Klinik Mutiara Cikutra

Ciri-Ciri Luka Sunat Bermasalah

Ciri-Ciri Luka Sunat Bermasalah

Ciri-Ciri Luka Sunat Bermasalah

Sunat merupakan salah satu tindakan yang dilakukan pada laki-laki yang dapat dilakukan mulai dari bayi. Tindakan ini memiliki banyak manfaat untuk menjaga kebersihan organ genital dan sudah menjadi tradisi budaya serta agama. Namun, Pearls harus perhatikan beberapa ciri-ciri berikut yang dapat muncul pada luka sunat sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut, yaitu :

  1. Perdarahan

Perdarahan menjadi salah satu komplikasi luka pasca sunat yang paling sering terjadi. Namun, perdarahan dapat diatasi dengan melakukan penekanan pada area perdarahan menggunakan kassa selama 1-2 menit. Akan tetapi, jika sudah dilakukan penekanan dengan menggunaka kassa, maka diperlukan penjahitan ulang agar perdarahan dapat berhenti. Perdahan juga sering terjadi pada anak yang memiliki riwayat keluarga ada gangguan pembekuan darah sehingga pada beberapa kasus memerlukan transfusi darah.

  1. Infeksi

Infeksi ditandai pada luka sunat yang mengeluarkan cairan berwarna kekuningan. Hal ini sering ditemukan pada penggunaan Klamp karena adanya benda asing bisa menyebabkan terjadinya infeksi. Pearls perlu waspada terutama apabila sunat dilakukan pada bayi karena bayi memiliki imunitas yang rendah sehingga infeksi pada usia bayi dapat menjadi masaalah serius jika tidak ditangani segera.

  1. Pengguntingan Kulit Kulup Kurang

Normalnya, tindakan sunat dilakukan dengan menggunting kulit kulup sampai dengan kepala penis terekspos. Ketika kulit kulup hanya digunting sedikit, hal ini bisa menghasilkan bentuk penis yang kurang baik dan memerlukan tindakan lanjutan di ruang operasi. Masalah lain yang kemungkinan dapat terjadi yaitu jika kulit kulup yang berlebihan muncul kembali di atas kepala penis kemudian menyebabkan luka dan terbentuk fimosis.

  1. Tidak Bisa Buang Air Kecil (BAK)

Meskipun bukan merupakan komplikasi dari sunat sendiri, menggunakan perban melingkar yang terlalu ketat dapat menyebabkan penyumbatan aliran urin dan menyebabkan seorang anak menjadi sulit BAK. Sebaiknya, lokasi sunat ditutup dengan menggunakan kassa dan salep petroleum jellu tanpa menggunakan plester atau tekanan melingkar yang terlalu kuat. Jika anak sulit kencing selama lebih dari 8 jam, maka ini adalah tanda bahaya terdapat masalah pada area luka sunat.

  1. Penis Bengkak

Jika setelah disuanat, penis anak mengalami bengkak dan anak kesakitan, menandakan ada masalah pada area luka sunat. Segera kontrol kembali ke dokter untuk dilakukan tatalaksana lebih lanjut.

 

Lima tanda diatas merupakan ciri-ciri yang dapat terjadi pada luka sunat. Jika muncul salah satu tanda di atas, jangan lupa Pearls segera konsultasikan kembali ke dokter. Semoga sehat selalu untuk Si Kecil!

 

Sumber :

https://med.stanford.edu/newborns/professional-education/circumcision/complications.html#:~:text=Infection%20is%20an%20infrequent%20complication,of%20the%20normal%20healing%20process.

 

https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/circumcision-problems/#:~:text=The%20circumcision%20wound%20can%20normally,area%20soft%20with%20an%20ointment.

Penyebab Area Jahitan Sunat Bengkak

Penyebab Area Jahitan Sunat Bengkak

Penyebab Area Jahitan Sunat Bengkak

 

Sunat memiliki berbagai macam manfaat untuk kesehatan terutama untuk kebersihan penis. Setelah tindakan sunat dilakukan, dibutuhkan waktu penyembuhan sekitar 1-2 minggu agar luka setelah sunat sembuh dengan baik. Namun, pada proses penyembuhan dapat muncul tampakan bengkak pada area jahitan sunat.

