Klinik Mutiara Cikutra

Nyeri Haid Hambat Kesuburan? Promil Bisa Jadi Solusi

Nyeri Haid Hambat Kesuburan? Promil Bisa Jadi Solusi

Nyeri Haid Hambat Kesuburan? Promil Bisa Jadi Solusi

nyeri haid
Sumber : Envanto

Sesuai namanya, nyeri haid adalah rasa nyeri yang biasanya muncul ketika seorang wanita sedang haid/datang bulan. Namun, bisa juga gejala ini mulai terasa bahkan sebelum hari menstruasi tiba.

Terkait hal ini, beberapa orang berpendapat bahwa nyeri haid bisa menghambat kesuburan. Benarkah demikian? Dan jika iya, apakah promil dapat menjadi solusinya? Berikut informasi lengkapnya untuk Anda. Yuk, simak!

Nyeri Haid, Penyebab dan Gejalanya

Dalam istilah medis, nyeri haid juga dikenal dengan nama “dismenore”. Skalanya cukup beragam, mulai dari yang sifatnya ringan hingga yang termasuk parah sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Adapun untuk jenisnya, dismenore terbagi atas dua, yaitu primer dan sekunder.

Dismenore primer adalah nyeri yang terjadi karena adanya perubahan hormon prostaglandin sehingga memicu kontraksi otot rahim berlebihan yang dapat berujung pada kram perut. Jadi, ini bukan disebabkan oleh penyakit atau gangguan kesehatan di organ reproduksi.

Di sisi lain, dismenore sekunder adalah nyeri haid yang terjadi karena adanya masalah kesehatan pada organ reproduksi. Biasanya, nyeri haid jenis ini dipicu oleh beberapa kondisi tertentu, antara lain:

  • Fibroid
  • Polip rahim
  • Adenomiosis
  • Endometriosis
  • Malformasi kongenital
  • Allen-Masters syndrome
  • Kista/tumor pada ovarium
  • Transverse vaginal septum
  • Pelvic congestion syndrome
  • Perlengketan bagian dalam rahim
  • Stenosis atau sumbatan pada serviks
  • Pemakaian alat kontrasepsi dalam rahim
  • Pelvic Inflammatory Disease (PID) alias penyakit radang panggul

Untuk gejala dismenore sendiri sebenarnya cukup bervariasi dan bisa berbeda-beda pada setiap wanita. Namun, berikut beberapa gejala umum yang sering kali terjadi:

  • Ada sensasi seperti tekanan di perut.
  • Kram berdenyut di perut bagian bawah dan rasa nyerinya bisa sangat intens.
  • Bisa disertai mual, sakit kepala, diare, rasa lemas, perut kembung, hingga bahkan diare.
  • Kram atau nyeri serasa menjalar dan menyebar ke pinggang, punggung bagian bawah, selangkangan, dan vagina.

Benarkah Nyeri Haid Dapat Hambat Kesuburan?

nyeri haid
Sumber : Envanto

Secara umum, nyeri haid merupakan hal wajar dan seringnya memang dialami oleh rata-rata wanita menjelang atau selama periode menstruasi. Jadi, nyeri haid yang bersifat ringan termasuk hal normal dan tidak akan menghambat kesuburan.

Namun, apabila tingkatan nyeri haid sudah parah—yang disebabkan karena adanya penyakit tertentu pada organ reproduksi, maka Anda patut waspada. Sebab, kondisi inilah yang biasanya bisa menghambat kesuburan hingga membuat seorang wanita sulit hamil.

Beberapa penyakit tersebut, antara lain:

Miom

Miom/fibroid rahim adalah tumor jinak yang tumbuh di dalam atau area sekitar rahim. Selain menimbulkan nyeri haid, miom juga dapat menurunkan tingkat kesuburan dan meningkatkan risiko keguguran.

Adenomiosis

Ini adalah kondisi medis ketika endometrium tumbuh atau menyusup di dalam dinding otot rahim. Selain nyeri, adenomiosis juga dapat memicu pendarahan yang parah dan berkepanjangan saat sedang menstruasi.

Endometriosis

Ini adalah kondisi medis ketika jaringan yang mirip dengan endometrium (lapisan dalam rahim) tumbuh di luar rahim. Misalnya di vagina, tuba falopi, ovarium, kandung kemih, atau bahkan saluran pencernaan.

Radang Panggul

Ini merupakan peradangan atau infeksi yang terjadi di panggul dan organ-organ reproduksi wanita, seperti ovarium, rahim, dan tuba falopi.

Promil Berkualitas Tingkatkan Kesuburan dan Peluang Kehamilan

Apabila Anda sering mengalami nyeri haid parah dan sudah lama mendambakan kehamilan tapi tak kunjung datang, sebaiknya waspada. Sebab, mungkin saja itu pertanda tubuh Anda sedang memberi sinyal bahwa ada gangguan atau masalah tertentu pada sistem reproduksi yang menghambat kesuburan.

Oleh karena itu, berkonsultasi dengan tenaga medis profesional sangatlah penting. Selain untuk mengetahui masalah kesehatan reproduksi yang Anda alami, dokter juga dapat membantu Anda menyusun promil alias program kehamilan yang tepat.

Ini bisa menjadi sebuah solusi dari masalah kesulitan hamil Anda selama ini. Dengan menjalani promil berkualitas, peluang kehamilan dapat meningkat seiring dengan membaiknya kondisi kesuburan Anda.

Nah, untuk melakukannya, Anda bisa memilih fasilitas kesehatan resmi seperti KMC alias Klinik Mutiara Cikutra. Di sini tersedia berbagai layanan kesehatan, termasuk pemeriksaan dan konsultasi promil berkualitas dengan dokter obgyn terbaik.

Jadi, jika tertarik, Anda bisa mengunjungi Klinik Mutiara Cikutra yang berpusat di Bandung atau datang ke cabang-cabang terdekat dari lokasi Anda. Yuk, jadwalkan kunjungan Anda sekarang juga!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Mengenal Dokter Saraf dan Masalah Kesehatan yang Dapat Ditanganinya

Mengenal Dokter Saraf dan Masalah Kesehatan yang Dapat Ditanganinya

konsultasi saraf
Sumber : Envanto

Dalam dunia kesehatan, dokter saraf memiliki peran yang krusial karena sistem saraf sendiri merupakan bagian penting dalam tubuh manusia yang mengatur hampir semua fungsi, mulai dari gerakan, indra, hingga pikiran dan emosi. Jika sistem ini mengalami gangguan, maka bisa berdampak signifikan terhadap kualitas hidup seseorang.

Tak heran dokter spesialis satu ini memegang peranan penting karena mereka memang bertugas untuk menangani berbagai masalah kesehatan yang berkaitan dengan sistem saraf. Lantas, apa bedanya dengan dokter umum? Dan masalah kesehatan apa saja yang dapat mereka tangani? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

Dokter Saraf, Apa Perbedaannya dengan Dokter Umum?

konsultasi saraf
Sumber : Envanto

Dokter saraf juga sering disebut sebagai dokter spesialis saraf atau dokter spesialis neurologi. Mereka adalah dokter spesialis yang bertugas untuk mendiagnosis dan mengobati berbagai masalah kesehatan yang berkaitan dengan otak serta sistem saraf.

Sementara itu, dokter umum, sesuai namanya, adalah dokter yang memberikan pelayanan medis secara umum. Dalam artian, mereka melayani pasien secara menyeluruh dari segala usia dan dengan berbagai kondisi kesehatan.

Dokter umum merupakan tenaga medis profesional yang telah menyelesaikan pendidikan kedokteran dasar dan memiliki lisensi untuk memberikan pelayanan medis kepada pasien.

Biasanya, mereka juga menjadi garis depan dalam pelayanan kesehatan karena bisa menangani berbagai keluhan dasar sebelum pasien dirujuk ke spesialis seperti dokter spesialis saraf. Adapun perbedaan antara keduanya, selain fokus praktik, terletak pada pendidikan, pelatihan, dan tingkat keahlian mereka.

Dokter umum menempuh pendidikan kedokteran dasar yang mencakup teori medis secara umum dan pelatihan klinis untuk menangani berbagai kondisi kesehatan yang bersifat ringan hingga sedang. Setelah lulus, mereka bisa langsung melakukan praktik dan melayani pasien dalam lingkup pelayanan kesehatan yang bersifat umum.

Nah, bedanya dengan dokter saraf, setelah menempuh pendidikan dasar, mereka masih harus melanjutkan pendidikan spesialis neurologi. Mereka akan mengikuti pelatihan intensif selama beberapa tahun di bidang ini untuk mempelajari secara lebih mendalam terkait hal-hal yang berhubungan dengan sistem saraf.

Jadi, dapat dikatakan bahwa dokter saraf memiliki tingkat keahlian yang lebih tinggi dan lebih khusus dibanding dokter umum karena mereka merupakan dokter spesialis yang menangani berbagai penyakit atau masalah kesehatan terkait otak dan sistem saraf.

Masalah Kesehatan yang Dapat Ditangani Dokter Saraf

Sumber : Envato

Setelah mengetahui definisi hingga perbedaan antara dokter saraf dan dokter umum, mungkin kini Anda penasaran, kira-kira masalah kesehatan apa saja yang dapat ditangani oleh dokter spesialis satu ini? Berikut beberapa di antaranya:

  • Stroke
  • Parkinson
  • Alzheimer
  • Demensia
  • Tumor Otak
  • Epilepsi dan Kejang
  • Saraf Terjepit (HNP)
  • Neuralgia (Nyeri Saraf)
  • Sindrom Guillain-Barre
  • Multiple Sclerosis (MS)
  • Myasthenia Gravis (MG)
  • Migrain dan Sakit Kepala Kronis
  • Vertigo dan Gangguan Keseimbangan
  • Tremor dan Gangguan Gerakan Lainnya
  • Gangguan Kognitif (Daya Ingat, Konsentrasi)
  • Neuropati Perifer (Termasuk Neuropati Diabetik)
  • Gangguan Bahasa dan Bicara akibat Kerusakan Saraf
  • Gangguan Tidur terkait Saraf (seperti Sleep Apnea Sentral dan Narkolepsi)

Jika Anda mulai merasakan gejala-gejala yang mengarah ke gangguan saraf, seperti sakit kepala berulang, gangguan keseimbangan, ataupun keluhan lainnya, jangan sampai Anda bersikap tak acuh.

Mngkin saja itu adalah pertanda awal dari kondisi neurologis yang memerlukan penanganan segera. Semakin cepat ditangani oleh tenaga medis yang tepat, semakin besar pula peluang pemulihan dan pencegahan komplikasinya.

Oleh karena itu, mengunjungi dokter spesialis saraf tepercaya dengan pelayanan berkualitas sangatlah penting. Adapun salah satu rekomendasi fasilitas kesehatan yang menawarkan layanan dokter saraf terbaik adalah Klinik Mutiara Cikutra.

Di Klinik Mutiara Cikutra (KMC) tersedia poli saraf dengan dokter spesialis saraf yang ahli dan berpengalaman di bidangnya. Mereka dapat menangani berbagai macam keluhan dan masalah yang terjadi di sistem saraf pasien, seperti sakit kepala kronis, stroke, epilepsi, nyeri pada tulang belakang, dan masih banyak lagi.

Di sini, Anda bisa melakukan pemeriksaan dengan nyaman. Mulai dari tahap diagnosis, penanganan, hingga pengobatan. Terlebih, Klinik Mutiara Cikutra terkenal kental dengan suasananya yang nyaman dan ramah keluarga, sehingga dipastikan Anda akan mendapatkan pengalaman terbaik.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, kunjungi Klinik Mutiara Cikutra sekarang juga dan buktikan sendiri kualitas pelayanannya!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

https://hellosehat.com/sehat/rumah-sakit/perbedaan-dokter-umum-dokter-spesialis/

Induksi Persalinan: Alasan dan Jenis Metodenya, Amankah Dilakukan?

Induksi Persalinan: Alasan dan Jenis Metodenya, Amankah Dilakukan?

Induksi Persalinan: Alasan dan Jenis Metodenya, Amankah Dilakukan?

persalinan
Sumber : Envanto

Kehamilan dan persalinan yang lancar tentunya menjadi hal yang sangat diharapkan oleh ibu hamil. Namun, pada kenyataannya, tidak semua proses melahirkan dapat berlangsung secara alami tanpa kendala sesuai perkiraan.

Ada kalanya, terdapat beberapa kondisi tertentu yang mengharuskan dokter melakukan tindakan khusus untuk membantu mempercepat proses kelahiran bayi. Salah satunya dengan induksi persalinan.

Nah, sebelum Anda ataupun orang terdekat menjalani prosedur ini, ada baiknya Anda memahami lebih dulu apa itu induksi. Begitu pula dengan alasan penerapannya, jenis metodenya, serta apakah tindakan medis ini aman bagi ibu dan bayi atau tidak.

Berikut informasinya untuk Anda. Yuk, simak!

Induksi Persalinan dan Alasan Dilakukannya

persalinan
Sumber : envanto

Induksi persalinan adalah sebuah prosedur medis untuk merangsang kontraksi rahim menggunakan metode buatan sebelum kontraksi alami terjadi. Tindakan ini melibatkan alat dan obat tertentu dalam penerapannya. Tujuannya untuk mempercepat proses melahirkan.

Biasanya, induksi persalinan bisa dilakukan di saat usia kehamilan sudah lebih dari 42 minggu dan cairan ketuban pun mulai berkurang. Dalam kondisi ini, ibu harus segera melahirkan bayinya. Jika tidak, hal ini dapat memicu berbagai risiko berbahaya, mulai dari gawat janin hingga bahkan kematian.

Oleh sebab itu, demi keselamatan ibu dan bayi, induksi persalinan harus hati-hati dan penuh pertimbangan. Tindakan medis ini harus ditangani dengan tepat oleh dokter ahli nan berpengalaman di bidangnya.

Terlebih lagi, dokter menyarankan induksi setelah menilai bahwa menunggu persalinan normal justru akan meningkatkan risiko bahaya yang dapat mengancam nyawa. Nah, berikut beberapa alasan umum prosedur ini dilakukan:

  • Masa kehamilan melewati atau melebihi estimasi tanggal kelahiran yang telah diprediksi. Hal ini dapat berdampak buruk karena berpotensi memengaruhi plasenta sehingga bisa meningkatkan risiko bahaya saat melahirkan.
  • Air ketuban sudah pecah, tetapi belum ada kontraksi atau tanda-tanda kelahiran. Dalam kondisi ini, apabila tidak segera dilahirkan, maka janin berisiko tinggi terkena infeksi.
  • Analisis medis menunjukkan bahwa kandungan tidak sehat, misalnya pertumbuhan janin terganggu.
  • Ibu mengalami masalah kesehatan tertentu, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan lain-lain.
  • Terjadi infeksi bakteri pada kandungan (chorioamnionitis).

Jenis Metode Induksi Persalinan

Induksi persalinan terdiri atas beberapa jenis metode dan prosedur tertentu. Tindakan ini biasanya disesuaikan dengan kondisi sang ibu serta masalah kehamilan yang terjadi. Berikut beberapa di antaranya:

Pemecahan Air Ketuban

Metode ini biasanya juga disebut “amniotomi”, yaitu pemecahan ketuban secara sengaja dengan membuat sedikit celah (lubang kecil) di kantung ketuban. Prosedur ini dilakukan ketika kepala bayi sudah turun ke panggul dan leher rahim dalam kondisi setengah terbuka.

Pematangan Leher Rahim

Pada metode ini, dokter akan memberikan obat hormon berupa obat minum (oral) atau obat yang dimasukkan melalui vagina (suppositoria). Selain itu, tindakan ini bisa menggunakan kateter yang mengandung larutan garam. Tujuannya untuk menipiskan atau mematangkan leher rahim.

Penggunaan Teknik Membrane Stripping

Ini adalah teknik yang mengharuskan dokter menggunakan jarinya untuk memisahkan leher rahim dengan lapisan kantung ketuban. Metode ini dapat membantu melepas hormon prostaglandin sehingga dapat memicu terjadinya persalinan.

Pemberian Obat-obatan Melalui Infus ke Pembuluh Darah

Sesuai namanya, ini adalah metode induksi dengan memberikan obat-obatan (obat hormon seperti oksitosin) melalui infus ke pembuluh darah.

Apakah Induksi Persalinan Aman?

Umumnya, dokter melakukan induksi demi keselamatan ibu dan bayi. Jadi, secara umum, induksi merupakan prosedur yang aman, terutama ketika Anda menjalaninya di rumah sakit atau fasilitas kesehatan berkualitas.

Hanya saja, sama halnya dengan prosedur-prosedur medis lainnya, induksi persalinan juga memiliki sejumlah risiko. Hal ini tergantung pada kondisi ibu, janin, dan alasan perlu melakukannya.

Oleh karena itu, penanganan oleh tenaga medis berpengalaman di fasilitas kesehatan terjamin seperti Klinik Mutiara Cikutra pun sangat penting. Hal ini guna meminimalkan berbagai risiko berbahaya yang tidak diinginkan.

Adapun Klinik Mutiara Cikutra (KMC) merupakan salah satu rekomendasi fasilitas kesehatan resmi dengan kualitas terbaik. Klinik ini telah terdaftar secara resmi dan memiliki izin Kementerian Kesehatan.

Selain itu, KMC memiliki dokter obgyn yang semuanya adalah perempuan. Jadi, tempat ini sangat cocok bagi Anda yang memprioritaskan kenyamanan dengan pemeriksaan dan penanganan oleh sesama perempuan.

Apabila Anda tertarik melakukan persalinan aman dengan kualitas terjamin, maka Klinik Mutiara Cikutra hadir sebagai solusi terbaik. Nah, tunggu apa lagi? Yuk, jadwalkan kunjungan Anda ke KMC sekarang juga!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Ingin Kehamilan Lancar? Yuk, Penuhi Nutrisi Wajib Ibu Hamil Berikut!

Ingin Kehamilan Lancar? Yuk, Penuhi Nutrisi Wajib Ibu Hamil Berikut!

Ingin Kehamilan Lancar? Yuk, Penuhi Nutrisi Wajib Ibu Hamil Berikut!

ibu hamil
Sumber : Envanto

Masa kehamilan merupakan momen ketika tubuh Anda memerlukan lebih banyak energi jika dibandingkan sebelum mengandung dulu. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk memenuhi nutrisi-nutrisi wajib ibu hamil selama masa ini. Hal ini perlu Anda perhatikan dengan baik jika memang ingin menjalani masa kehamilan yang lancar hingga momen persalinan tiba.

Lantas, apa saja nutrisi-nutrisi yang wajib bagi ibu hamil? Mengapa penting untuk dipenuhi? Berikut penjelasannya.

Mengapa Nutrisi Penting bagi Kehamilan?

ibu hamil
Sumber : Envanto

 

Nutrisi menjadi hal yang sangat penting untuk Anda penuhi selama masa kehamilan. Pasalnya, kandungan ini memiliki banyak manfaat kesehatan, baik bagi ibu maupun janin dalam kandungan.

Beberapa nutrisi tertentu sangat membantu dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin. Bahkan, sebagian dapat menjaga kesehatan ibu agar tetap optimal sampai tiba masa persalinan.

Nah, ketika kekurangan nutrisi selama masa kehamilan, biasanya akan muncul sejumlah dampak buruk pada kesehatan ibu dan bayi. Misalnya, berat badan bayi rendah saat dilahirkan atau risiko berbahaya lainnya, seperti keguguran hingga cacat lahir.

Kebutuhan Nutrisi Wajib Ibu Hamil

Berikut beberapa kebutuhan nutrisi yang wajib dipenuhi oleh ibu hamil agar masa kehamilan hingga persalinan dapat berjalan dengan lancar.

Zinc

Zinc (seng) merupakan nutrisi yang dapat membantu pertumbuhan serta perbaikan sel-sel tubuh, sekaligus menghasilkan energi bagi tubuh. Selain itu, zinc juga baik untuk perkembangan otak janin dalam kandungan. Contoh makanannya, yaitu sereal gandum, kepiting, yoghurt, dan lain-lain.

Kolin

Kolin dapat mencegah tekanan darah tinggi pada ibu hamil, sekaligus membantu menjaga kesehatan tulang. Selain itu, nutrisi ini juga bisa meminimalkan risiko cacat lahir pada janin. Contoh makanannya, yaitu telur, brokoli, ayam, dan lain-lain.

Serat

Serat sangat baik untuk kesehatan pencernaan. Selain itu, nutrisi ini dapat mencegah diabetes gestasional serta mengontrol tingkat gula darah. Contoh makanannya, yaitu kacang-kacangan, sayuran hijau, oatmeal, dan lain-lain.

Protein

Protein dapat meningkatkan suplai darah ibu hamil, membantu memperbaiki sel, jaringan, hingga otot yang rusak. Contoh makanannya, yaitu telur, ikan, daging, dan lain-lain.

Yodium

Bagi ibu hamil, yodium dapat membantu menjaga kesehatan kelenjar tiroid. Sementara itu, pada bayi, nutrisi ini berperan untuk mendukung perkembangan otak dan sistem saraf. Contoh makanannya, yaitu tuna, rumput laut, kentang, dan lain-lain.

Vitamin

Vitamin C dapat membantu tubuh menyerap zat besi, menjaga daya tahan tubuh, hingga memelihara kesehatan tulang dan gigi. Sementara itu, vitamin D membantu dalam penyerapan kalsium 

Kalsium

Kalsium berperan penting untuk mendukung pertumbuhan gigi serta tulang janin. Adapun nutrisi ini bisa Anda dapatkan dengan mengonsumsi susu, jus jeruk, salmon, dan lain-lain.

Zat Besi

Zat besi bermanfaat dalam menambah pasokan darah. Nutrisi ini penting bagi ibu hamil yang memang memerlukan suplai darah dua kali lipat lebih banyak dibanding sebelum kehamilan.

Asam Folat

Dengan mengonsumsi asam folat, Anda dapat mencegah keguguran, kelahiran prematur, hingga risiko cacat tabung saraf. Selain itu, nutrisi ini juga bisa membantu mengatasi masalah anemia.

Karbohidrat

Nutrisi ini bermanfaat untuk menyuplai energi tubuh. Jadi, Anda tidak akan mudah kelelahan selama masa kehamilan.

Lemak Sehat

Asam lemak seperti omega-3 yang terkandung dalam makanan seperti telur, seafood, dan bayam dapat mengurangi risiko kelahiran prematur pada bayi. Sementara itu, asam lemak seperti omega-6 juga baik untuk mendukung perkembangan saraf janin dalam kandungan.

Konsultasi Kehamilan dan Nutrisi Wajib Ibu Hamil ke KMC

Agar Anda bisa menjalani masa kehamilan dengan lancar, maka Anda perlu melakukan konsultasi kehamilan terkait nutrisi wajib ibu hamil. Jangan lupa konsultasikan dengan dokter ahli yang berpengalaman.

Salah satu rekomendasi fasilitas kesehatan terbaik yang dapat Anda kunjungi adalah KMC alias Klinik Mutiara Cikutra. Di sini, Anda dapat memperoleh layanan konsultasi dan pemeriksaan kehamilan hingga persalinan berkualitas.

KMC merupakan klinik kesehatan yang telah terdaftar resmi dan memiliki izin Kementerian Kesehatan. Selain itu, KMC didukung oleh dokter obgyn yang semuanya adalah perempuan. Jadi, klinik ini sangat cocok bagi Anda yang merasa lebih nyaman melakukan pemeriksaan oleh sesama perempuan.

Apabila tertarik konsultasi atau periksa, kunjungi Klinik Mutiara Cikutra yang berpusat di Bandung. Anda juga dapat menemukan beberapa cabang lainnya di sejumlah wilayah Indonesia.

Nah, tunggu apa lagi? Segera jadwalkan kunjungan Anda, ya!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Kenali Penyakit Jantung Sejak Dini, Yuk, Konsultasi ke Poli Penyakit Dalam!

Kenali Penyakit Jantung Sejak Dini, Yuk, Konsultasi ke Poli Penyakit Dalam!

Kenali Penyakit Jantung Sejak Dini, Yuk, Konsultasi ke Poli Penyakit Dalam!

penyakit dalam
Sumber : Envanto

Beberapa penyakit serius sering kali tidak begitu menunjukkan gejala berarti, termasuk penyakit jantung. Tak heran, masih banyak orang yang kerap menyepelekan gejala-gejala yang tampak sepele.

Padahal, ketika tubuh memberikan sinyal melalui gejala tertentu, hal tersebut tidak boleh diabaikan. Sebab, itu bisa saja pertanda bahwa kondisi tubuh tidak sedang baik-baik saja.

Sama halnya dengan penyakit-penyakit lain pada umumnya, penyakit jantung juga memiliki tanda/gejala tertentu. Oleh karena itu, penting untuk mengenalinya sejak dini. Nah, salah satu caranya yaitu berkonsultasi ke poli penyakit dalam.

Berikut informasi detailnya untuk Anda, lengkap rekomendasi poli penyakit dalam berkualitas di akhir artikel.

Penyakit Jantung dan Penyebabnya

penyakit dalam
Sumber Envanto

Penyakit jantung adalah penyakit yang menyerang jantung. Dengan kata lain, ini merupakan kondisi ketika jantung mengalami gangguan tertentu—baik gangguan pada selaput jantung, katup jantung, pembuluh darah jantung, maupun otot jantung.

Penyakit jantung termasuk masalah kesehatan yang serius. Pasalnya, jantung merupakan salah satu organ vital yang fungsi utamanya memompa darah ke seluruh tubuh.

Terdiri dari otot serta empat ruang yang dibatasi oleh katup, jantung bekerja sebagai pusat sistem peredaran darah. Organ vital ini memastikan bahwa semua sel mendapat oksigen dan nutrisi agar tubuh dapat berfungsi dengan baik setiap saat.

Adapun untuk penyebabnya cukup beragam. Penyebab penyakit ini di antaranya sumbatan atau peradangan pada pembuluh darah jantung, infeksi, maupun kelainan bawaan. Selain itu, penyakit ini juga dapat terjadi lantaran beberapa kondisi. Contohnya tekanan darah tinggi, diabetes yang tidak terkontrol, hingga penumpukan lemak dalam pembuluh darah koroner.

Gejala Penyakit Jantung, Mengapa Penting Diketahui Sejak Dini?

Penyakit jantung umumnya lebih sering menyerang orang-orang dengan faktor risiko tertentu. Beberapa di antaranya, yaitu orang yang jarang berolahraga, perokok, pengguna NAPZA, dan peminum alkohol—apalagi jika berlebihan.

Selain itu, penyakit jantung juga rentan menyerang orang-orang yang memiliki rasa stres berlebihan, kurang tidur. Bahkan, mereka yang sering mengonsumsi makanan/minuman dengan kadar garam, gula, dan lemak yang tinggi juga berisiko terkena.

Lantas, bagaimana dengan gejala-gejalanya? Biasanya, gejala penyakit jantung tergantung pada jenis yang dialami. Namun, secara umum, berikut beberapa gejala yang dapat Anda waspadai:

  • Batuk-batuk
  • Denyut jantung tidak teratur.
  • Lemas, bahkan bisa pingsan
  • Berat badan tidak bertambah.
  • Nyeri dada yang dapat disertai sesak napas
  • Dada sering berdebar-debar tidak wajar
  • Pembengkakan di beberapa bagian tubuh, seperti kaki, perut, dan lain-lain.

Mengenali gejala-gejala penyakit jantung sejak dini sangat penting. Dengan begitu, Anda dapat mengambil tindakan yang lebih cepat sebelum kondisi kesehatan benar-benar memburuk. Anda bisa segera berkonsultasi ke poli penyakit dalam dan mendapat penanganan yang tepat oleh dokter berpengalaman.

Hal ini juga sekaligus dapat membantu Anda terhindar dari berbagai komplikasi serius nan berbahaya di kemudian hari. Contohnya seperti gagal jantung, stroke iskemik, aneurisma, arteri perifer, henti jantung mendadak, dan lain-lain.

Pengobatan Penyakit Jantung dan Rekomendasi Poli Penyakit Dalam Berkualitas

Pengobatan penyakit jantung dapat Anda lakukan dengan berbagai cara, dan biasanya juga tergantung pada jenis penyakit jantung apa yang Anda derita. Namun, Anda bisa melakukan pengobatan melalui obat-obatan, perubahan gaya hidup, prosedur medis serta pemasangan alat medis, hingga bahkan transplantasi jantung.

Untuk lebih akuratnya, Anda bisa langsung mengunjungi poli penyakit dalam dan berkonsultasi dengan dokter ahli. Nah, salah satu fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan ini adalah KMC alias Klinik Mutiara Cikutra.

Klinik Mutiara Cikutra merupakan klinik kesehatan yang telah terdaftar resmi dan memiliki izin Kementerian Kesehatan. Di sini tersedia berbagai layanan; salah satunya ada layanan poli penyakit dalam yang kualitasnya sudah pasti terjamin.

Selain tenaga medis profesional yang ahli di bidangnya, Klinik Mutiara Cikutra juga menawarkan tempat nyaman yang senyaman rumah sendiri. Tentunya juga dengan pelayanan berkualitas yang seramah keluarga. Klinik ini sangat cocok sebagai pilihan tempat pemeriksaan kesehatan untuk Anda dan keluarga tercinta.

