Klinik Mutiara Cikutra

Nyeri Haid Hambat Kesuburan? Promil Bisa Jadi Solusi

Nyeri Haid Hambat Kesuburan? Promil Bisa Jadi Solusi

Nyeri Haid Hambat Kesuburan? Promil Bisa Jadi Solusi

nyeri haid
Sumber : Envanto

Sesuai namanya, nyeri haid adalah rasa nyeri yang biasanya muncul ketika seorang wanita sedang haid/datang bulan. Namun, bisa juga gejala ini mulai terasa bahkan sebelum hari menstruasi tiba.

Terkait hal ini, beberapa orang berpendapat bahwa nyeri haid bisa menghambat kesuburan. Benarkah demikian? Dan jika iya, apakah promil dapat menjadi solusinya? Berikut informasi lengkapnya untuk Anda. Yuk, simak!

Nyeri Haid, Penyebab dan Gejalanya

Dalam istilah medis, nyeri haid juga dikenal dengan nama “dismenore”. Skalanya cukup beragam, mulai dari yang sifatnya ringan hingga yang termasuk parah sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Adapun untuk jenisnya, dismenore terbagi atas dua, yaitu primer dan sekunder.

Dismenore primer adalah nyeri yang terjadi karena adanya perubahan hormon prostaglandin sehingga memicu kontraksi otot rahim berlebihan yang dapat berujung pada kram perut. Jadi, ini bukan disebabkan oleh penyakit atau gangguan kesehatan di organ reproduksi.

Di sisi lain, dismenore sekunder adalah nyeri haid yang terjadi karena adanya masalah kesehatan pada organ reproduksi. Biasanya, nyeri haid jenis ini dipicu oleh beberapa kondisi tertentu, antara lain:

  • Fibroid
  • Polip rahim
  • Adenomiosis
  • Endometriosis
  • Malformasi kongenital
  • Allen-Masters syndrome
  • Kista/tumor pada ovarium
  • Transverse vaginal septum
  • Pelvic congestion syndrome
  • Perlengketan bagian dalam rahim
  • Stenosis atau sumbatan pada serviks
  • Pemakaian alat kontrasepsi dalam rahim
  • Pelvic Inflammatory Disease (PID) alias penyakit radang panggul

Untuk gejala dismenore sendiri sebenarnya cukup bervariasi dan bisa berbeda-beda pada setiap wanita. Namun, berikut beberapa gejala umum yang sering kali terjadi:

  • Ada sensasi seperti tekanan di perut.
  • Kram berdenyut di perut bagian bawah dan rasa nyerinya bisa sangat intens.
  • Bisa disertai mual, sakit kepala, diare, rasa lemas, perut kembung, hingga bahkan diare.
  • Kram atau nyeri serasa menjalar dan menyebar ke pinggang, punggung bagian bawah, selangkangan, dan vagina.

Benarkah Nyeri Haid Dapat Hambat Kesuburan?

nyeri haid
Sumber : Envanto

Secara umum, nyeri haid merupakan hal wajar dan seringnya memang dialami oleh rata-rata wanita menjelang atau selama periode menstruasi. Jadi, nyeri haid yang bersifat ringan termasuk hal normal dan tidak akan menghambat kesuburan.

Namun, apabila tingkatan nyeri haid sudah parah—yang disebabkan karena adanya penyakit tertentu pada organ reproduksi, maka Anda patut waspada. Sebab, kondisi inilah yang biasanya bisa menghambat kesuburan hingga membuat seorang wanita sulit hamil.

Beberapa penyakit tersebut, antara lain:

Miom

Miom/fibroid rahim adalah tumor jinak yang tumbuh di dalam atau area sekitar rahim. Selain menimbulkan nyeri haid, miom juga dapat menurunkan tingkat kesuburan dan meningkatkan risiko keguguran.

Adenomiosis

Ini adalah kondisi medis ketika endometrium tumbuh atau menyusup di dalam dinding otot rahim. Selain nyeri, adenomiosis juga dapat memicu pendarahan yang parah dan berkepanjangan saat sedang menstruasi.

