Klinik Mutiara Cikutra

Anak Demam hingga Kejang? Mungkin Ini yang Dialaminya, Yuk Periksa ke Dokter Anak Bandung!

Anak Demam hingga Kejang? Mungkin Ini yang Dialaminya, Yuk Periksa ke Dokter Anak Bandung!

Anak Demam hingga Kejang? Mungkin Ini yang Dialaminya, Yuk Periksa ke Dokter Anak Bandung!

demam anak
Sumber : Envanto

Sebagian besar orang tua tentunya akan merasa panik dan khawatir ketika si kecil tiba-tiba mengalami demam disertai kejang. Terlebih, jika posisinya Anda adalah orang tua baru yang membuat hal tersebut menjadi pengalaman pertama bagi Anda.

Namun, meski panik dan khawatir sangatlah wajar, sejatinya Anda tetap perlu tenang dalam menghadapi situasi ini agar bisa menentukan langkah tepat selanjutnya. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memahami apa yang dimaksud demam kejang pada anak.

Nah, berikut penjelasan lengkapnya untuk Anda. Mulai dari definisi demam kejang, penyebab, gejala, jenis-jenis, hingga rekomendasi praktik dokter anak Bandung berkualitas yang bisa membantu pemeriksaan serta penanganan demam kejang (khususnya untuk Anda warga Bandung dan sekitarnya). Yuk, disimak!

Mengenal Kejang Demam pada Anak dan Jenisnya

demam anak
Sumber : Envanto

Demam disertai kejang atau yang lebih familier dikenal dengan istilah “kejang demam” (penyakit step) adalah kondisi kejang pada anak yang terjadi akibat demam alias kenaikan suhu tubuh yang tinggi.

Kondisi ini cenderung cukup banyak dijumpai pada anak dengan usia antara 6 bulan hingga 5 tahun, alias terbilang umum dialami oleh bayi dan balita. Kelihatannya pun menakutkan, tetapi sebenarnya kejang demam bukan pertanda adanya penyakit berat.

Kendati demikian, Anda tidak boleh menyepelekannya begitu saja, karena kejang demam tetap bisa berbahaya jika tidak segera ditangani dengan tepat. Maka dari itu, setidaknya Anda perlu tahu apa saja jenis-jenisnya agar Anda bisa segera mendeteksinya jika hal ini terjadi pada si kecil.

Langsung saja, berikut jenis-jenis kejang demam, sebagaimana dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan:

Kejang Demam Sederhana

Sesuai namanya, ini adalah jenis kejang demam yang sifatnya ringan alias sederhana. Ini biasanya hanya terjadi selama durasi kurang dari 15 menit serta tidak berulang dalam 24 jam. Selain itu, gerakan kejang umumnya juga melibatkan seluruh tubuh.

Kejang Demam Kompleks

Sebaliknya, kejang demam kompleks umumnya terjadi dalam kurun waktu yang lebih lama, yaitu lebih dari 15 menit, dan bisa berulang kembali dalam 24 jam. Kendati demikian, gerakan kejangnya hanya melibatkan satu bagian atau satu sisi tubuh.

Penyebab dan Gejala Kejang Demam Anak

demam anak
Sumber : Envanto

 

Secara umum, kejang demam pada anak disebabkan oleh tiga faktor, yaitu infeksi virus/bakteri, reaksi dari vaksinasi, dan terjadinya kenaikan suhu tubuh yang cepat saat otak anak belum matang sepenuhnya untuk mengendalikannya. Akibatnya, demam tinggi yang cepat itu pun memicu terjadinya kondisi kejang.

Namun, dari ketiga faktor tersebut, penyebab utama atau yang paling umum ditemukan yaitu karena adanya infeksi virus/bakteri yang memicu demam dan berujung pada kejang. Sementara itu, kejang demam akibat reaksi dari vaksinasi terbilang jarang terjadi.

Lantas, apa saja gejala kejang demam pada anak? Berikut beberapa di antaranya:

  • Buang air kecil yang tiba-tiba.
  • Bola mata anak berputar ke atas.
  • Tubuh anak berkeringat berlebihan.
  • Demam tinggi yang terjadi disertai dengan kejang.
  • Anggota tubuh seperti kaki dan tangan anak gemetar.
  • Suhu tubuh anak naik drastis hingga lebih dari 38° Celcius.
  • Anak pingsan/kehilangan kesadaran, terutama setelah mengalami kejang.
  • Anak menjadi tidak responsif, misalnya tidak bereaksi ketika diajak berkomunikasi/berbicara.

Periksa ke Dokter Anak Bandung KMC

Kejang demam bisa tampak sangat menakutkan di mata orang tua sehingga merasa panik dan khawatir merupakan hal wajar. Begitu pun untuk segera memeriksakan diri ke tenaga medis profesional. Sebab, meski kejang demam bukan termasuk penyakit berbahaya, tetap saja berisiko jika dibiarkan begitu saja.

Nah, bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya, ketika anak mengalami kejang demam, jangan ragu untuk segera memeriksakan mereka ke dokter anak Bandung berkualitas Klinik Mutiara Cikutra.

Klinik Mutiara Cikutra (KMC) merupakan fasilitas kesehatan resmi yang telah berizin Kementerian Kesehatan, sehingga kualitas maupun keamanannya dipastikan terjamin.

Selain ditangani oleh dokter anak Bandung bersertifikat yang sudah berpengalaman di bidangnya, KMC juga menawarkan tempat senyaman rumah sendiri dan pelayanan yang memberi kesan seramah keluarga. Cocok bagi Anda yang mengedepankan kualitas, keamanan, sekaligus kenyamanan.

Jika tertarik, silakan datang langsung ke klinik utama Mutiara Cikutra yang berlokasi di Bandung. Tepatnya di Jl. Cikutra No. 115 Blok A-B, Cikutra, Cibeunying Kidul. Yuk, jadwalkan kunjungan Anda segera!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Deteksi Kelainan Kongenital Sejak Dini dengan USG

Deteksi Kelainan Kongenital Sejak Dini dengan USG

Deteksi Kelainan Kongenital Sejak Dini dengan USG

pemeriksaan usg
Sumber : Envanto

Selama kehamilan, melakukan pemeriksaan secara rutin sangatlah penting. Salah satunya untuk mendeteksi kelainan kongenital sejak dini guna meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi.