 

Proses penyembuhan pada luka setelah dilakukan sunat dipengaruhi oleh banyak faktor, di antaranya :

  • Usia
  • Kebersihan luka setelah tindakan sunat
  • Metode sunat yang digunakan
  • Ukuran penis
  • Ada atau tidaknya infeksi pada luka sunat

 

Munculnya bengkak dapat disebabkan karena suatu infeksi sehingga dapat menyebabkan luka bekas sunat menjadi bengkak, kemerahan, dan nyeri. Jika infeksi terjadi, pada anak yang setelah disunat dapat muncul gejala demam.

Bengkak yang terjadi pada area jahitan sunat juga dapat disebabkan karena alergi atau benang jahitan terlepas di area sunat. Jika setelah dilakukan tindakan sunat, terjadi pembengkakan pada area penis, maka Moms sebaiknya segera konsultasi dan melakukan kontrol kembali ke dokter untuk dievaluasi lebih lanjut penyebabnya.

Bengkak pada area jahitan sunat juga dapat disebabkan karena adanya peradangan pada kepala penis (Balanitis). Hal ini diakibatkan karena area penis kurang terjaga kebersihannya sehingga ada penumpukan bakteri, kotoran, atau keringat yang menyebabkan terjadi peradangan dan pembengkakan penis.

Jika terdapat tampakan nanah pada area penis, kemungkinan besar terdapat infeksi pada luka, Moms dapat melakukan kompres dengan NaCl 0,9% dan dikompres dengan menggunakan kassa. Kemudian segera kontrol kembali ke dokter karena biasanya dokter perlu meresepkan antibiotik.

Untuk mencegah terjadinya pembengkakan pada area jahitan sunat, maka tetap menjaga kebersihan daerah kelamin, bersihkan area kepala penis dengan sabun non parfum, dan gunakan pakaian yang longgar untuk sementara waktu terutama pakaian dalam.

Kulit Kulup Penis Anak Menempel, Apakah Harus Langsung Sunat?

Kulit Kulup Penis Anak Menempel, Apakah Harus Langsung Sunat?

Kulit Kulup Penis Anak Menempel,
Apakah Harus Langsung Sunat?

 

Fimosis adalah kondisi dimana kuit kulup penis anak yang menutupi kepala penis menempel dan tidak bisa ditarik. Kondisi fimosis merupakan kondisi yang normal dialami oleh bayi dan anak laki-laki. Pada anak laki-laki, kulit kulup normal jika belum bisa ditarik pada usia sebelum 5 tahun, tetapi perlu diperhatikan jika anak sudah lebih dari usia 10 tahun dan kondisi kulit kulup masih sulit untuk ditarik dan menempel. Kondisi ini dapat mengakibatkan kepala penis terdapat benjolan ketika mereka pipis terutama jika kulit kulup menempel.

 

Pearls perlu perhatikan saat anak mengalami gejala seperti :

  • Bengkak atau nyeri
  • Nyeri ketika pipis atau aliran BAK kecil
  • Darah pada urin
  • Infeksi Saluran Kemih (ISK)
  • Muncul cairan dibawah kulup dan bau tidak sedap
  • Infeksi pada kepala penis (balanitis)

 

Jika anak mengalami kondisi fimosis dan tidak muncul gejala seperti nyeri atau perdarahan, maka ada beberapa hal yang Pearls dapat lakukan dulu, seperti bersihkan penis secara teratur dengan menggunakan air hangat dan sabun non-parfum. Tetapi jangan mencoba untuk memaksa menarik kulit kulup tersebut karena anak dapat merasa kesakitan dan memperparah kondisi penis. Disarankan juga untuk tidak membersihkan penis anak menggunakan sabun dengan parfum karena dapat menyebabkan iritasi pada penis.

Namun, jika Pearls sudah melakukan tips diatas tetapi kondisi penis anak terlihat bengkak dan anak merasa kesakitan, kemudian ada darah di sekitar kulup pada saat anak pipis, ada cairan dari bawah kulit kulup, dan berbau, menandakan sudah terjadi proses infeksi dan harus ditindak lebih lanjut ke dokter yaitu dengan melakukan tindakan sunat. Sunat dapat memotong kulit kulup yang menempel sehingga kulup dapat ditarik ke belakang dan mencegah terjadinya infeksi pada penis lebih lanjut.

Semoga Bermanfaat Pearls

Sumber :

https://www.nhs.uk/conditions/phimosis/

https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?ContentTypeID=90&ContentID=P03104

 

Mengenal Sunat Metode Stapler

Mengenal Sunat Metode Stapler

Mengenal Sunat Metode Stapler

Sunat metode stapler merupakan teknologi sunat khusus untuk memotong dan menutup bagian kulit kulup yang terpotong. Penjahitan dan pemotongan akan dilakukan oleh stapler pada sunat ini. Metode ini salah satu metode sunat modern loh. Yuk, simak lebih lanjut sunat dengan menggunakan metode stapler!

