Klinik Mutiara Cikutra

Cegah Gigi Patah dengan Cara Berikut!

Cegah Gigi Patah dengan Cara Berikut!

Cegah Gigi Patah dengan Cara Berikut!

konsultasi gigi
Sumber : Envanto

Siapa pun pasti setuju bahwa gigi memang merupakan salah satu bagian penting dari tubuh manusia. Tidak hanya membuat tampilan seseorang menarik, gigi juga berperan vital dalam hal-hal lainnya, seperti mengunyah makanan dan berbicara.

Tak heran, gigi yang mengalami masalah tentunya akan membuat khawatir, termasuk salah satunya gigi patah. Ya, meski gigi tergolong kuat, nyatanya gigi tetap bisa retak atau patah akibat berbagai hal tertentu.

Biasanya, gigi patah akan memicu rasa nyeri hingga mengganggu fungsi mengunyah, sehingga diperlukan perawatan lebih lanjut ke dokter gigi untuk menanganinya. Oleh sebab itu, menjaga kesehatan gigi harus Anda terapkan sejak dini guna membantu mengurangi risiko terjadinya gigi patah di kemudian hari.

Nah, langsung saja, berikut beberapa informasi menarik tentang gigi patah. Mulai dari penyebab, cara mencegah, hingga rekomendasi dokter gigi terbaik untuk penanganan gigi patah berkualitas. Yuk, simak selengkapnya!

Penyebab Gigi Patah

konsultasi gigi
Sumber : Envanto

Sesuai namanya, gigi patah adalah kondisi ketika gigi patah, retak, pecah, atau fraktur. Adapun patahan ini bisa berupa sebagian kecil, juga bisa berupa patahan besar yang lebih dalam hingga bahkan mendekati saraf.

Lantas, apa saja kira-kira penyebab gigi patah bisa terjadi? Berikut beberapa di antaranya:

Kebiasaan Menggigit Benda/Makanan Keras

Menggigit sesuatu yang keras, baik benda tertentu maupun makanan, dapat meningkatkan risiko gigi retak dan patah. Terlebih, jika kebiasaan ini terus berlangsung dalam jangka waktu yang lama dan dilakukan oleh orang yang pada dasarnya memang sudah memiliki masalah gigi lainnya.

Trauma, Cedera, atau Kecelakaan

Trauma atau cedera yang disebabkan oleh kecelakaan, seperti jatuh, terbentur, dan lain sejenisnya dianggap sebagai penyebab tertinggi yang dapat memicu terjadinya gigi patah—khususnya gigi depan yang sering kali menjadi sasaran pertama ketika terhantam sesuatu.

Gigi Berlubang yang Diabaikan

Pada dasarnya, gigi berlubang dapat memicu berbagai masalah gigi dan mulut lainnya. Terlebih jika gigi yang berlubang tersebut diabaikan dan hanya dibiarkan begitu saja tanpa penanganan atau perawatan yang tepat.

Nah, salah satu dampak dari gigi berlubang yang dibiarkan adalah meningkatnya risiko gigi patah. Ini karena lubang pada gigi dapat membuat dinding gigi menipis. Akibatnya, saat gigi terus digunakan untuk mengunyah seperti biasa, bagian yang menipis dan melemah tadi menjadi lebih mudah retak hingga bahkan patah.

Tambalan Lama Melemah

Tambalan gigi yang tua atau sudah lama juga dapat menjadi pemicu gigi patah, termasuk tambalan gigi yang bermasalah, seperti retak ataupun bocor. Hal-hal ini dapat berdampak pada risiko struktur gigi yang kemungkinan akan menjadi rapuh, sehingga gigi di sekitar tambalan pun bisa berisiko patah.

Kebiasaan Bruxism

Kebiasaan menggemeretakkan atau menggesekkan gigi secara tidak sadar (bruxism) juga dapat meningkatkan risiko gigi patah. Sebab, kebiasaan ini akan memberikan tekanan halus pada gigi yang jika terjadi secara terus-menerus bisa menjadi parah dan pada akhirnya memicu patahnya gigi.