Adapun salah satu metode pemeriksaan yang paling efektif untuk mendeteksi kelainan kongenital adalah pemeriksaan ultrasonografi atau yang lebih populer dikenal dengan istilah “USG”.

Nah, pertanyaannya, jenis kelainan kongenital apa saja yang kiranya dapat dideteksi melalui pemeriksaan USG? Dan seberapa penting pemeriksaan ini? Berikut penjelasannya untuk Anda, lengkap rekomendasi layanan ultrasonografi terbaik di kota Anda di akhir artikel. Yuk, simak!

Jenis Kelainan Kongenital yang Dapat Diketahui Melalui USG

pemeriksaan usg
Sumber : Envanto

Kelainan kongenital atau dalam istilah awam sering disebut “kelainan/cacat bawaan” adalah kondisi kelainan yang dialami oleh janin sejak lahir. Namun, kelainan ini sebenarnya terjadi sejak dalam kandungan akibat adanya gangguan pada janin selama masa perkembangan. Baik karena faktor genetik maupun nongenetik.

Lantas, apa saja jenis-jenis kelainan kongenital yang dapat diketahui atau dideteksi melalui pemeriksaan USG? Berikut beberapa di antaranya:

Anensefali

Ini adalah kelainan bawaan pada janin yang paling umum dan dapat menyebabkan keguguran atau kematian saat lahir. Janin dengan kondisi ini memiliki otak dan tulang tengkorak yang sebagian besar tidak terbentuk sempurna.

Spina Bifida

Ini adalah kelainan bawaan pada pembentukan tabung saraf janin. Akibatnya, ada celah pada ruas-ruas tulang belakang sehingga tulang belakang serta saraf tulang belakang terbentuk dengan tidak sempurna. Penyebab kelainan ini disebut-sebut karena kurangnya asupan asam folat selama kehamilan.

Hidrosefalus

Ini adalah kondisi ketika terjadi penumpukan cairan pada otak janin, sehingga ketika diperiksa melalui USG, kantung cairan otak biasanya akan tampak membesar. Begitu pun saat bayi lahir, ukuran kepala mereka menjadi lebih besar daripada bayi pada umumnya.

Gastroschisis

Kelainan ini diduga terjadi karena ibu banyak mengonsumsi alkohol atau sering merokok saat masa kehamilan. Kondisinya ditandai dengan adanya kecacatan pada otot serta lapisan luar perut janin, dan ciri umumnya yaitu terdapat lubang pada dinding perut bayi.

Kaki Bengkok

Club foot atau juga sering disebut “kaki bengkok”, sesuai namanya, merupakan kelainan ketika pergelangan kaki janin berputar ke dalam (bengkok). Biasanya terjadi pada satu kaki, tetapi kadang juga bisa terjadi pada kedua kaki sekaligus.

Bibir Sumbing

Bibir sumbing adalah kondisi ketika terdapat celah seperti sayatan pada bibir atas janin, langit-langit rongga mulut, atau gabungan antara keduanya.

Pentingnya Pemeriksaan USG dalam Mendeteksi Kelainan Kongenital

pemeriksaan usg
Sumber : Envanto

Ada begitu banyak jenis kelainan kongenital (bawaan) yang bisa dialami oleh janin sejak dalam kandungan. Oleh karena itu, pemeriksaan rutin seperti USG sangatlah penting dilakukan selama masa kehamilan berlangsung.

Melalui teknologi gelombang suara frekuensi tinggi, pemeriksaan ultrasonografi memungkinkan Anda untuk melihat kondisi janin. Termasuk gambaran struktur serta perkembangan organ janin secara keseluruhan dengan lebih jelas, detail, dan real-time.

Dengan pemeriksaan USG, berbagai kelainan struktur maupun pertumbuhan pada janin dapat diketahui lebih awal. Alhasil, dokter pun dapat menentukan langkah tepat selanjutnya untuk menangani kondisi tersebut, termasuk metode persalinan paling aman yang sesuai dengan kondisi ibu hamil dan janin.

Selain itu, dengan deteksi berbagai kelainan sejak dini, USG juga bisa membantu dokter untuk meminimalkan risiko atau kemungkinan komplikasi berbahaya yang tidak diinginkan.

Rekomendasi Layanan USG Terbaik di Kota Anda

Apabila Anda tertarik untuk melakukan pemeriksaan USG, maka pastikan Anda memilih fasilitas kesehatan yang tepat dan tepercaya. Adapun salah satu rekomendasi fasilitas kesehatan resmi terbaik yang menawarkan layanan USG lengkap untuk kehamilan adalah KMC alias Klinik Mutiara Cikutra.

KMC adalah klinik kesehatan yang telah terdaftar dan memiliki izin Kementerian Kesehatan, sehingga Anda tidak perlu khawatir sama sekali akan kualitas maupun keamanannya.

Menariknya lagi, Klinik Mutiara Cikutra didukung oleh dokter kandungan (obgyn) yang semuanya adalah perempuan. Jadi, sangat cocok bagi Anda yang memang merasa lebih nyaman diperiksa oleh sesama perempuan.

Terdiri dari beberapa cabang yang tersebar di sejumlah lokasi di wilayah Indonesia, Anda bisa fleksibel mengunjungi Klinik Mutiara Cikutra terdekat dari lokasi Anda di kota Anda.

Nah, tunggu apa lagi? Yuk, segera jadwalkan kunjungan Anda ke KMC dan dapatkan pengalaman pemeriksaan USG terbaik dalam hidup Anda!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Orang Tua Wajib Simak! Begini Cara Atur Jadwal Makan Anak agar Kesehatan Gigi Tak Terganggu

Orang Tua Wajib Simak! Begini Cara Atur Jadwal Makan Anak agar Kesehatan Gigi Tak Terganggu

Orang Tua Wajib Simak! Begini Cara Atur Jadwal Makan Anak agar Kesehatan Gigi Tak Terganggu

waktu makan anak
Sumber : Envanto

Orang tua memegang peran penting dalam upaya pengoptimalan tumbuh kembang si kecil. Oleh karena itu, menjaga kesehatan anak secara menyeluruh, termasuk kesehatan gigi dan pola makan yang terjadwal benar-benar harus diperhatikan.

Nah, tahukah Anda bahwa ternyata kebiasaan makan si kecil dapat memengaruhi kesehatan gigi mereka? Hal ini membuat orang tua benar-benar harus paham bagaimana cara tepat mengatur jadwal makan anak agar kesehatan gigi mereka tidak terganggu.

Lantas, apa yang harus Anda lakukan? Berikut penjelasan lengkapnya. Mulai dari pengaruh pola makan terhadap kesehatan gigi anak, cara mengatur jadwal makan anak yang tepat, hingga rekomendasi dokter gigi anak Bandung terbaik untuk konsultasi berkualitas terkait hal ini. Yuk, simak!

Pengaruh Pola Makan terhadap Kesehatan Gigi Anak

waktu makan anak
Sumber : Envanto

Mungkin dalam banyak pikiran orang tua, kesehatan gigi anak sebagian besar hanya dipengaruhi oleh hal-hal umum seperti cara menyikat gigi yang benar atau tidak. Namun, siapa sangka bahwa ternyata pola makan juga dapat berpengaruh terhadap kesehatan gigi mereka

Bahkan bisa dibilang bahwa pola makan sebenarnya memiliki kaitan erat dengan kesehatan gigi dan mulut. Tidak hanya bagi anak-anak, tetapi juga orang dewasa. Ini karena jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari sangat memengaruhi pembentukan plak pada gigi.

Dalam kasus anak-anak, mereka cenderung mengonsumsi makanan dengan kandungan garam dan gula yang tinggi. Begitu pula makanan berlemak. Semua makanan ini sangat berpotensi meningkatkan pembentukan plak pada permukaan gigi, sebagaimana dilansir dari penelitian yang diunggah Universitas Gadjah Mada.

Nah, plak yang terus menumpuk tersebut lama-kelamaan dapat menimbulkan masalah lain yang lebih serius, contohnya seperti karies gigi hingga bahkan gingivitis alias peradangan gusi.

Namun, selain pola makan tertentu, sejatinya kesehatan gigi dan mulut anak juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Beberapa di antaranya, yaitu kebiasaan menyikat gigi, akses pelayanan kesehatan gigi, serta lingkungan tempat anak tumbuh.

Kendati demikian, sebagai orang tua bijak, tetap penting bagi Anda untuk memperhatikan pola makan anak. Sebab, hal ini berkontribusi pada pembentukan plak yang menjadi faktor awal berbagai masalah gigi dan mulut mereka.

Cara Mengatur Jadwal Makan Anak agar Tidak Mengganggu Kesehatan Gigi

waktu makan anak
Sumber : Envanto

 

Agar kesehatan gigi anak tidak terganggu, Anda harus memastikan pola makan mereka sudah tepat atau tidak. Caranya bisa dengan mengatur jadwal makan yang seimbang, misalnya seperti berikut:

Tetapkan Jadwal Teratur untuk Makanan Utama dan Camilan

Anak disarankan memiliki jadwal makan yang teratur. Misalnya makanan utama untuk pagi, siang, serta malam, dan pemberian camilan 1-2 kali di waktu tertentu di antara jadwal tersebut.

Biasakan Anak Minum Air Putih yang Cukup Setelah Makan

Secara umum, air putih sangat bermanfaat bagi kesehatan. Membiasakan anak meminum air putih yang cukup setelah makan juga dapat membantu membersihkan sisa-sisa makanan di mulut, sekaligus mengurangi keasaman setelah makan. Cara ini penting, terutama jika anak belum bisa langsung menyikat gigi.

Batasi Kebiasaan Mengemil Anak di Luar Jadwal

Ngemil secara berlebihan tidak baik bagi kesehatan anak, termasuk untuk kesehatan gigi mereka. Khususnya jika yang banyak dikonsumsi adalah makanan manis atau lengket.

Hal ini dapat memperpanjang waktu bakteri menghasilkan asam di mulut, sehingga meningkatkan risiko pembentukan plak yang berpotensi menyebabkan karies dan radang gusi.

Hindari Makan/Minum Manis Menjelang Tidur

Mengonsumsi makanan/minuman manis pada malam hari, terutama sebelum tidur tanpa menyikat gigi, sangat berpotensi membuat gigi berlubang dan dapat mengundang berbagai masalah gigi lainnya.

Rekomendasi Dokter Gigi Anak Bandung Berkualitas

Untuk menjaga kesehatan gigi anak, kebiasaan menyikat gigi secara rutin dan mengatur pola serta jadwal makan saja sebenarnya belum cukup. Pasalnya, pemeriksaan profesional oleh dokter gigi tetap dibutuhkan untuk hasil yang optimal.

Nah, bagi Anda warga Bandung, jangan khawatir. Sebab, Klinik Mutiara Cikutra (KMC) hadir dengan layanan dokter gigi anak Bandung terbaik, siap mengatasi berbagai permasalahan gigi si kecil.

Selain kompeten di bidangnya, dokter gigi anak Bandung KMC juga ramah anak, sehingga sangat cocok bagi Anda yang mengutamakan kualitas, keamanan, sekaligus kenyamanan.

Nah, tertarik? Yuk, kunjungi langsung dokter gigi anak Bandung di klinik utama Mutiara Cikutra yang beralamat di Jl. Cikutra No. 115 Blok A-B, Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Bandung, Jawa Barat!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Cacar Air pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Cacar Air pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Cacar Air pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

cacar air anak
Sumber : Envanto

Salah satu penyakit yang sering kali menyerang si kecil, terutama bagi mereka yang berusia di bawah 12 tahun adalah cacar air. Ini merupakan penyakit infeksi menular yang pada dasarnya memang cukup umum muncul pada masa kanak-kanak—meski dalam beberapa kasus juga bisa dialami oleh orang dewasa.

Bagi orang tua, ketika buah hati terkena cacar air, sangat wajar jika Anda merasa bingung dan khawatir. Oleh karena itu, memiliki pemahaman dasar terkait cacar air sangat penting agar Anda dapat mengenali kondisi anak sejak dini.

Nah, berikut penjelasannya lengkapnya. Mulai dari penyebab cacar air, gejala, pengobatan, hingga rekomendasi dokter anak Bandung untuk penanganan profesional yang tepat akurat—khusus bagi Anda warga Kota Kembang dan sekitarnya. Yuk, simak!

Penyebab dan Gejala Cacar Air

cacar air anak
Sumber : Envanto

 

Cacar air (chickenpox) disebabkan oleh virus varicella-zoster (VZV), yaitu salah satu bentuk virus herpes. Penyakit ini bersifat sangat menular. Bisa menyebar melalui udara saat penderitanya batuk atau bersin maupun melalui sentuhan alias kontak langsung—terlebih jika menyentuh cairan dari lepuhan kulit orang yang terinfeksi.

Begitu pula jika berkontak dengan air liur dan lendir mereka. Selain itu, cacar air juga bisa menular secara tidak langsung (kontaminasi silang) melalui barang atau benda yang telah terkontaminasi oleh virus varicella-zoster.

Oleh karena itu, biasanya barang atau pakaian yang digunakan oleh penderita cacar air dipisahkan untuk sementara waktu. Hal ini guna menekan risiko penularan yang terbilang tinggi.

Meski cenderung ringan, sejumlah gejala yang ditimbulkan cacar air bisa sangat mengganggu. Sebab, hal ini dapat memengaruhi kenyamanan anak secara keseluruhan, termasuk dalam beraktivitas sehari-hari.

Itu sebabnya, sebagai orang tua, Anda harus paham apa saja gejala-gejala cacar air. Dengan demikian, Anda bisa memutuskan penanganan atau pengobatan yang tepat bagi mereka.

Langsung saja, berikut beberapa gejala cacar air yang umumnya terjadi pada anak:

  • Demam.
  • Sakit perut.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri otot/sendi.
  • Batuk atau pilek.
  • Sakit tenggorokan.
  • Tubuh tidak fit, merasa lemas/kelelahan.
  • Nafsu makan menurun atau bahkan hilang.
  • Muncul bentol-bentol atau ruam berwarna merah yang terasa gatal di berbagai bagian tubuh, yang bisa berkembang menjadi lepuhan kecil berisi cairan.

Pengobatan Cacar Air pada Anak

cacar air anak
Sumber : Envanto

 

Untuk perawatan atau pengobatan rumahan, salah satunya Anda bisa mencoba meredakan rasa gatal anak akibat cacar air terlebih dahulu. Berikut beberapa caranya:

  • Lakukan kompres basah yang dingin.
  • Selama beberapa hari pertama terjangkit, mandikan anak setiap 3-4 jam sekali dengan air hangat.
  • Potong kuku anak untuk menghindari risiko garukan langsung yang tajam ke bagian-bagian tubuh tertentu.
  • Jangan menggosok tubuh anak ketika mengeringkannya. Sebagai gantinya, Anda cukup menepuk-nepuknya saja.
  • Oleskan calamine pada bagian-bagian tubuh anak yang gatal. Namun, usahakan untuk menghindari area wajah, khususnya dekat mata.
  • Gunakan produk mandi yang mengandung oatmeal (biasanya terdapat di toko obat maupun supermarket) untuk meredakan rasa gatal.
  • Apabila terdapat lepuhan di mulut anak, usahakan Anda memberikan mereka jenis makanan yang lembut dan hambar untuk sementara waktu.

Untuk penggunaan obat-obat tertentu seperti antihistamin untuk meredakan gatal atau acetaminophen untuk meredakan nyeri dan demam ringan, sebaiknya Anda mengonsultasikannya terlebih dahulu ke dokter.

Sebab, sebaik-baiknya perawatan rumahan, pengobatan profesional oleh tim medis berpengalaman tetap yang terbaik untuk hasil penyembuhan optimal.

Dokter Anak Bandung Berkualitas untuk Penanganan Efektif Cacar Air

Bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya, ketika anak terjangkit cacar air, pastikan Anda memilih fasilitas kesehatan terbaik dengan layanan dokter anak Bandung berkualitas.

Nah, salah satu rekomendasi yang patut Anda pertimbangkan adalah KMC alias Klinik Mutiara Cikutra. Klinik ini telah terdaftar resmi dan memiliki izin Kementerian Kesehatan. Jadi, soal keamanan maupun kualitas, semuanya dipastikan terjamin.

Selain didukung oleh dokter anak Bandung profesional, KMC juga menawarkan tempat yang senyaman rumah sendiri dan pelayanan yang seramah keluarga. Terlebih, di sini juga tersedia berbagai jenis layanan kesehatan. Tidak hanya untuk anak-anak, tetapi juga orang dewasa.

Jika tertarik, Anda bisa datang langsung ke klinik utama Mutiara Cikutra yang beralamat di Jl. Cikutra No. 115 Blok A-B, Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Bandung, Jawa Barat.

Yuk, jadwalkan kunjungan Anda bersama si kecil dan dapatkan penanganan kesehatan terbaik oleh dokter anak Bandung KMC!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Si Kecil Batuk Berdahak? Yuk, Periksa ke Dokter Anak Bandung!

Si Kecil Batuk Berdahak? Yuk, Periksa ke Dokter Anak Bandung!

Si Kecil Batuk Berdahak? Yuk, Periksa ke Dokter Anak Bandung!

anak batuk
Sumber : Envanto

Bagi kebanyakan orang tua, kesehatan si kecil menjadi salah satu hal terpenting yang harus diutamakan. Jadi, wajar jika gangguan kesehatan tertentu seperti batuk berdahak yang dialami mereka kerap kali mengundang kekhawatiran tersendiri.

Terlebih lagi, batuk yang disertai dahak biasanya membuat anak menjadi rewel, kurang nyaman, atau bahkan sampai mengganggu waktu istirahat mereka. Mungkin keluhan yang muncul ini memang terdengar tidak terlalu serius. Namun, Anda tetap perlu mengambil langkah bijak agar tidak berlarut-larut.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui penyebab batuk berdahak pada anak, termasuk bahayanya jika tidak ditangani. Berikut penjelasannya, lengkap rekomendasi dokter anak Bandung untuk penanganan terbaik.

4 Penyebab Batuk Berdahak pada Anak

anak batuk
Sumber : Envanto

Anak mengalami batuk berdahak karena terjadi iritasi atau infeksi pada saluran pernapasan mereka akibat infeksi virus/bakteri. Ketika hal ini terjadi, tubuh anak akan bereaksi dengan memproduksi lendir atau dahak dalam jumlah yang lebih banyak.

Selanjutnya, otak memicu refleks batuk sebagai mekanisme alami tubuh untuk membantu mengeluarkan dahak, kuman, serta iritan yang berada di saluran pernapasan.

Namun, selain karena infeksi virus yang merupakan penyebab umum, ternyata ada faktor lain yang dapat menjadi hal yang memicu batuk berdahak pada anak. Berikut beberapa di antaranya:

1. Asma

Pada penderita asma, selain sesak napas dan mengi, gejala lainnya yang dapat muncul adalah batuk berdahak. Biasanya, batuk bahkan bisa memburuk di malam hari atau ketika anak tertawa, berolahraga, terpapar polusi udara dan asap rokok, atau saat mereka bermain dengan kontak fisik yang kasar.

