Gigi Gingsul pada Anak, Ini Hal yang Perlu Anda Tahu

Sebagai orang tua, sangat wajar untuk memiliki kekhawatiran terhadap tumbuh kembang sang buat hati. Termasuk hal-hal yang berkaitan dengan pertumbuhan gigi mereka.
Terlebih, selama masa pergantian dari gigi susu ke gigi permanen, umumnya Anda akan melihat perubahan tertentu pada gigi si kecil. Baik perubahan posisi, bentuk, maupun susunan yang beberapa di antaranya mungkin tampak mencolok, contohnya seperti gingsul.
Pertumbuhan gigi gingsul pada anak memang termasuk kondisi yang cukup sering terjadi, dan hal ini kemungkinan membuat Anda bertanya-tanya, “Apa penyebab munculnya gingsul dan bagaimana ciri-cirinya?”.
Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut. Termasuk rekomendasi dokter gigi anak Bandung berkualitas untuk pemeriksaan gigi gingsul terbaik si kecil—khusus bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya!
Penyebab Munculnya Gigi Gingsul

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), gingsul dideskripsikan sebagai keadaan gigi yang tumbuh tidak sejajar/teratur dengan gigi yang lain, atau ada gigi yang menonjol ke luar.
Sementara itu, dalam dunia medis, gingsul dikenal dengan istilah “ektopik” alias gigi berjejal (crowding). Kondisi ini paling sering terjadi pada gigi taring (khususnya pada rahang atas). Alasannya karena gigi taring merupakan salah satu gigi yang tumbuh paling terakhir dalam menggantikan gigi susu.
Nah, lantaran seringnya tumbuh di urutan terakhir, ruang yang tersisa pun terbatas karena umumnya sudah diisi penuh oleh gigi-gigi permanen yang lain. Contohnya seperti gigi seri serta gigi geraham kecil.
Oleh karena itu, gigi gingsul juga sering kali didefinisikan sebagai kondisi gigi taring yang tumbuh terlambat, yang memicu gigi bertumpuk dan tidak teratur lantaran kehabisan ruang atau tempat.
Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa penyebab lebih spesifik yang dapat memicu munculnya gigi gingsul pada anak:
Kebiasaan Tertentu
Beberapa kebiasaan si kecil dapat berdampak buruk untuk kesehatan gigi mereka hingga bahkan memicu munculnya gingsul. Contohnya seperti kebiasaan mendorong lidah ke depan, menggunakan dot dalam jangka panjang (lebih dari usia 3 tahun), serta kebiasaan mengisap jempol,
Beberapa kebiasaan ini berisiko mengubah bentuk lengkung rahang atas dan bawah, yang nantinya dapat berdampak pada arah tumbuh gigi permanen.
Faktor Keturunan (Genetik)
Faktor keturunan juga dapat memengaruhi pertumbuhan gigi si kecil. Misalnya, anak mewarisi ukuran rahang kecil dan ukuran gigi yang besar dari orang tua. Hal ini tentunya akan membuat gigi tumbuh tidak sesuai porsi, sehingga meningkatkan risiko gigi gingsul maupun gigi berjejal secara umum.
Gigi Susu Bertahan Terlalu Lama (Persistensi)
Apabila gigi susu bertahan terlalu lama, kemungkinan gigi permanen akan mencari “jalan” lain sehingga dapat meningkatkan risiko gigi tumbuh tidak teratur.
Gigi Susu Tanggal Sebelum Waktunya (Premature Loss)
Selain gigi susu yang bertahan terlalu lama, gigi susu yang tanggal terlalu dini juga perlu dikhawatirkan karena dapat membuat gigi permanen di sebelahnya mengisi ruang kosong tersebut.
Akibatnya, ketika nantinya gigi taring permanen muncul, ruang tumbuhnya sudah menyempit lantaran telah diambil alih oleh gigi permanen sebelumnya.
Ciri-Ciri Gingsul pada Anak

Untuk mencegah tumbuhnya gigi gingsul pada anak, Anda setidaknya harus tahu apa saja ciri-cirinya, bukan? Nah, berikut beberapa di antaranya:
- Gigi susu masih ada dan tak kunjung tanggal, padahal sudah waktunya gigi permanen tumbuh.
- Terdapat benjolan berwarna putih pada gusi bagian depan, tanda bahwa ada gigi yang akan keluar dari sana.
- Ruang atau area yang seharusnya untuk gigi taring sudah menyempit atau bahkan hilang sama sekali. Umumnya terjadi jika gigi susu sebelumnya tanggal terlalu dini, sehingga membuat gigi permanen yang sudah muncul duluan mengambil alih ruang yang kosong.
Periksa Gigi Gingsul ke Dokter Gigi Anak Bandung
Untuk kesehatan gigi yang optimal, Anda harus membawa si kecil rutin periksa gigi. Baik untuk pencegahan gigi gingsul maupun penanganan gigi gingsul yang telanjur terjadi.
Khusus bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya, Anda bisa mempertimbangkan Klinik Mutiara Cikutra (KMC) yang didukung oleh dokter gigi anak Bandung profesional.
Selain dukungan dokter gigi anak Bandung kompeten, KMC juga hadir dengan pelayanan berkualitas yang seramah keluarga. Tentunya pun dibekali ruang pemeriksaan yang senyaman rumah sendiri.
Jadi, untuk kesehatan gigi si kecil kesayangan, yuk, percayakan hanya pada yang terbaik seperti Klinik Mutiara Cikutra!
Referensi: