Waspadai Preeklampsia saat Kehamilan! Bisakah Diketahui dengan USG 4D?

Hampir semua orang setuju bahwa kehamilan adalah masa membahagiakan yang penuh harapan. Namun, di balik itu, tetap diperlukan kewaspadaan terkait berbagai kondisi yang dapat memengaruhi kesehatan ibu dan janin dalam kandungan selama periode ini berlangsung.
Adapun salah satu kondisi yang bisa terjadi saat masa kehamilan yaitu preeklampsia (preeklampsia). Apa itu? Mengapa tergolong sebagai kondisi yang perlu diwaspadai oleh ibu hamil? Bagaimana gejalanya dan kapan harus ke dokter? Apakah kondisi ini dapat diketahui melalui pemeriksaan USG 4D?
Berikut penjelasannya untuk Anda, lengkap rekomendasi fasilitas kesehatan berkualitas dengan berbagai layanan kesehatan yang aman untuk ibu hamil di akhir artikel. Yuk, simak!
Mengenal Preeklampsia

Preeklampsia merupakan kondisi medis yang biasanya muncul setelah kehamilan memasuki usia 20 minggu. Ini adalah kondisi ketika tekanan darah meningkat (tekanan darah tinggi/hipertensi) disertai dengan adanya protein yang berlebih dalam urine (proteinuria).
Preeklamsia sendiri termasuk salah satu komplikasi kehamilan yang terbilang berbahaya sehingga harus diwaspadai. Sebab, jika tidak ditangani dengan tepat, maka keselamatan ibu maupun janin dalam kandungan berpotensi terancam.
Kondisi ini umumnya lebih berisiko terjadi pada ibu hamil dengan usia di bawah 20 tahun atau ibu hamil di atas 40 tahun. Kendati demikian, penyebab pastinya belum diketahui. Hanya saja, beberapa dugaan mengarah ke adanya masalah atau kelainan pada pembentukan, perkembangan, serta fungsi plasenta.
Sebagai tambahan, berikut beberapa kondisi atau faktor risiko yang dianggap dapat memicu terjadinya preeklamsia selama kehamilan:
- Obesitas.
- Kehamilan kembar.
- Kehamilan pertama.
- Kehamilan hasil metode bayi tabung.
- Ada riwayat preeklampsia sebelumnya.
- Ada riwayat preeklamsia dalam keluarga.
- Ada riwayat hipertensi, diabetes, penyakit autoimun, penyakit ginjal, dan gangguan darah.
- Kehamilan di usia tertentu, yaitu kurang dari 20 tahun atau lebih dari 40 tahun (meski dalam beberapa kasus disebutkan 18 tahun ke bawah atau 35 tahun ke atas).
Gejala Preeklamsia, Kapan Harus ke Dokter?

Untuk memastikan apakah Anda mengalami preeklamsia di masa kehamilan atau tidak, berikut beberapa gejala yang dapat Anda jadikan panduan:
- Mual.
- Lemas.
- Pusing.
- Muntah.
- Sesak napas.
- Sakit kepala hebat.
- Jumlah urine menurun.
- Berat badan bertambah secara mendadak.
- Mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi.
- Mengalami proteinuria (protein berlebih dalam urine).
- Mengalami edema (pembengkakan), khususnya pada bagian tangan dan wajah.
- Mengalami nyeri di ulu hati atau perut bagian atas, sekitar area di bawah tulang rusuk sebelah kanan.
- Mengalami gangguan penglihatan, seperti pandangan kabur dan berkunang (seolah ada cahaya berkelap-kelip) atau sensitif terhadap cahaya.
Apabila Anda merasa mengalami gejala-gejala di atas, sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter untuk diagnosis akurat dan penanganan tepat yang lebih lanjut. Hal ini penting Anda lakukan guna menghindari berbagai kemungkinan komplikasi lainnya, termasuk mencegahnya berkembang menjadi eklamsia.
Perlu diingat bahwa preeklamsia termasuk kondisi berbahaya yang harus diwaspadai sehingga memerlukan pemantauan medis yang lebih ketat. Oleh karena itu, jika Anda mengalaminya, maka sebaiknya Anda lebih sering melakukan pemeriksaan ke dokter.
Apakah Preeklampsia Dapat Diketahui Melalui USG 4D?
Mungkin Anda bertanya-tanya, bagaimana preeklamsia dapat diketahui? Bisakah melalui USG 4D? Umumnya, kondisi ini dapat diketahui sejak dini dengan melakukan pemeriksaan doppler arteri uterina (UAD) pada trimester pertama.
Ini adalah pemeriksaan USG khusus untuk mengecek aliran darah arteri rahim guna mengevaluasi perfusi plasenta. Selanjutnya, dengan pemeriksaan rutin serta pemeriksaan USG 4D, dokter bisa memantau lebih lanjut kondisi kehamilan. Mulai dari tekanan darah ibu hamil hingga perkembangan janin dalam kandungan.
Pada tahap ini, Anda benar-benar harus memastikan bahwa Anda melakukannya di tempat tepercaya nan berkualitas seperti KMC alias Klinik Mutiara Cikutra. Ini adalah klinik berizin resmi Kementerian Kesehatan yang menawarkan berbagai jenis layanan kesehatan, termasuk layanan USG 4D di masa kehamilan.
Terdiri dari beberapa cabang yang tersebar di sejumlah lokasi di wilayah Indonesia, Anda bisa mengunjungi Klinik Mutiara Cikutra terdekat dari tempat Anda. Untuk kualitasnya pun Anda tidak perlu khawatir. Sebab, KMC didukung oleh dokter bersertifikat yang profesional dan ahli di bidangnya.
Jadi, yuk, jangan ditunda-tunda. Periksakan kehamilan Anda sekarang juga dan deteksi berbagai risiko masalah kehamilan sejak dini bersama Klinik Mutiara Cikutra!
Referensi: