Klinik Mutiara Cikutra

Demam Berdarah vs Tifus, Jangan Keliru! Begini Perbedaannya, yuk Segera Konsultasi ke Dokter Umum

Demam Berdarah vs Tifus, Jangan Keliru! Begini Perbedaannya, yuk Segera Konsultasi ke Dokter Umum

Demam Berdarah vs Tifus, Jangan Keliru! Begini Perbedaannya, yuk Segera Konsultasi ke Dokter Umum

pemeriksaan dokter umum
Sumber : Envanto

Demam merupakan gangguan kesehatan umum yang bisa dialami siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Pada kebanyakan kasus, demam sebenarnya bukan sesuatu yang cukup serius. Namun, lain cerita jika itu demam tinggi yang tak kunjung membaik.

Demam tersebut bisa saja justru tanda/gejala dari gangguan kesehatan yang lebih serius seperti demam berdarah atau tifus. Nah, berbicara tentang dua penyakit ini, tak dapat dimungkiri masih banyak yang mengira keduanya sama hingga bahkan sulit membedakannya.

Oleh karena itu, artikel ini hadir untuk membantu Anda mengidentifikasi perbedaan keduanya, termasuk dari tanda-tandanya. Langsung saja, berikut penjelasannya, lengkap rekomendasi layanan dokter umum berkualitas di akhir artikel untuk penanganan demam berdarah dan tifus yang tepat. Yuk, simak!

Perbedaan Demam Berdarah dan Tifus

pemeriksaan dokter umum
Sumber : Envanto

Demam Berdarah Dengue (DBD) atau yang lebih dikenal dengan istilah “demam berdarah” adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue. Virus ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

Sementara itu, tifus adalah penyakit yang terjadi karena adanya infeksi bakteri Salmonella typhi—yang biasanya didapatkan dari makanan yang kurang terjaga kebersihannya. Dalam istilah awam, penyakit ini juga sering kali disebut “tipes”, bahkan ada juga yang menyebutnya sebagai demam tifoid.

Jadi, demam berdarah dan tifus sama-sama disebabkan oleh infeksi, bahkan beberapa tanda-tanda atau gejalanya pun tampak sama sehingga kerap kali membuat orang keliru.

Namun, selain penyebab, tentu saja keduanya tetap memiliki perbedaan lain yang dapat Anda jadikan sebagai acuan untuk membedakannya. Beberapa di antaranya, yaitu:

Kondisi Demam

Baik demam berdarah maupun tifus sama-sama dapat memicu penderitanya mengalami demam. Hanya saja, demam berdarah ditandai dengan demam tinggi secara tiba-tiba yang bisa mencapai suhu 39-40 derajat Celcius, dan biasanya berlangsung terus-menerus hingga berhari-hari.

Di sisi lain, demam yang disebabkan oleh penyakit tifus umumnya muncul secara bertahap. Ketika awal-awal infeksi terjadi, misalnya, suhu tubuh kemungkinan terasa normal. Namun, kondisi tersebut bisa berubah dan demamnya akan naik secara perlahan hingga mencapai 40 derajat Celcius.

Gejala Khas

Selanjutnya, demam berdarah dan tifus memiliki gejala khas yang tidak serupa. Selain demam, kedua penyakit ini juga disertai dengan munculnya gejala-gejala lain.

Pada kasus demam berdarah, gejala khasnya adalah pendarahan, sehingga pengidapnya biasanya akan mengalami kejadian-kejadian yang berhubungan dengan darah. Mulai dari mimisan, gusi berdarah, muntah darah, hingga keluar darah saat buang air besar.

Jadi, jika penderita mengalami pendarahan, apalagi disertai bintik-bintik merah di kulit, kemungkinan besar itu adalah demam berdarah, bukan tifus.

Bisakah Demam Berdarah dan Tifus Menyerang Bersamaan?

pemeriksaan dokter umum
Sumber : Emnvanto

Setelah mengetahui perbedaan antara demam berdarah dan tifus, mungkin kini Anda bertanya-tanya, apakah kedua penyakit ini bisa menyerang secara bersamaan?

Sayangnya, jawabannya adalah “iya”, kedua penyakit ini bisa “berkolaborasi” dan menyerang di waktu yang sama. Meski ada perbedaan dari segi penyebab dan gejala khasnya, ternyata demam berdarah dan tifus tetap bisa terjadi bersamaan. Biasanya saat musim hujan atau jika terjadi perubahan cuaca yang ekstrem.

Alasan kedua penyakit ini bisa menyerang bersamaan sebenarnya belum diketahui pasti dan masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Namun, beberapa ahli menyimpulkan bahwa demam berdarah dan tifus bisa berkolaborasi karena hal-hal berikut:

  • Demam berdarah membuat sistem imunitas tubuh melemah, sehingga lebih mudah terpapar infeksi bakteri.
  • Demam berdarah bisa mengakibatkan kerusakan dinding usus yang membuat risiko infeksi bakteri berpotensi meningkat.

Waktu Tepat untuk Konsultasi ke Dokter Umum

Anda harus segera berkonsultasi ke dokter umum jika mulai mengalami demam tinggi yang tak kunjung membaik, terlebih jika disertai gejala-gejala lain yang tidak biasa.

Nah, salah satu rekomendasi layanan dokter umum berkualitas untuk konsultasi hingga penanganan terbaik adalah layanan dokter umum di Klinik Mutiara Cikutra (KMC).

Ini adalah klinik resmi berizin Kementerian Kesehatan yang menawarkan berbagai jenis pelayanan kesehatan, termasuk layanan dokter umum profesional yang ahli di bidangnya.

Selain didukung oleh tim medis mumpuni, Klinik Mutiara Cikutra juga hadir dengan tempat yang senyaman rumah sendiri dan pelayanan yang ramah keluarga. Cocok bagi Anda yang mengutamakan kualitas, keamanan, sekaligus kenyamanan.

Jadi, yuk, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke Klinik Mutiara Cikutra jika Anda atau orang-orang terdekat mulai mengalami gejala-gejala tertentu. Semakin cepat gejala ditangani, semakin besar pula peluang kesembuhannya.

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Demam Berdarah pada Si Kecil: Cegah dan Tangani Lebih Cepat Bersama Dokter Anak

Demam Berdarah pada Si Kecil: Cegah dan Tangani Lebih Cepat Bersama Dokter Anak

Demam Berdarah pada Si Kecil: Cegah dan Tangani Lebih Cepat Bersama Dokter Anak

 

Dari sekian banyak penyakit di sekitar kita, salah satu penyakit yang perlu diwaspadai adalah demam berdarah, terutama pada anak-anak, karena sistem kekebalan tubuh mereka memang belum sekuat orang dewasa.

Namun, lantaran gejala demam berdarah cenderung mirip dengan penyakit biasa, hal ini sering membuat kewaspadaan orang tua menurun. Hasilnya, banyak dari mereka yang terlambat menyadari bahwa sang buah hati sedang terjangkit penyakit serius.

Padahal, demam berdarah sangat memerlukan penanganan yang cepat dan tepat guna mencegah terjadinya komplikasi yang bisa mengundang masalah lebih serius.

Nah, di sini lah peran dokter anak menjadi sangat krusial. Sebab, dengan pemantauan dan diagnosis akurat dari dokter anak, orang tua juga dapat melakukan penanganan yang sesuai sejak munculnya gejala awal.

Demam Berdarah, Penyebab dan Gejalanya

demam berdarah
Sumber : Envanto

Demam berdarah adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Oleh sebab itu, penyakit ini juga sering disebut DBD alias demam berdarah dengue. Adapun virus ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang memiliki ciri berwarna hitam dengan garis-garis putih seperti belang di bagian punggung dan kakinya.

Umumnya, penyakit ini sering muncul di wilayah atau daerah tropis dan subtropis seperti Indonesia, utamanya saat musim hujan ketika populasi nyamuk cenderung meningkat.

Demam berdarah sebenarnya dapat menyerang siapa saja, tetapi tak dimungkiri bahwa anak-anak memang lebih rentan terjangkit penyakit ini. Kendati demikian, selain anak-anak, ada beberapa kelompok lain dengan faktor risiko lebih tinggi terserang penyakit ini.

Misalnya wanita yang sedang hamil, lansia (orang lanjut usia/orang tua), orang dengan daya tahan tubuh lemah, dan orang yang sebelumnya sudah pernah terjangkit demam berdarah.

Lantas, apa saja gejala dari demam berdarah? Secara umum, gejala utamanya adalah demam tinggi (sekitar 39°-40° C) secara mendadak, kemudian turun selama beberapa hari sebelum akhirnya kembali naik.

Namun, selain itu, biasanya demam berdarah juga disertai dengan gejala-gejala lain, seperti:

  • Tubuh lemas
  • Mual dan muntah
  • Nafsu makan hilang
  • Otot dan sendi sakit
  • Sakit kepala yang parah
  • Bagian belakang mata nyeri
  • Muncul ruam kemerahan (timbul atau tidak timbul)

Pertolongan Pertama Demam Berdarah pada Anak

demam berdarah
Sumber : Envanto

Jika Anda merasa bahwa si kecil kemungkinan terjangkit penyakit demam berdarah, ada beberapa pertolongan pertama yang dapat Anda lakukan. Berikut beberapa di antaranya:

Kompres Dingin atau Berikan Obat Pereda Nyeri

Gejala awal munculnya demam berdarah adalah demam tinggi. Oleh karena itu, memberikan kompres dingin menjadi salah satu pertolongan pertama yang dapat Anda lakukan.

Gunakan kain atau handuk bersih yang telah direndam di dalam air dingin, lalu kompreskan ke beberapa bagian tubuh anak seperti dahi, lipatan siku, ketiak, hingga selangkangan.

Adapun alternatif lain jika Anda ingin mempercepat demam anak turun, Anda bisa memberikan obat pereda nyeri seperti paracetamol.

Pastikan Anak Beristirahat dengan Cukup

Istirahat yang cukup juga dapat membantu si kecil agar kondisi kesehatannya dapat pulih dengan lebih cepat.