Stapler sunat merupakan metode alat sekali pakai. Alat ini dirancang untuk memotong kulit kulup dan diletakkan pada garis melingkar dengan tujuan untuk memotong kulup. Saat sunat bagian stapler biasanya berbentuk seperti kubah untuk dimasukkan di bawah kulup di atas kepala penis.

 

Keuntungan sunat metode stapler :

  1. Saat sunat Kulup akan dipotong seluruhnya dengan menggunakan stapler sehingga mengurangi rasa nyeri setelah tindakan dilakukan
  2. Waktu penyembuhan pasien yang menjalani metode sunat dengan stapler akan lebih singkat, yaitu kurang dari 12 jam
  3. Pasien yang menjalani sunat metode stapler memiliki lebih sedikit dehisensi luka
  4. Kehilangan darah lebih sedikit pada saat menggunakan metode sunat ini
  5. Dapat dilakukan pada anak-anak dan orang dewasa yang belum sunat

Kekurangan sunat metode stapler :

  1. Memerlukan waktu untuk menghilangkan sisa staples setelah operasi
  2. Harga lebih mahal dibandingkan dengan metode sunat konvensional (sekitar 1 juta sampai 2 juta)

Prosedur sunat metode stapler :

  1. Anestesi : dapat dilakukan bius lokal, regional, atau bius umum tergantung dari usia dan kebugaran tubuh dari pasien yang akan dilakukan sunat
  2. Durasi : durasi sunat sekitar 30 menit. Pasien dapat pulang di hari yang sama setalah dilakukan tindakan
  3. Jahitan : tidak ada penjahitan yang dilakukan

Komplikasi sunat metode stapler :

  1. Perdarahan

Perdarahan ringan sampai berat bisa terjadi dari tempat stapler. Jika terjadi perdarahan, Pearls harus segera konsultasi ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.

  1. Bengkak

Cairan dapat terperangkap dalam jaringan di sekitar luka sebagai akibat dan proses peradangan yang sedang berlangsung setelah kulit kulup dipotong. Hal ini dapat dicegah dengan melakukan kompres kassa steril + NaCl. Beberapa kasus yang lebih berat harus dilakukan penanganan dengan pengobatan topikal (obat salep) dan obat minum.

  1. Nyeri

Komplikasi nyeri yang terjadi setelah sunat memang sangat wajar terjadi. Tetapi, pada kasus sunat dengan metode stepler, orang jarang mengeluhkan rasa nyeri setelah sunat bila dibandingkan dengan metode konvensional.

  1. Infeksi luka

Jika perawatan luka kurang baik, maka akan menyebabkan terjadinya infeksi luka sunat dan muncul cairan berbau.

  1. Dehisensi luka

Walaupun biasanya orang memilih metode stapler untuk menghindari penjahitan saat sunat, pada beberapa kasus luka dapat tidak menutup, sehingga dokter dapat mempertimbangkan untuk dilakukan penjahitan.

Semoga informasi seputar sunat metode stapler ini bermanfaat dan menjadi gambaran pilihan metode yang ingin moms & dads pilih untuk sunat si kecil ya

 

 

Pilihan Metode Khitan Untuk Penis Mendelep atau Buried Penis

Pilihan Metode Khitan Untuk Penis Mendelep atau Buried Penis

Pilihan Metode Khitan Untuk Penis Mendelep atau Buried Penis

 

Sunat pada laki-laki memiliki manfaat untuk menurunkan risiko adanya infeksi dan penyakit di area genital. Tetapi, mungkin Moms khawatir bagi anak yang penisnya mendelep atau dikenal dengan istilah buried penis bagaimana untuk metode sunatnya. Yuk, simak lebih lanjut ulasan berikut ini!

Penis mendelep atau buried penis merupakan kondisi pada penis dimana penis masuk kedalam akibat lapisan lemak yang berlebihan di sekitar penis. Biasanya cenderung dialami oleh anak yang mengalami berat badan berlebih atau obesitas. Ukuran penis anak dengan penis mendelep sebenarnya berukuran normal namun karena adanya lemak berlebih sehingga menyebabkan penis tampak tenggelam dan tersembunyi.

