Klinik Mutiara Cikutra

Jenis dan Gejala Sinusitis, Kapan Harus ke Dokter THT?

Jenis dan Gejala Sinusitis, Kapan Harus ke Dokter THT?

Jenis dan Gejala Sinusitis, Kapan Harus ke Dokter THT?

Periksa THT
Sumber : Envanto

Salah satu gangguan kesehatan yang cukup umum terjadi adalah sinusitis. Ini merupakan penyakit yang sering kali dianggap sepele karena sekilas gejalanya cukup mirip dengan flu biasa.

Padahal, jika tidak ditangani dengan tepat oleh tenaga medis profesional seperti dokter THT, sinusitis bisa sangat mengganggu aktivitas harian. Bahkan dapat berpotensi menjadi masalah kronis dan serius di kemudian hari.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memahami berbagai hal terkait sinusitis. Mulai dari definisi, jenis-jenisnya, penyebab, gejala, hingga kapan waktu yang tepat untuk mengunjungi dokter THT. Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

Sinusitis dan Jenis-jenisnya

periksa THT
Sumber : Envanto

Sinusitis merupakan kondisi medis berupa peradangan atau pembengkakan yang terjadi pada selaput lendir sinus, sehingga pernapasan udara pun menjadi terhambat. Sinus sendiri adalah rongga berisi udara di tulang wajah yang berfungsi untuk menjaga kelembapan udara yang dihirup serta menyaring bakteri maupun partikel lainnya.

Normalnya, sinus seharusnya hanya berisi udara. Namun, bagi penderita sinusitis, udara tersebut terhambat karena adanya pembengkakan selaput. Akibatnya, produksi lendir pun bisa ikut meningkat di rongga sinus.

Lama-kelamaan, lendir tersebut akan menumpuk dan berubah menjadi media pertumbuhan kuman dan bakteri. Hal inilah yang nantinya bisa memicu timbulnya infeksi yang kemudian dikenal dengan istilah “sinusitis”.

Umumnya, sinusitis terbagi atas 3 jenis, yaitu sinusitis akut, sinusitis subakut, dan sinusitis kronis. Sinusitis akut adalah sinusitis yang paling sering dialami, disebabkan oleh rhinitis alergi atau batuk pilek biasa, yang biasanya berlangsung sekitar 7-10 hari atau 2-4 minggu.

Lalu, sinusitis subakut adalah sinusitis yang umumnya terjadi lantaran alergi musiman ataupun infeksi bakteri, dan bisa berlangsung selama 4-12 minggu. Sementara itu, sinusitis kritis merupakan sinusitis yang hampir mirip dengan sinusitis subakut. Hanya saja, jenis yang satu ini berlangsung lebih lama, bahkan bisa hingga tiga bulan.

Di sisi lain, ada juga sinusitis yang jenisnya dapat dibagi berdasarkan di mana saja letak atau lokasi sinus berada, seperti:

  • Sinus Frontalis, terletak di area atas alis kanan kiri.
  • Sinus Maksilaris, terletak di bawah tulang pipi kanan kiri.
  • Sinus Sphenoidalis, terletak di belakang sinus ethmoidalis.
  • Sinus Etmoidalis, terletak di area batang hidung kanan kiri dekat mata.

Gejala dan Penyebab Sinusitis

periksa THT
Sumber : Envanto

Secara umum, penyebab sinusitis adalah peradangan pada lapisan sinus. Peradangan ini sendiri biasanya terjadi karena beberapa hal, seperti alergi, infeksi virus, dan lain sebagainya. Akibat peradangan ini, produksi lendir pada sinus bisa meningkat, menumpuk, hingga akhirnya menyumbat saluran hidung.

Adapun beberapa kondisi yang dapat menyebabkan tersumbatnya saluran sinus, antara lain pilek, polip hidung, rhinitis alergi, ataupun deviasi septum alias tulang hidung bengkok.

Lantas, apa saja gejala-gejala sinusitis? Berikut detailnya:

Sinusitis Akut

  • Biasanya berlangsung selama 7-10 hari atau 2-4 minggu
  • Nyeri di bagian belakang mata, pipi, dahi, dan hidung
  • Fungsi indra penciuman menurun
  • Pilek/hidung tersumbat
  • Tubuh Lelah
  • Sakit telinga
  • Sakit kepala
  • Bau Mulut
  • Sakit gigi
  • Demam
  • Batuk

Sinusitis Kronis

  • Biasanya berlangsung lebih lama dari sinusitis akut dan subakut, atau bahkan bisa hingga 3 bulan atau lebih dari 12 minggu
  • Secara umum, gejala bisa mirip sinusitis akut, tetapi lebih ringan dan lebih lama berlangsung
  • Batuk kering kronis, khususnya jika anak-anak
  • Kurang sensitif terhadap bau-bauan
  • Penciuman menghilang
  • Mulut terasa tidak enak
  • Sakit tenggorokan
  • Mudah lelah
  • Sakit gigi
  • Bersin

Gejala Sinusitis Subakut

  • Biasanya berlangsung sekitar 4-12 minggu
  • Gejala bisa mirip sinusitis akut, tetapi tidak parah

Kapan Harus ke Dokter THT?