Berikan Makanan Bergizi dengan Asupan Bernutrisi

Makanan sehat nan bergizi dan bernutrisi juga terbilang bisa membantu memperkuat imun anak agar dapat melawan infeksi virus dengue yang menyebabkan penyakit DBD.

Berikan Banyak Cairan

Cairan seperti air putih, sup hangat, dan sejenisnya juga merupakan salah satu pertolongan pertama penyakit demam berdarah. Sebab, DBD memang bisa meningkatkan risiko dehidrasi karena adanya gejala demam tinggi, diare, muntah,dan lain-lain.

Namun, perlu diingat bahwa apabila anak tak kunjung sembuh, bahkan setelah pemberian sejumlah pertolongan pertama, maka saatnya Anda membawa mereka ke dokter anak untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Rekomendasi Dokter Anak

dokter anak
Sumber : Envanto

Nah, salah satu rekomendasi fasilitas kesehatan terbaik yang menyediakan layanan dokter anak adalah Klinik Mutiara Cikutra (KMC). Ini adalah klinik yang mengutamakan kenyamanan dan keamanan, berdedikasi memberikan pelayanan seramah keluarga dan tempat yang nyaman senyaman rumah sendiri.

Di sini tersedia berbagai layanan kesehatan, termasuk layanan kesehatan poli anak yang didukung oleh dokter spesialis anak bersertifikat dan profesional, sehingga dipastikan ahli di bidangnya.

Dengan ruang poli yang nyaman serta dokter yang ramah anak, Anda dan buah hati dijamin bisa mendapatkan pengalaman berobat berkualitas nan menyenangkan di Klinik Mutiara Cikutra.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, jadwalkan kunjungan Anda dan si kecil ke KMC sekarang juga!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

GEJALA DEMAM BERDARAH DAN TANDA BAHAYA PADA ANAK

GEJALA DEMAM BERDARAH DAN TANDA BAHAYA PADA ANAK

GEJALA DEMAM BERDARAH DAN TANDA BAHAYA PADA ANAK

 

DEMAM BERDARAH DENGUE

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi virus akut yang disebabkan oleh virus dengue yang ditandai demam 2 – 7 hari disertai dengan manifestasi perdarahan, penurunan trombosit, adanya hemokonsentrasi yang ditandai kebocoran plasma. (Kemenkes, 2017)

GEJALA DEMAM BERDARAH

         Demam Berdarah Dengue (DBD) ditandai dengan demam yang tinggi, mendadak, kontinu berlangsung antara 2-7 hari. Gejala yang sering muncul di antaranya adalah muka kemerahan (facial flushing), kurang nafsu makan, nyeri otot, dan nyeri sendi. Gejala lain yang dapat muncul di antaranya nyeri ulu hati, mual, muntah, dan nyeri perut. Pada pemeriksaan fisik terkadang ditemukan mata merah dan radang tenggorokan. Demam dapat mencapai suhu 40°C dan dapat disertai dengan kejang demam. (Ikatan Dokter Anak Indonesia, 2014)

TANDA BAHAYA DEMAM BERDARAH

Selain gejala-gejala di atas, Moms juga harus memperhatikan beberapa tanda bahaya berikut yang dapat terjadi pada anak yang mengalami DBD :

  • Demam turun tetapi keadaan anak memburuk
  • Menolak makan dan minum
  • Nyeri perut hebat dan nyeri tekan perut
  • Muntah yang menetap
  • Anak gelisah
  • Perdarahan (mimisan, gusi berdarah, muntah darah, BAB hitam)
  • Anak tidak buang air kecil lebih dari 4-6 jam
  • Kejang
  • Sesak napas
  • Tangan dan kaki dingin dan lembab
  • Anak tampak lemas

TATALAKSANA DEMAM BERDARAH

Tips penanganan pada anak demam berdarah yang dapat dilakukan antara lain :

  •   Tirah baring selama demam
  •   Pemberian obat penurun demam seperti parasetamol dengan dosis yang direkomendasikan dokter dapat diulang setiap 4-6 jam bila demam
  •   Kompres hangat pada dahi, lipatan ketiak, lipatan paha untuk menurunkan demam
  •   Anak dianjurkan cukup minum (1-2 liter/hari), boleh air putih atau jus jambu, pastikan frekuensi buang air kecil ada setiap 4-6 jam
  •   Segera bawa ke rumah sakit jika muncul tanda bahaya pada anak

Sekian penjelasan seputar Demam Berdarah pada anak yang sekarang sedang menjadi wabah di Indonesia terutama saat di musim hujan . Semoga tetap sehat selalu untuk si Kecil ya, Pearls!

 

REFERENSI :

  1.   Ikatan Dokter Anak Indonesia (2014) ‘Pedoman Diagnosis dan Tatalaksana Infeksi Virus Dengue pada Anak’, p. 76.
  1.   Kemenkes (2017) ‘Pedoman Pencegahan Dan Pengendalian Demam Berdarah Dengue Di Indonesia’, Pedoman pencegahan dan pengendalian demam berdarah di indonesia, 5(7), p. 9. Available at: https://drive.google.com/file/d/1IATZEcgGX3x3BcVUcO_l8Yu9B5REKOKE/view.