Demam Berdarah vs Tifus, Jangan Keliru! Begini Perbedaannya, yuk Segera Konsultasi ke Dokter Umum

Demam merupakan gangguan kesehatan umum yang bisa dialami siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Pada kebanyakan kasus, demam sebenarnya bukan sesuatu yang cukup serius. Namun, lain cerita jika itu demam tinggi yang tak kunjung membaik.
Demam tersebut bisa saja justru tanda/gejala dari gangguan kesehatan yang lebih serius seperti demam berdarah atau tifus. Nah, berbicara tentang dua penyakit ini, tak dapat dimungkiri masih banyak yang mengira keduanya sama hingga bahkan sulit membedakannya.
Oleh karena itu, artikel ini hadir untuk membantu Anda mengidentifikasi perbedaan keduanya, termasuk dari tanda-tandanya. Langsung saja, berikut penjelasannya, lengkap rekomendasi layanan dokter umum berkualitas di akhir artikel untuk penanganan demam berdarah dan tifus yang tepat. Yuk, simak!
Perbedaan Demam Berdarah dan Tifus

Demam Berdarah Dengue (DBD) atau yang lebih dikenal dengan istilah “demam berdarah” adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue. Virus ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.
Sementara itu, tifus adalah penyakit yang terjadi karena adanya infeksi bakteri Salmonella typhi—yang biasanya didapatkan dari makanan yang kurang terjaga kebersihannya. Dalam istilah awam, penyakit ini juga sering kali disebut “tipes”, bahkan ada juga yang menyebutnya sebagai demam tifoid.
Jadi, demam berdarah dan tifus sama-sama disebabkan oleh infeksi, bahkan beberapa tanda-tanda atau gejalanya pun tampak sama sehingga kerap kali membuat orang keliru.
Namun, selain penyebab, tentu saja keduanya tetap memiliki perbedaan lain yang dapat Anda jadikan sebagai acuan untuk membedakannya. Beberapa di antaranya, yaitu:
Kondisi Demam
Baik demam berdarah maupun tifus sama-sama dapat memicu penderitanya mengalami demam. Hanya saja, demam berdarah ditandai dengan demam tinggi secara tiba-tiba yang bisa mencapai suhu 39-40 derajat Celcius, dan biasanya berlangsung terus-menerus hingga berhari-hari.
Di sisi lain, demam yang disebabkan oleh penyakit tifus umumnya muncul secara bertahap. Ketika awal-awal infeksi terjadi, misalnya, suhu tubuh kemungkinan terasa normal. Namun, kondisi tersebut bisa berubah dan demamnya akan naik secara perlahan hingga mencapai 40 derajat Celcius.
Gejala Khas
Selanjutnya, demam berdarah dan tifus memiliki gejala khas yang tidak serupa. Selain demam, kedua penyakit ini juga disertai dengan munculnya gejala-gejala lain.
Pada kasus demam berdarah, gejala khasnya adalah pendarahan, sehingga pengidapnya biasanya akan mengalami kejadian-kejadian yang berhubungan dengan darah. Mulai dari mimisan, gusi berdarah, muntah darah, hingga keluar darah saat buang air besar.
Jadi, jika penderita mengalami pendarahan, apalagi disertai bintik-bintik merah di kulit, kemungkinan besar itu adalah demam berdarah, bukan tifus.
Bisakah Demam Berdarah dan Tifus Menyerang Bersamaan?

Setelah mengetahui perbedaan antara demam berdarah dan tifus, mungkin kini Anda bertanya-tanya, apakah kedua penyakit ini bisa menyerang secara bersamaan?
Sayangnya, jawabannya adalah “iya”, kedua penyakit ini bisa “berkolaborasi” dan menyerang di waktu yang sama. Meski ada perbedaan dari segi penyebab dan gejala khasnya, ternyata demam berdarah dan tifus tetap bisa terjadi bersamaan. Biasanya saat musim hujan atau jika terjadi perubahan cuaca yang ekstrem.
Alasan kedua penyakit ini bisa menyerang bersamaan sebenarnya belum diketahui pasti dan masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Namun, beberapa ahli menyimpulkan bahwa demam berdarah dan tifus bisa berkolaborasi karena hal-hal berikut:
- Demam berdarah membuat sistem imunitas tubuh melemah, sehingga lebih mudah terpapar infeksi bakteri.
- Demam berdarah bisa mengakibatkan kerusakan dinding usus yang membuat risiko infeksi bakteri berpotensi meningkat.
Waktu Tepat untuk Konsultasi ke Dokter Umum
Anda harus segera berkonsultasi ke dokter umum jika mulai mengalami demam tinggi yang tak kunjung membaik, terlebih jika disertai gejala-gejala lain yang tidak biasa.
Nah, salah satu rekomendasi layanan dokter umum berkualitas untuk konsultasi hingga penanganan terbaik adalah layanan dokter umum di Klinik Mutiara Cikutra (KMC).
Ini adalah klinik resmi berizin Kementerian Kesehatan yang menawarkan berbagai jenis pelayanan kesehatan, termasuk layanan dokter umum profesional yang ahli di bidangnya.
Selain didukung oleh tim medis mumpuni, Klinik Mutiara Cikutra juga hadir dengan tempat yang senyaman rumah sendiri dan pelayanan yang ramah keluarga. Cocok bagi Anda yang mengutamakan kualitas, keamanan, sekaligus kenyamanan.
Jadi, yuk, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke Klinik Mutiara Cikutra jika Anda atau orang-orang terdekat mulai mengalami gejala-gejala tertentu. Semakin cepat gejala ditangani, semakin besar pula peluang kesembuhannya.
Referensi:





