Cegah Gigi Patah dengan Cara Berikut!

Siapa pun pasti setuju bahwa gigi memang merupakan salah satu bagian penting dari tubuh manusia. Tidak hanya membuat tampilan seseorang menarik, gigi juga berperan vital dalam hal-hal lainnya, seperti mengunyah makanan dan berbicara.
Tak heran, gigi yang mengalami masalah tentunya akan membuat khawatir, termasuk salah satunya gigi patah. Ya, meski gigi tergolong kuat, nyatanya gigi tetap bisa retak atau patah akibat berbagai hal tertentu.
Biasanya, gigi patah akan memicu rasa nyeri hingga mengganggu fungsi mengunyah, sehingga diperlukan perawatan lebih lanjut ke dokter gigi untuk menanganinya. Oleh sebab itu, menjaga kesehatan gigi harus Anda terapkan sejak dini guna membantu mengurangi risiko terjadinya gigi patah di kemudian hari.
Nah, langsung saja, berikut beberapa informasi menarik tentang gigi patah. Mulai dari penyebab, cara mencegah, hingga rekomendasi dokter gigi terbaik untuk penanganan gigi patah berkualitas. Yuk, simak selengkapnya!
Penyebab Gigi Patah

Sesuai namanya, gigi patah adalah kondisi ketika gigi patah, retak, pecah, atau fraktur. Adapun patahan ini bisa berupa sebagian kecil, juga bisa berupa patahan besar yang lebih dalam hingga bahkan mendekati saraf.
Lantas, apa saja kira-kira penyebab gigi patah bisa terjadi? Berikut beberapa di antaranya:
Kebiasaan Menggigit Benda/Makanan Keras
Menggigit sesuatu yang keras, baik benda tertentu maupun makanan, dapat meningkatkan risiko gigi retak dan patah. Terlebih, jika kebiasaan ini terus berlangsung dalam jangka waktu yang lama dan dilakukan oleh orang yang pada dasarnya memang sudah memiliki masalah gigi lainnya.
Trauma, Cedera, atau Kecelakaan
Trauma atau cedera yang disebabkan oleh kecelakaan, seperti jatuh, terbentur, dan lain sejenisnya dianggap sebagai penyebab tertinggi yang dapat memicu terjadinya gigi patah—khususnya gigi depan yang sering kali menjadi sasaran pertama ketika terhantam sesuatu.
Gigi Berlubang yang Diabaikan
Pada dasarnya, gigi berlubang dapat memicu berbagai masalah gigi dan mulut lainnya. Terlebih jika gigi yang berlubang tersebut diabaikan dan hanya dibiarkan begitu saja tanpa penanganan atau perawatan yang tepat.
Nah, salah satu dampak dari gigi berlubang yang dibiarkan adalah meningkatnya risiko gigi patah. Ini karena lubang pada gigi dapat membuat dinding gigi menipis. Akibatnya, saat gigi terus digunakan untuk mengunyah seperti biasa, bagian yang menipis dan melemah tadi menjadi lebih mudah retak hingga bahkan patah.
Tambalan Lama Melemah
Tambalan gigi yang tua atau sudah lama juga dapat menjadi pemicu gigi patah, termasuk tambalan gigi yang bermasalah, seperti retak ataupun bocor. Hal-hal ini dapat berdampak pada risiko struktur gigi yang kemungkinan akan menjadi rapuh, sehingga gigi di sekitar tambalan pun bisa berisiko patah.
Kebiasaan Bruxism
Kebiasaan menggemeretakkan atau menggesekkan gigi secara tidak sadar (bruxism) juga dapat meningkatkan risiko gigi patah. Sebab, kebiasaan ini akan memberikan tekanan halus pada gigi yang jika terjadi secara terus-menerus bisa menjadi parah dan pada akhirnya memicu patahnya gigi.
Pencegahan Gigi Patah

Tingkat keparahan kondisi gigi menentukan tindakan lanjutan apa yang sesuai guna mempertahankan gigi tersebut. Nah, sebelum masalah terjadi—dalam hal ini gigi patah, sebaiknya Anda melakukan upaya pencegahan sejak dini. Berikut beberapa caranya:
- Tangani gigi berlubang sedini mungkin.
- Hindari risiko cedera, seperti terbentur, terhantam sesuatu, dan lain sebagainya.
- Rajin menyikat gigi untuk mempertahankan kebersihan gigi demi menurunkan risiko gigi berlubang.
- Hindari kebiasaan-kebiasaan yang dapat memicu gigi patah, seperti menggemeretakkan gigi dan menggigit benda keras atau mengunyah makanan dengan terlalu kencang.
- Gunakan mouth guard atau face cage saat sedang melakukan aktivitas berat yang dapat meningkatkan peluang cedera/trauma, misalnya saat bermain bola, berolahraga tinju, dan lain-lain.
Penanganan Gigi Patah di Dokter Gigi KMC
Apabila gigi telanjur patah, jangan menunda-nunda pemeriksaan ke dokter gigi, dan pastikan Anda memilih layanan dokter gigi yang tepat seperti yang tersedia di Klinik Mutiara Cikutra (KMC).
Di klinik resmi berizin Kementerian Kesehatan ini, Anda akan ditangani oleh dokter gigi kompeten yang ahli dan berpengalaman di bidangnya. Selain itu, di KMC juga tersedia tempat pemeriksaan senyaman rumah sendiri serta pelayanan seramah keluarga.
Klinik ini sangat cocok bagi Anda yang tidak hanya memprioritaskan kualitas, tetapi juga keamanan serta kenyamanan. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, jadwalkan kunjungan Anda ke Klinik Mutiara Cikutra dan dapatkan pengalaman penanganan gigi patah terbaik bersama dokter gigi KMC!
Referensi: