Klinik Mutiara Cikutra

Demam, Batuk, hingga Nyeri: Apa Cukup ke Dokter Umum Saja?

Demam, Batuk, hingga Nyeri: Apa Cukup ke Dokter Umum Saja?

Demam, Batuk, hingga Nyeri: Apa Cukup ke Dokter Umum Saja?

demam
Sumber : Envanto

Dalam kehidupan sehari-hari, sangat wajar jika terkadang tubuh terasa tidak sehat hingga mengalami keluhan-keluhan kesehatan yang umum seperti demam, batuk, dan nyeri.

Gejala-gejala tersebut sebagian besar tidak berbahaya, meski dalam kasus tertentu Anda tetap tidak boleh mengabaikannya begitu saja. Terlebih demam, batuk, dan nyeri bisa muncul secara tiba-tiba di waktu-waktu tak terduga, sehingga pemahaman yang cukup terkait hal ini penting Anda ketahui.

Pertanyaannya, jika mengalami demam, batuk, dan nyeri, bagaimana langkah penanganan yang tepat? Apakah perlu mengunjungi fasilitas kesehatan seperti poli umum 24 jam untuk mendapatkan pemeriksaan dari dokter umum? Jika iya, benarkah cukup seperti itu? Berikut penjelasan lengkapnya untuk Anda. Yuk, simak!

Demam Disertai Batuk hingga Nyeri

anak batuk
Sumber : Envanto

Demam adalah kondisi ketika tubuh mengalami kenaikan suhu hingga lebih dari 38°C. Padahal pada kondisi normal, suhu tubuh seharusnya hanya berkisar antara 36,1°C hingga 37,2°C.

Meski tampak sepele, demam sebenarnya merupakan sinyal atau tanda bahwa tubuh tidak sedang baik-baik saja. Entah karena mengalami gangguan atau sedang melawan infeksi tertentu, sehingga demam muncul sebagai respons alami sistem kekebalan tubuh.

Sementara itu, batuk adalah tindakan refleks alias respons alami dari tubuh sebagai bentuk pertahanan pada sistem pernapasan. Jadi, dalam prosesnya, tubuh akan mengeluarkan benda-benda asing dari saluran pernapasan, seperti debu, kuman, hingga bahkan virus.

Sama seperti demam, batuk juga termasuk keluhan umum yang tergolong wajar dan dapat dialami siapa saja. Namun, jika terjadi berkepanjangan—apalagi disertai keluhan lain, maka Anda perlu waspada.

Meski dapat terjadi sendiri-sendiri alias secara terpisah, ada kalanya demam justru dibarengi dengan batuk hingga nyeri. Baik nyeri tenggorokan maupun nyeri atau kram sendi/otot. Dalam situasi ini, umumnya tubuh akan terasa mudah lelah hingga bahkan gemetaran.

Adapun demam yang disertai batuk dan nyeri biasanya disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan, entah karena infeksi bakteri ataupun infeksi virus seperti flu. Jika masih dalam tahap awal dan belum melewati tiga hari, sangat disarankan untuk beristirahat yang cukup, setidaknya 7-9 jam sehari.

Selain itu, untuk sementara waktu, Anda juga sebaiknya menghindari aktivitas fisik yang berlebihan. Lalu, perbanyaklah konsumsi makanan bergizi dan tetap jaga asupan air putih minimal dua liter sehari.

Apakah Cukup Hanya dengan Periksa ke Dokter Umum?

periksa dokter
Sumber : Envanto

Demam, batuk, dan nyeri pada umumnya masih bisa ditangani dengan perawatan mandiri. Namun, jika gejala-gejalanya tak kunjung membaik bahkan setelah tiga hari berlalu, maka kunjungan ke dokter mungkin perlu Anda lakukan. Pertanyaannya, apa benar periksa ke dokter umum itu cukup untuk mengatasinya?

Dalam banyak kasus, pemeriksaan ke dokter umum terbilang sudah cukup untuk mengatasi gejala-gejala yang sifatnya ringan dan tidak mendesak. Ini merupakan langkah yang tepat karena dokter umum dapat melakukan evaluasi awal dan diagnosis umum.

Selanjutnya, mereka akan menentukan apakah kondisi yang Anda alami masih dapat ditangani di layanan primer atau justru perlu dirujuk ke dokter spesialis untuk pemeriksaan lanjutan.

Jika gejala-gejala yang Anda alami masih bisa diatasi dengan penanganan “dasar” atau “umum”, maka biasanya dokter hanya akan memberikan obat tertentu. Misalnya obat penurun demam, pereda nyeri, dan obat batuk yang dosis maupun waktunya sudah disesuaikan.