Endometriosis

Ini adalah kondisi medis ketika jaringan yang mirip dengan endometrium (lapisan dalam rahim) tumbuh di luar rahim. Misalnya di vagina, tuba falopi, ovarium, kandung kemih, atau bahkan saluran pencernaan.

Radang Panggul

Ini merupakan peradangan atau infeksi yang terjadi di panggul dan organ-organ reproduksi wanita, seperti ovarium, rahim, dan tuba falopi.

Promil Berkualitas Tingkatkan Kesuburan dan Peluang Kehamilan

Apabila Anda sering mengalami nyeri haid parah dan sudah lama mendambakan kehamilan tapi tak kunjung datang, sebaiknya waspada. Sebab, mungkin saja itu pertanda tubuh Anda sedang memberi sinyal bahwa ada gangguan atau masalah tertentu pada sistem reproduksi yang menghambat kesuburan.

Oleh karena itu, berkonsultasi dengan tenaga medis profesional sangatlah penting. Selain untuk mengetahui masalah kesehatan reproduksi yang Anda alami, dokter juga dapat membantu Anda menyusun promil alias program kehamilan yang tepat.

Ini bisa menjadi sebuah solusi dari masalah kesulitan hamil Anda selama ini. Dengan menjalani promil berkualitas, peluang kehamilan dapat meningkat seiring dengan membaiknya kondisi kesuburan Anda.

Nah, untuk melakukannya, Anda bisa memilih fasilitas kesehatan resmi seperti KMC alias Klinik Mutiara Cikutra. Di sini tersedia berbagai layanan kesehatan, termasuk pemeriksaan dan konsultasi promil berkualitas dengan dokter obgyn terbaik.

Jadi, jika tertarik, Anda bisa mengunjungi Klinik Mutiara Cikutra yang berpusat di Bandung atau datang ke cabang-cabang terdekat dari lokasi Anda. Yuk, jadwalkan kunjungan Anda sekarang juga!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Adenomiosis, Apa Itu? Ini Gejala dan Penyebabnya, Perlukah Penanganan dr. Obgyn?

Adenomiosis, Apa Itu? Ini Gejala dan Penyebabnya, Perlukah Penanganan dr. Obgyn?

Adenomiosis, Apa Itu? Ini Gejala dan Penyebabnya, Perlukah Penanganan dr. Obgyn?

 

Ada banyak gangguan atau masalah kesehatan yang dapat menyerang sistem reproduksi wanita, salah satunya yaitu adenomiosis. Lantas, apa yang dimaksud dengan adenomiosis? Apa penyebabnya? Lalu, perlukah penanganan langsung oleh dokter obgyn?

Dalam artikel ini, Anda akan menemukan penjelasan lengkap terkait adenomiosis. Mulai dari definisi, penyebab, gejala, hingga rekomendasi layanan dokter obgyn untuk penanganan yang tepat. Yuk, simak!

dokter obgyn
Sumber : Envanto

Adenomiosis dan Penyebabnya

Adenomiosis termasuk salah satu masalah kesehatan yang menyerang sistem reproduksi wanita, yaitu kondisi medis ketika rahim menebal dan membesar. Hal ini dapat terjadi apabila jaringan endometrium yang biasanya melapisi bagian dalam rahim tumbuh ke dalam miometrium alias dinding otot luar rahim.

Padahal, normalnya, jaringan endometrium harusnya hanya berada di dalam rongga rahim. Namun, pada kasus penderita adenomiosis, jaringan tersebut  justru menyusup ke dinding rahim dan membuat jaringan ekstra pada miometrium. Akibatnya, terjadilah penebalan dan pembesaran rahim hingga dua atau bahkan tiga kali lipat.

Bagi orang yang mengalami adenomiosis, kondisi ini biasanya menyebabkan terjadinya pendarahan rahim yang abnormal alias tidak wajar. Belum lagi, ketika menstruasi, rasanya juga akan menyakitkan.

