Klinik Mutiara Cikutra

Gigi Anak Rusak? Ini Penyebab, Tips Perawatan, dan Rekomendasi Dokter Gigi Anak Terbaik

Gigi Anak Rusak? Ini Penyebab, Tips Perawatan, dan Rekomendasi Dokter Gigi Anak Terbaik

Gigi Anak Rusak? Ini Penyebab, Tips Perawatan, dan Rekomendasi Dokter Gigi Anak Terbaik

Gigi Anak
Sumber : Envanto

Masa kanak-kanak merupakan momen pertumbuhan dan perkembangan terbaik bagi si kecil. Namun, di masa ini jugalah biasanya muncul beberapa masalah kesehatan, termasuk yang berkaitan dengan gigi seperti gigi rusak.

Hal ini sering kali membuat orang tua khawatir dan bingung harus melakukan apa jika mengalami situasi tersebut. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui seputar informasi mengenai gigi rusak pada anak.

Mulai dari penyebab gigi anak rusak, tips perawatannya, hingga rekomendasi dokter gigi anak terbaik dengan jarak terdekat dari lokasi Anda. Penasaran? Yuk, simak informasi lengkapnya dalam artikel berikut!

Penyebab Gigi Anak Rusak

gigi anak
Sumber : Envanto

Sejatinya, ada banyak hal yang dapat menyebabkan rusaknya gigi anak. Kerusakan gigi tersebut pun bisa sangat beragam. Mulai dari gigi patah, berlubang, gigi maju, dan lain-lain. Nah, secara umum, berikut beberapa penyebab gigi anak rusak:

Kebiasaan Mengisap Jempol

Bagi bayi dan balita, mengisap jempol merupakan kebiasaan yang terbilang wajar. Namun, jika hingga usia 5 tahun ke atas kebiasaan ini tetap berlanjut, maka gigi anak kemungkinan akan rusak. Tepatnya, gigi bagian atas berpotensi keluar jalur sehingga anak pun akan sulit menggigit dan mengunyah.

Kebiasaan Menggunakan Dot

Sama halnya dengan mengisap jempol, kebiasaan menggunakan dot juga bisa membuat gigi anak keluar dari jalur yang seharusnya alias gigi maju (tonggos). Selain itu, dot identik dengan susu, sehingga kebiasaan meminum susu dengan dot menjadi dua kali lipat lebih berisiko membuat gigi rusak.

Pasalnya, air susu yang mengendap terlalu lama di sekitar gigi akan membuat gigi rentan terhadap asam maupun bakteri.

Sisa Makanan yang Menumpuk

Sisa-sisa makanan yang menumpuk dalam mulut juga dapat berkembang menjadi sarang bakteri dan berpotensi membuat anak mengalami karies alias gigi berlubang. Selain itu, tumpukan plak hasil dari sisa makanan, bakteri, dan air liur juga bisa memicu terjadinya gingivitis.

Terjatuh atau Mengalami Insiden Tertentu

Kebanyakan anak-anak sangat aktif bergerak. Hal ini membuat mereka lebih berisiko terjatuh atau mengalami kecelakaan/insiden yang dapat membuat gigi patah, retak, atau bahkan tanggal sebelum waktunya.

Terlalu Banyak Mengonsumsi Makanan/Minuman Manis

Terlalu banyak mengonsumsi makanan atau minuman manis, seperti cokelat, permen, kue, minuman dengan kandungan gula tinggi, dan lain sejenisnya juga membuat gigi anak lebih rentan mengalami kerusakan seperti gigi berlubang.

Tips Perawatan agar Gigi Anak Tidak Rusak

gigi anak
Sumber : Envanto

Agar gigi anak tidak mengalami kerusakan, sudah seharusnya Anda sebagai orang tua bijak memandu mereka untuk senantiasa merawat kesehatan gigi dan mulut. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan:

  • Biarkan anak menggunakan pasta gigi ber-fluoride ketika usia mereka menginjak 3 tahun. Berikan sesuai anjuran, jangan berlebihan dan jangan sampai anak menelan pasta gigi saat menyikat gigi.
  • Ajarkan anak untuk menyikat gigi secara teratur, setidaknya dua kali sehari—pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur.
  • Batasi makanan dan minuman manis untuk anak. Hindari juga membiarkan anak minum susu dengan dot sambil tidur dalam waktu lama.
  • Rutin mengunjungi dokter gigi anak untuk pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut secara berkala, setidaknya enam bulan sekali.

Rekomendasi Dokter Gigi Anak Terbaik

Jika Anda ingin memberikan pengalaman pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut terbaik untuk Anak, Anda bisa mempertimbangkan Klinik Mutiara Cikutra (KMC).

Klinik Mutiara Cikutra merupakan fasilitas kesehatan resmi berizin Kementerian Kesehatan. Di sini tersedia berbagai jenis layanan, termasuk layanan dokter gigi anak yang berkualitas.

Selain didukung oleh dokter gigi anak profesional dan berpengalaman di bidangnya, Klinik Mutiara Cikutra juga menawarkan tempat senyaman rumah sendiri serta pelayanan yang seramah keluarga. Sangat cocok bagi Anda yang mengutamakan kualitas, keamanan, sekaligus kenyamanan bagi buah hati.

Terlebih, Klinik Mutiara Cikutra juga hadir dengan berbagai cabang yang terletak di sejumlah wilayah di Indonesia. Jadi, Anda bisa mengunjungi cabang terdekat yang mudah dijangkau dari lokasi Anda.

Nah, bagi Anda yang tertarik, yuk, segera jadwalkan kunjungan Anda bersama si kecil kesayangan ke dokter gigi anak berkualitas KMC dan dapatkan pengalaman pemeriksaan terbaik!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Imunisasi Kejar, Solusi Tepat Jadwal Vaksinasi yang Terlewat! Yuk, Konsultasi ke Dokter Anak Bandung!

Imunisasi Kejar, Solusi Tepat Jadwal Vaksinasi yang Terlewat! Yuk, Konsultasi ke Dokter Anak Bandung!

Imunisasi Kejar, Solusi Tepat Jadwal Vaksinasi yang Terlewat! Yuk, Konsultasi ke Dokter Anak Bandung!

konsultasi anak
Sumber : Envanto

Imunisasi merupakan salah satu upaya efektif yang dapat dilakukan orang tua untuk melindungi buah hati dari berbagai risiko penyakit berbahaya. Namun, ada kalanya jadwal imunisasi anak justru terlewat atau harus tertunda karena berbagai alasan, seperti kesibukan, sakit, dan lain-lain.

Padahal, imunisasi yang lengkap dan tepat waktu alias sesuai jadwal sangatlah penting agar anak bisa terlindungi secara maksimal dari berbagai penyakit menular. Oleh karena itu, jika Anda sedang berada dalam posisi ini, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapat solusi jitu seperti “imunisasi kejar”.

Nah, bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya, Anda bisa mengunjungi dokter anak Bandung tepercaya seperti yang direkomendasikan di akhir artikel. Baca sampai selesai, ya.

Mengapa Jadwal Imunisasi Harus Sesuai?

imunisasi
Sumber : Envanto

Imunisasi adalah proses pemberian vaksin ke dalam tubuh. Tujuannya untuk merangsang sistem kekebalan agar tubuh dapat membentuk perlindungan yang efektif terhadap penyakit-penyakit tertentu.

Adapun untuk pemberiannya, imunisasi memiliki jadwal yang umumnya disesuaikan dengan usia anak. Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa jadwal imunisasi harus Anda ikuti sesuai anjuran.

Mengapa demikian? Sebab, pada dasarnya setiap vaksin memang dirancang untuk diberikan pada usia tertentu ketika sistem kekebalan tubuh anak dianggap siap merespons pemberian vaksin secara optimal.

Dengan memberikan vaksin yang sesuai jadwal, anak bisa membentuk perlindungan sejak dini terhadap berbagai jenis penyakit berbahaya. Misalnya seperti polio, campak, hepatitis, dan lain-lain.

Apabila pemberian imunisasi tidak lengkap, maka efektivitas perlindungannya pun tentu bisa menurun. Hal ini dapat membuat anak menjadi jauh lebih rentan terjangkit berbagai penyakit yang padahal sebenarnya bisa dicegah

Selain itu, memastikan buah hati mengikuti imunisasi sesuai jadwal juga dapat membantu menciptakan herd immunity (kekebalan kelompok). Hal ini penting untuk melindungi anak-anak lain yang mungkin belum bisa divaksin karena alasan tertentu.

Dengan kata lain, kepatuhan terhadap jadwal imunisasi tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan individu, tetapi juga untuk kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Mengenal Imunisasi Kejar

konsul dokter anak
Sumber : Envanto

Memberikan imunisasi kepada anak sesuai anjuran jadwal memang baik. Namun, tak dimungkiri bahwa ada sejumlah alasan yang terkadang membuat pemberian imunisasi menjadi terhambat hingga bahkan terlewat dan berujung tidak lengkap.

Kendati demikian, Anda tidak perlu khawatir. Sebab, jika terlambat, Anda tetap bisa membuat jadwal imunisasi yang baru dengan dokter, misalnya melalui “imunisasi kejar”. Apa itu?

Imunisasi kejar adalah istilah untuk imunisasi yang diberikan kepada anak yang terlambat menerima vaksin atau mungkin belum menerima vaksin tertentu. Ini merupakan solusi untuk mengejar ketertinggalan jadwal imunisasi rutin yang sebelumnya terlewat, baik sebagian maupun seluruhnya.

Imunisasi kejar bisa dilakukan bersamaan dengan pemberian vaksin lain atau imunisasi rutin. Dalam artian, anak bisa menerima lebih dari satu suntikan vaksin dalam satu kunjungan. Namun, vaksin bisa juga diberikan secara terpisah alias dalam kunjungan berikutnya, tergantung dari rekomendasi ataupun arahan dokter.

Dengan imunisasi kejar, anak tetap bisa memperoleh imunisasi yang lengkap, meski sebelumnya mereka sempat tertinggal karena alasan-alasan tertentu. Nah, sebagai orang tua bijak, perlu Anda pahami bahwa pemberian imunisasi dengan dosis lengkap sangatlah penting untuk anak.

Sebab, imunisasi yang lengkap dapat membuat tubuh anak mencapai sistem kekebalan yang optimal agar tidak mudah terjangkit penyakit. Kalaupun suatu hari tetap terserang penyakit tertentu, maka setidaknya risiko bahayanya akan jauh lebih minim.

Rekomendasi Dokter Anak Bandung dengan Layanan Imunisasi Berkualitas

Berkonsultasi dengan dokter saat anak melewatkan jadwal imunisasi merupakan langkah tepat yang bisa Anda ambil ketika mengalami keadaan tertentu. Nah, khusus bagi Anda warga Kota Kembang dan sekitarnya, jangan lupa untuk memilih dokter anak Bandung terbaik untuk menangani permasalahan ini.

Adapun salah satu rekomendasi fasilitas kesehatan yang menawarkan layanan dokter anak Bandung dengan kualitas terbaik adalah KMC alias Klinik Mutiara Cikutra yang telah berizin resmi Kementerian Kesehatan.

Di klinik ini, tersedia berbagai jenis layanan kesehatan, termasuk layanan dokter anak Bandung profesional yang bersertifikat, ramah anak, dan berpengalaman di bidangnya. Jadi, soal kualitas, Anda tidak perlu khawatir.

Jika tertarik, Anda bisa langsung datang berkunjung ke klinik utama Mutiara Cikutra yang beralamat di Jl. Cikutra No. 115 Blok A-B, Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat.

Yuk, jadwalkan kunjungan Anda segera!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Mengenal TSH Neonatus dan Pentingnya Pemeriksaan Ini untuk Anak Sejak Dini

Mengenal TSH Neonatus dan Pentingnya Pemeriksaan Ini untuk Anak Sejak Dini

Mengenal TSH Neonatus dan Pentingnya Pemeriksaan Ini untuk Anak Sejak Dini

Berat Badan Anak
Sumber : Envanto

Setiap anak berhak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal sejak awal kehidupan mereka alias sejak mereka dilahirkan ke dunia. Adapun salah satu upaya dalam mendukung hal ini adalah dengan melakukan pemeriksaan kesehatan sedini mungkin.

Nah, di antara berbagai jenis pemeriksaan awal untuk bayi baru lahir, terdapat beberapa skrining khusus yang bertujuan mendeteksi kondisi-kondisi medis tertentu. Salah satunya, yaitu pemeriksaan TSH Neonatus.

Lantas, apa itu pemeriksaan TSH Neonatus? Mengapa penting dilakukan sejak bayi baru lahir? Kapan bisa dilakukan? Apa saja manfaatnya untuk pertumbuhan anak? Berikut penjelasannya, lengkap informasi mengenai rekomendasi tempat terbaik untuk melakukannya. Yuk, simak!

TSH Neonatus, Mengapa Penting Dilakukan Sejak Bayi Baru Lahir?

persalinan
Sumber : Envanto

TSH merupakan singkatan dari Thyroid Stimulating Hormone, sedangkan TSH Neonatus berarti pemeriksaan kadar hormon TSH yang dilakukan pada bayi yang baru lahir.

Ini adalah pemeriksaan skrining yang efektif untuk menilai fungsi kelenjar tiroid pada bayi baru lahir. Khususnya dalam mendeteksi hipotiroid kongenital, yaitu kelainan akibat kekurangan hormon tiroid sejak dalam kandungan. Dengan kata lain, ini merupakan kondisi menurunnya atau tidak berfungsinya kelenjar tiroid sejak bayi baru dilahirkan.

Dengan melakukan TSH Neonatus, Anda dapat mendeteksi kemungkinan adanya hipotiroid kongenital sejak dini pada bayi yang baru lahir. Meski kondisi ini tidak selalu menunjukkan gejala langsung, tetapi sebenarnya kelainan hipotiroid kongenital bisa memberikan dampak yang serius terhadap tumbuh kembang anak ke depannya.

Terlebih, kelainan hipotiroid kongenital juga dapat membuat anak mengalami gangguan intelektual. Oleh karena itu, pemeriksaan TSH Neonatus menjadi sangat penting dilakukan sejak bayi baru lahir guna mencegah berbagai gangguan pertumbuhan pada anak di masa mendatang.

Semakin cepat kelainan ditemukan, semakin besar pula peluang bayi untuk tumbuh dan berkembang menjadi anak yang sehat dengan penanganan yang tepat nan akurat.

Manfaat Deteksi Dini Melalui Pemeriksaan TSH Neonatus

periksa dokter anak
Sumber : Envanto

Deteksi dini melalui pemeriksaan TSH Neonatus memiliki manfaat yang sangat penting bagi kesehatan dan perkembangan bayi agar mereka dapat tumbuh menjadi anak yang sehat.

Untuk lebih detailnya, berikut beberapa manfaat deteksi dini melalui pemeriksaan TSH Neonatus:

  • Membantu mendeteksi hipotiroid kongenital sebelum terlambat, bahkan sebelum gejalanya muncul.
  • Membantu menurunkan risiko gangguan pertumbuhan fisik, seperti pertumbuhan tubuh yang lambat.
  • Membantu mencegah terjadinya disabilitas intelektual yang bisa berdampak pada kualitas hidup anak.
  • Mencegah keterlambatan perkembangan otak dan mental yang bisa bersifat permanen jika tidak ditangani dengan tepat.
  • Memungkinkan pemberian terapi hormon tiroid sedini mungkin, sehingga anak tetap dapat tumbuh dan berkembang secara normal.
  • Meningkatkan keberhasilan pengobatan, karena penanganan yang lebih awal biasanya akan jauh lebih efektif dibanding penanganan yang terlambat.
  • Bisa menjadi langkah pencegahan jangka panjang. Sebab, dapat membantu tenaga medis dan orang tua dalam pemantauan kesehatan jangka panjang anak secara lebih terarah.

Deteksi dini merupakan langkah krusial dalam memastikan bayi memiliki peluang terbaik untuk tumbuh sehat dan berkembang secara optimal. Selain itu, pemeriksaan ini juga bisa menjadi langkah preventif yang sederhana, tetapi sangat signifikan dalam menjamin kualitas hidup buah hati di masa depan.

Kapan dan di Mana Pemeriksaan TSH Neonatus Bisa Dilakukan?

Pemeriksaan TSH Neonatus dapat dilakukan pada bayi dengan usia mulai dari 0-28 hari. Namun, kebanyakan pemeriksaan TSH Neonatus dilakukan pada minggu pertama sejak bayi dilahirkan dan biasanya dibarengi dengan tes penyaringan metabolik lainnya.

Kendati demikian, sebagaimana dilansir dari Journal of Clinical Research in Pediatric Endocrinology, pemeriksaan TSH Neonatus idealnya dilakukan ketika  bayi berusia 3-5 hari. Hal ini untuk meminimalkan nilai TSH tinggi positif palsu karena lonjakan TSH neonatal.

Nah, untuk mendapatkan pengalaman pemeriksaan terbaik, Anda bisa mengandalkan KMC alias Klinik Mutiara Cikutra, yang merupakan klinik kesehatan berizin resmi Kementerian Kesehatan.

Di sini tersedia berbagai jenis layanan kesehatan, termasuk layanan kesehatan ibu yang meliputi pemeriksaan dan penanganan selama masa kehamilan, saat persalinan, maupun pascapersalinan.

Menariknya, layanan persalinan di Klinik Mutiara Cikutra juga ada yang sudah termasuk dengan layanan pemeriksaan TSH Neonatus. Sangat cocok bagi Anda yang menginginkan pemeriksaan lengkap sekaligus untuk buah hati kesayangan.

Jadi, yuk, jadwalkan kunjungan Anda ke KMC sekarang juga!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Perawatan Fluoride pada Gigi Anak, Mengapa Penting?

Perawatan Fluoride pada Gigi Anak, Mengapa Penting?

Perawatan Fluoride pada Gigi Anak, Mengapa Penting?

gigi anak
Sumber : Envanto

Merawat kesehatan mulut, termasuk gigi dan gusi, sangat penting dilakukan sejak dini. Nah, kini, banyak orang tua menyadari pentingnya melakukan perawatan fluoride pada gigi bagi si kecil. Terlebih lagi, para dokter gigi pun merekomendasikan perawatan fluoride untuk gigi anak. Fluoride sendiri merupakan salah satu topik perawatan yang kerap muncul dalam konsultasi, terutama terkait upaya pencegahan gigi berlubang.

Namun, tak dimungkiri bahwa masih banyak orang tua yang tidak memahami seberapa penting sebenarnya perawatan ini untuk gigi anak. Oleh karena itu, yuk, simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut!

Mengenal Fluoride dan Manfaatnya untuk Gigi

gigi anak
Sumber : Envanto

Fluoride adalah mineral alami yang umumnya banyak ditemukan pada makanan, air putih, dan bahkan dalam tubuh manusia. Ini merupakan zat yang secara umum dikenal memiliki manfaat yang sangat baik untuk kesehatan gigi.

Jadi, jangan heran jika Anda melihat banyak merek pasta gigi maupun obat kumur yang menonjolkan kandungan fluoride di dalamnya. Sebab, fluoride memang telah terbukti secara ilmiah sebagai bahan aktif yang sangat penting dalam perawatan kesehatan gigi sehari-hari.

Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa manfaat fluoride untuk kesehatan mulut:

  • Dapat memperkuat enamel gigi.
  • Dapat membantu menjaga kesehatan gusi.
  • Dapat membantu proses remineralisasi gigi.
  • Dapat membunuh bakteri berbahaya penyebab plak gigi.
  • Dapat mencegah hilangnya mineral dari lapisan terluar gigi.
  • Dapat membantu mencegah gigi keropos dan karies gigi (gigi berlubang).
  • Dapat membantu menurunkan tingkat kelarutan enamel gigi dalam suasana asam.

Perawatan Fluoride pada Gigi Anak

Untuk perawatan pencegahan gigi berlubang pada anak, dokter gigi biasanya menyarankan fluoride treatment alias perawatan fluoride. Sesuai namanya, ini adalah perawatan gigi yang memanfaatkan penggunaan fluoride.

Prosedur pengerjaan perawatan fluoride dimulai dengan pembersihan gigi anak terlebih dahulu. Setelah itu, gigi dikeringkan menggunakan semprotan udara. Jika sudah, barulah lanjut ke proses pengolesan fluoride berbentuk gel ke lapisan terluar gigi (permukaan gigi).

Kandungan fluoride dalam treatment ini biasanya lebih tinggi dibandingkan yang terkandung dalam pasta gigi anak sehari-hari. Jadi, untuk hasil terbaik, Anda bisa rutin menerapkan perawatan fluoride pada gigi anak sebanyak dua kali setahun sampai mereka menginjak usia remaja.

Mengapa Perawatan Fluoride Penting untuk Gigi Anak?

gigi anak
Sumber : Envanto

Menjaga kesehatan gigi sejak dini dengan rutin perawatan ke dokter gigi akan membantu anak memiliki gigi yang kuat serta senyum yang sehat hingga mereka dewasa.

Salah satu cara untuk mencapai hal ini adalah dengan menerapkan perawatan fluoride pada gigi anak. Ini merupakan treatment yang penting, mengingat gigi mereka masih dalam tahap perkembangan dan lebih rentan terhadap kerusakan seperti gigi berlubang.

Dengan fluoride, enamel gigi bisa lebih kuat serta terjaga, termasuk dalam pertahanan melawan asam yang dihasilkan oleh bakteri dari sisa-sisa makanan. Sebaliknya, tanpa perlindungan yang tepat, gigi anak akan lebih cepat mengalami kerusakan. Hal ini sangat berpotensi memengaruhi kesehatan mulut mereka secara keseluruhan.