Rekomendasi Poli Umum 24 Jam dengan Layanan Dokter Umum Terbaik

Saat Anda atau orang terdekat mengalami demam yang disertai batuk dan nyeri, apalagi sudah berlangsung lebih dari tiga hari, kunjungan ke fasilitas kesehatan seperti poli umum 24 jam bisa menjadi solusi terbaik.

Nah, salah satu rekomendasi poli umum 24 jam berkualitas yang dapat Anda andalkan di berbagai situasi tak terduga adalah KMC alias Klinik Mutiara Cikutra. Klinik ini telah terdaftar resmi dan berizin Kementerian Kesehatan, sehingga Anda tidak perlu ragu akan kualitas maupun keamanannya.

Di Klinik Mutiara Cikutra tersedia berbagai jenis layanan kesehatan, termasuk poli umum dengan layanan dokter umum terbaik—bersertifikat, profesional, dan berpengalaman di bidangnya.

Selain itu, poli umum 24 jam KMC juga didukung tempat yang senyaman rumah sendiri serta pelayanan yang seramah keluarga. Cocok bagi Anda yang memprioritaskan kualitas, keamanan, sekaligus kenyamanan

Jadi, untuk berbagai urusan kesehatan, yuk percayakan semuanya hanya kepada yang terbaik seperti Klinik Mutiara Cikutra!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Demam Bisa Jadi Sinyal Bahaya? Yuk, Periksa Segera ke Klinik 24 Jam Terdekat!

Demam Bisa Jadi Sinyal Bahaya? Yuk, Periksa Segera ke Klinik 24 Jam Terdekat!

Demam Bisa Jadi Sinyal Bahaya? Yuk, Periksa Segera ke Klinik 24 Jam Terdekat!

demam anak
Sumber : Envanto

Demam sering kali menyerang siapa saja secara tiba-tiba, baik anak-anak maupun orang dewasa. Meski begitu, gangguan kesehatan yang satu ini biasanya hanya dianggap sebagai kondisi sepele yang tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

Namun, Anda harus paham bahwasanya tidak semua demam boleh diabaikan begitu saja. Pasalnya, ada juga demam yang justru merupakan sinyal bahaya atau tanda awal masalah kesehatan yang lebih serius.

Oleh karena itu, mewaspadai demam dan menganggapnya sebagai sinyal bahaya alami dari tubuh menjadi hal yang penting—dan jika terus berlanjut, maka salah satu langkah terbaik yang harus Anda lakukan adalah memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan seperti klinik 24 jam. Mengapa demikian? Berikut penjelasannya.

Demam Bisa Jadi Tanda Awal Masalah Kesehatan Serius

demam anak
Sumber : Envanto

Secara umum, dapat dikatakan bahwa sebenarnya demam bukan termasuk gangguan kesehatan yang serius. Sebab, meningkatnya suhu tubuh seseorang bisa saja terjadi karena berbagai faktor. Namun, bukan berarti bahwa demam tidak berpotensi menimbulkan bahaya sama sekali.

Ada kalanya demam juga bisa menjadi pertanda awal bahwa tubuh benar-benar sedang tidak baik-baik saja. Bahkan dalam sejumlah kasus, demam bisa menjadi sinyal adanya infeksi tertentu yang berkaitan dengan masalah kesehatan serius yang membutuhkan penanganan segera.

Ketika suhu tubuh meningkat, hal tersebut dapat menandakan bahwa sistem imun/kekebalan tubuh kita sedang bekerja keras menghadapi gangguan. Entah itu bersifat ringan, sedang, atau bahkan berat alias parah.

Maka dari itu, demam tidak boleh Anda anggap sepele, apalagi jika muncul secara tiba-tiba dengan suhu tinggi yang disertai gejala-gejala lain. Apabila kondisinya demikian, kemungkinan demam bukan lagi sekadar “panas biasa” yang bisa sembuh sendiri tanpa perlu penanganan khusus.

Namun, dengan mengenali tanda-tanda atau gejala-gejala tertentu, setidaknya Anda bisa mengambil langkah cepat untuk mencari pertolongan medis ke klinik 24 jam atau pusat kesehatan lainnya.

Gejala Demam yang Tidak Boleh Ditunda untuk Periksa

demam anak
Sumber : Envanto

Sebagian besar demam yang berskala ringan hingga sedang biasanya masih bisa Anda tangani sendiri di rumah atau cukup dengan mengonsumsi obat-obatan standar dari apotek. Namun, jika demam tergolong parah, maka memeriksakan diri ke dokter sesegera mungkin merupakan langkah terbaik.