Apabila Anda merasa mengalami gejala-gejala di atas dan bahkan sudah berlangsung lama, misalnya lebih dari 10 hari, maka saatnya Anda memeriksakan diri ke dokter THT. Terlebih jika Anda juga mengalami hal-hal berikut:

  • Leher kaku
  • Gangguan penglihatan
  • Demam sudah lebih dari 3-4 hari
  • Area mata nyeri, bengkak, dan kemerahan
  • Gejala memburuk, padahal sebelumnya sudah pernah membaik
  • Sinusitis tidak kunjung membaik, meski dengan pengobatan umum
  • Gejala-gejala sinusitis sudah terjadi beberapa kali dalam setahun terakhir

Makin cepat sinusitis ditangani, makin kecil pula risiko komplikasi yang kemungkinan terjadi. Jadi, yuk, jangan ragu untuk memeriksakan diri Anda ke dokter THT berkualitas seperti yang tersedia di KMC alias Klinik Mutiara Cikutra.

Ini adalah klinik kesehatan berizin resmi Kementerian Kesehatan yang menawarkan berbagai layanan memuaskan. Jadi, soal kualitas maupun pelayanannya, dijamin terbaik!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Sering Dengar Musik dengan Volume Tinggi? Waspada Penyakit Ini! Yuk, Periksa ke Dokter THT

Sering Dengar Musik dengan Volume Tinggi? Waspada Penyakit Ini! Yuk, Periksa ke Dokter THT

Sering Dengar Musik dengan Volume Tinggi? Waspada Penyakit Ini! Yuk, Periksa ke Dokter THT

pendengaran
Sumber : Envanto

Tak dimungkiri bahwa musik kini menjadi hal yang tak terpisahkan dari keseharian masyarakat, terutama di era digital seperti sekarang. Baik pelajar, pekerja kantoran, atau bahkan ibu rumah tangga menggunakan musik untuk menemani aktivitas harian mereka.

Namun, meski mendengar musik termasuk hal yang menyenangkan dan bisa membuat pikiran lebih rileks, nyatanya tetap ada risiko dan dampak negatif yang mengintai di baliknya. Ini biasanya terjadi jika Anda melakukannya secara berlebihan, terutama dengan suara keras atau volume yang tinggi.

Apabila terjadi secara terus-menerus, maka dapat menyebabkan berbagai gangguan pendengaran sehingga membutuhkan penanganan serius oleh dokter THT. Berikut penjelasan lengkapnya untuk Anda. Yuk, simak!

Dampak Mendengarkan Musik Terlalu Keras terhadap Kesehatan Telinga

pendengaran
Sumber : Envanto

Mendengarkan musik dengan volume yang terlalu keras atau volume tinggi dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan telinga, misalnya pecah gendang telinga maupun gangguan/kerusakan pendengaran lainnya secara umum, baik yang bersifat sementara maupun permanen.

Pasalnya, paparan suara yang keras secara terus-menerus dapat merusak sel-sel rambut halus di bagian telinga dalam (koklea). Padahal, bagian tersebut berperan penting untuk menghantarkan suara ke otak. Jika mengalami kerusakan, biasanya akan bersifat permanen.

Selain itu, dampak lain yang kerap tidak disadari jika terlalu sering mendengarkan musik dengan volume tinggi adalah ketergantungan atau kecanduan. Dalam artian, apabila Anda sudah terbiasa mendengar musik dengan suara keras, maka biasanya akan sulit merasa “nikmat” ketika mendengar musik dengan suara normal.

Risiko Penyakit Akibat Suara Musik Terlalu Keras

Berikut beberapa risiko penyakit yang dapat terjadi karena mendengar musik dengan suara yang terlalu keras:

Tinnitus

Tinnitus adalah gangguan telinga berupa sensasi berdenging tanpa adanya sumber suara eksternal. Suara denging yang muncul hanya terdengar oleh penderitanya karena suara tersebut sebenarnya berasal dari sistem saraf.

Dalam dunia medis, tinnitus tergolong sebagai gangguan persepsi sensorik, yang merupakan kondisi ketika otak salah mengartikan sinyal dari sistem pendengaran.