Selain itu, gigi susu yang sehat pada anak juga penting sebagai fondasi pertumbuhan gigi permanen. Apabila gigi susu rusak sejak dini atau tanggal lebih awal karena karies, maka hal tersebut tentu saja dapat mengganggu pertumbuhan gigi permanen.

Maka dari itu, perawatan fluoride sangatlah penting. Sebab, ini bisa menjadi solusi pencegahan gigi berlubang anak sejak dini, sekaligus sebagai upaya untuk menjaga kesehatan mulut mereka dalam jangka panjang.

Nah, bagaimana? Tertarik mencobanya untuk si kecil? Bagi Anda yang saat ini mencari perawatan gigi terbaik untuk buah hati kesayangan, KMC alias Klinik Mutiara Cikutra bisa menjadi pilihan sempurna.

Klinik berizin resmi Kementerian Kesehatan ini menawarkan berbagai layanan kesehatan berkualitas. Di sini, Andad pun bisa menemukan layanan dokter gigi anak yang profesional, ramah, dan berpengalaman dalam menangani berbagai kebutuhan kesehatan gigi si kecil.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, jadwalkan kunjungan Anda sekarang juga dan rasakan sendiri kualitas layanan terbaik di Klinik Mutiara Cikutra!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Kapan Harus ke Poli Spesialis Anak? Ini Panduan untuk Orang Tua

Kapan Harus ke Poli Spesialis Anak? Ini Panduan untuk Orang Tua

Kapan Harus ke Poli Spesialis Anak? Ini Panduan untuk Orang Tua

konsul dokter anak
Sumber : Envanto

Sebagai orang tua, Anda memegang peran penting dalam menjaga kesehatan sang buah hati. Oleh karena itu, Anda juga harus paham kapan harus membawa anak ke poli spesialis anak untuk mendapat penanganan yang tepat.

Nah, berikut beberapa panduan penting untuk Anda terkait poli spesialis anak—mulai dari definisi, manfaat, hingga rekomendasi berkualitasnya. Yuk, simak!

Poli Spesialis Anak, Definisi dan Manfaat Pemeriksaan

konsul dokter anak
Sumber : Envanto

Sesuai namanya, poli spesialis anak atau poli anak/poliklinik anak adalah layanan kesehatan yang dikhususkan untuk anak. Tepatnya, ini diperuntukkan bagi bayi hingga remaja, yang biasanya sampai usia 18 tahun.

Poli anak berfokus untuk menangani pemeriksaan, diagnosis, pengobatan, serta pemantauan tumbuh kembang anak. Layanan ini ditangani oleh dokter spesialis anak yang memang memiliki keahlian khusus dalam penanganan berbagai kondisi kesehatan anak, mulai dari penyakit ringan hingga yang bersifat kronis.

Secara umum, berikut manfaat pemeriksaan di poli spesialis anak:

  • Mendeteksi dini gangguan kesehatan pada anak. Identifikasi masalah sejak awal dapat membantu dokter dalam pemberian penanganan yang cepat.
  • Menangani penyakit dengan tepat. Lantaran memang memiliki keahlian khusus di bidangnya, poli spesialis anak bisa memberikan penanganan penyakit yang lebih akurat.
  • Membantu memberi edukasi dan dukungan bagi orang tua. Di poli anak, orang tua bisa mendapat panduan dan bimbingan terkait kesehatan anak secara menyeluruh.
  • Memantau tumbuh kembang anak. Dokter bisa membantu Anda mengevaluasi apakah pertumbuhan dan perkembangan buah hati sudah sesuai dengan usia mereka atau tidak.
  • Membantu memeriksa perkembangan mental dan perilaku anak. Jika ada tanda-tanda gangguan perilaku atau perkembangan emosional, dokter spesialis anak bisa memberikan penilaian awal hingga bahkan rujukan.

Perbedaan Dokter Spesialis Anak dan Dokter Umum

Biasanya, saat dokter umum menilai bahwa anak membutuhkan penanganan medis lebih lanjut, mereka akan merujuk ke dokter spesialis anak alih-alih menanganinya secara langsung. Ini karena pada dasarnya, dokter umum berbeda dengan dokter spesialis anak.

Dokter umum adalah dokter yang menangani berbagai masalah kesehatan pasien, baik anak-anak maupun orang dewasa. Dalam artian, cakupannya lebih umum, tetapi penanganan yang bisa mereka berikan juga bersifat mendasar.

Sementara itu, dokter spesialis anak adalah dokter khusus yang memang memiliki spesialisasi dalam diagnosis maupun penanganan pasien anak. Biasanya, pasiennya dari usia 0-18 tahun.

Dokter spesialis anak biasanya berperan menangani berbagai keluhan, gangguan kesehatan, atau penyakit pada anak. Namun, ada juga beberapa dokter spesialis lain yang biasanya dibutuhkan oleh anak. Contohnya seperti dokter spesialis gigi anak dan dokter mata anak.

Tanda-Tanda Anak Harus Diperiksa ke Poli Spesialis Anak

konsul dokter anak
Sumber : Envanto

Kondisi kesehatan setiap anak tentunya berbeda-beda. Bahkan, ada kalanya keluhan yang tampak ringan ternyata justru bisa menjadi masalah yang serius. Jadi, wajar jika orang tua merasa khawatir dan kebingungan untuk mengambil langkah selanjutnya.

Kendati demikian, ada beberapa tanda atau kasus-kasus tertentu yang menunjukkan bahwa Anda perlu memeriksakan anak ke poli spesialis anak, misalnya:

  • Gangguan tumbuh kembang. Contohnya anak belum bisa berbicara atau berjalan, meski sudah mencapai usia yang seharusnya.
  • Demam tinggi yang tidak kunjung turun. Apabila anak mengalami demam tinggi, apalagi sudah lebih dari tiga hari, maka sebaiknya Anda membawa mereka ke poli anak.
  • Berat badan susah naik. Ketika berat badan buah hati sulit naik, atau bahkan justru turun secara terus-menerus, maka saatnya Anda memeriksakan mereka ke dokter spesialis anak.
  • Keluhan tidak membaik, meski sudah minum obat. Ini meliputi banyak hal, contohnya seperti muntah serta diare terus-menerus, alergi berulang, batuk tak kunjung sembuh, dan lain-lain.

Agar kesehatan buah hati kesayangan senantiasa terjaga, Anda sebagai orang tua harus segera mengambil langkah bijak begitu mendapati tanda-tanda atau keluhan tertentu. Caranya, yaitu dengan mengunjungi poli spesialis anak.

Makin cepat si kecil ditangani oleh ahlinya, makin besar pula peluang kesembuhan mereka dalam waktu singkat. Nah, salah satu fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan poli spesialis anak berkualitas adalah Klinik Mutiara Cikutra (KMC).

Ini adalah klinik kesehatan yang menyediakan berbagai layanan, termasuk pemeriksaan khusus untuk buah hati kesayangan Anda. Klinik ini berdedikasi memberikan yang terbaik, baik dari segi pelayanan yang seramah keluarga maupun tempat yang senyaman rumah sendiri.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, segera jadwalkan kunjungan Anda ke poli spesialis anak KMC bersama si kecil!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Yuk, Pilih Sikat Gigi Anak Sesuai Usianya! Ini Dia Tipsnya

Yuk, Pilih Sikat Gigi Anak Sesuai Usianya! Ini Dia Tipsnya

Yuk, Pilih Sikat Gigi Anak Sesuai Usianya! Ini Dia Tipsnya

 

dokter gigi anak
Sumber : Envanto

Menjaga kesehatan gigi anak sebaiknya dimulai sejak dini. Langkah awal yang bisa Anda ambil yaitu menerapkan kebiasaan menyikat gigi secara rutin sambil memahami bagaimana cara memilih sikat gigi yang baik untuk anak.

Pemilihan sikat gigi yang tepat dan sesuai tidak hanya membantu menjaga kebersihan gigi dan mulut mereka. Namun, juga bisa membentuk kesadaran serta kebiasaan menyikat gigi yang baik sejak kecil. Yuk, simak pembahasan selengkapnya berikut ini!

Pentingnya Memilih Sikat Gigi yang Sesuai untuk Anak

dokter gigi anak
Sumber : Envanto

Memilih sikat gigi yang sesuai untuk anak sangatlah penting. Sebab, hal ini berpengaruh langsung pada kesehatan gigi dan mulut mereka. Selain itu, penggunaan sikat gigi yang sesuai juga dapat membuat kebiasaan menyikat gigi anak menjadi lebih menyenangkan dan konsisten.

Dengan memilih sikat gigi yang baik, tepat, dan sesuai usia anak, Anda bisa membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut mereka secara optimal. Hal ini juga penting untuk membangun kebiasaan menyikat gigi yang lebih efektif dan aman sesuai dengan tahap tumbuh kembang si kecil.

Tips Memilih Jenis Sikat Gigi Anak Sesuai Usia

Berikut beberapa tips memilih jenis sikat gigi anak berdasarkan usia mereka:

Bayi (6-11 Bulan)

Memasuki usia 6 hingga 11 bulan, gigi pertama bayi akan mulai tumbuh. Pada masa ini, bayi membutuhkan sikat gigi dengan bulu yang super lembut agar gusi mereka yang masih sangat sensitif tidak terluka ataupun mengalami iritasi.

Pastikan juga memilih sikat gigi berkepala kecil, tujuannya agar dapat menjangkau seluruh bagian mulut bayi dengan mudah.

Balita (1-5 Tahun)

Memasuki tahun pertama hingga kelima, bayi mulai bertumbuh menjadi balita. Pada masa ini, gigi susu mereka pun sudah tumbuh dan bahkan cenderung lengkap, sehingga membutuhkan perawatan sejak dini seperti rutin menyikat gigi.

Pastikan Anda memilih sikat gigi berbulu lembut untuk mereka, tetapi sedikit lebih kuat dibandingkan sikat gigi saat mereka masih bayi. Pilih yang kepalanya kecil dengan pegangan ergonomis, karena pada tahap ini, si kecil sudah mulai bisa menyikat giginya sendiri.

Namun, lantaran masih tahap belajar untuk menyikat gigi sendiri, maka tetap perlu pendampingan bijak dari Anda sebagai orang tua. Nah, untuk menambah motivasi mereka dalam menyikat gigi, Anda bisa memilih sikat gigi dengan desain menarik yang sesuai dengan selera anak.

Anak Usia Sekolah (6-12 Tahun)

Menginjak usia sekolah, yaitu 6-12 tahun, gigi permanen pada anak sudah mulai tumbuh. Pada usia ini, Anda bisa memilihkan sikat gigi berbulu lembut hingga sedang yang efektif membersihkan gigi anak tanpa merusak enamel gigi. Pegangan sikat gigi harus nyaman digenggam dan kepala sikat harus sesuai dengan ukuran mulut anak. 

Kriteria Sikat Gigi yang Baik untuk Anak

gigi anak
Sumber : Envanto

Untuk memutuskan apakah sikat gigi anak yang Anda pilih baik atau tidak, berikut beberapa kriteria penting yang dapat Anda jadikan sebagai panduan:

Kelembutan Bulu Sikat Gigi

Bulu sikat gigi yang keras berisiko membuat gusi anak berdarah dan iritasi. Oleh karena itu, pastikan Anda memilih sikat gigi dengan bulu yang lembut dan nyaman digunakan untuk menghindari kerusakan gusi si kecil.

Ukuran Kepala Sikat Gigi

Sikat gigi dengan ukuran kepala yang terlalu besar maupun terlalu kecil tidak akan bekerja efektif untuk membersihkan gigi anak secara menyeluruh. Jadi, pastikan Anda memilih sikat gigi anak yang pas dan memang sesuai dengan ukuran mulut mereka.

Pegangan Sikat Gigi

Sikat gigi yang pas di genggaman anak akan memudahkan mereka dalam menyikat gigi. Sebaliknya, jika pegangan sikat gigi terlalu kecil ataupun terlalu besar, maka anak akan merasa tidak nyaman atau bahkan kesulitan menggenggamnya.

Desain Sikat Gigi

Anak-anak cenderung tertarik dengan visual yang menarik, dan hal ini pun berlaku untuk desain sikat gigi. Jadi, selain ketiga kriteria utama di atas, pastikan juga Anda memilih sikat gigi anak yang berdesain menarik. Dengan demikian, anak pun bisa semakin termotivasi untuk terus rajin menyikat gigi.

Nah, apabila Anda ingin memastikan kesehatan gigi anak terjaga sejak awal dengan penanganan yang tepat dan menyenangkan, maka Klinik Mutiara Cikutra adalah solusi terbaik. Di sini, Anda bisa mengonsultasikan kebutuhan perawatan gigi si kecil bersama dokter gigi anak yang ahli, ramah, dan profesional.

Yuk, segera jadwalkan kunjungan Anda dan bantu anak membangun kebiasaan merawat gigi sejak dini!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Apakah Aman Cabut Gigi si Kecil di Rumah? Atau Haruskah ke Dokter Gigi Anak?

Apakah Aman Cabut Gigi si Kecil di Rumah? Atau Haruskah ke Dokter Gigi Anak?

Apakah Aman Cabut Gigi si Kecil di Rumah? Atau Haruskah ke Dokter Gigi Anak?

 

Menjaga kesehatan gigi si kecil menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan orang tua, termasuk untuk hal pencabutan gigi. Tak dimungkiri bahwa momen goyangnya gigi buah hati ini kerap menjadi momen mendebarkan sekaligus membingungkan.

Di satu sisi, gigi goyang dapat menjadi tanda positif bahwa anak kini sudah mulai tumbuh besar dan mengalami fase alami dalam pertumbuhan gigi mereka. Namun, di sisi lainnya, Anda juga mungkin merasa kebingungan terkait langkah terbaik apa yang harus diambil.

Apakah sebaiknya menunggu gigi si kecil lepas sendiri, dicabut secara mandiri di rumah, atau justru perlu bantuan profesional seperti dokter gigi anak? Yuk, simak informasi berikut untuk menemukan jawabannya!

Gigi
Sumber : Envanto

Tujuan dan Manfaat Cabut Gigi

Sebisa mungkin, jika gigi alami memang masih bisa diselamatkan tanpa prosedur pencabutan, dokter gigi umumnya akan tetap mempertahankannya. Namun, apabila gigi sudah mengalami kerusakan yang parah, maka mau tak mau gigi harus segera dicabut agar tidak menimbulkan infeksi dan hal-hal tidak diinginkan lainnya.