2. Alergi

Alergi yang timbul karena alergen seperti polen atau bulu hewan yang terhirup oleh anak dan masuk ke saluran pernapasan mereka juga bisa menjadi penyebab batuk berdahak. Selain batuk yang disertai dahak, biasanya juga akan muncul gejala lain, misalnya mata berair, hidung meler, sakit tenggorokan, dan bersin-bersin.

3. GERD

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan penyakit yang membuat asam lambung naik ke tenggorokan. Kondisi ini dapat memicu batuk kronis, yang juga bisa disertai dahak dan mengi.

4. Pertusis

Pertusis atau yang juga dikenal dengan sebutan “batuk rejan” adalah batuk yang disebabkan oleh infeksi virus/bakteri pada saluran pernapasan dan paru-paru. Batuk jenis ini bisa disertai dengan dahak dan beberapa gejala lain, seperti demam ringan, bersin-bersin, serta hidung meler.

Bahaya Batuk Berdahak Anak yang Tidak Ditangani

anak batuk
Sumber : Envanto

Pada kasus anak-anak, mereka bisa terjangkit infeksi saluran pernapasan setidaknya 6-12 kali dalam satu tahun. Beberapa di antaranya mungkin memicu mereka mengalami batuk berdahak.

Meski ini bukan penyakit serius karena umumnya dapat sembuh dengan sendirinya—normalnya dalam beberapa hari hingga dua minggu, tetap saja Anda tidak boleh menyepelekannya.

Sebab, ada kalanya batuk berdahak pada anak tidak kunjung sembuh dan pada akhirnya justru membuat kondisi mereka semakin buruk. Pertanyaannya, apa saja bahaya batuk berdahak anak yang tidak ditangani alias dibiarkan begitu saja?

Selain memengaruhi kondisi kesehatan fisik si kecil secara umum, batuk berdahak juga dapat memberikan pengaruh tertentu terhadap kondisi psikologis mereka. Batuk berdahak yang berkepanjangan bahkan bisa membuat anak mengalami hal-hal berikut:

  • Mual
  • Muntah
  • Sulit tidur
  • Nyeri otot
  • Nyeri dada
  • Sakit kepala
  • Suara serak
  • Sakit tenggorokan
  • Nafsu makan menurun
  • Mudah lelah dan merasa tidak bertenaga ketika beraktivitas

Dokter Anak Bandung KMC, Solusi Kesehatan Si Kecil

Apabila batuk berdahak anak tidak tampak membaik, bahkan setelah beberapa waktu berlalu, saatnya Anda mengambil langkah bijak dengan bantuan profesional dari dokter atau tim medis.

Nah, khusus bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya, salah satu rekomendasi fasilitas kesehatan dengan layanan dokter anak Bandung terbaik adalah KMC alias Klinik Mutiara Cikutra.

Selain didukung oleh dokter anak Bandung berkualitas dan ramah anak, Klinik Mutiara CIkutra yang telah berizin Kementerian Kesehatan juga menawarkan tempat yang senyaman rumah sendiri serta pelayanan seramah keluarga. Sangat cocok bagi Anda yang memprioritaskan kualitas, keamanan, sekaligus kenyamanan.

Jika tertarik, Anda bisa datang langsung memeriksakan si kecil ke dokter anak Bandung KMC yang beralamat di Jl. Cikutra No. 115 Blok A-B, Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Bandung, Jawa Barat.

Yuk, segera jadwalkan kunjungan Anda bersama kesayangan!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Gigi Si Kecil Tidak Rapi, Bagaimana Penanganannya? Yuk, Konsultasi ke Dokter Gigi Anak Bandung Berikut!

Gigi Si Kecil Tidak Rapi, Bagaimana Penanganannya? Yuk, Konsultasi ke Dokter Gigi Anak Bandung Berikut!

Gigi Si Kecil Tidak Rapi, Bagaimana Penanganannya? Yuk, Konsultasi ke Dokter Gigi Anak Bandung Berikut!

pemeriksaan gigi
Sumber : Envanto

Masa kanak-kanak merupakan masa penting bagi tumbuh kembang si kecil. Pada periode ini, mereka mengalami cukup banyak perubahan terkait pertumbuhan dan perkembangan, termasuk soal gigi.

Oleh sebab itu, menaruh perhatian secara khusus terhadap pertumbuhan gigi si kecil sangatlah penting. Tujuannya agar gigi mereka dapat tumbuh dengan baik dan rapi hingga di masa depan.

Sayangnya, banyak anak yang pertumbuhan giginya terlanjur berantakan alias tidak rapi, sehingga hal ini kerap kali menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi orang tua. Pertanyaannya, bagaimana mengatasi atau menangani gigi yang terlanjur tidak rapi pada anak?

Berikut penjelasannya, lengkap rekomendasi dokter gigi anak Bandung bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya. Yuk, simak!

Penyebab Gigi Anak Tumbuh Tidak Rapi

pemeriksaan gigi
Sumber : Envanto

Sebelum membahas bagaimana cara menangani gigi anak yang tidak rapi, pertama-tama Anda harus mengetahui penyebabnya terlebih dahulu. Dengan demikian, jika kondisi ini belum terjadi, setidaknya Anda bisa mengambil langkah pencegahan untuk si kecil.

Langsung saja, berikut beberapa penyebab gigi anak tumbuh tidak rapi:

Kebiasaan Tertentu

Siapa sangka bahwa kebiasaan buruk atau kebiasaan tertentu ternyata dapat membuat gigi berisiko tumbuh dengan tidak rapi. Beberapa di antara kebiasaan tersebut, yaitu menggunakan dot jangka panjang, sering mengemut/mengisap jempol, atau kebiasaan bernapas lewat mulut.

Kebiasaan bernapas lewat mulut dapat mengganggu perkembangan rahang dan posisi lidah. Pertumbuhan rahang atas dapat terhambat ketika lidah berada di bawah atau tidak menempel di langit-langit mulut saat mulut istirahat. Akibatnya, susunan gigi berpotensi tumbuh tidak teratur.

Gigi Tanggal Sejak Dini

Gigi susu yang tanggal sejak dini alias sebelum waktunya ternyata juga dapat memengaruhi susunan gigi pada anak. Sebab, gigi susu memiliki peran penting untuk perkembangan gigi permanen. Jika gigi susu tanggal duluan, maka kemungkinan akan terjadi pergeseran gigi permanen.