Jadi, jika Anda ingin pemeriksaan yang aman, nyaman, dan berkualitas, Klinik Mutiara Cikutra merupakan solusi terbaik! Yuk, jadwalkan segera kunjungan Anda ke KMC!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Imunisasi Polio: Hal-Hal yang Perlu Diketahui dan Rekomendasi Dokter Anak untuk Melakukannya

Imunisasi Polio: Hal-Hal yang Perlu Diketahui dan Rekomendasi Dokter Anak untuk Melakukannya

Imunisasi Polio: Hal-Hal yang Perlu Diketahui dan Rekomendasi Dokter Anak untuk Melakukannya

imunisasi anak
Sumber : Envanto

Pemberian imunisasi secara umum merupakan salah satu upaya untuk melindungi tubuh dari berbagai jenis penyakit, tak terkecuali imunisasi polio. Polio (poliomyelitis) sendiri merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus polio.

Penyakit polio menyerang sistem saraf pusat (otak serta sumsum tulang belakang) dan dapat merusak sistem saraf motorik. Akibatnya, seseorang yang terjangkit penyakit polio akan mengalami kelumpuhan anggota gerak, bahkan dapat mengakibatkan kematian.

Nah, terkait imunisasi polio ini, berikut hal-hal yang perlu Anda ketahui. Di sini, Anda juga akan tahu rekomendasi dokter anak berkualitas untuk melakukannya. Yuk, simak!

Mengenal Imunisasi Polio dan Jenisnya

imunisasi anak
Sumber : Envanto

Sesuai namanya, imunisasi polio adalah imunisasi yang menggunakan vaksin polio. Ini termasuk salah satu imunisasi dasar yang berlaku di Indonesia. Tujuannya adalah memperkuat sistem imun tubuh seseorang agar kebal terhadap virus tersebut.

Imunisasi polio menjadi imunisasi wajib bagi anak Indonesia. Tindakan ini merupakan langkah preventif untuk melindungi anak sejak dini dari serangan virus polio yang berbahaya.

Terlebih lagi, kebanyakan anak-anak berusia di bawah 5 tahun sangat rentan tertular penyakit polio. Biasanya, virusnya menular melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. Selain itu, virus polio juga dapat menyebar melalui makanan atau air yang telah terkontaminasi feses penderita.

Adapun untuk jenisnya, imunisasi polio terbagi atas dua: Oral Polio Vaccine (OPV) dan Inactivated Polio Vaccine (IPV). OPV juga dikenal sebagai “vaksin polio suntik”, sedangkan IPV sebutan lainnya adalah “vaksin polio oral”.

Inactivated Polio Vaccine (IPV)

Ini adalah pemberian vaksin polio melalui suntikan. Jadi, virus polio yang telah mati/tidak aktif diinjeksi ke lengan atas atau paha anak. Namun, vaksin ini hanya membentuk kekebalan dalam darah, tetapi tidak pada usus.

Alhasil, masih ada kemungkinan anak tetap dapat terserang penyakit polio lantaran virus yang bisa berkembang bebas di usus. Oleh karena itu, pemberian IPV perlu didampingi dengan OPV.

Oral Polio Vaccine (OPV)

Ini adalah pemberian vaksin melalui oral. Dengan kata lain, vaksin diberikan dengan cara diteteskan langsung ke mulut anak. Berbeda dengan IPV yang menggunakan virus polio yang telah dinonaktifkan, OPV menggunakan virus polio yang masih aktif tetapi sudah dilemahkan. Jadi, imunisasi ini tetap aman dan tidak berbahaya.

Tujuan pemberian OPV untuk membentuk zat kekebalan tubuh (antibodi) di dalam usus, tak hanya darah. Jadi, dengan IPV dan OPV, virus polio yang berkembang di usus dan darah bisa terbunuh sekaligus. Hasilnya? Anak pun akan terhindar dari penyakit polio.

Kapan Anak Harus Diberikan Imunisasi Polio?

Berdasarkan jadwal imunisasi polio dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksin polio umumnya diberikan saat anak masih bayi sebanyak 4 kali. Waktunya adalah ketika bayi baru lahir serta ketika mereka menginjak usia 2, 3, dan 4 bulan.

Untuk bayi yang baru lahir, dokter menganjurkan imunisasi polio pertama berupa OPV. Sementara itu, IPV bisa diberikan pada imunisasi selanjutnya, meski bayi tetap bisa diberikan OPV kembali.

Sebagai tambahan, anak juga bisa mendapat vaksin booster saat mereka memasuki usia 18-24 bulan dan 5 tahun. Hal ini bertujuan untuk menjaga sekaligus memperkuat kekebalan tubuh terhadap virus polio yang kemungkinan sudah mulai menurun.

Hal-Hal yang Perlu Anda  Ketahui dan Rekomendasi Dokter Anak untuk Imunisasi Polio

Meski sangat bermanfaat, Anda perlu tahu bahwa imunisasi polio tetap memiliki risiko efek samping. Beberapa di antaranya, yaitu:

  • Demam ringan.
  • Rasa nyeri di bekas suntikan.
  • Pengerasan kulit di area suntikan.

Selain itu, Anda juga harus memperhatikan reaksi alergi anak. Jika sebelumnya anak pernah mengalami alergi berat terhadap IPV, maka sebaiknya mereka tidak menerimanya kembali pada imunisasi selanjutnya .

Nah, bagi Anda yang ingin memberikan pengalaman imunisasi terbaik untuk buah hati kesayangan, Klinik Mutiara Cikutra bisa menjadi pilihan utama Anda. Sebab, klinik ini menyediakan berbagai layanan kesehatan, termasuk layanan dokter anak berkualitas.

Imunisasi lengkap dengan dokter anak di KMC dipastikan aman dan nyaman bagi si kecil. Pasalnya, Klinik Mutiara Cikutra berdedikasi memberikan pelayanan terbaik yang seramah keluarga dan tempat yang senyaman rumah sendiri.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, jadwalkan kunjungan Anda bersama si kecil ke dokter anak KMC sekarang juga!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Adenomiosis, Apa Itu? Ini Gejala dan Penyebabnya, Perlukah Penanganan dr. Obgyn?

Adenomiosis, Apa Itu? Ini Gejala dan Penyebabnya, Perlukah Penanganan dr. Obgyn?

Adenomiosis, Apa Itu? Ini Gejala dan Penyebabnya, Perlukah Penanganan dr. Obgyn?

 

Ada banyak gangguan atau masalah kesehatan yang dapat menyerang sistem reproduksi wanita, salah satunya yaitu adenomiosis. Lantas, apa yang dimaksud dengan adenomiosis? Apa penyebabnya? Lalu, perlukah penanganan langsung oleh dokter obgyn?

Dalam artikel ini, Anda akan menemukan penjelasan lengkap terkait adenomiosis. Mulai dari definisi, penyebab, gejala, hingga rekomendasi layanan dokter obgyn untuk penanganan yang tepat. Yuk, simak!

dokter obgyn
Sumber : Envanto

Adenomiosis dan Penyebabnya

Adenomiosis termasuk salah satu masalah kesehatan yang menyerang sistem reproduksi wanita, yaitu kondisi medis ketika rahim menebal dan membesar. Hal ini dapat terjadi apabila jaringan endometrium yang biasanya melapisi bagian dalam rahim tumbuh ke dalam miometrium alias dinding otot luar rahim.

Padahal, normalnya, jaringan endometrium harusnya hanya berada di dalam rongga rahim. Namun, pada kasus penderita adenomiosis, jaringan tersebut  justru menyusup ke dinding rahim dan membuat jaringan ekstra pada miometrium. Akibatnya, terjadilah penebalan dan pembesaran rahim hingga dua atau bahkan tiga kali lipat.