Jadi, secara umum, cabut gigi bertujuan untuk “membuang” gigi yang dapat menimbulkan kerusakan lebih lanjut. Berikut beberapa indikasi gigi yang biasanya memerlukan prosedur pencabutan:

  • Gigi patah.
  • Gigi berjejal.
  • Gigi berlubang.
  • Gigi yang mengalami kerusakan parah.
  • Gigi yang tidak dapat tumbuh normal karena terhalang tulang, gigi lain, ataupun jaringan gusi, sehingga tertanam di dalam gusi (impaksi gigi).

Selain itu, pencabutan gigi juga biasanya perlu dilakukan jika Anda memiliki penyakit gusi yang parah, gigi mengalami luka, ataupun terjadi cedera gigi.

Adapun manfaat mencabut gigi, yaitu untuk mencegah infeksi, sekaligus membantu menyelaraskan gigi agar tampak lebih rapih.

Waktu Tepat Gigi Anak Dicabut

dokter gigi anak
Sumber : Envanto

Umumnya, gigi anak mulai goyang pada saat mereka memasuki usia sekolah dasar, tepatnya pada usia sekitar 6-7 tahun—yang dimulai dengan gigi seri atas dan gigi seri bawah.

Kemudian, saat anak menginjak usia 7-8 tahun, biasanya gigi taring pun akan mulai ikut copot. Terakhir, memasuki usia 9-12 tahun, gigi geraham menjadi gigi yang akan copot selanjutnya.

Pada waktu-waktu tersebut, anak sudah bisa melakukan prosedur pencabutan gigi. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua anak memiliki momen yang sama dalam pergantian gigi susu ke gigi permanen.

Jadi, waktu yang “tepat” ini bisa sangat bervariasi, tergantung kondisi masing-masing anak dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Nah, kini pertanyaannya adalah, di mana tempat terbaik untuk melakukan prosedur cabut gigi anak?

Apakah bisa dan aman jika dilakukan sendiri di rumah atau sebaiknya memang harus mengunjungi dokter gigi anak?

Cabut di Rumah atau ke Dokter Gigi Anak, Mana yang Lebih Aman?

Sejatinya, mencabut gigi susu anak bisa dilakukan sendiri di rumah oleh orang tua. Dengan catatan, gigi anak memang sudah hampir lepas karena goyang secara alami, bukan karena kecelakaan atau insiden tertentu. Namun, di luar dari alasan itu, pencabutan gigi anak harus ditangani oleh dokter gigi anak.

Adapun beberapa kasus pencabutan gigi yang memerlukan penanganan profesional oleh dokter gigi anak dengan alasan keamanan, yaitu:

  • Infeksi gigi.
  • Cedera gigi.
  • Gigi berlubang.
  • Gigi patah karena kecelakaan.
  • Gigi susu yang belum tanggal, padahal sudah melewati waktunya.
  • Gigi susu yang menghalangi pertumbuhan gigi permanen sehingga menyebabkan tidak adanya ruang untuk gigi tersebut tumbuh.

Nah, bagi Anda yang ingin memberikan pengalaman cabut gigi terbaik untuk buah hati, Klinik Mutiara Cikutra (KMC) bisa menjadi pilihan yang tepat. Ini adalah klinik kesehatan resmi yang telah mendapat izin Kementerian Kesehatan. Jadi, soal kualitas dan pelayanan, Anda tidak perlu khawatir.

Di sini tersedia berbagai layanan kesehatan, termasuk salah satunya layanan dokter gigi anak yang dijamin aman dan nyaman untuk buah hati kesayangan. Selain itu, Klinik Mutiara Cikutra juga menawarkan layanan praktik gigi lainnya, seperti layanan dokter gigi untuk orang dewasa serta layanan dokter spesialis bedah mulut.

Dengan pelayanan yang seramah keluarga dan tempat yang senyaman rumah sendiri, Klinik Mutiara Cikutra sangat layak menjadi pilihan utama Anda dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut si kecil. Yuk, jadwalkan kunjungan Anda sekarang juga!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Mengenal Imunisasi BCG, Bisa Sebabkan Bisulan pada Anak?

Mengenal Imunisasi BCG, Bisa Sebabkan Bisulan pada Anak?

Mengenal Imunisasi BCG, Bisa Sebabkan Bisulan pada Anak?

 

Imunisasi adalah proses pemberian vaksin ke dalam tubuh yang tujuannya untuk merangsang imunitas atau sistem kekebalan tubuh agar ke depannya kebal terhadap berbagai jenis penyakit.

Jenis-jenis imunisasi sebenarnya cukup banyak dan beragam. Salah satunya adalah imunisasi BCG. Apa itu? Benarkah efek sampingnya dapat menyebabkan munculnya bisul pada anak? Jika iya, apakah berbahaya?

Tenang, jangan panik dulu. Sebab, artikel ini akan memberikan Anda informasi lengkap terkait imunisasi BCG, sekaligus rekomendasi klinik pilihan berkualitas di akhir artikel. Jadi, yuk, simak hingga akhir!

Mengenal Imunisasi BCG

imunisasi

Imunisasi BCG termasuk salah satu imunisasi dasar untuk anak di Indonesia. Biasanya diberikan ketika anak masih bayi dengan rentang usia 1-3 bulan, seringnya bersamaan imunisasi polio 1. Nah, di usia di usia-usia tersebut, sistem imun bayi sudah mulai matang.

Jadi, secara umum, vaksin BCG memang hanya dianjurkan untuk diberikan kepada bayi. Namun, dengan pertimbangan khusus, anak yang lebih besar juga bisa mendapat vaksin ini jika memiliki risiko tinggi tertular tuberkulosis.

Adapun untuk efeknya, vaksin BCG telah terbukti sangat efektif pada bayi. Sementara itu, untuk anak yang lebih besar, terlebih remaja dan orang dewasa, tingkat keberhasilannya bisa lebih bervariasi.

Sesuai namanya, imunisasi BCG adalah imunisasi yang menggunakan vaksin BCG. BCG sendiri merupakan kependekan dari Bacillus Calmette-Guerin, yaitu vaksin dengan kandungan bakteri hidup Mycobacterium bovis yang sudah dilemahkan.

Vaksin ini diberikan dengan tujuan untuk mencegah penyakit tuberkulosis (TB/TBC) dan juga radang otak akibat TB. Namun, apabila sudah telanjur terpapar, maka vaksin BCG bisa membantu mencegah bentuk penyakit TB yang parah, misalnya seperti meningitis TB.

Namun, perlu Anda ketahui bahwa pemberian vaksin BCG pada bayi disarankan ditunda terlebih dahulu jika mereka mengalami kondisi-kondisi tertentu, seperti:

  • Kondisi kesehatan bayi tidak stabil.
  • Bayi memiliki berat tubuh (bobot) di bawah 2,5 kilogram.
  • Bayi sedang demam atau menderita penyakit berat lainnya.
  • Bayi dilahirkan oleh seorang ibu yang positif HIV dan hasil tes HIV pada bayi hasilnya belum diketahui.

