Klinik Mutiara Cikutra

Alasan Cabut Gigi Jadi Opsi Penanganan Terakhir yang Harus Dipertimbangkan

Alasan Cabut Gigi Jadi Opsi Penanganan Terakhir yang Harus Dipertimbangkan

Alasan Cabut Gigi Jadi Opsi Penanganan Terakhir yang Harus Dipertimbangkan

periksa gigi
Sumber : Envanto

Tak dimungkiri bahwa cabut gigi sering kali dianggap sebagai solusi cepat untuk mengatasi beberapa masalah gigi yang tergolong parah, seperti infeksi atau nyeri hebat.

Namun, dalam dunia kedokteran sendiri, pencabutan gigi sebenarnya termasuk opsi penanganan terakhir yang hanya akan dipilih jika sudah tidak ada cara untuk mempertahankan gigi tersebut. Nah, kira-kira apa alasannya?

Yuk, simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini!

Jenis-Jenis Perawatan Gigi yang Umum Dilakukan

periksa gigi
Sumber : Envanto

Sebelum membahas mengapa cabut gigi bukanlah pilihan utama dalam penanganan masalah gigi, yuk ketahui dulu beberapa jenis perawatan gigi yang umum dilakukan berikut:

Cabut Gigi

Prosedur ini biasanya dilakukan untuk mengatasi gigi yang telah rusak parah, patah, atau tumbuh tidak normal sehingga berpotensi mengganggu pertumbuhan gigi lainnya.

Tambal Gigi

Ini merupakan perawatan yang dilakukan untuk mengatasi gigi berlubang. Fungsinya, yaitu mengembalikan fungsi sekaligus bentuk gigi.

Pemutihan Gigi

Prosedur ini bisa berupa “bleaching” atau “veneer”, yaitu perawatan yang bertujuan untuk mencerahkan gigi agar tampak lebih putih bersih.

Pembersihan Gigi

Ini merupakan prosedur yang bertujuan untuk membersihkan gigi dari berbagai kotoran, termasuk plak dan karang gigi (scaling and polishing).

Perawatan Fluoride

Sesuai namanya, ini adalah perawatan gigi yang melibatkan penggunaan fluoride untuk menjaga kesehatan gigi. Fungsinya, yaitu guna memperkuat enamel serta mencegah gigi berlubang, terutama pada anak-anak.

Perawatan Saluran Akar

Ini adalah perawatan yang berfokus mengobati infeksi pada akar gigi dan jaringan di sekitarnya. Biasanya cocok untuk penanganan gigi yang sakit parah, tetapi masih bisa diselamatkan tanpa dicabut.

Behel (Orthodontic Treatment)

Behel atau kawat gigi merupakan perawatan ortodonti yang bertujuan untuk merapikan posisi gigi yang tidak rata atau berjejal. Perawatan ini cocok untuk gigi renggang, tonggos, dan lain sejenisnya.

Pemasangan Gigi Palsu/Tiruan (Denture)

Sesuai namanya, ini merupakan perawatan umum yang dilakukan untuk mengganti gigi yang hilang, baik demi fungsi makan maupun penampilan. SIfatnya ada yang permanen, ada pula yang bisa lepas dan pasang.

Mengapa Cabut Gigi Bukan Pilihan Utama Penanganan Gigi?

periksa gigi
Sumber : Envanto

Alasan mengapa cabut gigi bukanlah pilihan utama dalam penanganan gigi bermasalah, yaitu karena setiap gigi permanen pada dasarnya memiliki peran vital tersendiri di dalam mulut. Mulai dari mengunyah, berbicara, mempertahankan posisi gigi yang lain, hingga menjaga struktur wajah.

Kehilangan satu gigi bahkan dapat memicu perubahan besar, baik secara fungsi maupun dari segi penampilan yang juga bisa berpotensi berubah. Oleh sebab itu, dalam penanganan gigi bermasalah, prinsip utamanya bisa dibilang adalah “mempertahankan gigi sebisa mungkin”.

Jadi, selama masih ada jenis perawatan alternatif lain yang cocok dan memungkinkan untuk mengatasi permasalahan gigi tertentu, maka opsi pencabutan bisa dijadikan sebagai pilihan terakhir.

Maka dari itu, sebelum memutuskan untuk melakukan pencabutan gigi, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis profesional seperti dokter gigi. Hal ini penting dilakukan agar Anda bisa mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang lebih tepat untuk permasalahan gigi Anda.

Kondisi yang Membuat Cabut Gigi Menjadi Opsi Penanganan Terakhir

Anda memiliki permasalahan gigi tertentu yang membuat bingung apakah perlu dicabut atau tidak? Berikut sedikit gambaran terkait beberapa kondisi yang sekiranya memerlukan prosedur pencabutan sebagai opsi penanganan terakhir:

  • Gigi yang telah mengalami kerusakan parah. Contohnya gigi berlubang yang memang sudah tidak dapat diperbaiki dengan penambalan maupun perawatan alternatif lainnya.
  • Gigi berlebih. Biasanya ini adalah gigi susu yang menghalangi tumbuhnya gigi permanen, sehingga harus dicabut untuk menjaga struktur gigi agar tetap rapi.
  • Gigi geraham bungsu tumbuh dengan miring, sehingga menekan dan mengganggu gigi yang lain.
  • Infeksi parah yang sudah tidak bisa diselamatkan dengan perawatan saluran akar.
  • Gigi yang goyang hebat akibat penyakit gusi parah (periodontitis).
  • Gigi patah hingga ke akar.

Apabila Anda mengalami keluhan seputar gigi, solusi terbaiknya adalah segera berkonsultasi ke dokter gigi agar permasalahan Anda bisa ditangani sejak dini. Sebab, semakin cepat diperiksa, semakin besar pula peluang gigi Anda bisa diselamatkan tanpa perlu dicabut.

Nah, untuk pengalaman pemeriksaan dan perawatan gigi terbaik, salah satu fasilitas kesehatan yang dapat Anda andalkan adalah KMC alias Klinik Mutiara Cikutra. Di sini tersedia berbagai layanan, termasuk layanan dokter bedah mulut dan dokter gigi—baik untuk anak-anak maupun orang dewasa.

Jadi, yuk, jangan ditunda-tunda lagi, segera jadwalkan kunjungan Anda ke KMC!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Perawatan Veneer di Dokter Gigi, Apa Itu? Ini Tujuan, Manfaat, dan Prosedurnya

Perawatan Veneer di Dokter Gigi, Apa Itu? Ini Tujuan, Manfaat, dan Prosedurnya

Perawatan Veneer di Dokter Gigi, Apa Itu? Ini Tujuan, Manfaat, dan Prosedurnya

 

Ada berbagai jenis perawatan gigi dan mulut yang dapat Anda lakukan di dokter gigi. Salah satunya yaitu veneer treatment. Ini merupakan perawatan gigi yang sedang naik daun di kalangan masyarakat, baik masyarakat biasa hingga selebriti ternama.

Jadi, wajar jika Anda merasa penasaran dengan jenis perawatan gigi yang satu ini. Oleh karena itu, jangan sampai Anda melewatkan artikel berikut. Sebab, di sini Anda akan menemukan beragam informasi menarik terkait veneer treatment di dokter gigi. Mulai dari definisi, tujuan, manfaat, hingga prosedurnya. Yuk, simak!