Bagi orang yang mengalami adenomiosis, kondisi ini biasanya menyebabkan terjadinya pendarahan rahim yang abnormal alias tidak wajar. Belum lagi, ketika menstruasi, rasanya juga akan menyakitkan.

Lantas, apa penyebab adenomiosis? Sayangnya, hingga kini, penyebab pastinya belum diketahui. Hanya saja, para ahli menduga bahwa masalah kesehatan pada sistem reproduksi wanita yang satu ini berkaitan dengan hal-hal seperti berikut:

Pertumbuhan Jaringan Invasif atau Infiltrasi Langsung Jaringan Endometrium

Ini merupakan teori paling umum. Para ahli berpendapat bahwa jaringan endometrium menyusup ke miometrium melalui celah kecil ataupun setelah adanya trauma pada rahim. Contohnya, ada robekan pada dinding rahim saat melahirkan, pernah menjalani operasi caesar, kuret, dan lain-lain.

Perkembangan Jaringan Abnormal Sejak dalam Kandungan

Ahli juga menduga bahwa kemungkinan jaringan endometrium memang sudah tersimpan di otot rahim. Bahkan, jaringan tersebut sudah berkembang saat rahim terbentuk pertama kalinya sejak masih janin dalam kandungan.

Peradangan Rahim yang Kronis

Peradangan rahim dalam jangka panjang juga diyakini dapat menyebabkan batas normal sel-sel yang melapisi rahim menjadi pecah. Sering kali, kondisi ini terjadi setelah kehamilan atau prosedur medis terkait.

Alhasil, terjadilah perubahan pada batas antara endometrium dan miometrium. Hal ini membuat jaringan endometrium bisa menyusup ke dinding rahim.

Pengaruh Hormonal

Hormon estrogen juga dipercaya dapat memengaruhi kondisi ini. Sebab, terlepas dari bagaimana adenomiosis berkembang, pertumbuhannya akan tetap tergantung pada sirkulasi estrogen tubuh.

Adenomiosis umumnya terjadi  pada wanita usia subur, yaitu kisaran 30-50 tahun. Biasanya, gejalanya akan membaik setelah menopause ketika kadar estrogen sudah menurun.

Stem Cell Origins

Teori baru ini menduga ada kemungkinan stem cell sumsum tulang belakang menyerang otot rahim. Hal itulah yang dapat menyebabkan adenomiosis.

Gejala Adenomiosis

dokter obgyn
Sumber : Envanto

Ada kalanya adenomiosis tidak menunjukkan gejala. Kalau ada, biasanya Anda hanya merasakan ketidaknyamanan ringan. Kendati demikian, ada beberapa gejala yang perlu Anda waspadai, antara lain:

  • Mengalami nyeri panggul kronis.
  • Mengalami ketidakteraturan siklus menstruasi.
  • Mengalami gangguan kesuburan, bahkan sulit hamil.
  • Merasa sakit ketika berhubungan seksual.
  • Muncul rasa nyeri panggul atau kram parah yang tajam saat menstruasi.
  • Terjadi menstruasi abnormal. Contohnya, pendarahan yang terjadi tergolong parah (sangat banyak) atau berlangsung lama.
  • Merasa nyeri saat perut bagian bawah mengalami tekanan. Rasanya juga penuh dan berat. Ini dapat menjadi salah satu tanda rahim membesar.

Perlukah ke dr. Obgyn? Ini Rekomendasi Terbaiknya

Apabila Anda mengalami gejala-gejala di atas, ada baiknya Anda segera mengunjungi dan berkonsultasi dengan dokter obgyn untuk diagnosis serta penanganan yang tepat.

Sebab, makin cepat kondisi ini ditangani, makin baik pula pengontrolan gejala-gejalanya. Dengan begitu, Anda dapat menghindari berbagai komplikasi atau gangguan kesehatan lain yang tak diinginkan.

Nah, salah satu rekomendasi fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan dokter obgyn berkualitas adalah KMC alias Klinik Mutiara Cikutra. Ini merupakan klinik kesehatan yang telah terdaftar resmi dan memiliki izin Kementerian Kesehatan.

Klinik Mutiara Cikutra didukung oleh dokter obgyn profesional yang semuanya adalah perempuan. Karena itu, klinik ini sangat cocok bagi Anda yang memprioritaskan pemeriksaan nyaman oleh sesama perempuan.

Jika tertarik, Anda bisa langsung berkunjung ke Klinik Mutiara Cikutra. Sebagai informasi, klinik utama KMC berlokasi di Bandung dan cabang-cabangnya tersebar di beberapa wilayah Indonesia. Yuk, jadwalkan kunjungan Anda sekarang juga!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Lindungi Anak Sejak Dini, Ketahui Jenis Imunisasi Wajib Ini

Lindungi Anak Sejak Dini, Ketahui Jenis Imunisasi Wajib Ini

Lindungi Anak Sejak Dini, Ketahui Jenis Imunisasi Wajib Ini

 

Langkah terbaik dari orang tua untuk melindungi anak dari berbagai macam penyakit berbahaya adalah dengan memberikan imunisasi wajib.

Oleh karena itu, mengetahui serta memahami jenis-jenisnya sangat dianjurkan agar Anda bisa memberikan perlindungan maksimal untuk buah hati kesayangan sejak dini, baik dari penyakit polio, campak, tetanus, maupun gangguan kesehatan serius lainnya.

Jenis-Jenis Imunisasi Wajib untuk Anak

imunisasi anak
Sumber Envanto

Imunisasi adalah upaya untuk memperkuat atau meningkatkan sistem imun/kekebalan melalui vaksin agar tubuh dapat menangkal berbagai penyakit berbahaya. Kalaupun suatu hari terjangkit penyakit tertentu, setidaknya efeknya tidak akan parah alias kemungkinan besar hanya berupa sakit ringan.

Lantas, apa itu imunisasi wajib? Sesuai namanya, ini adalah jenis imunisasi yang bersifat wajib alias harus diberikan kepada anak sebelum mereka genap berusia satu tahun.

Adapun istilah ini sebenarnya merujuk pada program pemerintah, yaitu program pemberian beberapa jenis vaksin dengan dosis lengkap secara gratis untuk anak-anak. Di Indonesia sendiri, ada 5 jenis imunisasi yang wajib diperoleh anak—yang pemberiannya perlu mengikuti jadwal IDAI agar hasilnya efektif.

Apa saja kira-kira? Berikut detailnya:

Imunisasi Polio

Ini adalah imunisasi yang berfungsi untuk melindungi anak dari risiko tertular infeksi virus polio. Seperti diketahui, polio merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh adanya infeksi virus pada sistem saraf otak dan sistem saraf sumsum tulang belakang.

Penyakit ini terbilang serius, karena pada kasus yang parah dapat menyebabkan gangguan-gangguan lain. Mulai dari sesak napas, meningitis, kelumpuhan, bahkan hingga kematian.

Nah, untuk imunisasi polio, anak akan diberikan vaksin dalam bentuk tetes atau oral sebanyak empat kali, yaitu pada saat bayi baru lahir serta saat bayi berusia 2, 3, dan 4 bulan. Sementara itu, vaksin polio suntik atau IPV diberikan satu kali pada usia 4 bulan untuk menyempurnakan kekebalan.