Proses Munculnya Bisul Setelah Imunisasi BCG, Bahayakah?

imunisasi anak
Sumber Envanto

Sama halnya dengan imunisasi lain pada umumnya, imunisasi BCG juga dapat menimbulkan reaksi tertentu alias efek samping. Adapun efek samping tersebut, yaitu munculnya bisul di area luka bekas suntikan. Tepatnya di sekitar area lengan atas bagian kanan.

Proses munculnya bisul ini dimulai dari bekas suntikan yang awalnya kemungkinan hanya terlihat seperti bintik merah biasa. Namun, bekas suntikan tersebut lambat laun akan berubah menjadi luka. Luka inilah yang kemudian dapat berkembang dengan isian nanah hingga akhirnya membentuk benjolan yang disebut bisul.

Ketika hal ini terjadi, biasanya sebagian orang tua akan merasa panik dan khawatir. Banyak di antara mereka yang lalu bertanya-tanya apakah hal tersebut merupakan hal normal atau justru tanda bahaya bagi buah hati kesayangan. Lantas, apa jawabannya?

Apabila si kecil bisulan setelah menerima vaksin BCG—yang biasanya muncul dalam waktu 2-12 minggu pascaimunisasi, Anda tidak perlu khawatir. Pasalnya, reaksi tersebut merupakan hal wajar setelah pemberian imunisasi ini. Tanpa penanganan khusus pun, bisul bisa sembuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.

Jadi, benjolan bisul yang berisi nanah tersebut nantinya akan mengering dan hanya meninggalkan bekas luka atau jaringan parut berdiameter sekitar 2-6 milimeter di area kulit yang telah disuntik.

Rekomendasi Klinik dengan Layanan Imunisasi Berkualitas

Setiap orang tua tentunya menginginkan semua hal terbaik untuk buah hati kesayangan, termasuk dalam persoalan imunisasi. Nah, bagi Anda yang mencari rekomendasi klinik kesehatan berkualitas dengan layanan imunisasi terbaik, rekomendasi yang dapat Anda pertimbangkan adalah Klinik Mutiara Cikutra (KMC).

KMC adalah klinik kesehatan yang telah terdaftar resmi dan memiliki izin Kementerian Kesehatan. Jadi, soal kualitas, tak perlu diragukan lagi. Pasalnya, Klinik Mutiara Cikutra berdedikasi memberikan pelayanan terbaik yang seramah keluarga dan tempat yang nyaman senyaman rumah sendiri.

Menyediakan berbagai layanan kesehatan, salah satunya ada layanan imunisasi. Mulai dari imunisasi wajib program pemerintah hingga imunisasi tambahan, semuanya tersedia lengkap di KMC.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, jadwalkan kunjungan Anda ke KMC bersama si kecil sekarang juga!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Gigi Berlubang, Sebaiknya Ditambal atau Dicabut? Yuk, Konsultasikan ke Poli Gigi

Gigi Berlubang, Sebaiknya Ditambal atau Dicabut? Yuk, Konsultasikan ke Poli Gigi

Gigi Berlubang, Sebaiknya Ditambal atau Dicabut? Yuk, Konsultasikan ke Poli Gigi

 

Ada cukup banyak permasalahan yang dapat terjadi pada gigi, salah satunya yaitu gigi berlubang. Ini merupakan keluhan umum yang sering dialami oleh orang-orang, baik anak-anak maupun orang dewasa.

Sesuai namanya, gigi berlubang adalah kondisi ketika gigi mengalami kerusakan sehingga membentuk lubang dengan ukuran tertentu. Pertanyaannya, apakah gigi berlubang hanya perlu ditambal atau justru harus dicabut?

Berikut penjelasan lengkapnya untuk Anda, lengkap rekomendasi poli gigi berkualitas untuk konsultasi dan penanganan gigi berlubang yang tepat. Yuk, simak!

dokter gigi anak
Sumber : Envanto

Gigi Berlubang, Penyebab dan Pencegahannya

Gigi berlubang merupakan kerusakan pada gigi akibat terkikisnya lapisan terluar gigi (enamel). Umumnya, penyebab kondisi ini adalah adanya penumpukan bakteri di dalam mulut. Hal ini biasanya terjadi karena kebersihan gigi dan mulut yang kurang terjaga, atau bisa juga lantaran terlalu sering mengonsumsi makanan/minuman manis.

Di awal, kemungkinan gigi berlubang akan sulit terdeteksi. Pasalnya, pada tahap awal memang cenderung tidak menimbulkan rasa nyeri. Namun, seiring berjalannya waktu dan makin parahnya kondisi lubang yang ada, gigi akan mulai mengalami kerusakan signifikan yang bisa berujung pada infeksi hingga gigi tanggal.

Untuk mencegah gigi berlubang terjadi, berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan:

  • Mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis.
  • Mengurangi konsumsi makanan/minuman asam dan bertepung.
  • Rutin memeriksakan gigi ke dokter gigi, setidaknya enam bulan sekali atau dua kali setahun.
  • Mengonsumsi makanan bergizi yang baik untuk gigi. Misalnya makanan berserat seperti apel dan bayam atau makanan dengan kandungan kalsium tinggi seperti susu dan ikan laut.
  • Menjaga kebersihan dan gigi dan mulut. Contohnya rutin menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride, membersihkan celah-celah gigi dengan benang gigi, dan jika perlu gunakan obat kumur antiseptik.

Gigi Berlubang Sebaiknya Ditambal atau Dicabut?

Ketika seseorang mengalami masalah gigi berlubang, tidak sedikit di antaranya yang merasa bingung apakah gigi tersebut sebaiknya ditambal atau justru harus dicabut. Untuk menjawab hal ini, Anda bisa mengamati dan menyesuaikan kondisi gigi terlebih dahulu.

Hal ini karena ada gigi berlubang yang memang masih bisa diselamatkan dengan penambalan. Namun, ada pula yang harus segera dicabut agar tidak menimbulkan masalah yang tidak diinginkan.

Kondisi Gigi Berlubang yang Masih Bisa Ditambal

  • Gigi berlubang yang baru mencapai dentin dan belum menyebabkan infeksi pada pulpa gigi.
  • Gigi berlubang hanya sebatas email alias terjadi di lapisan terluar gigi—bisa ditangani dengan tambalan permanen.
  • Gigi berlubang dengan akar gigi yang masih utuh dan tidak mengalami kerusakan apa pun. Penambalan pada gigi seperti ini tak hanya memperkuat gigi, tetapi juga dapat membantu mencegah kerusakan lebih lanjut.
  • Gigi tidak mengalami kerusakan struktural yang serius. Dalam artian, sebagian besar struktur gigi masih utuh dan kuat. Gigi dengan kondisi ini masih bisa ditambal dengan tujuan memperkuat gigi agar tidak rapuh dan mudah patah.

Kondisi Gigi Berlubang yang Harus Dicabut

  • Gigi berlubang pada gigi yang bertumpuk.
  • Gigi berlubang yang berada di dekat jaringan abnormal
  • Gigi berlubang pada geraham bungsu yang tumbuh miring.
  • Gigi berlubang yang hanya menyisakan akar. Gigi dengan kondisi ini sebaiknya segera dicabut agar tidak menimbulkan infeksi.
  • Gigi berlubang yang sudah sangat rapuh karena memiliki banyak kerusakan. Pencabutan mungkin bisa menjadi opsi terbaik guna menghindari sakit gigi berkepanjangan.
  • Gigi berlubang yang memicu terjadinya permasalahan gigi yang lain. Contohnya berpotensi mengganggu posisi gigi lainnya atau dapat menyebabkan penyebaran infeksi.
  • Gigi berlubang parah yang lubangnya besar dan dalam. Penambalan gigi dengan kondisi ini umumnya hanya akan sia-sia sehingga sebaiknya gigi memang dicabut. Pasalnya, infeksi kemungkinan telah menyebar hingga ke bagian bawah gigi.