Perawatan Veneer Gigi

gigi
Sumber : Envanto

Dalam dunia kedokteran gigi, veneer merupakan istilah untuk lapisan tipis dengan warna menyerupai gigi alami yang ditempel secara permanen pada permukaan gigi. Biasanya, lapisan ini terbuat dari bahan resin-komposit atau porselen yang berguna untuk meningkatkan penampilan gigi.

Jadi, veneer treatment atau perawatan veneer gigi adalah prosedur medis yang melibatkan penempelan veneer di bagian depan gigi dengan tujuan tertentu. Umumnya, prosedur ini dilakukan untuk mengatasi berbagai masalah estetika gigi, baik terkait bentuk maupun warnanya.

Manfaat dan Tujuan Veneer Gigi

Seperti yang telah disebutkan sekilas di atas, perawatan veneer bertujuan untuk mengatasi berbagai masalah terkait penampilan gigi. Perawatan ini bermanfaat untuk menutupi berbagai kekurangan gigi Anda dengan memberikan hasil yang tampak alami. 

Dengan melakukan perawatan veneer, gigi bisa menjadi lebih cerah hingga bahkan dapat membuat senyuman Anda tampak lebih simetris. Alhasil, keindahan senyuman serta rasa percaya diri Anda pun bisa turut meningkat.

Untuk lebih detailnya, berikut beberapa tujuan dari veneer gigi:

  • Memperbaiki gigi yang rusak, misalnya gigi patah atau terkelupas.
  • Memperbaiki gigi runcing atau gigi yang memiliki bentuk tidak wajar.
  • Memperbaiki gigi renggang alias gigi yang rongga/celahnya tidak selaras.
  • Memperbaiki ukuran gigi yang tidak seragam antara satu dengan yang lainnya.
  • Mengatasi perubahan warna pada gigi, misalnya mencerahkan gigi kuning yang tidak dapat dicerahkan dengan pemutih gigi.

Dengan melakukan treatment veneer gigi, Anda bisa mendapat beberapa manfaat menarik untuk memperindah penampilan gigi. Terlebih bagi Anda yang selama ini sering merasa kurang percaya diri ketika tersenyum dan harus unjuk gigi di muka umum.

Prosedur Veneer Treatment di Dokter Gigi

Gigi
Sumber : Envanto

Sebelum memutuskan untuk melakukan veneer treatment, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu mengenai prosedurnya di dokter gigi. Hal ini bertujuan agar Anda memiliki gambaran jelas terkait prosedur yang akan Anda jalani ini. Berikut detailnya:

  • Melakukan pertemuan awal dengan dokter gigi. Pada tahap ini, Anda akan menjalani pemeriksaan gigi dan gusi terlebih dahulu untuk menentukan apakah Anda memenuhi syarat atau tidak.
  • Jika memenuhi syarat, dokter akan mempersiapkan gigi dengan melakukan pembersihan permukaan gigi dan menggerus sebagian kecil email gigi. Tujuannya, yaitu agar veneer nantinya lebih mudah menempel serta bisa tahan lebih lama.
  • Selanjutnya, gigi akan dicetak agar veneer bisa lebih sesuai dengan gigi Anda.
  • Setelah itu, veneer akan ditempel ke permukaan gigi menggunakan zat perekat khusus agar hasil tempelannya kuat maksimal.
  • Setelah itu, dokter akan mengecek apakah veneer sudah menempel dengan baik. Pada tahap ini, zat perekat yang tersisa akan dibuang agar hasilnya lebih rapi.
  • Terakhir, dokter akan melakukan pengujian kemampuan menggigit Anda setelah gigi dipasangi veneer. Jika sudah bagus, maka dokter sisa mengatur jadwal kontrol yang sesuai.

Biasanya, pemasangan veneer membutuhkan waktu sekitar 30 menit, dan untuk mempercepat proses pengeringan zat perekat, dokter dapat memanfaatkan sinar ultraviolet.

Nah, bagi Anda yang tertarik melakukan veneer treatment oleh dokter gigi berkualitas, Anda bisa mempertimbangkan untuk mengunjungi Klinik Mutiara Cikutra. Ini adalah klinik kesehatan yang telah terdaftar resmi dan memiliki izin Kementerian Kesehatan.

Di KMC tersedia berbagai layanan kesehatan, salah satunya layanan poli gigi yang didukung oleh dokter gigi bersertifikat yang ahli dan berpengalaman di bidangnya. Jadi, soal kualitas sudah pasti terjamin dan tak perlu Anda khawatirkan lagi.

Bagaimana? Anda tertarik mencoba? Yuk, jadwalkan kunjungan Anda ke Klinik Mutiara Cikutra dan dapatkan pengalaman pemeriksaan hingga penanganan gigi terbaik Anda!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Jangan Abaikan! Ini Bahaya Gigi Berlubang, Segera Periksakan ke Dokter Gigi

Jangan Abaikan! Ini Bahaya Gigi Berlubang, Segera Periksakan ke Dokter Gigi

Jangan Abaikan! Ini Bahaya Gigi Berlubang, Segera Periksakan ke Dokter Gigi

 

Tak hanya tubuh yang perlu dirawat, kesehatan gigi dan mulut juga sama pentingnya. Seperti diketahui, ada cukup banyak permasalahan gigi dan mulut yang bisa dialami oleh seseorang. Salah satunya adalah gigi berlubang.

Sering disepelekan karena dianggap persoalan biasa, nyatanya gigi berlubang bisa berkembang menjadi gangguan serius jika Anda mengabaikannya begitu saja tanpa penanganan yang tepat.

Oleh karena itu, jika Anda memiliki gigi berlubang, apalagi jika jumlahnya lebih dari satu, segera ambil langkah bijak dengan memeriksakan diri ke dokter gigi.

periksa gigi
Sumber : Envanto

Gigi Berlubang, Definisi dan Penyebabnya

Gigi berlubang adalah kondisi ketika struktur gigi mengalami kerusakan karena lapisan terluar gigi (enamel) terkikis, sehingga menyebabkan terbentuknya lubang (karies) di permukaan gigi.

Awal mula seseorang bisa mengalami kondisi ini, yaitu ketika plak dari berbagai sisa makanan yang mengandung gula dan pati menempel pada gigi. Tanpa disadari, lama-kelamaan asam yang dihasilkan plak pun mengikis enamel gigi secara perlahan sehingga akhirnya menjadi berlubang.

Jadi, dapat dikatakan bahwa penyebab gigi berlubang adalah proses demineralisasi yang disebabkan oleh asam dari bakteri di dalam mulut. Ini bisa terjadi karena adanya penumpukan bakteri dari hasil mengonsumsi makanan dan minuman manis.

Pasalnya, bakteri dalam plak di mulut dapat mengubah gula dari makanan atau minuman menjadi asam. Asam inilah yang kemudian mengikis permukaan terluar gigi secara perlahan, bahkan bisa menembus dentin hingga saraf.

Selain penyebab utama di atas, terdapat pula sejumlah faktor lain yang dapat membuat seseorang berisiko lebih tinggi untuk mengalami gigi berlubang. Apa saja? Berikut beberapa di antaranya:

  • Keseringan mengonsumsi makanan dan minuman manis, seperti permen, es krim, kue, soda, dan lain-lain.
  • Kurang menjaga kebersihan gigi dan mulut alias malas menyikat gigi, utamanya setelah makan.
  • Faktor usia. Semakin lanjut usia, semakin menipis pula enamel gigi dengan sendirinya.
  • Pasta gigi atau obat kumur yang digunakan sehari-hari tidak mengandung fluoride.
  • Menderita penyakit asam lambung (GERD) dan mulut kering.

