Klinik Mutiara Cikutra

Rekomendasi Poli Laktasi Bandung, KMC Solusinya!

Rekomendasi Poli Laktasi Bandung, KMC Solusinya!

Rekomendasi Poli Laktasi Bandung, KMC Solusinya!

dokter penyakit dalam
Sumber : Envanto

Klinik Mutiara Cikutra atau juga dikenal dengan “KMC” merupakan salah satu rekomendasi layanan kesehatan dengan poli laktasi Bandung terbaik yang dapat menjadi pilihan utama Anda.

Jadi, bagi Anda para warga Bandung yang memang kebetulan sedang mencari rekomendasi poli laktasi Bandung, jangan sampai Anda melewatkan artikel ini, ya!

Sebab, Anda juga akan menemukan sejumlah informasi lain terkait poli laktasi, mulai dari definisi hingga manfaatnya. Penasaran? Berikut detail lengkapnya untuk Anda!

Sumber : Envato

Apa Itu Poli Laktasi?

Sesuai namanya, poli laktasi adalah layanan kesehatan atau tempat untuk berkonsultasi dengan tenaga medis profesional yang berperan sebagai konselor laktasi. Di poli laktasi, Anda dapat berkonsultasi terkait berbagai hal seputar proses laktasi/menyusui alias pemberian ASI untuk si kecil.

Dengan kata lain, poli laktasi atau klinik laktasi merupakan sebuah fasilitas kesehatan yang kehadirannya memang khusus untuk membantu ibu menyusui dalam mengatasi berbagai masalah terkait menyusui.

Umumnya, poli laktasi bisa Anda temukan di beberapa pusat kesehatan, seperti rumah sakit, klinik, puskesmas, atau bahkan di praktik pribadi konselor laktasi.

Adapun untuk layanannya, poli laktasi menyediakan layanan konsultasi menyusui. Ini termasuk mengatasi masalah seperti bayi sulit menyusu atau puting lecet hingga panduan teknik menyusui yang benar.

Selain itu, biasanya tersedia edukasi tentang manajemen ASI, penggunaan alat bantu menyusuidi poli laktasi. Bahkan, ada dukungan bagi working mom agar tetap bisa memberikan ASI untuk buah hati kesayangan tanpa kendala.

Manfaat Konsultasi di Poli Laktasi

Setelah mengetahui apa yang dimaksud dengan poli laktasi secara umum, saatnya masuk ke pembahasan terkait manfaat konsultasi di poli laktasi. Seperti diketahui, layanan kesehatan ini sangat membantu para calon ibu, ibu yang baru melahirkan, serta ibu yang mengalami kendala menyusui.

Wajar konsultasi di poli laktasi memberikan banyak manfaat, terutama dalam hal informasi, dukungan, dan pelatihan. Sebab, di sini, Anda bisa mendapatkan penjelasan lengkap tentang ASI, manfaatnya, serta teknik menyusui yang benar.

Selain itu, Anda juga akan dibimbing dalam hal memerah, menyimpan, hingga memberikan ASI perah. Tak lupa tentunya dengan edukasi tentang penggunaan alat bantu menyusui jika diperlukan.

Manfaat lainnya, berkonsultasi di poli laktasi juga dapat memberi dukungan emosional serta psikologis bagi para ibu baru yang masih beradaptasi setelah melahirkan. Poli ini bisa menjadi tempat berbagi pengalaman dengan ibu lainnya, sekaligus membantu meningkatkan pengetahuan agar proses menyusui berjalan lancar dan menyenangkan.

Intinya, keberadaan poli laktasi sangat membantu ibu dalam menghadapi berbagai permasalahan menyusui, termasuk upaya meningkatkan produksi ASI melalui arahan dan strategi yang tepat dari konselor laktasi.

Dengan pendekatan yang personal dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing ibu dan bayi, poli laktasi mampu memberikan solusi yang efektif guna mendukung keberhasilan proses menyusui.

KMC, Solusi Poli Laktasi Bandung

Nah, khusus untuk Anda warga Bandung yang saat ini membutuhkan rekomendasi poli laktasi Bandung berkualitas, salah satu tempat yang dapat menjadi pertimbangan utama Anda adalah KMC alias Klinik Mutiara Cikutra.

Poli laktasi Bandung di Klinik Mutiara Cikutra siap membantu Anda dalam berbagai pelayanan, seperti:

  • Konsultasi laktasi
  • Edukasi menyusui
  • Penyimpanan ASI
  • Pemeriksaan payudara
  • Pijat oksitosin dan laktasi

Selain layanan umum seperti di atas, KMC juga menyediakan induksi dan relaktasi. Induksi laktasi sendiri merupakan metode untuk merangsang produksi ASI pada wanita yang tidak sedang hamil atau belum pernah menyusui agar mereka bisa menyusui bayi (misalnya jika mereka mengadopsi bayi).

Sementara itu, relaktasi adalah proses membangkitkan kembali produksi ASI pada ibu yang sebelumnya sudah berhenti menyusui, baik karena alasan tertentu seperti kurangnya ASI, atau karena memang memilih tidak menyusui untuk sementara waktu.

Bagaimana? Sangat lengkap dan menarik, bukan, berbagai layanan di poli laktasi KMC? Mari kita terus mendukung sukses menyusui, jangan ragu untuk konsultasi laktasi di klinik utama Mutiara Cikutra yang berlokasi di Bandung.

Jika Anda tertarik, silakan langsung datang berkunjung ke Jl. Cikutra No. 115 Blok A-B, Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat, 40124.

Tunggu apa lagi? Yuk, jangan ditunda-tunda, konsultasi ke Klinik Mutiara Cikutra (KMC) sekarang juga!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

https://www.instagram.com/mutiaracikutra/reel/DGx0McrSUJP/

Tips Penyimpanan ASI yang Benar Selama Masa Laktasi

Tips Penyimpanan ASI yang Benar Selama Masa Laktasi

Tips Penyimpanan ASI yang Benar Selama Masa Laktasi

Laktasi
Sumber : Envanto

Masa laktasi merupakan salah satu periode penting dalam kehidupan seorang ibu. Pada momen ini, Anda perlu mencurahkan perhatian khusus untuk mendukung tumbuh kembang si kecil. Sayangnya, tidak semua ibu bisa menjalani masa laktasi dengan lancar.

Sebab, beberapa ibu nyatanya tidak dapat menyusui langsung setiap saat. Terutama bagi mereka yang bekerja atau memiliki aktivitas tertentu di luar rumah. Nah, dalam kondisi ini, salah satu solusi yang banyak dipilih ibu adalah memerah dan menyimpan ASI agar tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi si kecil.

Lantas, bagaimana cara memerah dan menyimpan ASI yang benar selama masa laktasi? Berikut informasi lengkapnya untuk Anda. Yuk, simak!

ASI dan Manfaatnya untuk Bayi

Laktasi
Sumber : Envanto

ASI merupakan singkatan dari “air susu ibu”. Ini adalah cairan alami yang diproduksi oleh kelenjar payudara ibu setelah mereka melahirkan, dan merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi.

ASI eksklusif dari ibu sangat baik untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi. Sebab, ASI mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan bayi, termasuk protein, vitamin, mineral, dan lain-lain.

Dibandingkan susu formula, ASI alami jauh lebih mudah dicerna dan komposisinya pun lebih sesuai dengan kebutuhan bayi. Nah, berikut beberapa manfaat ASI untuk bayi:

  • Dapat meningkatkan kecerdasan bayi.
  • Membantu mengurangi risiko alergi pada bayi.
  • Dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi.
  • Membantu menjaga berat badan bayi agar tetap ideal.
  • Membantu mengurangi risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS), yaitu sindrom kematian bayi mendadak.

Memberikan ASI eksklusif kepada bayi juga bermanfaat untuk ibu. Hal ini dapat meningkatkan emosional antara ibu dan bayi. Juga dapat membantu menurunkan berat badan ibu setelah melahirkan. Sebab, saat memproduksi ASI, setidaknya 500 kalori bisa terbakar.

Selain itu, pemberian ASI eksklusif juga dapat menjadi KB alami (metode amenore laktasi) yang efektif. Khususnya jika bayi menyusu secara rutin siang dan malam selama enam bulan pertama.

Cara Memerah ASI yang Benar

Laktasi
Sumber : Envanto

Secara umum, Anda bisa memerah ASI dengan dua cara, yaitu menggunakan pompa ASI dan pompa tangan. Adapun pompa ASI juga terbagi atas dua jenis lagi, yakni pompa ASI elektrik (listrik) serta pompa ASI manual.