Imunisasi BCG

Ini adalah jenis imunisasi yang bertujuan untuk melindungi tubuh anak dari kuman penyebab TBC alias penyakit tuberkulosis, dan bisa diberikan segera setelah bayi lahir dengan metode suntik di lengan kanan atas.

Imunisasi Hepatitis B

Seperti namanya, ini merupakan jenis imunisasi untuk melindungi tubuh dari penyakit hepatitis B, yaitu infeksi hati karena serangan virus hepatitis B (HBV) yang dapat berujung pada kerusakan hati, kanker hati, gagal hati, dan lain-lain.

Imunisasi Hepatitis B ini diberikan sebanyak lima kali, yaitu sesaat setelah bayi lahir, lalu dosis selanjutnya berturut-turut pada usia 2, 3, 4, dan 18 bulan melalui suntikan di bagian otot paha.

Imunisasi DPT-HB-HiB

Ini adalah jenis imunisasi yang kegunaannya cukup banyak karena dapat melindungi tubuh dan mencegah anak terjangkit enam penyakit sekaligus. Adapun keenam penyakit tersebut meliputi tetanus, difteri, pneumonia, meningitis, hepatitis B, dan batuk rejan.

Metode pemberian imunisasi ini juga melalui suntikan vaksin di otot paha anak, yang diberikan secara berturut-turut pada usia 2, 3, 4, dan 18 bulan.

Imunisasi Campak Rubella

Ini merupakan imunisasi wajib yang diberikan kepada anak sebagai upaya pencegahan penyakit campak dan rubella. Kuantitas pemberiannya adalah tiga kali melalui suntikan di lengan atas pada saat anak menginjak usia 9 bulan, 18 bulan, dan 5 tahun.

Rekomendasi Tempat Imunisasi Berkualitas untuk Anak

imunisasi anak

Sebenarnya, imunisasi dapat dilakukan di berbagai fasilitas layanan kesehatan, seperti rumah sakit, klinik, puskesmas, hingga posyandu. Namun, tak dimungkiri bahwa vaksin yang tersedia di rumah sakit maupun klinik umumnya lebih lengkap dari imunisasi dasar yang biasanya ada di puskesmas atau posyandu.

Anda juga bisa mempertimbangkan untuk melakukannya di klinik kesehatan berkualitas seperti Klinik Mutiara Cikutra (KMC).

Klinik Mutiara Cikutra merupakan klinik kesehatan yang menyediakan berbagai layanan kesehatan, termasuk salah satunya imunisasi. Di klinik ini tersedia pilihan imunisasi yang super lengkap, mulai dari imunisasi wajib program pemerintah hingga imunisasi tambahan tertentu.

Didukung oleh tenaga medis profesional, pelayanan seramah keluarga, dan tempat yang senyaman rumah sendiri, Klinik Mutiara Cikutra dipastikan bisa menjadi solusi tepat untuk imunisasi berkualitas si kecil.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, jadwalkan kunjungan Anda ke KMC sekarang juga!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

https://www.alodokter.com/daftar-imunisasi-wajib-yang-harus-didapat-si-kecil

Jangan Abaikan! Ini Bahaya Gigi Berlubang, Segera Periksakan ke Dokter Gigi

Jangan Abaikan! Ini Bahaya Gigi Berlubang, Segera Periksakan ke Dokter Gigi

Jangan Abaikan! Ini Bahaya Gigi Berlubang, Segera Periksakan ke Dokter Gigi

 

Tak hanya tubuh yang perlu dirawat, kesehatan gigi dan mulut juga sama pentingnya. Seperti diketahui, ada cukup banyak permasalahan gigi dan mulut yang bisa dialami oleh seseorang. Salah satunya adalah gigi berlubang.

Sering disepelekan karena dianggap persoalan biasa, nyatanya gigi berlubang bisa berkembang menjadi gangguan serius jika Anda mengabaikannya begitu saja tanpa penanganan yang tepat.

Oleh karena itu, jika Anda memiliki gigi berlubang, apalagi jika jumlahnya lebih dari satu, segera ambil langkah bijak dengan memeriksakan diri ke dokter gigi.

periksa gigi
Sumber : Envanto

Gigi Berlubang, Definisi dan Penyebabnya

Gigi berlubang adalah kondisi ketika struktur gigi mengalami kerusakan karena lapisan terluar gigi (enamel) terkikis, sehingga menyebabkan terbentuknya lubang (karies) di permukaan gigi.

Awal mula seseorang bisa mengalami kondisi ini, yaitu ketika plak dari berbagai sisa makanan yang mengandung gula dan pati menempel pada gigi. Tanpa disadari, lama-kelamaan asam yang dihasilkan plak pun mengikis enamel gigi secara perlahan sehingga akhirnya menjadi berlubang.

Jadi, dapat dikatakan bahwa penyebab gigi berlubang adalah proses demineralisasi yang disebabkan oleh asam dari bakteri di dalam mulut. Ini bisa terjadi karena adanya penumpukan bakteri dari hasil mengonsumsi makanan dan minuman manis.

Pasalnya, bakteri dalam plak di mulut dapat mengubah gula dari makanan atau minuman menjadi asam. Asam inilah yang kemudian mengikis permukaan terluar gigi secara perlahan, bahkan bisa menembus dentin hingga saraf.

Selain penyebab utama di atas, terdapat pula sejumlah faktor lain yang dapat membuat seseorang berisiko lebih tinggi untuk mengalami gigi berlubang. Apa saja? Berikut beberapa di antaranya:

  • Keseringan mengonsumsi makanan dan minuman manis, seperti permen, es krim, kue, soda, dan lain-lain.
  • Kurang menjaga kebersihan gigi dan mulut alias malas menyikat gigi, utamanya setelah makan.
  • Faktor usia. Semakin lanjut usia, semakin menipis pula enamel gigi dengan sendirinya.
  • Pasta gigi atau obat kumur yang digunakan sehari-hari tidak mengandung fluoride.
  • Menderita penyakit asam lambung (GERD) dan mulut kering.

Bahaya Gigi Berlubang

Meski tampak cukup sepele, gigi berlubang sebenarnya sangat berbahaya. Dalam kondisi yang parah, gigi berlubang dapat memicu timbulnya sakit gigi berupa rasa nyeri yang tak tertahankan. Bahkan dalam sejumlah kasus, gigi berlubang juga bisa berujung dengan tanggalnya gigi.

Selain itu, gigi berlubang yang mengalami infeksi pun bisa menimbulkan gangguan kesehatan serius karena dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya hingga akhirnya mengakibatkan komplikasi.

Berikut beberapa bahaya komplikasi yang dapat timbul akibat gigi yang berlubang:

  • Abses gigi, yaitu kondisi terbentuknya kantong nanah dalam gigi dan gusi lantaran adanya infeksi bakteri.
  • Endokarditis, yaitu infeksi serius pada dinding dan katup jantung yang bisa disebabkan oleh bakteri dari gigi berlubang.
  • Sinusitis, selain virus dan kuman, penyakit ini juga bisa muncul karena infeksi bakteri pada gigi yang menyebar ke dinding rongga sinus.
  • Sakit gigi, mulai dari yang ringan hingga yang tingkatannya parah sehingga membutuhkan penanganan serius oleh dokter gigi.
  • Berbagai penyakit gusi, seperti gusi bengkak, gusi yang memerah, hingga gusi berdarah. Adapun salah satu penyakit gusi yang berkaitan erat dengan gigi berlubang adalah periodontitis. Ini adalah peradangan/infeksi gusi pada jaringan penyangga gigi (gusi dan tulang di sekitar gigi).