Faktor Keturunan (Genetik)

Ini merupakan penyebab yang bersumber dari keturunan. Sebagaimana penelitian menunjukkan, maloklusi dan bentuk rahang yang tidak seimbang bisa diturunkan secara genetik. Jadi, apabila orang tua memiliki susunan gigi yang tidak rapi, maka anak mereka pun akan berisiko mewarisi kondisi tersebut.

Pertumbuhan Rahang yang Tidak Seimbang

Ketika rahang atas dan bawah tidak seimbang, maka susunan gigi berpotensi berantakan karena tumbuh berjejal atau justru terlalu renggang.

Cara Menangani Gigi Anak yang Tidak Rapi

pemeriksaan gigi
Sumber : Envanto

Selanjutnya, bagaimana cara menangani gigi anak yang tumbuh berantakan alias tidak rapi? Pada dasarnya, cara terbaik untuk mengatasi hal ini yaitu dengan mengandalkan bantuan profesional dari dokter gigi.

Namun, umumnya jenis perawatan yang diberikan akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing anak. Beberapa di antaranya, yaitu:

Pencabutan Gigi Susu

Apabila gigi permanen tumbuh berantakan karena terhambat oleh gigi susu, maka pencabutan gigi susu dapat menjadi opsi efektif untuk mengatasinya.

Penggunaan Behel (Kawat Gigi)

Pemasangan behel atau kawat gigi adalah metode yang cukup banyak dipilih untuk mengatasi gigi berantakan, termasuk pada anak-anak.

Penggunaan Aligner Khusus Anak

Selain kawat gigi, aligner khusus anak juga bisa menjadi solusi lain untuk merapikan gigi si kecil yang berantakan secara bertahap. Aligner sendiri tergolong sebagai alat yang nyaman dipakai karena dapat dilepas saat makan maupun menyikat gigi, sehingga perawatannya pun tidak begitu sulit.

Penggunaan Palatal Expander Gigi

Palatal expander adalah alat ortodontik yang berfungsi memperlebar rahang atas agar gigi bawah dan atas bisa lebih pas atau sejajar. Cocok untuk kasus gigi berantakan akibat rahang yang sempit.

Rekomendasi Dokter Gigi Anak Bandung, Solusi Gigi Si Kecil Tidak Rapi

Bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya, jika Anda ingin memberikan penanganan kesehatan gigi terbaik bagi si kecil, maka Anda bisa mengandalkan dokter gigi anak Bandung KMC.

KMC atau Klinik Mutiara Cikutra adalah fasilitas kesehatan modern yang telah terdaftar dan berizin resmi Kementerian Kesehatan. Jadi, soal kualitas maupun keamananya, Anda tidak perlu khawatir.

Selain dokter gigi anak Bandung, Klinik Mutiara Cikutra juga menawarkan layanan dokter gigi untuk orang dewasa dan berbagai jenis layanan lainnya. Sangat cocok untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan Anda dan keluarga tercinta.

Nah, jika tertarik, silakan datang langsung ke Jl. Cikutra No. 115 Blok A-B, Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Bandung, Jawa Barat.

Yuk, jadwalkan kunjungan Anda ke dokter gigi anak Bandung KMC bersama si kecil sekarang juga!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Cara Memantau Tumbuh Kembang Janin dengan Lebih Akurat Melalui USG 4D Bandung

Cara Memantau Tumbuh Kembang Janin dengan Lebih Akurat Melalui USG 4D Bandung

Cara Memantau Tumbuh Kembang Janin dengan Lebih Akurat Melalui USG 4D Bandung

pemeriksaan USG 4D
Sumber : Envanto

Kehadiran janin dalam kandungan merupakan kebahagiaan tersendiri bagi sebagian besar orang tua. Tak heran banyak di antaranya yang berusaha melakukan berbagai hal terbaik agar calon buah hati bisa terlahir tanpa kekurangan apa pun.

Salah satunya, yaitu dengan melakukan pemantauan rutin seperti pemeriksaan USG 4D di saat kehamilan telah memasuki usia tertentu. Pemeriksaan berteknologi modern ini memungkinkan orang tua mendapatkan gambaran kondisi janin secara lebih jelas dan detail.

Nah, artikel ini hadir untuk membantu Anda mengetahui beberapa hal terkait USG 4D. Termasuk apa pentingnya untuk pemantauan tumbuh kembang janin, bagaimana prosedurnya, hingga rekomendasi USG 4D Bandung—khusus bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya. Yuk, simak!

Apa Pentingnya Pemantauan Tumbuh Kembang Janin?

USG 4D
Sumber : Envanto

Pemantauan tumbuh kembang janin sangat penting dilakukan guna memastikan bahwa kehamilan berjalan dengan baik, sehat, dan aman. Dengan pemeriksaan rutin ke dokter profesional, Anda dapat mengetahui berbagai kondisi janin.

Beberapa di antaranya, seperti apakah janin tumbuh sesuai usia kehamilan, apakah organ-organnya berkembang dengan normal, apakah ada potensi kelainan atau komplikasi, dan masih banyak lagi.

Semakin cepat Anda melakukan pemeriksaan—terlebih jika dilakukan secara rutin untuk waktu-waktu selanjutnya, maka semakin besar pula peluang Anda untuk meminimalkan risiko (jika ada) dan menanganinya.

Selain itu, pemantauan tumbuh kembang janin secara berkala juga baik untuk ketenangan ibu hamil. Jadi, tidak hanya bagus untuk kesehatan fisik, tetapi juga berpengaruh positif terhadap mental ibu hamil.

Dengan pemantauan yang tepat, Anda sebagai orang tua dapat lebih mempersiapkan diri menuju proses persalinan di kemudian hari. Kondisi kesehatan janin pun bisa Anda pastikan sejak dini untuk berbagai pertimbangan langkah terbaik selanjutnya.