Dokter akan melakukan teknik khusus untuk melakukan sunat pada anak yang mengalami buried penis yaitu dengan membuang lapisan kulit bagian bawah yang tidak elastis dan melakukan rekonstuksi pada bagian kulit kulup penis. Untuk metode klamp seperti smart klamp dan metode laser sebaiknya dihindari pada anak yang penisnya mendelep dan lebih direkomendasikan untuk menggunakan metode biasa atau konvensional.

Salah satu tekniknya yaitu dengan menghilangkan jaringan yang membuat penis anak tenggelam kemudian ditarik penisnya. Jika tindakan tersebut tidak berhasil, maka biasanya dokter akan mengambil lemak di area sekitar genital. Metode laser disarankan untuk tidak dilakukan pada anak dengan penis mendelep karena dapat menyebabkan garis sunat yang dipotong bisa terlalu jauh dari kepala penis sehingga kulup bisa tampak tumbuh lagi seperti kondisi yang belum disunat.

Oleh karena itu, penting bagi Moms untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter apabila Si Kecil tampak penisnya mendelep supaya dilakukan tindakan metode yang tepat saat dilakukan sunat ya… Semoga bermanfaat

 

Apakah Anak Gemuk Bisa Sunat?

Apakah Anak Gemuk Bisa Sunat?

Apakah Anak Gemuk Bisa Sunat?

 

Sunat sudah menjadi trandisi budaya maupun agama bagi seorang anak laki-laki. Sunat memiliki banyak metode loh Pearls! Namun, banyak Moms dan Dads sebagai orang tua sering bertanya jika memiliki anak yang gemuk apakah bisa dilakukan sunat? Di Circum By Mutiara Cikutra sendiri, Memiliki tiga layanan sunat yang tersedia yaitu metode smart klamp, super klamp sealer (lem), dan metode khusus. Nah simak jawabannya di ulasan berikut ini ya..

Pada kondisi anak gemuk, kebanyakan dokter menyarankan agar anak disarankan untuk melakukan diet atau terapi hormon terlebih dahulu. Melakukan terapi hormon pada anak memiliki risiko tinggi karena dapat membuat anak mengalami pubertas dini dan pertumbuhan pada anak dapat terganggu.

Sebenarnya untuk melakukan diet atau terapi hormon tidak diperlukan pada anak gemuk. Anak gemuk biasanya memang ideal dengan kondisi penis yang mendelep (buried penis), tetapi dokter yang melakukan akan menilai terlebih dahulu apakah termasuk kondisi penis mendelep yang ekstrim atau tidak. Kondisi ekstrim dalam arti penis terkubur oleh lemak sehingga kepala penis tersembunyi atau tidak terlihat sama sekali.

Jika kondisi penis mendelep tidak terlalu ekstrim, dokter masih bisa melakukan dengan metode smart klamp atau super klamp sealer tanpa penjahitan. Akan tetapi, jika kondisi penis mendelep terlalu ekstrim, maka harus dilakukan metode khusus dengan penjahitan agar penis memiliki bentuk yang sempurna setelah dilakukan sunat.

Dengan penjelasan di atas, sunat anak gemuk biasanya memang memerlukan metode khusus jika penilaian dari dokter kondisi kepala penis tidak terlihat. Oleh karena itu, jangan ragu Pearls untuk konsultasikan terlebih dahulu ke dokter apabila anak dengan kondisi gemuk akan dilakukan sunat, supaya dokter dapat menentukan metode sunat yang tepat bagi Si Kecil.

Persiapan dan Perawatan Pasca Khitan

Persiapan dan Perawatan Pasca Khitan

Persiapan dan Perawatan Pasca Khitan

 

Setelah anak menjalani khitan, Pearls perlu memperhatikan agar luka pasca khitan pada anak cepat kering dan tidak terjadi infeksi. Biasanya dokter akan menjadwalkan kontrol rutin setelah khitan. Proses penyembuhan khitan biasanya berlangsung sekitar 1-2 minggu. Beberapa hal yang dapat Pearls lakukan di rumah untuk membantu proses penyembuhan, yaitu :

  • Pakaikan anak celana yang longgar sampai 3 hari setelah khitan untuk mencegah terjadi iritasi pada penis
  • Berikan obat sesuai dosis yang disarankanan dokter seperti obat antibotik dan anti nyeri
  • Jika anak merasa nyeri, Pearls juga dapat melakukan kompres dengan es yang dibalut dengan handuk pada area penis pasca khitan selama 15-20 menit
  • Tetap bersihkan bagian penis anak dengan menggunakan air hangat dan sabun secara perlahan
  • Konsumsi makanan yang mengandung kacang-kacangan, sayuran hijau, protein daging, ikan salmon dan telur yag dapat membuat luka menjadi lebih cepat kering dan sembuh
  • Bagi anak yang memiliki riwayat alergi terhadap makanan di atas maka hindari anak untuk tidak mengkonsumsinya agar terhindar dari gatal karena dapat menimbulkan luka baru

 

Sekian Pearls penjelasan tentang beberapa perawatan yang dapat dilakukan di rumah setelah anak melakukan khitan. Namun, jika selama perawatan di rumah, anak mengalami demam, perdarahan, kemerahan, bengkak, atau muncul nanah pada penis sebelum jadwal kontrol, maka jangan ragu untuk segera kembali ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut. Semoga bermanfaat.

 

Sumber :

https://www.chadkids.org/urology/post-circumcision-care

https://www.childrensdayton.org/patients-visitors/services/urology/conditions/circumcision

https://id.theasianparent.com/7-tips-perawatan-pasca-sunat

Amankah Anak Mengikuti Sunat Massal?

Amankah Anak Mengikuti Sunat Massal?

Amankah Anak Mengikuti Sunat Massal?

Di Indonesia, sunat massal sering dilakukan dengan sasaran untuk keluarga yang kurang mampu. Pearls sebagai orang tua harus tetap memperhatikan kebersihan dan tingkat higienitas dari tempat yang akan dilakukan acara sunat massal. 

Pengetahuan orang tua yang minim tentang sunat bisa menimbulkan risiko infeksi pada anak jika dilakukan dengan metode yang kurang tepat. Acara sunat massal sering diadakan oleh penyelenggara di tempat-tempat seperti sekolah, gedung pertemuan, atau klinik. Ada beberapa hal yang Pearls harus perhatikan jika Si Kecil akan melakukan sunat massal. Yuk, simak penjelasan berikut ini!

Pertama, Pearls sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk menentukan metode yang tepat dan tujuan yang sesuai setelah dilakukan sunat. Saat sunat massal, pastikan Pearls memilih penyelenggara sunat yang terdiri dari tenaga kesehatan yang kompeten untuk melakukan sunat. 

Ruangan untuk melakukan sunat juga harus cukup terang dengan alat yang steril dan lengkap. Pearls perlu memikirkan kembali jika tempat sunat massal hanya di tenda luar karena berisiko meningkatkan terjadinya infeksi dan kurang nyaman untuk anak karena anak bisa kepanasan saat prosedur sunat sedang dilakukan. Ruangan yang digunakan oleh kegiatan sunat massal juga harus cukup luas agar memudahkan pergerakan dari tenaga kesehatan saat  melakukan sunat. 

Saat anak dilakukan sunat massal, ruangan juga harus cukup aman dan nyaman agar anak dapat tetap tenang saat dilakukan sunat. Setelah selesai dilakukan sunat, Pearls juga harus memperhatikan bagian kulup penis yang telah disunat, pastikan luka sunat dijaga agar tetap kering agar mempercepat proses penyembuhan pada luka. Dokter biasanya juga akan memberikan salep antibiotik dan disarankan untuk kontrol sekitar 3 hari kemudian.

Jadi, Pearls dapat disimpulkan bahwa mengikuti sunat massal termasuk prosedur yang aman dilakukan asalkan dilakukan oleh tenaga kesehatan yang kompeten, alat yang lengkap dan steril, dan pemilihan ruang serta fasilitas yang aman serta nyaman untuk Si Kecil. Jangan lupa untuk melakukan sunat pada anak karena memiilki banyak manfaat dan dapat terhindar dari risiko berbagai penyakit. Semoga sehat selalu, Pearls!

Sunat Anak Gemuk Anti Gagal

Sunat Anak Gemuk Anti Gagal

Sunat Anak Gemuk Anti Gagal

Anak yang bertubuh gemuk seringkali memang menyulitkan dokter untuk melakukan sunat karena biasanya anak gemuk memiliki lapisan lemak yang cukup tebal terutama di bawah perut, memiliki ukuran penis yang kecil (micro penis), atau penis yang tersembunyi (buried penis). Hal ini menyebabkan sunat anak gemuk sebaiknya dilakukan oleh dokter yang sudah berpengalaman, mengingat bagian penis yang agak tersembunyi. Yuk, simak ulasan lebih lanjut berikut ini!