Bahaya Gigi Berlubang

Meski tampak cukup sepele, gigi berlubang sebenarnya sangat berbahaya. Dalam kondisi yang parah, gigi berlubang dapat memicu timbulnya sakit gigi berupa rasa nyeri yang tak tertahankan. Bahkan dalam sejumlah kasus, gigi berlubang juga bisa berujung dengan tanggalnya gigi.

Selain itu, gigi berlubang yang mengalami infeksi pun bisa menimbulkan gangguan kesehatan serius karena dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya hingga akhirnya mengakibatkan komplikasi.

Berikut beberapa bahaya komplikasi yang dapat timbul akibat gigi yang berlubang:

  • Abses gigi, yaitu kondisi terbentuknya kantong nanah dalam gigi dan gusi lantaran adanya infeksi bakteri.
  • Endokarditis, yaitu infeksi serius pada dinding dan katup jantung yang bisa disebabkan oleh bakteri dari gigi berlubang.
  • Sinusitis, selain virus dan kuman, penyakit ini juga bisa muncul karena infeksi bakteri pada gigi yang menyebar ke dinding rongga sinus.
  • Sakit gigi, mulai dari yang ringan hingga yang tingkatannya parah sehingga membutuhkan penanganan serius oleh dokter gigi.
  • Berbagai penyakit gusi, seperti gusi bengkak, gusi yang memerah, hingga gusi berdarah. Adapun salah satu penyakit gusi yang berkaitan erat dengan gigi berlubang adalah periodontitis. Ini adalah peradangan/infeksi gusi pada jaringan penyangga gigi (gusi dan tulang di sekitar gigi).

Rekomendasi Dokter Gigi Berkualitas untuk Atasi Gigi Berlubang

Gigi
Sumber : Envanto

Agar Anda terhindar dari berbagai permasalahan kesehatan gigi dan mulut, jangan sampai Anda menyepelekan gigi yang berlubang. Jika Anda memiliki gigi berlubang yang cukup sering menimbulkan rasa sakit/nyeri dan gangguan-gangguan lainnya, maka sudah saatnya Anda periksa ke dokter gigi.

Nah, salah satu fasilitas kesehatan yang menawarkan layanan dokter gigi berkualitas dan cocok untuk mengatasi permasalahan gigi berlubang Anda adalah KMC alias Klinik Mutiara Cikutra.

Ini adalah klinik kesehatan yang telah terdaftar dan berizin resmi dari Kementerian Kesehatan. Jadi, Anda tidak perlu khawatir akan kualitasnya. Sebab, Klinik Mutiara Cikutra menyediakan layanan poli gigi yang didukung oleh dokter spesialis gigi profesional, ahli, dan berpengalaman di bidangnya.

Menariknya lagi, klinik ini tak hanya menyediakan layanan dokter gigi untuk orang dewasa, melainkan juga anak-anak. Jadi, Anda dan buah hati kesayangan bisa bersama-sama melakukan pemeriksaan gigi secara rutin.

Tertarik mencoba? Yuk, kunjungi KMC sekarang juga!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Abrasi Gigi, Ini Ciri-Ciri dan Penanganannya, Perlukah ke Dokter Gigi?

Abrasi Gigi, Ini Ciri-Ciri dan Penanganannya, Perlukah ke Dokter Gigi?

Abrasi Gigi, Ini Ciri-Ciri dan Penanganannya, Perlukah ke Dokter Gigi?

 

Secara umum, tubuh memerlukan perawatan teratur yang bisa dilakukan secara berkala, termasuk perawatan gigi. Sebab, tak dimungkiri bahwa ada banyak gangguan atau masalah kesehatan yang dapat menyerang gigi. Salah satunya yaitu abrasi gigi.

Lantas, apa yang dimaksud dengan abrasi gigi? Apa penyebabnya? Seperti apa ciri-cirinya dan bagaimana cara penanganannya? Apakah bisa ditangani secara mandiri atau harus ke dokter gigi?

Untuk mengetahui semua jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas, Anda bisa menyimak artikel ini hingga tuntas. Berikut berbagai informasi menarik terkait abrasi gigi, mulai dari definisi, penyebab, ciri-ciri, cara penanganan, hingga rekomendasi dokter gigi berkualitas. Yuk, simak!

Mengenal Abrasi Gigi

bedah mulut
Sumber : Envanto

Abrasi gigi tidak disebabkan oleh proses karies maupun maupun erosi kimia, melainkan gesekan mekanis yang berlebihan dan secara terus-menerus, sehingga mengakibatkan hilangnya struktur gigi.

Jadi, dapat dikatakan bahwa abrasi gigi adalah kerusakan berupa pengikisan email alias lapisan luar gigi akibat adanya gesekan fisik yang berlebihan dengan benda keras. Bukan lantaran proses kimia seperti erosi ataupun infeksi seperti karies/gigi berlubang.

Umumnya, abrasi gigi terjadi di sekitaran area servikal gigi, tepatnya di bagian dekat gusi—dan terjadi karena cara menyikat gigi yang tidak tepat ataupun penggunaan alat bantu gigi yang tidak sesuai.

Ketika abrasi gigi terjadi, lapisan dentin akan terbuka sehingga Anda akan merasakan ketidaknyamanan hingga rasa sensitif pada gigi.

Ciri-Ciri Abrasi Gigi

Gigi Anak
Sumber : Envanto

Tahukah Anda? Seringnya, abrasi gigi terjadi tanpa disadari. Ini karena perkembangannya yang memang cenderung pelan dan perlahan. Namun, setidaknya ada beberapa ciri-ciri abrasi gigi yang dapat Anda perhatikan, antara lain:

  • Gusi tampak turun di sekitar area yang mengalami abrasi.
  • Saat diraba dengan lidah, Anda bisa merasakan tepi gigi yang tajam.
  • Jika abrasi telah menjangkau lapisan dalam, maka akan ada bercak gelap pada gigi.
  • Sisa-sisa makanan sering tersangkut di bagian cekungan gigi yang mengalami abrasi.
  • Terjadinya perubahan bentuk gigi, khususnya pada gigi yang berada di area dekat gusi. Ciri gigi yang abrasi biasanya akan menunjukkan cekungan tajam atau lekukan berbentuk “V”.
  • Gigi menjadi lebih sensitif, baik terhadap makanan/minuman yang dingin, panas, ataupun asam. Biasanya sensasi nyeri atau rasa ngilu akan muncul ketika Anda mengonsumsi makanan/minuman tertentu.
  • Terjadinya perubahan pada warna gigi menjadi lebih kuning dan mengilap dibanding gigi-gigi lainnya. Ini karena enamel yang terkikis akan membuat lapisan dentin yang berwarna kuning lebih terlihat.

Penanganan Abrasi Gigi, Perlukah ke Dokter Gigi?

Penanganan abrasi gigi umumnya disesuaikan dengan kondisi ataupun tingkat keparahannya. Jika abrasi masih tergolong ringan, maka Anda cukup mengubah kebiasaan menyikat gigi dan menggunakan pasta gigi khusus, misalnya pasta gigi untuk gigi sensitif. Hal ini setidaknya dapat membantu mengurangi gejalanya.

Selain itu, Anda juga bisa mempertimbangkan untuk menggunakan sikat gigi dengan bulu yang lembut dan mempelajari cara menyikat gigi yang benar. Sebagai tambahan, sebaiknya Anda pun menghindari kebiasaan menggigit benda keras, termasuk kebiasaan membuka benda dengan gigi secara langsung.