Prosedur USG 4D Bandung untuk Pemantauan Janin

pemeriksaan USG 4D
Sumber : Envanto

Salah satu cara terbaik untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan, yaitu dengan melakukan pemeriksaan USG 4D. Nah, berikut prosedur atau langkah-langkah yang perlu Anda ketahui:

  • Pertama-tama, dokter akan menyuruh Anda berbaring di tempat tidur yang telah disediakan.
  • Selanjutnya, dokter akan mengoleskan ultrasound gel alias gel khusus USG di permukaan kulit perut Anda.
  • Setelah itu, dokter akan menggunakan alat khusus (transduser atau probe) di atas perut Anda yang telah diolesi dengan gel. Pada tahap ini, biasanya dokter akan meminta Anda untuk menahan napas sejenak selama beberapa kali. Tujuannya agar visual janin bisa terlihat lebih jelas.
  • Sambil menggerak-gerakkan transduser, dokter akan memperhatikan layar monitor dengan saksama. Monitor tersebut menampilkan kondisi janin dalam kandungan secara jelas dan detail, dan apa yang ditampilkan sesuai dengan bagian mana yang dokter pindai menggunakan alat.
  • Di tahap pemeriksaan, dokter juga mempersilakan ibu untuk melihat sendiri bagaimana kondisi janin dalam kandungan. Mulai dari organ-organ tubuh janin hingga pergerakan-pergerakan yang kemungkinan dilakukannya.
  • Setelah mendapat gambaran jelas terkait kondisi janin, dokter akan menghentikan proses pemeriksaan USG.
  • Terakhir, dokter akan membersihkan sisa-sisa gel di permukaan kulit perut Anda. Di tahap ini, Anda juga bisa mendapat berbagai penjelasan lebih lanjut terkait kondisi janin dalam kandungan. Jika ada kendala, dokter akan menjelaskan langkah yang dapat Anda ambil untuk kelancaran kehamilan hingga proses persalinan.

Rekomendasi Layanan USG 4D Bandung Terbaik

Bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya, menjalani USG 4D Bandung bisa menjadi salah satu langkah bijak yang dapat Anda lakukan di masa kehamilan. Nah, jika Anda bingung mencari rekomendasi fasilitas kesehatan dengan layanan USG 4D Bandung terbaik, Anda tidak perlu khawatir.

Sebab, KMC alias Klinik Mutiara Cikutra hadir sebagai solusi terbaik yang dapat Anda andalkan. Di sini tersedia berbagai layanan kesehatan, termasuk layanan kesehatan ibu dan bayi. Baik di masa kehamilan maupun memasuki masa persalinan.

Klinik Mutiara Cikutra didukung oleh dokter kandungan yang semuanya perempuan. Jadi, bagi Anda yang merasa lebih nyaman dengan pemeriksaan sesama perempuan, KMC adalah pilihan yang tepat.

Selain dukungan tim medis profesional, Klinik Mutiara Cikutra juga menawarkan tempat yang senyaman rumah sendiri serta layanan yang seramah keluarga. Sangat cocok bagi Anda yang mengutamakan kualitas, keamanan, sekaligus kenyamanan.

Bagaimana? Tertarik? Yuk, segera jadwalkan kunjungan Anda ke KMC Bandung di Jl. Cikutra No. 115 Blok A-B, Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Bandung, Jawa Barat, dan dapatkan pengalaman pemeriksaan USG 4D Bandung terbaik!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Ruam Popok pada Bayi: Tips dan Rekomendasi Dokter Anak Bandung untuk Penanganan Tepat

Ruam Popok pada Bayi: Tips dan Rekomendasi Dokter Anak Bandung untuk Penanganan Tepat

Ruam Popok pada Bayi: Tips dan Rekomendasi Dokter Anak Bandung untuk Penanganan Tepat

ruam popok bayi
Sumber : Envanto

Bagi orang tua, mengetahui berbagai hal terkait kesehatan si kecil sangatlah penting, termasuk kesehatan kulit mereka. Pada bayi misalnya, ada kalanya bayi mengalami gangguan kulit yang disebabkan oleh sesuatu yang familier seperti popok yang digunakan sehari-hari.

Kulit bayi sejatinya memang sangat sensitif sehingga wajar jika rentan terhadap berbagai gangguan seperti iritasi ataupun ruam karena popok. Meski tampak sepele, gangguan kulit ini bisa sangat tidak nyaman bagi bayi.

Oleh sebab itu, pemahaman terkait ruam popok dan iritasi kulit pada bayi penting Anda ketahui. Begitu pula dengan tips perawatan untuk mengatasinya. Nah, berikut penjelasannya, lengkap rekomendasi dokter anak Bandung untuk penanganan lebih lanjut yang tepat nan akurat. Yuk, simak!

Mengenal Ruam Popok dan Iritasi Kulit pada Bayi

ruam popok bayi
Sumber : Envanto

Secara umum, ruam adalah bintil-bintil merah pada kulit, sedangkan ruam popok adalah ruam yang lebih spesifik penyebabnya, yaitu muncul karena penggunaan popok. Biasanya terjadi di sekitar area kemaluan, selangkangan, pantat, lipatan paha, dan perut bagian bawah bayi.

Ini termasuk jenis iritasi kulit yang disebabkan oleh penggunaan produk popok yang kurang tepat. Baik itu popok kain maupun pospak alias popok sekali pakai yang banyak dijual di toko-toko.

Ruam popok pada bayi memang tidak tergolong berbahaya, tetapi tidak dimungkiri bahwa efeknya sangat bisa memengaruhi kondisi bayi. Pasalnya, bayi yang mengalami ruam karena popok cenderung lebih sering rewel dan menangis. Selain itu, jika tidak ditangani secara tepat, ruam tersebut bisa berubah menjadi luka serius.

Lantas, mengapa popok bisa menyebabkan ruam? Ini karena gesekan ke kulit yang ditimbulkannya, apalagi jika bercampur dengan keringat bayi, sehingga area tersebut menjadi lembap. Ruam juga bisa semakin parah karena kurangnya sirkulasi udara akibat terhalang oleh popok.

Alhasil, kondisi yang lembap, baik karena keringat, urine, atau bahkan feses akan mengundang berbagai bakteri dan jamur yang akhirnya dapat menyebabkan iritasi, peradangan, hingga bahkan alergi.

Tips Perawatan Ruam Popok dan Iritasi Kulit Bayi

ruam popok bayi
Sumber : Envanto

Untuk mengatasi iritasi kulit bayi karena ruam popok, berikut beberapa cara/tips panduan dan perawatan yang dapat Anda lakukan:

Tips Panduan

  • Gunakan popok dengan ukuran yang pas, jangan terlalu sempit ataupun terlalu longgar.
  • Pastikan Anda memilih popok berkualitas, bukan abal-abal. Sebab, bahan popok yang tidak tepat atau sesuai juga bisa menimbulkan iritasi pada kulit bayi.
  • Ganti popok bayi secara rutin dan lebih sering. Sebab, popok yang dibiarkan terlalu lama, apalagi jika bayi sudah berkali-kali mengompol atau bahkan buang air besar, dapat memicu pertumbuhan bakteri dan jamur.