Berikut beberapa gejala demam yang perlu Anda waspadai dan tidak boleh Anda tunda pemeriksaannya ke dokter:

  • Suhu tubuh sangat tinggi atau lebih dari 40° Celcius.
  • Demam membuat Anda merasa kepanasan, tetapi tubuh tidak berkeringat.
  • Demam disertai dengan kondisi tubuh yang menggigil, gemetar, atau gigi yang bergemeletuk.
  • Demam terus berlangsung hingga lebih dari tiga hari, bahkan setelah melakukan pengobatan secara mandiri di rumah.
  • Demam disertai dengan nyeri/sakit kepala yang luar biasa parah—yang  tidak kunjung mereda bahkan setelah mengonsumsi obat pereda nyeri.
  • Demam disertai gejala-gejala lain yang tidak biasa. Beberapa di antaranya, yaitu muncul ruam di kulit (tidak hilang jika ditekan), leher terasa kaku, kejang otot, jantung berdebar sangat cepat, atau bahkan sampai membuat Anda sampai muntah-muntah.

Selain gejala-gejala di atas, Anda juga harus segera memeriksakan diri ke dokter apabila Anda mengalami demam setelah Anda baru saja melakukan perjalanan luar negeri.

Klinik 24 Jam Mutiara Cikutra, Solusi Penanganan Cepat dan Tepat

Salah satu jenis fasilitas kesehatan dengan pelayanan tepat dan cepat yang bisa Anda andalkan di saat membutuhkan, termasuk untuk demam dengan gejala serius secara tiba-tiba, adalah klinik 24 jam.

Adapun salah satu rekomendasi terbaiknya adalah KMC alias Klinik Mutiara Cikutra yang telah berizin resmi Kementerian Kesehatan. Di klinik ini tersedia layanan kesehatan 24 jam dengan dukungan dokter profesional yang siap siaga membantu Anda kapan pun Anda butuh.

Tersebar di beberapa cabang di sejumlah wilayah Indonesia, klinik utama Mutiara Cikutra berpusat di Bandung. Tepatnya di Jl. Cikutra No. 115 Blok A-B, Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat.

Nah, jika Anda tidak berdomisili di Bandung, Anda bisa mengunjungi KMC terdekat dari lokasi Anda. Sangat praktis, bukan?

Selain itu, klinik 24 jam Mutiara Cikutra juga didukung oleh tempat nyaman yang senyaman rumah sendiri serta pelayanan ramah yang seramah keluarga. Sangat cocok bagi Anda yang memprioritaskan kualitas dan keamanan, sekaligus kenyamanan.

Jadi, untuk urusan kesehatan Anda dan keluarga, jangan lupa percayakan semuanya kepada Klinik Mutiara Cikutra!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

MENGENAL KEJANG DEMAM PADA ANAK

MENGENAL KEJANG DEMAM PADA ANAK

MENGENAL KEJANG DEMAM PADA ANAK

Kejang demam merupakan suatu bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (di atas 38°C) pada anak berusia 6 bulan – 5 tahun dan tidak disebabkan oleh proses intrakranial (seperti infeksi atau radang otak). (Pusponegoro, Widodo and Ismael, 2006)

 Penanganan saat anak kejang 

Beberapa hal yang harus dilakukan oleh Moms saat kejang terjadi di rumah :

  1.   Tetap tenang dan jangan panik
  2.   Bawa ke lokasi aman
  3.   Taruh anak di tempat beralas datar
  4.   Longgarkan pakaian anak terutama di sekitar leher
  5.   Miringkan kepala, badan, pinggul ke satu sisi (kiri atau kanan)
  6.   Ukur suhu, observasi, dan catat lama dan bentuk kejang
  7.   Tetap bersama pasien selama kejang
  8.   Jangan memasukkan benda apapun ke dalam mulut anak pada saat kejang terjadi
  9.   Masukkan obat anti kejang dari anus sesuai dengan dosis yang dianjurkan oleh dokter, obat ini hanya boleh diberikan 1x di rumah. Dan jangan diberikan bila kejang telah berhenti. Jika kejang sudah berhenti setelah pemberian obat anti kejang, maka Moms segera bawa anak ke IGD Rumah Sakit terdekat

 Pemeriksaan pada anak kejang

Beberapa pemeriksaan tambahan yang dilakukan oleh dokter saat anak datang dengan riwayat kejang demam :

  1. Pemeriksaan laboratorium tidak dikerjakan secara rutin pada kejang demam, tetapi dapat dikerjakan untuk mengevaluasi sumber infeksi penyebab demam, atau keadaan lain misalnya penyakit saluran pencernaan disertai dehidrasi dan demam. Pemeriksaan labora- torium yang dapat dikerjakan misalnya darah perifer, elektrolit dan gula darah.