Namun, apabila kondisi abrasi gigi sudah termasuk parah, maka Anda perlu mendapat tindakan medis oleh dokter gigi. Adapun untuk penanganan medisnya, biasanya seperti berikut:

  • Penambalan gigi.
  • Restorasi komposit resin.
  • Penerapan fluoride topikal.
  • Perawatan saluran akar—jika memang abrasi gigi sudah sangat dalam.

Nah, salah satu fasilitas kesehatan terbaik di Indonesia yang menawarkan layanan pemeriksaan gigi oleh dokter gigi berkualitas adalah KMC alias Klinik Mutiara Cikutra.

Klinik Mutiara Cikutra merupakan klinik kesehatan berkualitas yang telah terdaftar resmi dan memiliki izin Kementerian Kesehatan, sehingga kualitas serta pelayanannya sudah pasti terjamin.

Khusus untuk pemeriksaan berbagai masalah kesehatan yang menyangkut gigi, di Klinik Mutiara Cikutra tersedia beberapa layanan praktik, yaitu:

  • Dokter gigi.
  • Dokter spesialis gigi anak.
  • Dokter spesialis bedah mulut.

Bagaimana? Sangat lengkap, bukan? Terlebih, selain dokter gigi berkualitas, KMC juga menawarkan suasana menyenangkan, tempat yang senyaman rumah sendiri, serta pelayanan yang seramah keluarga. Sangat cocok bagi Anda yang memprioritaskan kenyamanan sekaligus keamanan.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, jadwalkan kunjungan Anda bersama keluarga tercinta ke KMC dan dapatkan pengalaman pemeriksaan gigi terbaik!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Gigi Si Kecil Goyang, Sebaiknya Cabut di Rumah atau ke Dokter Gigi Anak?

Gigi Si Kecil Goyang, Sebaiknya Cabut di Rumah atau ke Dokter Gigi Anak?

Gigi Si Kecil Goyang, Sebaiknya Cabut di Rumah atau ke Dokter Gigi Anak?

gigi anak
Sumber : Envanto

Gigi si kecil goyang, dan Anda kebingungan sebaiknya berbuat apa? Apakah aman mencabutnya sendiri di rumah atau harus mengunjungi dokter gigi anak? Berikut penjelasan lengkapnya untuk Anda.

Yuk, simak informasi berikut ini agar Anda tak salah langkah dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut anak!

Penyebab Gigi Anak Goyang

gigi anak
Sumber : Envanto

Anak, khususnya usia 6 atau 7 tahun, sering kali mulai mengalami peristiwa “gigi goyang”. Jika hal ini juga terjadi pada buah hati Anda, jangan panik dulu. Pasalnya, gigi goyang pada anak memang merupakan hal yang umum dan bisa terjadi secara natural apabila saatnya sudah tiba.

Seperti diketahui, memasuki usia enam bulan, umumnya gigi susu anak mulai tumbuh. Biasanya, ini diawali dengan pertumbuhan gigi seri bawah, yang kemudian disusul oleh gigi seri atas, lalu dilanjut gigi taring dan gigi geraham.

Nah, di usia 2 hingga 2,5 tahun, rata-rata gigi susu pada anak sudah tumbuh seluruhnya dengan total 20 gigi. Tepatnya ada 10 gigi di rahang atas dan 10 gigi di rahang bawah.

Kemudian, menginjak usia 6 tahun, biasanya anak mulai memasuki masa peralihan gigi, yaitu dari gigi susu ke gigi tetap/gigi dewasa. Gigi inilah yang nantinya akan menjadi gigi permanen yang dapat bertahan seumur hidup jika dirawat dengan baik.

Lantas, selain karena proses alami pergantian gigi susu ke gigi permanen, apakah ada penyebab lain mengapa gigi anak bisa goyang? Jawabannya, ya ada. Berikut beberapa di antaranya:

  • Cedera/benturan ketika kecelakaan tertentu. Misalnya, anak jatuh dan terbentur di bagian mulut saat sedang bermain. Jika parah, hal ini dapat menimbulkan trauma pada gigi sehingga gigi anak pun menjadi goyang.
  • Terjadi infeksi/radang gusi. Jika anak malas membersihkan gigi dan mulut, sisa makanan yang menumpuk akan menyebabkan plak lalu dapat berkembang menjadi radang gusi. Nah, gusi yang meradang berpotensi melemahkan penyangga gigi, sehingga gigi pun akan goyang.
  • Karies gigi atau gigi berlubang, yang dalam kasus tertentu bahkan dapat menyebabkan infeksi. Selain itu, jika gigi susu rusak parah karena karies, maka bisa saja akan goyang sebelum tiba waktunya

Sebaiknya Cabut Gigi di Rumah atau ke Dokter Gigi Anak?

gigi
Sumber : Envanto

Tak dimungkiri bahwa sebagian dari kita mungkin pernah mencabut gigi sendiri di rumah. Entah karena merasa mudah melakukannya atau mempertimbangkan perihal biayanya. Namun, pertanyaannya, jika gigi anak goyang, sebaiknya cabut gigi di rumah atau harus ke dokter gigi anak?

Apabila mempertimbangkan soal keamanan, tentu saja mencabut gigi si kecil di dokter gigi anak merupakan langkah tepat yang bijak. Karena dengan penanganan dokter, berbagai risiko bahaya yang tidak diinginkan dapat dihindari. Termasuk risiko infeksi, salah cabut, hingga pendarahan berlebihan.

Selain itu, dokter yang ahli dan berpengalaman juga akan lebih cermat menilai apakah gigi yang hendak dicabut memang perlu dicabut atau tidak. Pasalnya, sebenarnya tidak semua gigi goyang anak bisa dicabut, contohnya gigi tetap/gigi permanen, kecuali memang termasuk kategori tertentu yang mengharuskan pencabutan.

Adapun alasan lain mengapa gigi goyang anak sebaiknya dicabut dokter gigi anak, yaitu agar rasa sakitnya dapat diminimalkan. Seperti diketahui, anak cenderung mudah rewel dan menangis, sehingga pencabutan gigi dengan bantuan medis seperti anestesi lokal merupakan langkah bijak agar anak tidak terlalu merasakan sakit.

Jadi, intinya, mencabut gigi anak sendiri di rumah sebenarnya boleh-boleh saja, tetapi keamanannya tentu tidak terjamin. Salah-salah, bahkan, justru itu bisa mengundang masalah serius. Oleh karenanya, untuk hasil terbaik, sangat disarankan untuk mencabut gigi anak di fasilitas kesehatan resmi dengan layanan dokter gigi anak berkualitas.

Rekomendasi Dokter Gigi Anak yang Aman Berkualitas

Bagi Anda yang menginginkan pemeriksaan dan penanganan gigi terbaik untuk anak, salah satu rekomendasi fasilitas kesehatan aman nan berkualitas adalah KMC alias Klinik Mutiara Cikutra.

KMC adalah klinik kesehatan yang memiliki izin resmi Kementerian Kesehatan. Klinik ini didukung oleh tenaga medis profesional, termasuk dokter gigi anak bersertifikat yang berpengalaman di bidangnya.

Jadi, untuk berbagai masalah kesehatan gigi si kecil, Anda bisa memercayakannya pada Klinik Mutiara Cikutra tanpa rasa khawatir.