Nah, jika Anda tertarik untuk memerah ASI secara manual alias langsung dengan tangan, berikut adalah langkah-langkah cara yang benar:

  • Pertama-tama, cuci tangan Anda hingga benar-benar bersih menggunakan air dan sabun. Setelah itu, keringkan.
  • Selanjutnya, siapkan botol atau wadah yang telah disterilkan. Lalu, tempatkan di bawah payudara Anda. Tujuannya, yaitu untuk menampung ASI yang akan keluar.
  • Jika sudah, mulai pijat payudara secara perlahan. Posisikan jari-jari Anda hingga membentuk huruf C di sekitar areola, lalu tekan dengan lembut. Usahakan untuk tidak memberi tekanan berlebihan pada puting. Sebab, hal ini dapat memicu rasa nyeri, sekaligus bisa menghambat aliran ASI.
  • Saat ASI sudah keluar, lepaskan tekanan. Ulangi kembali menekan secara perlahan sampai kebutuhan ASI yang Anda inginkan tercukupi.

Sedikit tips, jika aliran ASI mulai berhenti, pijat bagian lain sampai rata hingga ke seluruh permukaan payudara. Ulangi juga langkah-langkah di atas untuk payudara satunya lagi.

Tips Penyimpanan ASI di Masa Laktasi

Setelah sukses memerah ASI, langkah selanjutnya yaitu menyimpan ASI dengan tepat. Agar tidak salah langkah, berikut beberapa tips penyimpanan ASI di masa laktasi yang bisa Anda terapkan:

  • Sebelum wadah ASI digunakan, cuci dan sterilkan terlebih dahulu.
  • Gunakan wadah penyimpanan ASI yang aman, seperti botol kaca atau plastik bebas BPA.
  • Jika ASI akan dibawa keluar, gunakan tas khusus atau tas cooler agar kualitas ASI tetap terjaga.
  • Jika ASI hanya untuk disimpan di rumah, simpan ASI di dalam kulkas dan sebaiknya di tempat yang paling dingin, yaitu di bagian paling belakang freezer.
  • Perhatikan waktu penyimpanan ASI. Hindari menyimpan terlalu lama, karena semakin lama ASI disimpan, kandungan vitamin C-nya akan semakin hilang. Selain itu, hal ini juga penting untuk menghindari risiko keracunan.

Jika Anda masih memiliki pertanyaan seputar cara menyimpan ASI yang benar atau mengalami tantangan lain selama masa menyusui, silakan berkonsultasi langsung ke poli laktasi

Nah, salah satu rekomendasi fasilitas kesehatan terbaik yang menawarkan layanan ini adalah Klinik Mutiara Cikutra (KMC). Di sini, Anda bisa mendapatkan pendampingan berkualitas oleh tenaga medis profesional.

Jadi, yuk segera jadwalkan kunjungan Anda!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Penyebab Payudara Bengkak saat Masa Laktasi, Apa Solusinya?

Penyebab Payudara Bengkak saat Masa Laktasi, Apa Solusinya?

Penyebab Payudara Bengkak saat Masa Laktasi, Apa Solusinya?

Bagi ibu menyusui, masa laktasi merupakan periode yang penuh tantangan. Pasalnya, proses menyusui ibu tak selamanya berjalan mulus sesuai harapan. Ada kalanya, beberapa ibu mengalami kendala atau memiliki keluhan tertentu, misalnya payudara yang membengkak saat menyusui.

Tentu saja kondisi ini cukup mengganggu, karena kerap kali menimbulkan rasa tidak nyaman hingga bahkan nyeri saat menyusui si kecil. Tak jarang pula pembengkakan payudara membuat sebagian ibu khawatir, terutama bagi ibu yang memang baru pertama kali mengalaminya.

Oleh karena itu, artikel ini hadir untuk membantu Anda menemukan penyebab hingga solusi payudara bengkak saat masa laktasi. Penasaran? Berikut informasi lengkapnya untuk Anda. Yuk, simak!

ASI
Sumber : Envanto

Apa Itu Laktasi?

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), laktasi adalah pengeluaran susu dari kelenjar susu. Ini merupakan proses produksi air susu ibu (ASI) setelah melahirkan hingga sampai ke bayi. Tujuannya, yaitu untuk memberikan nutrisi kepada bayi.

Proses laktasi sendiri merupakan respons hormonal dan biologis yang sebenarnya mulai terjadi sejak trimester kedua kehamilan. Tepatnya ketika tubuh mengalami perubahan hormonal yang memicu kelenjar susu untuk memproduksi serta merangsang pengeluaran ASI.

Masa laktasi ini umumnya dimulai saat usainya proses persalinan dan akan berlangsung selama ibu terus menyusui atau memerah ASI secara rutin. Biasanya, ASI baru akan berhenti keluar secara perlahan dalam rentan waktu 5-7 hari setelah ibu mulai menyapih anak.

Penyebab Payudara Bengkak saat Masa Laktasi

Laktasi
Sumber : Envanto

Masa laktasi sangatlah penting bagi tumbuh kembang buah hati kesayangan. Namun, munculnya beberapa kendala tertentu seperti payudara yang bengkak sering kali cukup mengganggu proses menyusui. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena ini merupakan hal wajar dan memang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Secara umum, pembengkakan pada payudara saat masa-masa menyusui disebabkan oleh saluran ASI yang tersumbat. Biasanya karena payudara tidak dikosongkan secara optimal selama proses menyusui.

Adapun penyebab terhambatnya pengosongan ASI bisa cukup beragam. Berikut beberapa di antaranya:

  • Jadwal menyusui tidak teratur.
  • Kondisi kesehatan ibu menurun (sakit).
  • Perlekatan bayi yang tidak tepat saat menyusui.
  • Ibu mengalami stres atau ada tekanan psikologis tertentu.
  • Proses penyapihan yang sedang berlangsung atau dilakukan secara tiba-tiba.
  • Adanya tekanan berlebihan pada jaringan payudara karena penggunaan baju atau bra yang terlalu ketat. Hal ini bisa membuat saluran air susu tersumbat.

Solusi Payudara Bengkak saat Masa Laktasi

Untuk mengatasi payudara yang membengkak saat masa-masa laktasi, berikut beberapa solusi yang dapat Anda coba:

Mandi Air Hangat

Mandi air hangat dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman sekaligus pembengkakan pada payudara.

Kompres Payudara

Mengompres payudara, baik dengan air hangat maupun air dingin, juga bisa Anda coba. Gunakan handuk kecil untuk mengompres selama sekitar 10-15 menit.

Mengonsumsi Obat

Jika payudara yang bengkak terasa nyeri, Anda bisa mengonsumsi obat antinyeri seperti paracetamol dan ibuprofen yang umumnya aman untuk ibu menyusui.

Memompa/Memerah ASI

Ada kalanya produksi ASI sangat banyak dan melimpah, tetapi bayi justru hanya bisa minum ASI dalam waktu yang sebentar. Hal ini dapat menimbulkan pembengkakan payudara. Untuk mengatasinya, Anda bisa memompa atau memerah ASI saat memang diperlukan.

Melakukan Pijat Payudara

Memijat payudara sebelum dan selama proses menyusui dapat membantu memperlancar saluran ASI yang tersumbat.

Tidak Berhenti Menyusui Bayi

Meski payudara bengkak, jangan sampai Anda berhenti menyusui bayi. Usahakan tetap memberikan ASI dengan teratur sesuai jadwal.

Memperbaiki Posisi Menyusui

Ketika payudara bengkak, Anda bisa mencoba memperbaiki posisi menyusui. Misalnya posisi cradle atau football hold.

Istirahat dan Memenuhi Kebutuhan Nutrisi

Beristirahat yang cukup sembari memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari juga dapat membantu mengurangi bengkak dan rasa sakit saat menyusui.

Memakai Baju dan Bra yang Nyaman (Tidak Ketat)

Agar jaringan payudara tidak mengalami tekanan, gunakanlah baju dan bra yang nyaman. Hindari pakaian yang terlalu ketat.

Apabila hal-hal di atas tidak begitu berdampak dalam mengurangi pembengkakan pada payudara Anda, maka solusi terbaiknya adalah berkonsultasi dengan dokter. Nah, salah satu fasilitas kesehatan resmi yang menyediakan layanan poli laktasi berkualitas dengan dokter berpengalaman adalah Klinik Mutiara Cikutra.

Selain dukungan tenaga medis terbaik, klinik ini juga menawarkan tempat yang senyaman rumah dan pelayanan yang seramah keluarga. Sangat cocok bagi Anda yang mengutamakan kenyamanan sekaligus keamanan.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, ke KMC sekarang juga!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Kapan Waktu Tepat Pemberian ASI dan MPASI? Yuk, Konsultasi ke Poli Laktasi

Kapan Waktu Tepat Pemberian ASI dan MPASI? Yuk, Konsultasi ke Poli Laktasi

Kapan Waktu Tepat Pemberian ASI dan MPASI? Yuk, Konsultasi ke Poli Laktasi

laktasi
Sumber : Envanto

Untuk menunjang tumbuh kembang bayi agar optimal, pemberian ASI eksklusif dan MPASI menjadi hal yang sangat penting. Sayangnya, tak dimungkiri bahwa masih cukup banyak orang tua—khususnya orang tua baru—yang bingung terkait waktu yang tepat dalam pemberian ASI eksklusif hingga transisi ke MPASI ini.

Padahal, pemahaman yang tepat tentu saja akan memudahkan orang tua dalam memenuhi asupan gizi terbaik yang dibutuhkan si kecil. Oleh karena itu, melakukan konsultasi hingga mendapatkan edukasi dan bimbingan langsung dari tenaga medis profesional sangat dianjurkan.

Bagaimana caranya? Salah satu solusinya yaitu dengan berkonsultasi langsung ke poli laktasi. Dengan demikian, proses menyusui hingga transisi pemberian ASI dapat berjalan lancar dan efektif.

Yuk, simak penjelasannya berikut ini, lengkap rekomendasi layanan poli laktasi berkualitas di akhir  artikel!

Pemberian ASI Eksklusif, Seberapa Penting?

ASI merupakan singkatan dari “air susu ibu” yang dapat membantu menunjang tumbuh kembang buah hati kesayangan. ASI menjadi asupan bergizi dengan kandungan karbohidrat, protein, mineral, dan lemak dalam jumlah seimbang yang sesuai kebutuhan bayi.

Oleh sebab itu, pemberian ASI eksklusif sangatlah penting karena ASI merupakan makanan terbaik dengan banyak kandungan gizi yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan asupan bayi.

Lantas, apa yang dimaksud dengan ASI eksklusif? ASI eksklusif adalah ASI yang diberikan secara eksklusif tanpa tambahan makanan maupun minuman—termasuk air putih—ketika bayi berusia 0 sampai 6 bulan.

ASI dianjurkan untuk diberikan sesering mungkin, yaitu sekitar 8-12 kali sehari atau disesuaikan dengan kebutuhan bayi, terutama pada minggu-minggu awal sejak bayi dilahirkan. 

Sebagai informasi, bayi yang baru lahir umumnya membutuhkan sekitar 30-60 ml ASI per 1-3 jam sekali setiap harinya. Namun, frekuensi ini bisa bervariasi, tergantung usia bayi dan produksi ASI sang ibu.

Waktu Tepat Pemberian ASI dan Transisi ke MPASI

laktasi
Sumber : Envanto

Pemberian ASI eksklusif dapat dimulai sejak bayi lahir hingga menginjak usia enam bulan—yang kemudian dianjurkan untuk dilanjutkan sampai mereka berusia dua tahun, dengan pemberian makanan yang sesuai.

Adapun untuk transisi ASI ke MPASI bisa mulai dilakukan ketika bayi berusia enam bulan. Pasalnya, di usia ini, sistem pencernaan yang dimiliki oleh bayi sudah siap untuk mencerna makanan-makanan padat.

Selain itu, saat bayi menginjak usia enam bulan, mereka cenderung mulai membutuhkan zat gizi tambahan. Contohnya seperti zat besi dan zinc yang tidak lagi cukup dipenuhi dengan pemberian ASI semata, sehingga dibutuhkan bantuan dari MPASI.

MPASI sendiri merupakan singkatan dari “makanan pendamping ASI (air susu ibu)”. Sesuai namanya, ini adalah makanan yang diberikan kepada anak sebagai pendamping atau tambahan asupan nutrisi selain ASI.

Selain untuk memenuhi asupan gizi si kecil, pemberian MPASI juga bertujuan untuk membantu keterampilan makan anak, sekaligus sebagai langkah awal memperkenalkan mereka dengan berbagai rasa dan tekstur makanan.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa dari  segi tekstur, Anda harus tetap menyesuaikan pemberian MPASI yang sesuai secara bertahap. Misalnya, dimulai dengan bubur halus terlebih dahulu, kemudian ditingkatkan jadi bubur saring, lalu makanan lumat, hingga akhirnya makanan-makanan tertentu yang aman dikonsumsi si kecil.

Rekomendasi Poli Laktasi Berkualitas untuk Konsultasi ASI dan MPASI

Bagi Anda yang ingin tahu lebih banyak terkait hal-hal seputar menyusui, termasuk konsultasi ASI dan MPASI, langkah bijak yang dapat Anda ambil yaitu mengunjungi poli laktasi.