Hyperacusis

Hyperacusis atau hiperakusis adalah gangguan persepsi kerasnya suara, yaitu kondisi ketika penderitanya sensitif terhadap suara. Akibatnya, suara yang seharusnya terdengar normal di telinga orang lain, justru terdengar lebih keras di telinga pengidapnya.

Ada beberapa hal yang dapat menjadi penyebab dari penyakit ini, dan salah satunya adalah karena terpapar suara keras, termasuk musik, secara terus-menerus.

Trauma Akustik

Trauma akustik atau juga dikenal dengan acute noise-induced hearing loss (aNIHL) adalah cedera pada telinga bagian dalam. Ini adalah kondisi yang dapat terjadi karena paparan suara keras. Biasanya muncul setelah Anda mendengar suara yang sangat keras dalam waktu yang panjang (berkelanjutan).

Rekomendasi Dokter THT Berkualitas untuk Penanganan yang Tepat

dokter THT
Sumber : Envanto

Pada dasarnya, saraf telinga yang bekerja aktif tanpa henti secara terus-menerus memang berpotensi mengalami kerusakan. Selain karena kebiasaan mendengar musik secara pribadi, hal ini juga perlu Anda waspadai jika sering menghadiri konser musik atau acara sejenis yang melibatkan suara bervolume tinggi.

Sebagai langkah pencegahan, Anda bisa memberi waktu istirahat tertentu untuk telinga serta jangan membiasakan memutar musik dengan volume penuh. Namun, jika Anda merasa mulai mengalami gangguan pendengaran atau gejala seperti telinga berdenging, maka berkonsultasi dengan ahlinya adalah pilihan bijak.

Memeriksakan diri sejak dini ke dokter spesialis THT ketika Anda baru mengalami gejala-gejala awal dapat membantu mencegah kerusakan yang lebih serius. Sebab, dokter THT bisa memberikan diagnosis yang tepat hingga penanganan dan pengobatan yang sesuai dengan kondisi telinga Anda.

Nah, bagi Anda yang mencari layanan dokter THT berkualitas, Anda bisa menjatuhkan pilihan pada Klinik Mutiara Cikutra alias KMC. Ini adalah klinik berizin resmi Kementerian Kesehatan yang menawarkan berbagai layanan kesehatan, termasuk pemeriksaan dan penanganan berbagai masalah terkait telinga.

Klinik Mutiara Cikutra didukung oleh tenaga medis profesional bersertifikat sehingga kualitasnya dijamin bermutu tinggi, tentunya juga aman dan nyaman. Selain itu, klinik ini juga menawarkan tempat yang senyaman rumah sendiri serta pelayanan yang seramah keluarga.

KMC sangat cocok bagi Anda dan keluarga tercinta yang memprioritaskan penanganan kesehatan yang aman dan nyaman, termasuk yang berkaitan dengan masalah seputar THT.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, ke Klinik Mutiara Cikutra sekarang juga!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Alami Penyakit Ini? Jangan ke Dokter Umum, Segera Periksa ke Dokter THT! Ini Rekomendasinya di Bandung

Alami Penyakit Ini? Jangan ke Dokter Umum, Segera Periksa ke Dokter THT! Ini Rekomendasinya di Bandung

Alami Penyakit Ini? Jangan ke Dokter Umum, Segera Periksa ke Dokter THT! Ini Rekomendasinya di Bandung

 

Mengunjungi dokter saat sedang sakit merupakan hal wajar. Namun, tak dimungkiri bahwa sebagian dari kita akan langsung memeriksakan diri ke dokter umum sebagai langkah awal penanganan.

Padahal, faktanya tidak semua keluhan atau gangguan kesehatan bisa ditangani secara optimal oleh dokter umum. Contohnya ketika Anda mengalami gangguan di area-area tertentu, seperti THT alias telinga, hidung, tenggorokan, alih-alih ke dokter umum, Anda seharusnya mengunjungi dokter spesialis THT.

Nah, bagi Anda yang berdomisili di Bandung dan saat ini mengalami gangguan di area-area tersebut, jangan sampai Anda melewatkan artikel berikut. Sebab, di sini Anda akan menemukan rekomendasi dokter THT Bandung berkualitas dan berbagai informasi menarik lainnya terkait keluhan THT.

Penasaran? Yuk, simak selengkapnya!

Tugas Dokter THT, Apa Bedanya dengan Dokter Umum?

tht
Sumber : Envanto

Pada dasarnya, dokter memiliki tugas atau peran yang berbeda-beda, tergantung jenis spesialisasi yang mereka ambil. Adapun kategori dokter yang paling familier di kalangan masyarakat adalah dokter umum.