Yuk, jadwalkan kunjungan Anda bersama si kecil sekarang juga!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Dokter Bedah Mulut: Peran dan Masalah Gigi-Mulut yang Perlu Penanganannya

Dokter Bedah Mulut: Peran dan Masalah Gigi-Mulut yang Perlu Penanganannya

Dokter Bedah Mulut: Peran dan Masalah Gigi-Mulut yang Perlu Penanganannya

 

Umumnya, ketika seseorang mengalami masalah gigi dan mulut, mereka akan melakukan pemeriksaan ke dokter gigi. Namun, tahukah Anda? Nyatanya beberapa gangguan kesehatan pada area mulut, gigi, dan rahang tidak sepenuhnya dapat ditangani oleh dokter gigi biasa, melainkan harus melibatkan dokter bedah mulut.

Ini karena beberapa kondisi pasien memang tergolong lebih kompleks sehingga memerlukan penanganan khusus yang lebih spesifik dan terfokus melalui tindakan bedah atau operasi.

Oleh karena itu, dalam kondisi-kondisi tertentu, dokter spesialis bedah mulut berperan penting dalam memastikan diagnosis tepat dan tindakan yang efektif.

Nah, berikut pembahasan lengkap terkait dokter bedah mulut dan berbagai masalah kesehatan yang dapat ditanganinya.

Dokter Bedah Mulut dan Perannya

bedah mulut
Sumber : Envanto

Sesuai namanya, dokter bedah mulut adalah dokter spesialis yang ahli dalam tindakan pembedahan atau operasi untuk penanganan berbagai penyakit terkait mulut, gigi, lidah, dan rahang.

Memiliki gelar Sp.BMMF, dokter ini biasanya juga disebut sebagai dokter spesialis bedah mulut dan maksilofasial. Adapun untuk menyandang gelar ini, mereka yang telah menjadi seorang dokter gigi masih harus menempuh pendidikan spesialis selama kurang lebih 5 hingga 6 tahun.

Selain perlu menguasai ilmu kedokteran gigi, nyatanya cakupan bidang yang ditangani oleh dokter bedah mulut cukup luas sehingga mereka pun perlu menguasai ilmu bedah umum.

Kendati demikian, dokter spesialis bedah mulut tak jarang melakukan kolaborasi penanganan pasien dengan dokter spesialis lain. Beberapa di antaranya, seperti dokter bedah umum, dokter gigi, dokter THT, dokter onkologi, dokter anestesi, hingga dokter ortopedi.

Tujuannya, yaitu agar mereka dapat menangani berbagai kondisi atau masalah kesehatan pasien yang terkait dengan mulut, gigi, lidah, dan rahang secara optimal.

Sebagai kesimpulan, seorang dokter bedah mulut memiliki peran besar dalam memberikan langkah pencegahan, diagnosis, tindakan bedah, hingga pengobatan efektif untuk pasien.

Masalah Gigi dan Mulut yang Perlu Penanganan Dokter Bedah Mulut

bedah mulut
Sumber : Envanto

Berikut beberapa masalah kesehatan gigi dan mulut yang sekiranya memerlukan penanganan oleh dokter bedah mulut:

  • Abses di wilayah mulut dan rahang.
  • Gangguan pada fungsi gerak rahang, contohnya trismus alias rahang kaku.
  • Kelainan saraf yang memengaruhi area mulut dan rahang, seperti neuralgia trigeminal.
  • Kelainan di sekitar area mulut dan rahang, contohnya bibir sumbing dan langit-langit mulut.
  • Cedera atau trauma di sekitar area mulut dan rahang, termasuk keretakan tulang rahang, patah, dan dislokasi sendi.
  • Beberapa gangguan tidur yang berhubungan dengan fungsi mulut dan saluran napas, seperti sleep apnea dan mendengkur.
  • Impaksi gigi, yaitu kondisi ketika gigi tumbuh tidak sempurna sehingga sebagian atau keseluruhan bagiannya terjebak di dalam gusi.
  • Berbagai infeksi pada gigi, gusi, maupun jaringan lunak mulut, misalnya abses gigi, abses gusi, atau abses pada jaringan mulut dan lidah.
  • Tumor, kanker, dan kista yang muncul di area mulut dan rahang, termasuk kanker mulut, kanker lidah, kanker kelenjar ludah, serta kista gigi.
  • Masalah pada sendi temporomandibular (TMJ). Ini adalah sendi penghubung rahang dengan tengkorak yang membuat rahang dapat bergerak.
  • Masalah terkait struktur atau posisi rahang dan gigi yang tidak sesuai. Misalnya gigi tonggos (overbite), rahang bawah terlalu menonjol (underbite), dan rahang bawah terlalu mundur (retrognathia).
  • Berbagai masalah atau gangguan pada gigi dan gusi yang membutuhkan penanganan berupa tindakan pembedahan/operasi. Contohnya gigi retak, periodontitis, gingivitis, dan lain-lain.

Rekomendasi Layanan Dokter Bedah Mulut Berkualitas

Bagi Anda yang ingin melakukan pemeriksaan gigi dan mulut, Anda bisa mempertimbangkan KMC alias Klinik Mutiara Cikutra sebagai pilihan utama.

Pasalnya, klinik berkualitas yang berizin resmi Kementerian Kesehatan ini menyediakan berbagai layanan kesehatan. Salah satunya ada layanan kesehatan gigi dan mulut bagi anak-anak hingga orang dewasa.

Di Klinik Mutiara Cikutra kini tersedia beberapa layanan praktik untuk kesehatan gigi dan mulut, yaitu:

  • Dokter gigi.
  • Dokter spesialis gigi anak.
  • Dokter spesialis bedah mulut.

Sangat lengkap, bukan? Bagi Anda yang tertarik, silakan datang langsung ke klinik utama Mutiara Cikutra yang berlokasi di Jl. Cikutra No. 115 Blok A-B, Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat.

Yuk, tunggu apa lagi? Jadwalkan kunjungan dan pemeriksaan Anda sekarang juga!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Gusi Sering Berdarah? Bisa Jadi Gejala Penyakit, Yuk Segera ke Dokter Gigi!

Gusi Sering Berdarah? Bisa Jadi Gejala Penyakit, Yuk Segera ke Dokter Gigi!

Gusi Sering Berdarah? Bisa Jadi Gejala Penyakit, Yuk Segera ke Dokter Gigi!

 

Gusi berdarah merupakan hal yang kerap kali dianggap sepele oleh banyak orang. Adapun kondisi ini biasanya terjadi ketika menyikat gigi, membersihkan gigi dengan alat tertentu (dan tak sengaja mengenai gusi), ataupun bisa juga tanpa sebab yang jelas.

Meski tampak sepele, Anda tidak boleh mengabaikan gusi yang sering berdarah. Sebab, bisa saja ini menjadi tanda awal dari berbagai penyakit atau masalah kesehatan tertentu yang dapat berujung serius dan bahkan berisiko fatal.

Jadi, jika Anda mengalami kondisi ini, hal penting yang harus Anda lakukan yaitu segera memeriksakan diri ke dokter gigi. Jangan sampai Anda hanya diam berpangku tangan tanpa melakukan apa pun. Terlebih jika frekuensi terjadinya cukup sering.