Nah, salah satu rekomendasi fasilitas kesehatan dengan layanan poli laktasi berkualitas adalah KMC alias Klinik Mutiara Cikutra. Ini adalah klinik kesehatan yang terdaftar resmi dan memiliki izin Kementerian Kesehatan. Jadi, dari segi kualitas, Anda tidak perlu khawatir.

Klinik Mutiara Cikutra menyediakan berbagai layanan kesehatan, baik untuk ibu, anak, keluarga, dan lain-lain. Salah satunya termasuk layanan poli laktasi yang didukung oleh tenaga medis berkualitas dan tempat poli yang super nyaman.

Hal ini karena Klinik Mutiara Cikutra berdedikasi untuk memberikan pengalaman pemeriksaan terbaik untuk Anda dan keluarga melalui pelayanan yang seramah keluarga serta tempat yang senyaman rumah sendiri.

Bagaimana? Tertarik mencoba? Jangan ditunda-tunda, yuk segera kunjungi Klinik Mutiara Cikutra dan dapatkan pengalaman terbaik Anda dengan layanan poli laktasi berkualitas dari KMC!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

ASI Tidak Keluar? Poli Laktasi Bandung Ini Siap Bantu!

ASI Tidak Keluar? Poli Laktasi Bandung Ini Siap Bantu!

ASI Tidak Keluar? Poli Laktasi Bandung Ini Siap Bantu!

 

Masa kehamilan, persalinan, hingga menyusui merupakan momen-momen penting nan berkesan bagi sebagian besar ibu di seluruh dunia. Kendati demikian, umumnya, orang-orang hanya akan fokus pada masa kehamilan dan persalinan. Padahal, sebenarnya tahap menyusui juga tak kalah krusialnya.

Pasalnya, ASI alias air susu ibu adalah sumber nutrisi utama yang paling ideal bagi bayi baru lahir. Sayangnya, ternyata tidak semua ibu langsung bisa memberikan ASI eksklusif kepada buah hati setelah melahirkan. Mengapa?

Yuk, simak pembahasan lengkapnya dalam artikel ini. Anda akan menemukan informasi penyebab ASI tidak keluar, hal yang harus Anda lakukan jika mengalaminya, hingga rekomendasi poli laktasi Bandung—khusus bagi Anda para warga Bandung!

Penyebab ASI Tidak Keluar

ASI
Sumber : Envanto

Salah satu tantangan/hambatan sekaligus masalah meresahkan yang cukup sering dialami oleh ibu yang baru melahirkan (pejuang ASI) adalah tidak keluarnya ASI. Padahal, bayi sangat membutuhkan nutrisi dari air susu ibu ini untuk menunjang tumbuh kembang mereka.

Memang, ada ibu yang bisa langsung menyusui sesaat setelah melahirkan atau ketika melakukan inisiasi menyusui dini (IMD). Namun, nyatanya ada juga ibu yang baru bisa menyusui setelah hari kedua dan ketiga pasca-melahirkan. Itu pun terkadang dengan kuantitas yang tidak optimal sehingga pemberian ASI juga menjadi tidak maksimal.

Lantas, apa kira-kira penyebab ASI tidak keluar atau tidak lancar? Berikut beberapa di antaranya:

  • Stres. Terlebih lagi, seorang ibu mengalami proses persalinan yang traumatik. Sebab, stres cukup memengaruhi penurunan hormon oksitosin yang memiliki peran penting dalam produksi ASI. Ini bisa berujung pada ASI tidak/susah keluar.
  • Kelahiran prematur. Ini bisa menghambat produksi ASI karena ketidaksiapan hormon, minimnya stimulasi dari isapan bayi (biasanya tidak sekuat bayi normal), hingga kemungkinan stres emosional ibu.
  • Kelelahan. Rasa lelah biasanya datang dari kurang tidur atau hal-hal sejenisnya, dan ini cukup sering dialami oleh ibu yang baru saja melakukan persalinan.
  • Pemberian cairan infus saat bersalin. Hal ini bisa membuat payudara bengkak sehingga ASI menjadi sulit keluar sampai payudara kembali normal.
  • Ibu memiliki kondisi tertentu, seperti obesitas, kanker payudara, anemia, dan lain-lain.
  • Terjadi masalah pada plasenta sehingga produksi ASI tertunda.
  • Ibu memiliki kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol.
  • Cara menyusui keliru, seperti perlekatan yang kurang tepat.
  • Ibu kehilangan banyak darah usai melahirkan.
  • Efek samping obat-obatan tertentu.

