi lahir dan masuk masa menyusui. Berikut detailnya:

  • Konsultasi 1: Saat kehamilan memasuki usia 28 minggu/trimester 2.
  • Konsultasi 2: Saat kehamilan memasuki usia 36 minggu/trimester 3.
  • Konsultasi 3: Segera setelah persalinan (1-3 hari), saat inisiasi menyusui dini (IMD).
  • Konsultasi 4: 1-2 pekan setelah persalinan.
  • Konsultasi 5: Sebulan setelah persalinan (nifas hari ke-40)
  • Konsultasi 6: 3-4 bulan setelah persalinan (early infancy).
  • Konsultasi 7: Enam bulan setelah persalinan, saat mulai MPASI pada bayi.

Selanjutnya, Anda bisa melakukan konsultasi tambahan apabila memang diperlukan. Contohnya ada kendala tertentu seperti permasalahan terkait persiapan ibu yang harus kembali bekerja, memiliki bayi kembar, ASI kurang, dan kondisi-kondisi khusus lainnya.

Apa Pentingnya Poli Laktasi bagi Ibu Menyusui?

Laktasi
Sumber : Envanto

Selain penanganan masalah terkait proses laktasi, poli laktasi juga sekaligus berperan sebagai wadah untuk membantu meningkatkan kesadaran para ibu akan pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama bayi lahir ke dunia.

Jadi, layanan kesehatan ini memang penting karena dapat membantu para ibu dari berbagai sisi, baik dari segi medis, mental, hingga edukasi bermanfaat terkait proses laktasi.

Dengan dukungan tepat yang ditawarkan fasilitas kesehatan ini, Anda sebagai ibu/calon ibu bisa mengoptimalkan pemberian ASI eksklusif—yang sangat penting untuk menunjang tumbuh kembang bayi yang sehat.

Inilah sebabnya poli laktasi menjadi tempat yang sangat bermanfaat bagi para ibu menyusui, yaitu untuk memastikan bahwa proses menyusui mereka berjalan lancar dan efektif.

Rekomendasi Poli Laktasi Berkualitas

Nah, setelah mengetahui beberapa hal menarik seputar poli laktasi dan alasan mengapa layanan ini sangat penting bagi ibu menyusui, kini saatnya Anda mengambil langkah nyata dengan memilih poli laktasi berkualitas.

Untuk rekomendasi terbaik, salah satunya ada Klinik Mutiara Cikutra (KMC) yang menawarkan berbagai layanan kesehatan yang cocok untuk Anda dan keluarga. Di sini tersedia Layanan Kesehatan Ibu, termasuk di dalamnya poli laktasi yang siap membantu Anda menangani hal-hal berikut:

  • Konsultasi laktasi
  • Edukasi menyusui
  • Penyimpanan ASI
  • Induksi dan relaktasi
  • Pemeriksaan payudara
  • Pijat oksitosin dan laktasi

Bagaimana? Sangat lengkap, bukan? Sebagai informasi, Klinik Mutiara Cikutra merupakan klinik kesehatan berkualitas yang memiliki izin resmi dari Kementerian Kesehatan. Jadi, soal pelayanan, Anda tidak perlu khawatir.

Anda ingin mendapatkan pelayanan kesehatan yang senyaman rumah dan seramah keluarga? Klinik Mutiara Cikutra jawabannya!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

https://primaku.com/parenting/kapan-waktu-terbaik-melakukan-konsultasi-laktasi-

ASI Foremilk dan Hindmilk, mana yang lebih baik?

ASI Foremilk dan Hindmilk, mana yang lebih baik?

ASI Foremilk dan Hindmilk,
mana yang lebih baik?

Moms pernah mendengar istilah Foremilk dan Hindmilk mana yang lebih baik ? Keduanya bisa dibilang adalah dua jenis ASI yang ibu produksi saat masa menyusui. Namun, tahukah moms apa perbedaan keduanya? Mengapa moms perlu mengetahui perbedaan antara Foremilk dan Hindmilk?? Agar lebih jelas, berikut ulasan lengkapnya untuk moms

Perbedaan ASI Foremilk dan Hindmilk

         Inilah perbedaan ASI Foremilk dan Hindmilk. Foremilk merupakan ASI yang keluar di awal menyusui, sedangkan hindmilk merupakan ASI yang keluar di akhir menyusui. Foremilk terdiri dari air yang dikombinasikan dengan nutrisi lain sehingga bertekstur agak encer. Sedangkan hindmilk memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi dibandingkan foremilk. Baik foremilk dan hindmilk keduanya mengandung laktosa yang diperlukan bayi untuk berkembang. Laktosa membantu bakteri baik tumbuh dalam sistem pencernaan, yang membantu bayi Moms untuk melawan bakteri jahat, virus, dan parasit.