Yuk, simak pembahasan lengkapnya di bawah ini!

periksa gigi
Sumber Envanto

Penyebab Gusi Berdarah

Gusi yang berdarah sering memunculkan pertanyaan umum: “Apa penyebabnya?”. Pada dasarnya, memang ada sejumlah faktor penyebab yang menyebabkan gusi menjadi berdarah. Berikut beberapa di antaranya:

Jarang Menyikat/Menggosok Gigi

Jarang menyikat/menggosok gigi dapat memicu munculnya plak, dan plak yang bertumpuk ini bisa membentuk karang gigi. Nah, karang gigi inilah yang meningkatkan risiko peradangan gusi hingga membuat gusi menjadi berdarah.

Menyikat Gigi Terlalu Keras

Menyikat gigi dengan keras dapat memicu benturan atau gesekan pada jaringan gusi yang lunak dan tipis, sehingga menyebabkan gusi menjadi berdarah.

Merokok

Sudah menjadi rahasia umum bahwa rokok memiliki kandungan berbahaya yang dapat memicu berbagai penyakit, termasuk pertumbuhan bakteri jahat dalam mulut. Akibatnya, gusi juga berisiko rawan infeksi, meradang, bengkak, hingga berdarah.

Adanya Perubahan Hormon

Perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron selama masa pubertas, menstruasi, atau kehamilan juga dapat menyebabkan peningkatan aliran darah ke area gusi dan memicu gusi berdarah.

Adanya Gangguan Pembekuan Darah

Riwayat penyakit yang berkaitan dengan gangguan pembekuan darah seperti hemofilia, leukimia, dan lain-lain juga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya perdarahan pada gusi.

Kekurangan Vitamin C dan K

Kurangnya asupan vitamin C dan K juga bisa menjadi penyebab gusi rentan berdarah.

Diabetes

Diabetes dapat menyebabkan gusi berdarah karena kadar gula darah tinggi melemahkan sistem imun dan memperlambat penyembuhan, sehingga gusi lebih rentan terhadap infeksi/peradangan.

Gingivitis

Gingivitis merupakan masalah peradangan gusi yang juga dapat memicu gusi berdarah.

Periodontitis

Selain gingivitis, periodontitis juga bisa menyebabkan gusi berdarah karena infeksi yang terjadi berpotensi memicu peradangan hebat pada jaringan gusi.

Gusi Berdarah Bisa Jadi Gejala Penyakit

periksa gigi
Sumber : Envanto

Tampak sepele, padahal sebenarnya gusi berdarah juga bisa menjadi gejala dari sejumlah penyakit atau masalah kesehatan tertentu. Apa saja? Berikut beberapa di antaranya:

Diabetes

Penyakit kronis ini ditandai kadar gula darah yang tinggi—dapat melemahkan sistem imun dan memperlambat penyembuhan luka, termasuk area gusi, sehingga meningkatkan risiko peradangan serta pendarahan.

Hemofilia

Ini adalah penyakit atau kelainan genetik langka ketika darah tidak dapat membeku dengan normal karena kekurangan faktor pembekuan.

Gingivitis

Ini merupakan peradangan ringan pada gusi yang biasanya disebabkan oleh penumpukan plak. Beberapa gejalanya, yaitu gusi merah, bengkak, hingga berdarah.

Leukemia

Ini adalah kanker darah yang menyerang sel darah putih. Salah satu gejalanya, yaitu pendarahan tidak normal, termasuk gusi yang berdarah.

Periodontitis

Ini merupakan infeksi serius pada jaringan penyangga gigi, termasuk gusi dan tulang. Umumnya diawali dengan gingivitis sebelum akhirnya berkembang menjadi periodontitis.

Trombositopenia

Sebenarnya trombositopenia bukan penyakit tunggal, tetapi gangguan kesehatan atau kondisi medis ketika jumlah trombosit dalam darah rendah. Jika gusi berdarah, maka bisa jadi itu salah satu gejala trombositopenia.

Rekomendasi Dokter Gigi Berkualitas

Apabila Anda mengalami gusi berdarah secara terus-menerus, maka sudah saatnya Anda mengunjungi dan memeriksakan diri ke dokter gigi. Nah, salah satu fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan dokter gigi berkualitas adalah Klinik Mutiara Cikutra (KMC).

Ini adalah sebuah klinik kesehatan yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia. Berdedikasi memberikan pelayanan seramah keluarga dan tempat yang senyaman rumah sendiri.

Di sini tersedia berbagai layanan kesehatan, termasuk poli gigi yang didukung oleh dokter gigi berkualitas yang siap menangani berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut Anda, termasuk gangguan pada gusi seperti gusi berdarah.

Tertarik mencoba? Yuk, kunjungi Klinik Mutiara Cikutra sekarang juga dan dapatkan pengalaman periksa hingga perawatan gigi terbaik Anda!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Kebiasaan Ini Bisa Merusak Gigi si Kecil! Segera Cek ke Dokter Gigi Anak Bandung Berikut!

Kebiasaan Ini Bisa Merusak Gigi si Kecil! Segera Cek ke Dokter Gigi Anak Bandung Berikut!

Hati-Hati, Kebiasaan Ini Bisa Merusak Gigi si Kecil! Segera Cek ke Dokter Gigi Anak Bandung Berikut!

 

Merawat kesehatan gigi dan mulut merupakan hal yang penting dilakukan. Terlebih lagi, bagi anak-anak yang giginya masih dalam tahap perkembangan sehingga cenderung lebih rentan terhadap risiko kerusakan.

Sayangnya, justru banyak kebiasaan sehari-hari anak yang mungkin saja tampak sepele, tetapi sebenarnya cukup berbahaya—bahkan berpotensi merusak gigi. Jika terus dibiarkan tanpa penanganan dokter, hal ini bisa menimbulkan gangguan serius ke depannya.

Nah, khusus bagi Anda warga Bandung yang mencari dokter gigi anak Bandung berkualitas, jangan sampai Anda melewatkan artikel ini. Terlebih lagi, Anda juga akan menemukan informasi menarik lainnya terkait kebiasaan-kebiasaan anak yang dapat merusak gigi mereka.

Penasaran? Yuk, simak selengkapnya!

Kebiasaan-Kebiasaan yang Bisa Merusak Gigi Anak

Gigi Anak
Sumber : Envanto

Ada banyak faktor yang dapat menjadi penyebab rusaknya gigi si kecil, salah satunya adalah faktor kebiasaan. Jadi, untuk mencegah hal ini terjadi, Anda harus tahu apa saja kebiasaan-kebiasaan tersebut. Berikut beberapa di antaranya:

Mengonsumsi Makanan dan Minuman Manis

Makanan maupun minuman manis memang pada umumnya sangat disukai anak-anak. Namun, kandungan gula yang tinggi di dalamnya bisa merusak gigi. Jika menempel dan mengendap dalam waktu lama, maka hal tersebut akan memunculkan plak yang bisa berujung pada masalah kesehatan lebih serius lainnya.

Jadi, jika si kecil suka memakan makanan manis seperti permen, cokelat, dan sejenisnya, sebaiknya segera hentikan. Ini juga termasuk minum minuman manis seperti jus, susu kemasan, dan lain-lain

Hal ini penting dilakukan untuk menghindari kerusakan lapisan email gigi. Jika terus dibiarkan, maka bukan tidak mungkin gigi anak akan berlubang, busuk, hingga akhirnya harus dicabut sebelum waktunya.

Menelan Pasta Gigi

Pasta gigi anak kebanyakan memiliki rasa dan warna yang menarik. Alhasil, tak heran anak cukup sering menelannya saat menyikat gigi. Padahal, fluoride yang terlalu banyak tertelan atau digunakan berlebihan bisa menyebabkan fluorosis. Kandungan ini dapat memicu munculnya bintik putih atau cokelat pada gigi.