Konsultasi Berkualitas di Poli Gigi

dokter gigi anak
Sumber : Envanto

Untuk mendapatkan diagnosis serta penanganan yang tepat terkait permasalahan gigi berlubang yang Anda alami, sebaiknya Anda mengunjungi poli gigi dan berkonsultasi dengan dokter gigi berpengalaman.

Adapun salah satu fasilitas kesehatan resmi yang menyediakan layanan poli gigi berkualitas adalah KMC alias Klinik Mutiara Cikutra. Klinik ini didukung oleh tenaga medis profesional, tempat yang nyaman, serta pelayanan yang ramah.

Jadi, jika Anda mengutamakan pemeriksaan yang aman dan nyaman, maka poli gigi di Klinik Mutiara Cikutra-lah solusinya. Yuk, tunggu apa lagi? Segera jadwalkan kunjungan Anda bersama keluarga tercinta ke KMC!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Umum Terjadi di Usia Sekolah, Ini Masalah Kesehatan Si Kecil yang Perlu Diwaspadai Orang Tua, Kapan Harus ke Poli Anak?

Umum Terjadi di Usia Sekolah, Ini Masalah Kesehatan Si Kecil yang Perlu Diwaspadai Orang Tua, Kapan Harus ke Poli Anak?

Umum Terjadi di Usia Sekolah, Ini Masalah Kesehatan Si Kecil yang Perlu Diwaspadai Orang Tua, Kapan Harus ke Poli Anak?

 

Berbagai masalah kesehatan dapat dialami oleh siapa saja, termasuk anak usia sekolah. Bahkan mereka memang cenderung lebih rentan sakit dibandingkan dengan orang dewasa.

Oleh karena itu, sebagai orang tua bijak, penting bagi Anda untuk mengenali tanda atau gejala gangguan kesehatan tertentu pada anak. Termasuk mengetahui kapan harus membawa mereka ke poli anak untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Yuk, simak informasi berikut!

imunisasi anak
sumber : envanto

Alasan Anak Usia Sekolah Rentan Sakit

Ada cukup banyak alasan mengapa anak usia sekolah (6-12 tahun) lebih rentan terhadap penyakit. Berikut beberapa di antaranya:

  • Sistem imun belum sepenuhnya matang. Sebab, pada usia sekolah, sistem kekebalan anak memang masih dalam tahap perkembangan. Alhasil, tubuh mereka lebih rentan terpapar virus dan berbagai penyakit.
  • Kurangnya kesadaran akan kebersihan. Meski tampak sepele, nyatanya masih cukup banyak anak yang mengabaikan hal ini. Contohnya tidak mencuci tangan sebelum makan, jajan sembarangan, atau berbagi makanan dan minuman dengan teman yang berpotensi menularkan penyakit.
  • Pola makan tidak seimbang. Anak-anak cenderung belum terlalu memedulikan gizi, sehingga kebanyakan masih sering jajan sembarangan di sekolah hanya karena berdasarkan selera.
  • Interaksi sosial yang tinggi. Saat usia sekolah, anak-anak cenderung aktif bergaul dengan teman sebaya, sehingga rentan terhadap penularan virus dan penyakit.
  • Stres atau tekanan emosional. Ada kalanya anak-anak juga bisa merasa stres karena hal tertentu, contohnya seperti tekanan akademik, konflik dengan teman, dan lain-lain.

Masalah Kesehatan yang Umum Terjadi di Usia Sekolah

konsultasi dokter anak
Sumber : Envato

Berikut beberapa masalah kesehatan atau penyakit yang umum menyerang anak di usia sekolah:

Masalah Kesehatan Fisik

  • Infeksi Saluran Pernapasan.

Contohnya flu, radang tenggorokan, batuk, dan lain-lain. Berbagai masalah kesehatan ini rentan tertular di sekolah.

  • Infeksi Saluran Pencernaan

Contohnya diare atau muntaber (muntah dan berak). Masalah kesehatan ini biasanya terjadi ketika anak jajan sembarangan atau mengonsumi makanan/minuman yang tidak sehat dan higienis.

  • Masalah Gigi dan Mulut.

Di usia sekolah, khususnya sekolah dasar, biasanya anak mulai mengalami berbagai masalah terkait gigi dan mulut. Contohnya seperti gigi berlubang, sakit gigi, radang gusi, dan lain-lain.

  • Masalah Mata

Seiring berkembangnya zaman dan teknologi, tak dimungkiri bahwa banyak anak usia sekolah yang terlalu terpapar gadget. Akibatnya, kebiasaan ini dapat menimbulkan masalah mata seperti miopi (rabun jauh).

  • Cacar Air

Ini merupakan penyakit yang umum menyerang anak-anak dan penularannya cukup sering terjadi di sekolah. Sebab, jika satu orang terkena cacar, maka biasanya akan menular dengan cepat ke teman-teman sekitarnya. Baik melalui udara, kontak langsung, dan lain-lain.

  • Cacingan

Ini juga menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh anak usia sekolah, terutama bagi anak di bawah 10 tahun. Penyakit ini bermula dari telur cacing yang masuk ke dalam organ tubuh, baik melalui makanan maupun kontak dengan benda yang terkontaminasi.

  • Obesitas

Masalah kesehatan yang satu ini juga cukup sering dialami oleh anak-anak usia sekolah. Penyebabnya bisa karena pola makan yang salah, gaya hidup yang tidak sehat (jarang berolahraga atau beraktivitas aktif), penyakit tertentu, atau memang faktor keturunan.

  • Campak

Sama halnya dengan cacar air, campak juga termasuk jenis penyakit yang mudah menular di sekolah melalui tetesan cairan dari orang yang terinfeksi.

Masalah Kesehatan Mental

Selain berbagai masalah kesehatan fisik, sejatinya anak juga dapat mengalami masalah yang terkait dengan mental mereka. Meski mungkin tidak seumum masalah kesehatan fisik, tak dimungkiri kesehatan mental seperti stres dan gangguan kecemasan turut perlu diwaspadai oleh orang tua.

Kapan Harus ke Poli Anak?

Ketika buah hati kesayangan menunjukkan gejala-gejala masalah kesehatan tertentu, sebaiknya Anda segera memeriksakan mereka ke poli anak. Dengan demikian, anak bisa mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat oleh dokter profesional.

Adapun salah satu rekomendasi fasilitas kesehatan terbaik dengan layanan poli anak berkualitas adalah KMC alias Klinik Mutiara Cikutra. Di sini tersedia berbagai layanan kesehatan, baik untuk anak maupun orang dewasa.

Didukung oleh tenaga medis ahli nan berpengalaman di bidangnya, Klinik Mutiara Cikutra memastikan anak mendapat pengalaman pemeriksaan dan penanganan terbaik.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, segera jadwalkan kunjungan Anda bersama buah hati kesayangan ke poli anak KMC sekarang juga!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/