Hal yang Harus Dilakukan ketika ASI Tidak Keluar

ASI
Sumber : Envanto

Jika Anda saat ini kebingungan karena ASI tidak bisa keluar atau tidak lancar, berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya:

  • Mempelajari posisi menyusui yang tepat agar tidak keliru. Pastikan mulut bayi melekat dengan benar ke payudara dan jangan menyusui melalui salah satu payudara saja.
  • Melakukan kontak kulit dengan bayi untuk merangsang oksitosin dan prolaktin. Keduanya merupakan hormon yang berperan dalam produksi ASI.
  • Memompa ASI dan menyusui secara rutin agar payudara terus-menerus mendapat rangsangan untuk memproduksi ASI.
  • Merelaksasikan tubuh agar bisa melancarkan pelepasan hormon laktasi yang berperan dalam proses pengeluaran ASI.
  • Minum air putih yang cukup agar tidak dehidrasi, sekaligus sebagai upaya untuk mencegah produksi ASI menurun.
  • Melakukan pijat payudara (pijat laktasi) guna memperlancar peredaran darah dan produksi ASI.
  • Beristirahat dengan baik, jangan stres, dan pastikan mengonsumsi makanan sehat bergizi.
  • Berkonsultasi ke poli laktasi.

Rekomendasi Poli Laktasi Bandung Berkualitas

Apabila Anda telah mencoba cara-cara di atas, tetapi ASI tak kunjung keluar atau tidak lancar, maka saatnya Anda mengambil langkah bijak: segera berkonsultasi ke poli laktasi.

Nah, khusus para warga Bandung, salah satu rekomendasi fasilitas kesehatan terbaik di Kota Kembang yang menawarkan layanan poli laktasi Bandung berkualitas adalah Klinik Mutiara Cikutra alias KMC.

Di poli laktasi Bandung milik Klinik Mutiara Cikutra ini, tersedia berbagai pelayanan seputar menyusui. Beberapa di antaranya, seperti:

  • Konsultasi laktasi
  • Edukasi menyusui
  • Penyimpanan ASI
  • Pemeriksaan payudara
  • Pijat oksitosin dan laktasi

Namun, selain layanan umum di atas, KMC juga menyediakan induksi dan relaktasi. Induksi berguna untuk merangsang produksi ASI pada wanita yang tidak sedang hamil (contohnya jika ibu mengadopsi bayi), sedangkan relaktasi bisa membantu ibu yang sempat berhenti menyusui untuk kembali memproduksi ASI.

Jadi, yuk, segera konsultasikan berbagai permasalahan laktasi/menyusui Anda di poli laktasi Bandung Klinik Mutiara Cikutra! Silakan datang langsung ke Jl. Cikutra No. 115 Blok A-B, Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Pentingnya Poli Laktasi bagi Ibu Menyusui

Pentingnya Poli Laktasi bagi Ibu Menyusui

Pentingnya Poli Laktasi bagi Ibu Menyusui

 

Masa kehamilan adalah salah satu momen paling membahagiakan dalam hidup seorang ibu. Wajar jika banyak persiapan yang harus dilakukan selama periode ini, termasuk mempersiapkan diri untuk menyusui setelah melahirkan.

Namun, tak dimungkiri bahwa meskipun banyak ibu yang sudah mempersiapkan diri dengan baik, ada kalanya akan tetap muncul sejumlah kendala ataupun tantangan dalam proses menyusui.

Nah, di sinilah poli laktasi memegang peranan yang sangat penting dalam memberikan dukungan medis dan edukasi untuk membantu para ibu mengatasi berbagai masalah menyusui.

Dengan adanya layanan layanan ini, diharapkan para ibu dapat merasa lebih percaya diri dan siap memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.

Lantas, apa yang sebenarnya dimaksud dengan poli laktasi? Mengapa penting bagi ibu menyusui? Apa saja manfaatnya? Dan kapan waktu yang tepat untuk mengunjunginya?

Tenang, semua pertanyaan tersebut akan terjawab lengkap dalam artikel ini. Jadi, Anda tidak perlu khawatir melewatkan informasi-informasi penting seputar layanan poli laktasi. Langsung saja, yuk, simak detailnya berikut!