Laktosa berkontribusi pada perkembangan otak dan jaringan saraf. Ini juga mendukung pertumbuhan bayi Moms dan memberi bayi energi untuk mengembangkan keterampilan. Ketidakseimbangan foremilk ataupun hindmilk akan mencegah bayi Moms mendapatkan laktosa yang mereka butuhkan untuk tumbuh.

Ketidakseimbangan Pada ASI Foremilk dan Hindmilk

Foremilk dan Hindmilk mana yang lebih baik harus ketahui bahwa ada Ketidakseimbangan ASI foremilk dan hindmilk, juga dikenal sebagai kelebihan laktosa, dapat terjadi ketika bayi Moms mengalami kesulitan mencerna laktosa dalam ASI. Hal ini bisa terjadi karena pemberian makan yang berlebihan, pemberian makanan yang rendah lemak, atau pemberian makan dalam jumlah besar.

Saat bayi Moms minum ASI dalam jumlah besar, biasanya foremilk akan keluar lebih dulu. Bayi mungkin merasa kenyang sebelum bisa minum banyak hindmilk. Hal ini menyebabkan bayi tidak cukup mengonsumsi susu tinggi lemak dan akhirnya mengonsumsi banyak susu dengan kandungan rendah lemak dan laktosa tinggi.

Jika bayi minum lebih banyak foremilk daripada hindmilk, kandungan lemak menjadi tidak seimbang. Zat lemak lambat untuk dicerna karena foremilk biasanya lebih rendah lemak, dan foremilk akan bergerak melalui sistem pencernaan bayi dengan cepat. Hal ini menyebabkan semua laktosa dalam foremilk tidak mendapatkan cukup waktu untuk dipecah dan dicerna.‌

Jumlah foremilk yang tidak seimbang ini menyebabkan kelebihan laktosa untuk bayi Moms atau dikenal dengan istilah lactose intolerance. Laktosa yang tidak tercerna kemudian ke usus besar, difermentasi, dan usus besar lama kelamaan akan menghasilkan banyak gas. Gas inilah yang menyebabkan gejala ketidakseimbangan foremilk/hindmilk pada bayi. Gejala yang muncul biasanya perut bayi menjadi kembung, feses bayi berwarna hijau, berair, dan perut bayi terlihat kurang nyaman.

Perbandingan foremilk dan hindmilk setiap wanita berbeda-beda, begitu juga kandungan lemak yang ada di foremilk dan hindmilk. Beberapa bayi mungkin tidak pernah mengalami kelebihan laktosa, sementara beberapa bayi mungkin terus-menerus mengalami gejala dari kelebihan laktosa ini.

Untuk menghindari gejala kelebihan laktosa, bayi harus mendapat asupan foremilk dan hindmilk secara seimbang. Cara yang paling mudah yaitu dengan melakukan pengosongan satu payudara terlebih dahulu saat sedang menyusui bayi sebelum berpindah ke payudara lainnya. Moms harus memastikan bahwa satu payudara sudah kosong sebelum pindah ke payudara lain. Hal ini bisa terlihat dari respon bayi setelah selesai menyusui biasanya bayi akan tampak puas setelah menyusu satu payudara karena telah mendapat asupan ASI yang kaya akan lemak.

 

Kelebihan Laktosa Pada ASI

Pertanyaan seputarASI Foremilk dan Hindmilk, mana yang lebih baik? masih terus menjadi pertanyaan besar, Ada beberapa cara yang Moms dapat lakukan jika bayi mengalami gejala kelebihan laktosa, yaitu :

  • Tawarkan menyusui lebih sering. Menyusui lebih sering mencegah susu dengan kandungan air dan laktosa yang lebih tinggi menumpuk di payudara Moms, sehingga bayi akan mengonsumsi lebih sedikit laktosa saat dia minum.
  • Pastikan satu payudara dikosongkan sebelum menyusui dengan payudara lain. Menyusui dari satu payudara sebelum benar-benar habis berarti bayi Moms akan mendapatkan lebih sedikit susu berlemak tinggi menjelang akhir menyusui.
  • Ubah posisi menyusui. Jika kelebihan ASI menyebabkan bayi mengambil terlalu banyak susu sekaligus, menyusui dari posisi santai dapat memperlambat aliran ASI.
  • Pastikan si kecil menyusu sampai dia benar-benar puas. Hal ini memastikan dia mendapatkan semua manfaat susu yang dia butuhkan.
  • Susu yang Moms hasilkan untuk bayi dapat bervariasi dalam kandungannya, tetapi sebagian besar kandungan ASI memenuhi apa yang dibutuhkan si kecil Anda. Jika dia mendapatkan terlalu banyak foremilk yang tinggi laktosa, Moms akan melihat perubahan yang pada kotoran bayi. Jika terjadi seperti ini, Moms segera konsultasikan ke dokter anak dan konsultan laktasi, ya!

Selamat & semangat mengaASIhi ya untuk para moms!

Jangan lupa baca informasi lainnya hanya di Mutiara Cikutra 

Di review oleh : dr. Rinesa Larasati