Mengisap Jempol dan Empeng

Kebiasaan ini biasanya cukup efektif untuk menenangkan anak, tetapi ternyata bisa berubah menjadi kebiasaan buruk yang berpotensi membuat gigi tumbuh berantakan. Selain itu, kebiasaan mengisap jempol atau dot/empeng juga dapat mempersulit anak mengunyah, mengucapkan kata-kata yang benar, hingga memengaruhi bentuk rahang.

Aktif Menyusu ASI di Malam Hari

Sebagai orang tua, sadar atau tidak, kebiasaan si kecil yang aktif menyusu di malam hari—apalagi setelah menggosok gigi—bisa menjadi kebiasaan sepele yang dapat merusak gigi. Sisa-sisa ASI yang menempel semalaman di dalam mulut dan pada lapisan gigi bisa memicu kerusakan, apalagi jika terjadi secara terus-menerus.

Perlu Anda ketahui bahwa ASI sebenarnya mengandung laktosa (jenis gula dalam susu). Meski tidak secara langsung menyebabkan kerusakan, hal tersebut dapat memicu karies gigi jika pemberian ASI tidak tepat atau terlalu sering. Akibatnya, gigi anak menjadi lebih mudah berlubang dan rusak.

Menggigit Alat Tulis atau Sejenisnya

Memasuki usia prasekolah atau usia sekolah, anak biasanya mulai terbiasa dengan penggunaan alat tulis. Nah, beberapa anak bahkan terkadang memiliki kebiasaan menggigiti alat tulis seperti pensil, pena, dan sejenisnya.

Kebiasaan ini bukanlah kebiasaan yang baik karena dapat mengundang masuknya virus dan bakteri ke dalam mulut. Alhasil, anak menjadi rentan terkena penyakit, termasuk dapat memicu kerusakan dan keretakan pada gigi. Hal ini bisa pula menimbulkan luka jika disertai benturan cukup keras dalam mulut.

Rekomendasi Dokter Gigi Anak Bandung Berkualitas

Gigi Anak
Sumber : Envanto
Gigi Anak
Sumber : Envanto

Jika buah hati kesayangan Anda cukup sering melakukan satu atau beberapa dari kebiasaan di atas, tidak ada salahnya Anda bersikap waspada dan hati-hati. Langkah bijak yang dapat Anda lakukan ketika berada di situasi ini adalah segera memeriksakan anak ke dokter gigi guna mencegah potensi kerusakan lebih serius.

Di Bandung, misalnya, ada Klinik Mutiara Cikutra (KMC) yang menawarkan layanan dokter gigi anak Bandung berkualitas. Klinik ini cocok menjadi pilihan bagi Anda yang mengutamakan keamanan dan kenyamanan. Sebab, KMC dikenal dengan pelayanannya yang ramah keluarga dan tempatnya yang senyaman rumah.

Di KMC sendiri tersedia berbagai layanan kesehatan. Salah satunya poli gigi khusus anak yang didukung oleh dokter spesialis gigi anak yang siap menangani berbagai masalah kesehatan gigi si kecil.

Jadi, yuk, rencanakan segera pertemuan Anda dan si kecil dengan dokter anak Bandung berkualitas di KMC!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Gigi Ngilu saat Makan atau Minum Ini? Saatnya Periksa ke Dokter Gigi Bandung!

Gigi Ngilu saat Makan atau Minum Ini? Saatnya Periksa ke Dokter Gigi Bandung!

Gigi Ngilu saat Makan atau Minum Ini? Saatnya Periksa ke Dokter Gigi Bandung!

 

Bagi sebagian orang, gigi ngilu merupakan hal biasa. Namun, jika sudah terlalu sering terjadi dan bahkan tingkat keparahannya pun cukup ekstrem, Anda tidak boleh hanya diam berpangku tangan. Sebab, gigi ngilu bisa saja adalah tanda adanya gangguan atau kerusakan gigi yang lebih serius.

Oleh karena itu, melakukan pemeriksaan ke dokter gigi sangat penting. Nah, jika Anda tinggal di Kota Kembang alias Bandung, jangan sampai Anda salah memilih dokter gigi Bandung. Dengan begitu, gangguan pada gigi Anda bisa ditangani secara tepat.

Namun, apa kira-kira penyebab gigi menjadi lebih sensitif sehingga terasa ngilu? Lalu, bagaimana dengan makanan dan minuman pemicunya? Apa saja yang harus Anda hindari?

Untuk menjawab semua pertanyaan tersebut, yuk simak artikel berikut, lengkap dengan pembahasan rekomendasi dokter gigi Bandung terbaik di akhir artikel.

Penyebab Gigi Ngilu

gigi ngilu
Sumber : Envanto

Apa, sih, gigi ngilu itu? Gigi ngilu biasanya juga disebut gigi sensitif—atau dalam dunia medis dikenal dengan istilah dentin hypersensitivity alias hipersensitivitas dentin. Orang yang mengalami kondisi ini akan merasa nyeri hingga nyut-nyutan pada gigi di saat-saat tertentu, dan biasanya berlangsung selama beberapa saat.

Jika hendak dideskripsikan, gigi ngilu adalah sensasi nyeri yang tajam menusuk pada gigi hingga menimbulkan rasa ketidaknyamanan dan bahkan bisa mengganggu kualitas hidup seseorang.

Adapun gigi ngilu pada umumnya terjadi sebagai respons terhadap rangsangan tertentu. Misalnya makanan/minuman dingin atau panas, makanan/minuman yang manis atau asam, udara dingin atau cuaca ekstrem (perubahan suhu), menggosok gigi atau menggunakan benang gigi, dan lain sebagainya.

Jadi, apa sebenarnya penyebab gigi ngilu? Umumnya, penyebab gigi ngilu adalah lapisan dentin yang terbuka. Alhasil, hal tersebut mengakibatkan pergerakan cairan pada saluran dentin yang mengaktifkan serabut saraf di pulpa gigi.

Adapun gigi ngilu seringnya dimulai dari gigi yang berlubang karena adanya penumpukan plak atau ketika seseorang tidak menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan benar.

Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari

gigi ngilu
Sumber : Envanto

Nah, jika Anda memiliki gigi yang sensitif sehingga kerap kali menimbulkan rasa ngilu atau nyeri di saat-saat tertentu, ketahuilah bahwa sebenarnya ada sejumlah makanan dan minuman yang harus Anda hindari. Sebab, makanan dan minuman tertentu bisa menjadi pemicu gigi Anda menjadi ngilu. 

Apa saja kira-kira? Berikut daftarnya untuk Anda:

  • Acar. Kandungan cuka yang asam di dalamnya bisa membuat gigi mengalami erosi.
  • Kopi. Jika dikonsumsi secara berlebihan juga bisa memicu gigi ngilu karena kandungan asamnya dapat melemahkan lapisan email gigi.
  • Es krim yang dingin ditambah rasa manis dari kandungan gulanya dapat memicu gigi ngilu. Begitu pula dengan mengunyah es batu yang dapat menimbulkan retak pada gigi sehingga lebih sensitif.
  • Tomat dan saus tomat. Meski mengandung banyak vitamin dan mineral, tak dimungkiri bahwa tomat dan sausnya memiliki kandungan asam yang cukup tinggi, sehingga bisa memicu ngilu pada gigi.
  • Buah-buahan seperti lemon, nanas, atau jeruk juga mengandung asam yang tinggi. Untuk meminimalkan ngilu karenanya, Anda bisa berkumur air putih dan menunggu hingga satu jam sebelum menyikat gigi.
  • Permen manis. Kandungan gula di dalamnya serta teksturnya yang lengket bisa membuat gigi ngilu. Hal tersebut bisa juga mengundang kuman bersarang sehingga memicu munculnya karies gigi. Jika terus berlanjut, gigi akan berlubang dan menjadi jauh lebih sensitif.
  • Minuman jeruk/lemon (orange squash/lemon squash). Meskipun sangat segar di tenggorokan, minuman ini bisa memicu gigi ngilu karena kandungan vitamin C-nya yang tinggi. Terlebih lagi, jika ditambah gula dan soda, maka bisa menjadi duet berbahaya yang berpotensi mengiritasi saraf gigi secara langsung.