Rekomendasi Dokter Gigi Berkualitas untuk Atasi Gigi Berlubang

Gigi
Sumber : Envanto

Agar Anda terhindar dari berbagai permasalahan kesehatan gigi dan mulut, jangan sampai Anda menyepelekan gigi yang berlubang. Jika Anda memiliki gigi berlubang yang cukup sering menimbulkan rasa sakit/nyeri dan gangguan-gangguan lainnya, maka sudah saatnya Anda periksa ke dokter gigi.

Nah, salah satu fasilitas kesehatan yang menawarkan layanan dokter gigi berkualitas dan cocok untuk mengatasi permasalahan gigi berlubang Anda adalah KMC alias Klinik Mutiara Cikutra.

Ini adalah klinik kesehatan yang telah terdaftar dan berizin resmi dari Kementerian Kesehatan. Jadi, Anda tidak perlu khawatir akan kualitasnya. Sebab, Klinik Mutiara Cikutra menyediakan layanan poli gigi yang didukung oleh dokter spesialis gigi profesional, ahli, dan berpengalaman di bidangnya.

Menariknya lagi, klinik ini tak hanya menyediakan layanan dokter gigi untuk orang dewasa, melainkan juga anak-anak. Jadi, Anda dan buah hati kesayangan bisa bersama-sama melakukan pemeriksaan gigi secara rutin.

Tertarik mencoba? Yuk, kunjungi KMC sekarang juga!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Abrasi Gigi, Ini Ciri-Ciri dan Penanganannya, Perlukah ke Dokter Gigi?

Abrasi Gigi, Ini Ciri-Ciri dan Penanganannya, Perlukah ke Dokter Gigi?

Abrasi Gigi, Ini Ciri-Ciri dan Penanganannya, Perlukah ke Dokter Gigi?

 

Secara umum, tubuh memerlukan perawatan teratur yang bisa dilakukan secara berkala, termasuk perawatan gigi. Sebab, tak dimungkiri bahwa ada banyak gangguan atau masalah kesehatan yang dapat menyerang gigi. Salah satunya yaitu abrasi gigi.

Lantas, apa yang dimaksud dengan abrasi gigi? Apa penyebabnya? Seperti apa ciri-cirinya dan bagaimana cara penanganannya? Apakah bisa ditangani secara mandiri atau harus ke dokter gigi?

Untuk mengetahui semua jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas, Anda bisa menyimak artikel ini hingga tuntas. Berikut berbagai informasi menarik terkait abrasi gigi, mulai dari definisi, penyebab, ciri-ciri, cara penanganan, hingga rekomendasi dokter gigi berkualitas. Yuk, simak!

Mengenal Abrasi Gigi

bedah mulut
Sumber : Envanto

Abrasi gigi tidak disebabkan oleh proses karies maupun maupun erosi kimia, melainkan gesekan mekanis yang berlebihan dan secara terus-menerus, sehingga mengakibatkan hilangnya struktur gigi.

Jadi, dapat dikatakan bahwa abrasi gigi adalah kerusakan berupa pengikisan email alias lapisan luar gigi akibat adanya gesekan fisik yang berlebihan dengan benda keras. Bukan lantaran proses kimia seperti erosi ataupun infeksi seperti karies/gigi berlubang.

Umumnya, abrasi gigi terjadi di sekitaran area servikal gigi, tepatnya di bagian dekat gusi—dan terjadi karena cara menyikat gigi yang tidak tepat ataupun penggunaan alat bantu gigi yang tidak sesuai.

Ketika abrasi gigi terjadi, lapisan dentin akan terbuka sehingga Anda akan merasakan ketidaknyamanan hingga rasa sensitif pada gigi.

Ciri-Ciri Abrasi Gigi

Gigi Anak
Sumber : Envanto

Tahukah Anda? Seringnya, abrasi gigi terjadi tanpa disadari. Ini karena perkembangannya yang memang cenderung pelan dan perlahan. Namun, setidaknya ada beberapa ciri-ciri abrasi gigi yang dapat Anda perhatikan, antara lain:

  • Gusi tampak turun di sekitar area yang mengalami abrasi.
  • Saat diraba dengan lidah, Anda bisa merasakan tepi gigi yang tajam.
  • Jika abrasi telah menjangkau lapisan dalam, maka akan ada bercak gelap pada gigi.
  • Sisa-sisa makanan sering tersangkut di bagian cekungan gigi yang mengalami abrasi.
  • Terjadinya perubahan bentuk gigi, khususnya pada gigi yang berada di area dekat gusi. Ciri gigi yang abrasi biasanya akan menunjukkan cekungan tajam atau lekukan berbentuk “V”.
  • Gigi menjadi lebih sensitif, baik terhadap makanan/minuman yang dingin, panas, ataupun asam. Biasanya sensasi nyeri atau rasa ngilu akan muncul ketika Anda mengonsumsi makanan/minuman tertentu.
  • Terjadinya perubahan pada warna gigi menjadi lebih kuning dan mengilap dibanding gigi-gigi lainnya. Ini karena enamel yang terkikis akan membuat lapisan dentin yang berwarna kuning lebih terlihat.

Penanganan Abrasi Gigi, Perlukah ke Dokter Gigi?

Penanganan abrasi gigi umumnya disesuaikan dengan kondisi ataupun tingkat keparahannya. Jika abrasi masih tergolong ringan, maka Anda cukup mengubah kebiasaan menyikat gigi dan menggunakan pasta gigi khusus, misalnya pasta gigi untuk gigi sensitif. Hal ini setidaknya dapat membantu mengurangi gejalanya.

Selain itu, Anda juga bisa mempertimbangkan untuk menggunakan sikat gigi dengan bulu yang lembut dan mempelajari cara menyikat gigi yang benar. Sebagai tambahan, sebaiknya Anda pun menghindari kebiasaan menggigit benda keras, termasuk kebiasaan membuka benda dengan gigi secara langsung.

Namun, apabila kondisi abrasi gigi sudah termasuk parah, maka Anda perlu mendapat tindakan medis oleh dokter gigi. Adapun untuk penanganan medisnya, biasanya seperti berikut:

  • Penambalan gigi.
  • Restorasi komposit resin.
  • Penerapan fluoride topikal.
  • Perawatan saluran akar—jika memang abrasi gigi sudah sangat dalam.

Nah, salah satu fasilitas kesehatan terbaik di Indonesia yang menawarkan layanan pemeriksaan gigi oleh dokter gigi berkualitas adalah KMC alias Klinik Mutiara Cikutra.

Klinik Mutiara Cikutra merupakan klinik kesehatan berkualitas yang telah terdaftar resmi dan memiliki izin Kementerian Kesehatan, sehingga kualitas serta pelayanannya sudah pasti terjamin.

Khusus untuk pemeriksaan berbagai masalah kesehatan yang menyangkut gigi, di Klinik Mutiara Cikutra tersedia beberapa layanan praktik, yaitu:

  • Dokter gigi.
  • Dokter spesialis gigi anak.
  • Dokter spesialis bedah mulut.

Bagaimana? Sangat lengkap, bukan? Terlebih, selain dokter gigi berkualitas, KMC juga menawarkan suasana menyenangkan, tempat yang senyaman rumah sendiri, serta pelayanan yang seramah keluarga. Sangat cocok bagi Anda yang memprioritaskan kenyamanan sekaligus keamanan.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, jadwalkan kunjungan Anda bersama keluarga tercinta ke KMC dan dapatkan pengalaman pemeriksaan gigi terbaik!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/