Lantas, apa penyebab adenomiosis? Sayangnya, hingga kini, penyebab pastinya belum diketahui. Hanya saja, para ahli menduga bahwa masalah kesehatan pada sistem reproduksi wanita yang satu ini berkaitan dengan hal-hal seperti berikut:

Pertumbuhan Jaringan Invasif atau Infiltrasi Langsung Jaringan Endometrium

Ini merupakan teori paling umum. Para ahli berpendapat bahwa jaringan endometrium menyusup ke miometrium melalui celah kecil ataupun setelah adanya trauma pada rahim. Contohnya, ada robekan pada dinding rahim saat melahirkan, pernah menjalani operasi caesar, kuret, dan lain-lain.

Perkembangan Jaringan Abnormal Sejak dalam Kandungan

Ahli juga menduga bahwa kemungkinan jaringan endometrium memang sudah tersimpan di otot rahim. Bahkan, jaringan tersebut sudah berkembang saat rahim terbentuk pertama kalinya sejak masih janin dalam kandungan.

Peradangan Rahim yang Kronis

Peradangan rahim dalam jangka panjang juga diyakini dapat menyebabkan batas normal sel-sel yang melapisi rahim menjadi pecah. Sering kali, kondisi ini terjadi setelah kehamilan atau prosedur medis terkait.

Alhasil, terjadilah perubahan pada batas antara endometrium dan miometrium. Hal ini membuat jaringan endometrium bisa menyusup ke dinding rahim.

Pengaruh Hormonal

Hormon estrogen juga dipercaya dapat memengaruhi kondisi ini. Sebab, terlepas dari bagaimana adenomiosis berkembang, pertumbuhannya akan tetap tergantung pada sirkulasi estrogen tubuh.

Adenomiosis umumnya terjadi  pada wanita usia subur, yaitu kisaran 30-50 tahun. Biasanya, gejalanya akan membaik setelah menopause ketika kadar estrogen sudah menurun.

Stem Cell Origins

Teori baru ini menduga ada kemungkinan stem cell sumsum tulang belakang menyerang otot rahim. Hal itulah yang dapat menyebabkan adenomiosis.

Gejala Adenomiosis

dokter obgyn
Sumber : Envanto

Ada kalanya adenomiosis tidak menunjukkan gejala. Kalau ada, biasanya Anda hanya merasakan ketidaknyamanan ringan. Kendati demikian, ada beberapa gejala yang perlu Anda waspadai, antara lain:

  • Mengalami nyeri panggul kronis.
  • Mengalami ketidakteraturan siklus menstruasi.
  • Mengalami gangguan kesuburan, bahkan sulit hamil.
  • Merasa sakit ketika berhubungan seksual.
  • Muncul rasa nyeri panggul atau kram parah yang tajam saat menstruasi.
  • Terjadi menstruasi abnormal. Contohnya, pendarahan yang terjadi tergolong parah (sangat banyak) atau berlangsung lama.
  • Merasa nyeri saat perut bagian bawah mengalami tekanan. Rasanya juga penuh dan berat. Ini dapat menjadi salah satu tanda rahim membesar.

Perlukah ke dr. Obgyn? Ini Rekomendasi Terbaiknya

Apabila Anda mengalami gejala-gejala di atas, ada baiknya Anda segera mengunjungi dan berkonsultasi dengan dokter obgyn untuk diagnosis serta penanganan yang tepat.

Sebab, makin cepat kondisi ini ditangani, makin baik pula pengontrolan gejala-gejalanya. Dengan begitu, Anda dapat menghindari berbagai komplikasi atau gangguan kesehatan lain yang tak diinginkan.

Nah, salah satu rekomendasi fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan dokter obgyn berkualitas adalah KMC alias Klinik Mutiara Cikutra. Ini merupakan klinik kesehatan yang telah terdaftar resmi dan memiliki izin Kementerian Kesehatan.

Klinik Mutiara Cikutra didukung oleh dokter obgyn profesional yang semuanya adalah perempuan. Karena itu, klinik ini sangat cocok bagi Anda yang memprioritaskan pemeriksaan nyaman oleh sesama perempuan.

Jika tertarik, Anda bisa langsung berkunjung ke Klinik Mutiara Cikutra. Sebagai informasi, klinik utama KMC berlokasi di Bandung dan cabang-cabangnya tersebar di beberapa wilayah Indonesia. Yuk, jadwalkan kunjungan Anda sekarang juga!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/