Pencegahan Gigi Patah

konsultasi gigi
Sumber : Envanto

Tingkat keparahan kondisi gigi menentukan tindakan lanjutan apa yang sesuai guna mempertahankan gigi tersebut. Nah, sebelum masalah terjadi—dalam hal ini gigi patah, sebaiknya Anda melakukan upaya pencegahan sejak dini. Berikut beberapa caranya:

  • Tangani gigi berlubang sedini mungkin.
  • Hindari risiko cedera, seperti terbentur, terhantam sesuatu, dan lain sebagainya.
  • Rajin menyikat gigi untuk mempertahankan kebersihan gigi demi menurunkan risiko gigi berlubang.
  • Hindari kebiasaan-kebiasaan yang dapat memicu gigi patah, seperti menggemeretakkan gigi dan menggigit benda keras atau mengunyah makanan dengan terlalu kencang.
  • Gunakan mouth guard atau face cage saat sedang melakukan aktivitas berat yang dapat meningkatkan peluang cedera/trauma, misalnya saat bermain bola, berolahraga tinju, dan lain-lain.

Penanganan Gigi Patah di Dokter Gigi KMC

Apabila gigi telanjur patah, jangan menunda-nunda pemeriksaan ke dokter gigi, dan pastikan Anda memilih layanan dokter gigi yang tepat seperti yang tersedia di Klinik Mutiara Cikutra (KMC).

Di klinik resmi berizin Kementerian Kesehatan ini, Anda akan ditangani oleh dokter gigi kompeten yang ahli dan berpengalaman di bidangnya. Selain itu, di KMC juga tersedia tempat pemeriksaan senyaman rumah sendiri serta pelayanan seramah keluarga.

Klinik ini sangat cocok bagi Anda yang tidak hanya memprioritaskan kualitas, tetapi juga keamanan serta kenyamanan. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, jadwalkan kunjungan Anda ke Klinik Mutiara Cikutra dan dapatkan pengalaman penanganan gigi patah terbaik bersama dokter gigi KMC!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Gigi Patah? Jangan Langsung Panik! Begini Penanganannya, Lengkap Rekomendasi Dokter Gigi Bandung

Gigi Patah? Jangan Langsung Panik! Begini Penanganannya, Lengkap Rekomendasi Dokter Gigi Bandung

Gigi Patah? Jangan Langsung Panik! Begini Penanganannya, Lengkap Rekomendasi Dokter Gigi Bandung

pemeriksaan gigi
Sumber : Envanto

Tidak hanya berperan vital dalam hal menggigit dan mengunyah, nyatanya gigi juga sangat penting untuk menunjang penampilan seseorang. Tak heran, gigi yang rusak seperti patah atau tanggal benar-benar dapat menurunkan kepercayaan diri.

Oleh sebab itu, banyak orang yang merasa khawatir—bahkan panik—ketika mengalami insiden gigi patah. Nah, jika saat ini Anda atau orang terdekat turut mengalami hal serupa, tenang, jangan langsung panik. Sebab, ada beberapa pertolongan pertama yang dapat Anda coba lakukan untuk mengatasinya.

Namun, sebelum itu, yuk ketahui lebih dulu apa saja kira-kira penyebab gigi bisa patah! Berikut penjelasannya, lengkap rekomendasi dokter gigi Bandung berkualitas untuk penanganan terbaik kasus gigi patah—khusus bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya.

Kenapa Gigi Bisa Patah?

perawatan gigi
Sumber : Sumber Envanto

Jika dilihat sekilas, gigi memang tampak kuat. Namun, sekuat-kuat dan sekeras-kerasnya gigi, mereka tetap memiliki batas ketahanan. Jadi, jangan heran apabila dalam kondisi tertentu, gigi bisa rapuh, retak, atau bahkan patah.

Adapun kasus gigi patah secara umum terjadi karena struktur gigi yang memang sudah melemah. Entah karena usia ataupun kebiasaan-kebiasaan tertentu. Selain itu, gigi dengan kondisi karies parah, memiliki tambalan yang sudah lama, atau gigi yang enamelnya menipis juga lebih rentan mengalami keretakan yang dapat berujung patah.

 

Akan tetapi, selain yang telah disebutkan, masih ada dua faktor lainnya yang dapat menjadi penyebab patahnya gigi, yaitu:

Cedera/Kecelakaan

Cedera yang parah umumnya menghasilkan tekanan kuat pada area rahang, dan ketika hal ini terjadi, bukan tidak mungkin gigi pun bisa ikut patah. Contohnya ketika Anda jatuh tersungkur yang menyebabkan wajah serta area rahang terbentur keras ke permukaan aspal. Bisa juga karena cedera olahraga, misalnya terhantam bola.

Selain cedera dalam aktivitas sehari-hari, kecelakaan lalu lintas—entah dengan sepeda, motor, atau mobil, juga dapat membuat gigi patah jika area gigi berada terantuk sangat keras.

Menggigit/Mengunyah Benda atau Makanan Keras

Menggigit atau mengunyah benda, termasuk makanan, keras juga dapat membuat gigi patah hingga bahkan tanggal. Misalnya jika Anda memiliki kebiasaan buruk menggigit ujung pensil/pulpen yang keras atau mengunyah makanan terlalu kencang tanpa kehati-hatian sama sekali.

Risikonya pun bisa bertambah tinggi lagi apabila Anda memang memiliki masalah-masalah gigi tertentu, seperti karies atau pernah menambal gigi sebelumnya.

Pertolongan Pertama untuk Gigi Patah

pemeriksaan gigi
Sumber : Envanto

Saat gigi Anda tiba-tiba patah, jangan langsung panik, terlebih jika tidak sempat untuk langsung ke dokter gigi.

Nah, berikut beberapa pertolongan pertama yang dapat Anda coba terlebih dahulu sebagai langkah awal untuk mencegah kerusakan lebih lanjut:

  • Jika gigi baru-baru saja patah, langsung tempelkan kembali ke posisi semula. Lalu, ambil kain kasa atau kantung teh basah dan gigit perlahan agar gigi tetap stabil—tidak banyak bergerak.
  • Apabila Anda kesulitan melakukan cara pertama di atas, taruh patahan gigi dalam wadah berisi sedikit air liur atau susu sapi. Setelah itu, bawa ke dokter gigi.
  • Jika terasa sakit nyut-nyutan, konsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol atau gunakan bahan alami seperti minyak cengkih.
  • Apabila tersebut memicu pendarahan di dalam mulut, ambil kapas steril untuk menekan lukanya sampai aliran darah berhenti.
  • Jika gigi patah membuat gusi Anda ikut nyut-nyutan, cobalah berkumur dengan air garam hangat.

Penanganan Gigi Patah di Dokter Gigi Bandung Berkualitas

Meski kasus gigi patah dapat ditangani secara sederhana dengan beberapa langkah pertolongan pertama, tetap saja untuk hasil terbaik, Anda harus memeriksakan diri ke dokter gigi.

Khusus bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya, salah satu rekomendasi dokter gigi Bandung berkualitas yang dapat Anda andalkan adalah dokter gigi Bandung KMC.

KMC sendiri adalah singkatan dari Klinik Mutiara Cikutra, yaitu klinik kesehatan berkualitas yang telah terdaftar resmi dan memiliki izin Kementerian Kesehatan. Jadi, soal kualitas maupun keamanannya, Anda tak perlu khawatir.

Di sini tersedia berbagai jenis layanan kesehatan, termasuk kesehatan gigi dan mulut, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Didukung oleh dokter gigi Bandung profesional, tempat senyaman rumah sendiri, serta pelayanan yang seramah keluarga, Klinik Mutiara Cikutra menjadi pilihan sempurna bagi Anda dan keluarga tercinta.

Jadi, untuk berbagai masalah terkait gigi seperti gigi patah dan lain-lain, yuk, percayakan semuanya kepada Klinik Mutiara Cikutra Bandung!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/