Laktasi
Sumber : Envanto

Seputar tentang Poli Laktasi

Poli laktasi adalah sebuah layanan kesehatan dengan tenaga medis profesional sebagai konselor laktasi. Ini merupakan fasilitas kesehatan tempat para ibu dapat berkonsultasi terkait berbagai hal yang menyangkut proses laktasi (menyusui).

Layanan ini hadir sebagai solusi untuk para ibu menyusui agar mereka dapat mengatasi segala kendala ataupun tantangan yang berkaitan dengan pemberian ASI untuk si kecil.

Lantas, kapan waktu yang tepat untuk berkunjung ke poli laktasi? Meskipun ini termasuk layanan kesehatan seputar persoalan menyusui, tetapi sebenarnya konsultasi laktasi sudah diperlukan bahkan sejak mengandung alias saat masa kehamilan.

Pasalnya, berdasarkan anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ibu setidaknya perlu konsultasi laktasi sebanyak tujuh kali sejak masa kehamilan hingga bayi lahir dan masuk masa menyusui. Berikut detailnya:

  • Konsultasi 1: Saat kehamilan memasuki usia 28 minggu/trimester 2.
  • Konsultasi 2: Saat kehamilan memasuki usia 36 minggu/trimester 3.
  • Konsultasi 3: Segera setelah persalinan (1-3 hari), saat inisiasi menyusui dini (IMD).
  • Konsultasi 4: 1-2 pekan setelah persalinan.
  • Konsultasi 5: Sebulan setelah persalinan (nifas hari ke-40)
  • Konsultasi 6: 3-4 bulan setelah persalinan (early infancy).
  • Konsultasi 7: Enam bulan setelah persalinan, saat mulai MPASI pada bayi.

Selanjutnya, Anda bisa melakukan konsultasi tambahan apabila memang diperlukan. Contohnya ada kendala tertentu seperti permasalahan terkait persiapan ibu yang harus kembali bekerja, memiliki bayi kembar, ASI kurang, dan kondisi-kondisi khusus lainnya.

Apa Pentingnya Poli Laktasi bagi Ibu Menyusui?

Laktasi
Sumber : Envanto

Selain penanganan masalah terkait proses laktasi, poli laktasi juga sekaligus berperan sebagai wadah untuk membantu meningkatkan kesadaran para ibu akan pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama bayi lahir ke dunia.

Jadi, layanan kesehatan ini memang penting karena dapat membantu para ibu dari berbagai sisi, baik dari segi medis, mental, hingga edukasi bermanfaat terkait proses laktasi.

Dengan dukungan tepat yang ditawarkan fasilitas kesehatan ini, Anda sebagai ibu/calon ibu bisa mengoptimalkan pemberian ASI eksklusif—yang sangat penting untuk menunjang tumbuh kembang bayi yang sehat.

Inilah sebabnya poli laktasi menjadi tempat yang sangat bermanfaat bagi para ibu menyusui, yaitu untuk memastikan bahwa proses menyusui mereka berjalan lancar dan efektif.

Rekomendasi Poli Laktasi Berkualitas

Nah, setelah mengetahui beberapa hal menarik seputar poli laktasi dan alasan mengapa layanan ini sangat penting bagi ibu menyusui, kini saatnya Anda mengambil langkah nyata dengan memilih poli laktasi berkualitas.

Untuk rekomendasi terbaik, salah satunya ada Klinik Mutiara Cikutra (KMC) yang menawarkan berbagai layanan kesehatan yang cocok untuk Anda dan keluarga. Di sini tersedia Layanan Kesehatan Ibu, termasuk di dalamnya poli laktasi yang siap membantu Anda menangani hal-hal berikut:

  • Konsultasi laktasi
  • Edukasi menyusui
  • Penyimpanan ASI
  • Induksi dan relaktasi
  • Pemeriksaan payudara
  • Pijat oksitosin dan laktasi

Bagaimana? Sangat lengkap, bukan? Sebagai informasi, Klinik Mutiara Cikutra merupakan klinik kesehatan berkualitas yang memiliki izin resmi dari Kementerian Kesehatan. Jadi, soal pelayanan, Anda tidak perlu khawatir.

Anda ingin mendapatkan pelayanan kesehatan yang senyaman rumah dan seramah keluarga? Klinik Mutiara Cikutra jawabannya!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

https://primaku.com/parenting/kapan-waktu-terbaik-melakukan-konsultasi-laktasi-