Klinik Mutiara Cikutra

Adenomiosis, Apa Itu? Ini Gejala dan Penyebabnya, Perlukah Penanganan dr. Obgyn?

Adenomiosis, Apa Itu? Ini Gejala dan Penyebabnya, Perlukah Penanganan dr. Obgyn?

Adenomiosis, Apa Itu? Ini Gejala dan Penyebabnya, Perlukah Penanganan dr. Obgyn?

 

Ada banyak gangguan atau masalah kesehatan yang dapat menyerang sistem reproduksi wanita, salah satunya yaitu adenomiosis. Lantas, apa yang dimaksud dengan adenomiosis? Apa penyebabnya? Lalu, perlukah penanganan langsung oleh dokter obgyn?

Dalam artikel ini, Anda akan menemukan penjelasan lengkap terkait adenomiosis. Mulai dari definisi, penyebab, gejala, hingga rekomendasi layanan dokter obgyn untuk penanganan yang tepat. Yuk, simak!

dokter obgyn
Sumber : Envanto

Adenomiosis dan Penyebabnya

Adenomiosis termasuk salah satu masalah kesehatan yang menyerang sistem reproduksi wanita, yaitu kondisi medis ketika rahim menebal dan membesar. Hal ini dapat terjadi apabila jaringan endometrium yang biasanya melapisi bagian dalam rahim tumbuh ke dalam miometrium alias dinding otot luar rahim.

Padahal, normalnya, jaringan endometrium harusnya hanya berada di dalam rongga rahim. Namun, pada kasus penderita adenomiosis, jaringan tersebut  justru menyusup ke dinding rahim dan membuat jaringan ekstra pada miometrium. Akibatnya, terjadilah penebalan dan pembesaran rahim hingga dua atau bahkan tiga kali lipat.

Bagi orang yang mengalami adenomiosis, kondisi ini biasanya menyebabkan terjadinya pendarahan rahim yang abnormal alias tidak wajar. Belum lagi, ketika menstruasi, rasanya juga akan menyakitkan.

Lantas, apa penyebab adenomiosis? Sayangnya, hingga kini, penyebab pastinya belum diketahui. Hanya saja, para ahli menduga bahwa masalah kesehatan pada sistem reproduksi wanita yang satu ini berkaitan dengan hal-hal seperti berikut:

Pertumbuhan Jaringan Invasif atau Infiltrasi Langsung Jaringan Endometrium

Ini merupakan teori paling umum. Para ahli berpendapat bahwa jaringan endometrium menyusup ke miometrium melalui celah kecil ataupun setelah adanya trauma pada rahim. Contohnya, ada robekan pada dinding rahim saat melahirkan, pernah menjalani operasi caesar, kuret, dan lain-lain.

Perkembangan Jaringan Abnormal Sejak dalam Kandungan

Ahli juga menduga bahwa kemungkinan jaringan endometrium memang sudah tersimpan di otot rahim. Bahkan, jaringan tersebut sudah berkembang saat rahim terbentuk pertama kalinya sejak masih janin dalam kandungan.

Peradangan Rahim yang Kronis

Peradangan rahim dalam jangka panjang juga diyakini dapat menyebabkan batas normal sel-sel yang melapisi rahim menjadi pecah. Sering kali, kondisi ini terjadi setelah kehamilan atau prosedur medis terkait.

Alhasil, terjadilah perubahan pada batas antara endometrium dan miometrium. Hal ini membuat jaringan endometrium bisa menyusup ke dinding rahim.

Pengaruh Hormonal

Hormon estrogen juga dipercaya dapat memengaruhi kondisi ini. Sebab, terlepas dari bagaimana adenomiosis berkembang, pertumbuhannya akan tetap tergantung pada sirkulasi estrogen tubuh.

Adenomiosis umumnya terjadi  pada wanita usia subur, yaitu kisaran 30-50 tahun. Biasanya, gejalanya akan membaik setelah menopause ketika kadar estrogen sudah menurun.

Stem Cell Origins

Teori baru ini menduga ada kemungkinan stem cell sumsum tulang belakang menyerang otot rahim. Hal itulah yang dapat menyebabkan adenomiosis.