Jadi, wajar jika beberapa orang mungkin belum paham dengan dokter-dokter spesialis lain seperti dokter THT. Nah, lantas apa gerangan tugas dari dokter THT? Dan apa bedanya dengan dokter umum?

Sesuai namanya, dokter THT merupakan dokter yang bertugas/berperan untuk menangani berbagai keluhan atau masalah kesehatan yang menyangkut hidung, telinga, dan tenggorokan. Contohnya hidung tersumbat, telinga berdenging, tenggorokan sakit, serta berbagai permasalahan serupa lainnya.

Selain itu, dalam beberapa kasus, dokter THT juga biasanya menjadi ahli bedah untuk sejumlah operasi rumit. Misalnya pengangkatan kanker leher, operasi pembukaan saluran tersumbat, pendengaran telinga tengah, hingga pengangkatan kanker leher dan tenggorokan.

Sementara itu, dokter umum hanya bertugas untuk menangani penyakit-penyakit yang sifatnya umum. Mulai dari pemeriksaan awal, diagnosis, pengobatan, dan rujukan ke dokter spesialis jika memang dibutuhkan.

Jenis-Jenis Penyakit yang Ditangani Dokter THT

THT
Sumber : Envanto

Apabila Anda mengalami masalah kesehatan seputar telinga, hidung, dan tenggorokan, serahkan penanganannya ke dokter THT, bukan dokter umum.

Adapun untuk jenis-jenis penyakit yang dapat ditangani oleh dokter THT, antara lain:

Penyakit/Gangguan Kesehatan yang Berhubungan dengan Telinga

  • Tuli.
  • Infeksi telinga.
  • Cedera telinga.
  • Gangguan pendengaran.
  • Gangguan keseimbangan.
  • Telinga berdenging (tinnitus).
  • Ada cairan keluar dari telinga.

Gangguan Kesehatan yang Berhubungan dengan Hidung

  • Anosmia.
  • Alergi rinitis
  • Polip hidung.
  • Tumor hidung.
  • Deviasi septum.
  • Pergeseran septum nasal.
  • Infeksi sinus atau sinusitis.
  • Saraf penciuman yang rusak.
  • Trauma hidung atau cedera hidung.

Penyakit/Gangguan Kesehatan yang Berhubungan dengan Tenggorokan

  • Difteri.
  • Suara serak.
  • Sesak napas.
  • Kanker nasofaring.
  • Kesulitan menelan.
  • Nyeri/sakit tenggorokan.
  • Tonsilitis (radang amandel).
  • Gangguan kelenjar adenoid.
  • Laringitis (radang kotak suara).
  • Faringitis (radang tenggorokan).

Selain penyakit atau gangguan-gangguan kesehatan yang disebutkan di atas, dokter THT juga memiliki kompetensi dalam menangani masalah celah langit-langit mulut atau bibir sumbing. Begitu pun dengan gangguan tidur seperti mendengkur dan sleep apnea.

Rekomendasi Dokter THT Bandung Berkualitas

Meski ada sebagian kecil penyakit THT yang tergolong ringan, seperti nyeri telinga, tenggorokan sakit, dan lain sejenisnya, bukan berarti Anda bisa menganggap sepele hal tersebut. Pasalnya, beberapa penyakit seputar telinga, hidung, tenggorokan membutuhkan penanganan khusus oleh orang yang ahli, yaitu dokter spesialis THT.

Nah, bagi Anda warga Bandung yang saat ini sedang mencari dokter THT Bandung berkualitas, salah satu rekomendasi terbaik yang bisa Anda coba adalah layanan dokter THT Bandung di Klinik Mutiara Cikutra.

Klinik Mutiara Cikutra atau KMC merupakan klinik kesehatan berkualitas yang telah terdaftar resmi dan mendapat izin dari Kementerian Kesehatan. Di sini tersedia berbagai layanan kesehatan, termasuk salah satunya layanan poli THT yang didukung oleh dokter spesialis THT bersertifikat yang ahli di bidangnya.

Selain dukungan tenaga medis profesional, KMC juga menawarkan tempat yang senyaman rumah sendiri serta pelayanan yang seramah keluarga.

Jadi, jika Anda butuh konsultasi ataupun pemeriksaan aman nan nyaman oleh dokter THT Bandung, Anda bisa langsung datang ke klinik utama Mutiara Cikutra di Bandung. Tepatnya di Jl. Cikutra No. 115 Blok A-B, Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat.

Tunggu apa lagi? Yuk, jadwalkan kunjungan Anda sekarang juga dan dapatkan pengalaman pengobatan THT terbaik dalam hidup Anda bersama KMC!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/