Sebelum dilakukan sunat, biasanya anak gemuk disarankan oleh dokter untuk melakukan terapi hormon atau diet terlebih dahulu agar proses sunat menjadi lebih mudah. Namun, ada juga dokter yang sudah berpengalaman tidak menyarankan terapi hormon, tetapi dokter akan melakukan teknik pembiusan, penyatan, penjahitan dengan metode khusus untuk penis anak gemuk. Teknik yang dokter lakukan untuk melakukan sunat pada anak gemuk di antaranya adalah membuat jahitan sedikit lebih rapat agar kulit kulup kembali menutup. Sama halnya dengan sunat di Circum By Mutiara Cikutra, untuk anak gemuk tetap bisa sunat tanpa diharuskan untuk diet ketat dan melakukan terapi hormon.

Saat tindakan berlangsung untuk sunat anak gemuk, dokter juga harus memperhatikan seberapa banyak kulit kulup yang dibuang. Jika terlalu banyak yang dibuang, maka penis akan terlihat lebih pendek pada saat ereksi. Jadi, apabila Pearls memiliki anak yang gemuk dan berencana untuk melakukan sunat, sebaiknya dikonsultasikan ke dokter agar dokter ataupun tim konsultasi sunat untuk bisa menentukan metode sunat yang tepat. 

Pearls juga perlu memperhatikan jika setelah dilakukan sunat muncul tanda-tanda berikut :

  • Muncul cairan nanah, berbau dari ujung penis
  • Bengkak pada penis
  • Perdarahan
  • Anak sulit untuk BAK
  • Nyeri pada penis
  • Luka pada penis yang tidak kunjung sembuh

Bila muncul tanda dan gejala di atas setelah sunat, maka segera konsultasikan kembali ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut. Semoga bermanfaat, Pearls!

Manfaat Sunat Pada Bayi Kurang Dari 1 Tahun

Manfaat Sunat Pada Bayi Kurang Dari 1 Tahun

Manfaat Sunat Pada Bayi Kurang Dari 1 Tahun

Sunat merupakan prosedur untuk menghilangkan kulit kulup di atas kepala penis. Rekomendasi prosedur tindakan ini boleh dilakukan 7 hari setelah bayi lahir. Sunat dilakukan untuk tradisi agama atau budaya. Sunat yang dilakukan pada bayi kurang dari 1 tahun ternyata memiliki banyak manfaatnya loh, Pearls. Beberapa penelitian menjelaskan bahwa sunat lebih baik dilakukan pada bayi yang berusia dibawah 1 tahun karena risiko komplikasi anestesi yang lebih rendah. Yuk simak ulasannya berikut ini.

Menurut American Academy of Pediatrics, beberapa manfaat yang didapat jika melakukan sunat pada bayi yang berusia kurang dari 1 tahun, yaitu :

  • Menurunkan risiko infeksi saluran kemih (ISK) terutama pada 1 tahun pertama kehidupan. ISK berulang atau yang berkepanjangan dapat mengarahkan kepada kerusakan ginjal atau sepsis (infeksi bakteri di seluruh tubuh)
  • Menurunkan risiko terkena penyakit menular seksual, termasuk HIV, gonore, sifilis
  • Menurunkan risiko penyakit yang mempengaruhi kondisi penis seperti fimosis, balanitis
  • Menurunkan risiko terkena penyakit kanker penis
  • Untuk kedepannya dapat menurunkan risiko kanker serviks pada perempuan yang berhubungan seksual dengan pasangannya yang sudah disunat
  • Jika sunat dilakukan saat bayi, membuat penis menjadi lebih mudah dibersihkan

Setelah bayi di sunat risiko komplikasi yang mungkin muncul dapat terjadi memar atau bengkak di area penis dalam waktu sekitar 2 minggu. Yang terpenting Pearls tetap menjaga area penis agar tetap bersih dan mengenakan bayi pakaian yang longgar terlebih dahulu agar penis setelah disunat tetap terjaga dengan kondisi yang baik.

 

Nah, dengan berbagai manfaat yang didapatkan, apakah Pearls tertarik jugu ntuk melakukan sunat pada Si Kecil yang berusia dibawah 1 tahun? 

 

Sumber :

https://www.londonchildrensurgery.co.uk/blog/are-there-any-benefits-of-circumcision-in-babies/

https://www.thebump.com/a/baby-circumcision

https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=circumcision-90-P03080