Gejala Adenomiosis

dokter obgyn
Sumber : Envanto

Ada kalanya adenomiosis tidak menunjukkan gejala. Kalau ada, biasanya Anda hanya merasakan ketidaknyamanan ringan. Kendati demikian, ada beberapa gejala yang perlu Anda waspadai, antara lain:

  • Mengalami nyeri panggul kronis.
  • Mengalami ketidakteraturan siklus menstruasi.
  • Mengalami gangguan kesuburan, bahkan sulit hamil.
  • Merasa sakit ketika berhubungan seksual.
  • Muncul rasa nyeri panggul atau kram parah yang tajam saat menstruasi.
  • Terjadi menstruasi abnormal. Contohnya, pendarahan yang terjadi tergolong parah (sangat banyak) atau berlangsung lama.
  • Merasa nyeri saat perut bagian bawah mengalami tekanan. Rasanya juga penuh dan berat. Ini dapat menjadi salah satu tanda rahim membesar.

Perlukah ke dr. Obgyn? Ini Rekomendasi Terbaiknya

Apabila Anda mengalami gejala-gejala di atas, ada baiknya Anda segera mengunjungi dan berkonsultasi dengan dokter obgyn untuk diagnosis serta penanganan yang tepat.

Sebab, makin cepat kondisi ini ditangani, makin baik pula pengontrolan gejala-gejalanya. Dengan begitu, Anda dapat menghindari berbagai komplikasi atau gangguan kesehatan lain yang tak diinginkan.

Nah, salah satu rekomendasi fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan dokter obgyn berkualitas adalah KMC alias Klinik Mutiara Cikutra. Ini merupakan klinik kesehatan yang telah terdaftar resmi dan memiliki izin Kementerian Kesehatan.

Klinik Mutiara Cikutra didukung oleh dokter obgyn profesional yang semuanya adalah perempuan. Karena itu, klinik ini sangat cocok bagi Anda yang memprioritaskan pemeriksaan nyaman oleh sesama perempuan.

Jika tertarik, Anda bisa langsung berkunjung ke Klinik Mutiara Cikutra. Sebagai informasi, klinik utama KMC berlokasi di Bandung dan cabang-cabangnya tersebar di beberapa wilayah Indonesia. Yuk, jadwalkan kunjungan Anda sekarang juga!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Dokter Kandungan, Apa Bedanya dengan Bidan?

Dokter Kandungan, Apa Bedanya dengan Bidan?

Dokter Kandungan, Apa Bedanya dengan Bidan?

 

Masa kehamilan dan persalinan merupakan dua momen paling penting, berkesan, sekaligus kompleks dalam hidup seorang perempuan. Wajar jika kedua hal ini membutuhkan perhatian ekstra, termasuk pendampingan tenaga medis profesional selama menjalaninya.

Berbicara mengenai kehamilan dan persalinan, tentunya Anda sudah tidak asing dengan tenaga medis profesional seperti dokter kandungan dan bidan, bukan? Kendati demikian, bisa saja sebenarnya Anda masih keliru menganggap keduanya serupa, padahal sebenarnya tidak.

Oleh karena itu, artikel ini akan memberikan Anda sejumlah informasi menarik terkait dokter kandungan dan bidan. Mulai dari definisinya, perbedaan antara keduanya, hingga apa-apa saja yang bisa mereka tangani.

Penasaran? Langsung saja, berikut informasi selengkapnya untuk Anda. Yuk, simak hingga tuntas!

Pengertian Dokter Kandungan

konsultasi obgyn
Sumber Envanto

Dokter kandungan atau dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn) adalah dokter yang memiliki pengetahuan dan keterampilan khusus pada hal-hal seputar masalah kesehatan reproduksi perempuan. Contohnya seperti kehamilan, persalinan, dan persoalan kesehatan reproduksi lainnya.

Jadi, dokter spesialis satu ini memang berfokus untuk menangani berbagai kondisi terkait sistem reproduksi perempuan. Tidak hanya terkait kehamilan dan persalinan, tetapi juga hal-hal seperti menstruasi dan menopause.