Rekomendasi Dokter Gigi Bandung

Bagi Anda warga Bandung yang mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut seperti gigi ngilu, segeralah memeriksakan diri ke dokter gigi Bandung. Nah, salah satu fasilitas kesehatan terbaik yang recommended untuk Anda pilih adalah Klinik Mutiara Cikutra (KMC).

Ini adalah klinik kesehatan yang menawarkan berbagai layanan kesehatan. Termasuk salah satunya poli gigi dengan fasilitas lengkap, modern, dan tentunya didukung oleh dokter spesialis gigi yang berpengalaman di bidangnya.

Jika tertarik, Anda bisa langsung mengunjungi klinik utama Mutiara Cikutra yang beralamat di Jl. Cikutra No. 115 Blok A-B, Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat.

Yuk, jadwalkan segera pertemuan Anda dengan dokter gigi Bandung berkualitas di KMC!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Yuk, Intip Proses Pembersihan Karang Gigi di Dokter Gigi

Yuk, Intip Proses Pembersihan Karang Gigi di Dokter Gigi

Yuk, Intip Proses Pembersihan Karang Gigi di Dokter Gigi

Senyum merupakan hal lumrah yang sering kali kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, apa jadinya jika Anda terpaksa jarang tersenyum secara lebar karena malu dan kurang percaya diri menunjukkan gigi yang terdapat noda-noda kekuningan di sela-selanya?

Karang gigi, masalah kesehatan gigi yang cukup sering diabaikan, padahal nyatanya dapat memberikan dampak besar pada kehidupan sehari-hari Anda. Mulai dari kemungkinan bau mulut, gangguan kesehatan gusi, bahkan untuk tersenyum lebar secara bebas pun mungkin Anda merasa khawatir.

Nah, dalam artikel ini, Anda akan menemukan sejumlah informasi penting nan menarik terkait karang gigi, termasuk proses pembersihannya di dokter gigi hingga rekomendasi dokter gigi terbaik yang dapat Anda pertimbangkan.

Langsung saja, yuk, simak pembahasan lengkapnya berikut ini!

Mengenal Lebih Jauh tentang Karang Gigi

karang gigi
Sumber : Envanto

Apa yang dimaksud dengan karang gigi? Karang gigi adalah tumpukan plak yang telah mengeras di permukaan gigi. Biasanya, karang gigi muncul di sela-sela gigi atau di dekat garis gusi—warnanya bisa kekuningan hingga kecokelatan.

Penyebab karang gigi pun bisa macam-macam, mulai dari sisa-sisa makanan, bakteri, hingga mineral dari air liur. Jika tidak ditangani dengan tepat, maka karang gigi bisa semakin parah seiring berlalunya waktu.

Sebab, ketika karang gigi sudah terlanjur terbentuk, cara mengatasinya tidak lagi hanya bisa dilakukan dengan menyikat gigi seperti biasanya. Namun, sudah membutuhkan bantuan tenaga profesional seperti dokter gigi melalui prosedur khusus bernama scaling.

Tentunya Anda sangat sadar bahwa karang gigi tidak hanya mengganggu penampilan sehari-hari, tetapi juga bisa menjadi pemicu berbagai gangguan atau masalah kesehatan mulut. Beberapa di antaranya, seperti bau mulut, radang gusi (gingivitis), hingga gangguan lain yang lebih serius.

Oleh karena itu, ketika Anda memiliki karang gigi, sangat disarankan untuk segera mengunjungi dokter gigi untuk memeriksakannya. Jika perlu, lakukan pemeriksaan setiap enam bulan sekali agar karang gigi Anda tidak sempat menumpuk hingga akhirnya mengganggu kesehatan mulut.

Proses Pembersihan Karang Gigi di Dokter Gigi

Gigi

Bagi Anda yang tertarik membersihkan karang gigi, kemungkinan besar Anda merasa penasaran mengenai prosesnya, bukan? Nah, secara umum, berikut proses pembersihan karang gigi di dokter gigi:

  • Pertama, dokter gigi akan memeriksa rongga mulut Anda. Tujuannya untuk mengetahui kondisi gigi dan mulut Anda secara keseluruhan.
  • Setelah itu, dokter akan menggunakan bantuan cermin kecil khusus untuk menemukan lokasi plak dan karang gigi Anda berada.
  • Selanjutnya, Anda akan diberi anestesi lokal, khususnya jika toleransi rasa sakit/nyeri Anda rendah. Namun, jika toleransi Anda tinggi, maka anestesi bisa saja tidak perlu diberikan. Jadi, semuanya tergantung kondisi Anda dan bagaimana kenyamanan Anda.
  • Langkah selanjutnya, proses pembersihan dapat segera dilakukan, di mana  dokter akan melakukannya dengan bantuan alat pengikis elektrik bernama ultrasonic scaler. Alat Ini membersihkan karang gigi dengan menggunakan gelombang ultrasonik.
  • Jika diperlukan, selain alat ultrasonic scaler, dokter juga bisa menggunakan bantuan alat manual untuk membersihkan karang gigi hingga ke bawah gusi.
  • Setelah pembersihan karang gigi selesai, dokter akan menyikat gigi Anda dengan sikat gigi elektrik. Tujuannya untuk membersihkan sisa-sisa karang yang tidak terangkat, sekaligus membantu mulut menjadi lebih segar.
  • Selanjutnya, kemungkinan dokter akan melanjutkan pembersihan menggunakan benang gigi untuk membersihkan sisa plak atau pasta gigi yang kemungkinan masih tersisa di sela-sela gigi.
  • Tahap terakhir adalah pembilasan. Dokter akan meminta Anda untuk membersihkan mulut dengan cara berkumur dan membilasnya menggunakan cairan yang mengandung fluoride.

Rekomendasi Dokter Gigi

Bagaimana? Apa Anda tertarik mencoba? Untuk hasil terbaik, Anda sangat direkomendasikan untuk memilih dokter gigi berkualitas nan tepercaya. Nah, salah satu fasilitas kesehatan yang memiliki dokter gigi dengan kualitas mumpuni adalah Klinik Mutiara Cikutra (KMC).

KMC adalah klinik kesehatan yang memberikan pelayanan seramah keluarga dan tempat senyaman rumah sendiri. Terlebih, di sini tersedia berbagai layanan kesehatan, salah satunya poli gigi. Jadi, sangat cocok bagi Anda yang ingin berkonsultasi hingga melakukan pemeriksaan berbagai masalah kesehatan gigi.

Jadi, yuk, kunjungi Klinik Mutiara Cikutra sekarang juga!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

https://www.alodokter.com/tidak-menyakitkan-seperti-ini-langkah-scaling-gigi