  2. Pemeriksaan cairan serebrospinal dapat dilakukan pada pasien yang dicurigai mengalami peradangan selaput otak (meningtitis). Dokter juga akan melakukan pemeriksaan elektroensefalografi (EEG) untuk memperkirakan kemungkinan terjadi epilepsi pada pasien kejang demam.

Faktor risiko

Faktor risiko kemungkinan berulangnya kejang demam :

  1. Riwayat kejang demam dalam keluarga
  2. Usia kurang dari 12 bulan
  3. Suhu yang rendah saat terjadi kejang
  4. Cepatnya kejang setelah demam

Moms tetap tenang ya jika anak mengalami kejang demam. Kejadian kecacatan sebagai komplikasi kejang demam belum pernah dilaporkan. Perkembangan mental dan saraf pasien kejang demam juga cenderung normal. Kejang demam yang menyebabkan kematian juga belum pernah dilaporkan. Tetap sehat selalu untuk si Kecil, Moms!

REFERENSI :

Pusponegoro, H., Widodo, D. P. and Ismael, S. (Ikatan D. A. I. (2006) ‘Konsensus Penatalaksanaan Kejang Demam’, Ikatan Dokter Anak Indonesia, pp. 1–23. Available at: http://spesialis1.ika.fk.unair.ac.id/wp-content/uploads/2017/03/Konsensus-Penatalaksanaan-Kejang-Demam.pdf.

GEJALA DEMAM BERDARAH DAN TANDA BAHAYA PADA ANAK

GEJALA DEMAM BERDARAH DAN TANDA BAHAYA PADA ANAK

GEJALA DEMAM BERDARAH DAN TANDA BAHAYA PADA ANAK

 

DEMAM BERDARAH DENGUE

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi virus akut yang disebabkan oleh virus dengue yang ditandai demam 2 – 7 hari disertai dengan manifestasi perdarahan, penurunan trombosit, adanya hemokonsentrasi yang ditandai kebocoran plasma. (Kemenkes, 2017)

GEJALA DEMAM BERDARAH

         Demam Berdarah Dengue (DBD) ditandai dengan demam yang tinggi, mendadak, kontinu berlangsung antara 2-7 hari. Gejala yang sering muncul di antaranya adalah muka kemerahan (facial flushing), kurang nafsu makan, nyeri otot, dan nyeri sendi. Gejala lain yang dapat muncul di antaranya nyeri ulu hati, mual, muntah, dan nyeri perut. Pada pemeriksaan fisik terkadang ditemukan mata merah dan radang tenggorokan. Demam dapat mencapai suhu 40°C dan dapat disertai dengan kejang demam. (Ikatan Dokter Anak Indonesia, 2014)

TANDA BAHAYA DEMAM BERDARAH

Selain gejala-gejala di atas, Moms juga harus memperhatikan beberapa tanda bahaya berikut yang dapat terjadi pada anak yang mengalami DBD :

  • Demam turun tetapi keadaan anak memburuk
  • Menolak makan dan minum
  • Nyeri perut hebat dan nyeri tekan perut
  • Muntah yang menetap
  • Anak gelisah
  • Perdarahan (mimisan, gusi berdarah, muntah darah, BAB hitam)
  • Anak tidak buang air kecil lebih dari 4-6 jam
  • Kejang
  • Sesak napas
  • Tangan dan kaki dingin dan lembab
  • Anak tampak lemas

TATALAKSANA DEMAM BERDARAH

Tips penanganan pada anak demam berdarah yang dapat dilakukan antara lain :

  •   Tirah baring selama demam
  •   Pemberian obat penurun demam seperti parasetamol dengan dosis yang direkomendasikan dokter dapat diulang setiap 4-6 jam bila demam
  •   Kompres hangat pada dahi, lipatan ketiak, lipatan paha untuk menurunkan demam
  •   Anak dianjurkan cukup minum (1-2 liter/hari), boleh air putih atau jus jambu, pastikan frekuensi buang air kecil ada setiap 4-6 jam
  •   Segera bawa ke rumah sakit jika muncul tanda bahaya pada anak

Sekian penjelasan seputar Demam Berdarah pada anak yang sekarang sedang menjadi wabah di Indonesia terutama saat di musim hujan . Semoga tetap sehat selalu untuk si Kecil ya, Pearls!

 

REFERENSI :

  1.   Ikatan Dokter Anak Indonesia (2014) ‘Pedoman Diagnosis dan Tatalaksana Infeksi Virus Dengue pada Anak’, p. 76.
  1.   Kemenkes (2017) ‘Pedoman Pencegahan Dan Pengendalian Demam Berdarah Dengue Di Indonesia’, Pedoman pencegahan dan pengendalian demam berdarah di indonesia, 5(7), p. 9. Available at: https://drive.google.com/file/d/1IATZEcgGX3x3BcVUcO_l8Yu9B5REKOKE/view.