Jika berbicara dari segi cabang ilmunya, obstetri atau kebidanan fokus pada kesehatan perempuan sebelum kehamilan, selama masa kehamilan, saat melahirkan, hingga periode pascapersalinan.

Sementara itu, ginekologi merupakan ilmu kedokteran yang fokus pada masalah kesehatan sistem reproduksi wanita secara umum. Misalnya gangguan kesehatan pada rahim, ovarium, payudara, dan lain-lain.

Biasanya, dokter obgyn ini juga bekerja sama dengan dokter spesialis lainnya dalam menangani gangguan atau masalah kesehatan tertentu. Sebut saja salah satu contohnya seperti merancang promil alias program hamil/kehamilan bagi pasangan bersama dokter spesialis andrologi.

Adapun beberapa prosedur yang dapat dilakukan oleh dokter kandungan/obgyn adalah persalinan (termasuk operasi caesar); operasi untuk memperbaiki cedera organ panggul; USG panggul (untuk pemeriksaan organ panggul dan memantau kehamilan); histerektomi; tes kesuburan perempuan, dan lain-lain.

Perbedaan Dokter Kandungan dan Bidan

konsultasi obgyn
sumber : Envanto

 

Perbedaan utama antara keduanya terletak pada tingkat pendidikan, cakupan keahlian, serta jenis layanan yang mereka berikan dalam perawatan kehamilan dan persalinan.

Untuk menjadi seorang bidan, seseorang harus menempuh program pendidikan profesi kebidanan yang biasanya tersedia dalam jenjang pendidikan D3 maupun D4. Setelahnya, apabila ingin membuka praktik, maka harus memiliki sertifikat kompetensi sebagai bukti dan penunjang atas kemampuannya di bidang kebidanan.

Di sisi lain, dokter kandungan (obgyn) harus menempuh pendidikan sarjana kedokteran terlebih dahulu, kemudian menjalani koasisten (koas), lalu dilanjutkan dengan ujian kompetensi dokter sebagai tahapan sebelum resmi menjadi dokter umum. Setelah melalui semua proses tersebut, barulah mereka boleh mengambil spesialis kandungan/obgyn.

Oleh karena itu, dokter kandungan memiliki kompetensi yang lebih mumpuni dibandingkan bidan. Mereka juga memiliki keahlian lebih dalam menangani kehamilan risiko tinggi dan berbagai prosedur medis yang lebih kompleks.

Di sisi lain, pada umumnya tindakan yang dapat dilakukan oleh seorang bidan hanya terbatas pada hal-hal umum, seperti kehamilan normal dan persalinan normal (tanpa komplikasi)—bukan yang kompleks. Sebab, dari segi peralatan yang dimilikinya pun lebih terbatas.

Bagaimana? Setelah mengetahui lebih dalam terkait perbedaan keduanya, Anda tertarik untuk berkonsultasi dan melakukan persalinan di mana? Jika Anda masih bingung, Anda bisa mempertimbangkan Klinik Mutiara Cikutra (KMC).

Ini adalah sebuah klinik yang menyediakan berbagai layanan kesehatan, termasuk Layanan Kesehatan Ibu yang mencakup yoga prenatal, poli spesialis kandungan, layanan persalinan, hingga  fototerapi.

Selain pelayanan seramah keluarga serta tempat yang senyaman rumah, Klinik Mutiara Cikutra juga didukung oleh dokter obgyn yang semuanya adalah perempuan dan pastinya bersertifikat resmi, sehingga dijamin ahli di bidangnya.

Jadi, bagi Anda yang mengutamakan kenyamanan dan keamanan dengan fasilitas lengkap nan modern serta dokter kandungan yang sesama perempuan, KMC bisa menjadi solusi terbaik. Klinik berkualitas ini siap menemani Anda selama masa-masa kehamilan hingga proses persalinan dan pascapersalinan.

Yuk, kunjungi Klinik Mutiara Cikutra sekarang juga!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

https://hellosehat.com/kehamilan/kesuburan/program-hamil/bidan-atau-dokter-kandungan-untuk-program-hamil/