Tips Perawatan

  • Pastikan bayi benar-benar dalam kondisi kering setelah dimandikan, khususnya sebelum Anda memakaikan popok. Anda bahkan bisa mengangin-anginkan pantat bayi terlebih dahulu untuk hasil yang maksimal. Setidaknya tunggu sekitar 5-10 menit sampai tubuh bayi benar-benar sudah kering.

Sebab, bekas air sisa-sisa mandi yang belum kering sempurna berpotensi membuat area lembap di kulit bayi—yang dapat mengundang bakteri dan jamur.

  • Untuk aktivitas mandi bayi, kurangi penggunaan air hangat alias jangan terlalu sering. Sebab, ruam popok justru akan lebih lama sembuh dengan sentuhan air hangat.
  • Oleskan pelembap seperti petroleum jelly atau minyak khusus bayi ke area kulit yang mengalami ruam.
  • Periksakan si kecil ke dokter anak untuk penanganan lebih lanjut.

Rekomendasi Dokter Anak Bandung untuk Penanganan yang Tepat

Apabila Anda telah mencoba beberapa cara, tetapi ruam popok pada bayi tidak kunjung sembuh, maka solusi terbaik yang bisa Anda lakukan adalah memeriksakan si kecil ke dokter anak berkualitas.

Nah, bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya, Anda bisa mengandalkan layanan dokter anak Bandung berkualitas di Klinik Mutiara Cikutra (KMC).

Selain dokter anak Bandung berkualitas, klinik ini juga menawarkan berbagai layanan kesehatan lainnya, baik untuk anak maupun orang dewasa.

Klinik Mutiara Cikutra sendiri telah terdaftar resmi dan memiliki izin Kementerian Kesehatan, sehingga untuk kualitas dan keamanannya, Anda tidak perlu khawatir.

Bagaimana? Tertarik? Jika iya, Anda bisa datang langsung ke Klinik Mutiara Cikutra Bandung yang berlokasi di Jl. Cikutra No. 115 Blok A-B, Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat.

Yuk, segera jadwalkan kunjungan Anda bersama buah hati kesayangan ke KMC dan nikmati pelayanan dokter anak Bandung berkualitas terbaik!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Ngemut dan Isap Jempol Bisa Ganggu Pertumbuhan Gigi? Yuk, Periksa ke Dokter Gigi Anak Bandung

Ngemut dan Isap Jempol Bisa Ganggu Pertumbuhan Gigi? Yuk, Periksa ke Dokter Gigi Anak Bandung

Ngemut dan Isap Jempol Bisa Ganggu Pertumbuhan Gigi? Yuk, Periksa ke Dokter Gigi Anak Bandung!

anak isap jempol
Sumber : Envanto

Sebagai orang tua, Anda memegang peran penting dalam memastikan tumbuh kembang si kecil berjalan dengan baik. Hal ini termasuk tentang menjaga kesehatan gigi dan mulut mereka.

Nah, berbicara tentang kesehatan gigi, tahukah Anda bahwa kebiasaan tertentu seperti mengemut atau mengisap jempol ternyata dapat memengaruhi pertumbuhan gigi anak? Sekilas, kebiasaan ini memang tampak sepele, bahkan dianggap hal yang wajar dan menggemaskan.

Namun, siapa sangka bahwa kebiasaan ini ternyata bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan gigi anak. Lantas, seperti apa pengaruh-nya terhadap pertumbuhan gigi? Dan mengapa kebiasaan ini sering kali dilakukan?

Berikut penjelasannya, lengkap rekomendasi dokter gigi anak Bandung untuk pemeriksaan lebih lanjut serta penanganan yang tepat—khusus bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya. Yuk, simak!

Kenapa Anak Suka Mengemut dan Mengisap Jempol?

anak isap jempol
Sumber : Envanto

 

Bayi, balita, dan anak-anak sering kali memiliki kebiasaan tertentu. Salah satunya yaitu mengemut dan mengisap jempol.  Pertanyaannya, mengapa si kecil sangat suka melakukah hal ini?

Ternyata, ini lebih ke soal refleks alami si kecil yang muncul setelah lahir atau bahkan sejak mereka masih berada dalam kandungan. Lama-kelamaan, hal ini berkembang menjadi kebiasaan mengemut dan mengisap jempol saat sedang tidak menyusu pada ibu.

Yang mulanya hanya merupakan refleks alami, lama-lama berubah menjadi sesuatu yang dapat membantu mereka merasa aman, nyaman, dan tenang. Beberapa di antaranya bahkan melakukan kebiasaan ini agar bisa tertidur.

Sebagaimana dilansir dari Mayo Clinic, kebiasaan mengemut dan mengisap jempol biasanya akan berhenti dengan sendirinya. Tepatnya ketika si kecil memasuki usia 6 atau 7 bulan dalam kasus bayi, dan pada usia antara 2 hingga 4 tahun pada kasus anak-anak.

Untuk kasus seperti yang telah dipaparkan, mengemut dan mengisap jempol termasuk kebiasaan wajar yang umumnya tidak akan menimbulkan permasalahan serius atau permanen bagi anak.

Namun, lain cerita jika kebiasaan tersebut terus-terusan berlanjut bahkan ketika anak sudah melewati usia yang disebutkan (4 tahun). Apabila hal ini terjadi, maka beberapa masalah kesehatan akan berpotensi muncul. Salah satunya yaitu terkait kesehatan gigi dan mulut.

Pengaruh Ngemut dan Isap Jempol terhadap Pertumbuhan Gigi Anak

anak isap jempol
Sumber : Envanto

Kebiasaan mengemut dan mengisap jempol terlalu lama sudah tidak bisa dianggap sebagai hal wajar yang tidak membutuhkan perhatian khusus. Sebab, hal ini dapat memberikan pengaruh buruk terhadap pertumbuhan gigi anak serta kesehatan mulut mereka secara menyeluruh.

Untuk pertumbuhan gigi, kebiasaan mengemut dan mengisap jempol bisa sangat mengganggu. Dua kondisi gigi yang bisa terjadi karena hal ini, yaitu:

Overbite

Ini adalah kondisi ketika rahang atau gigi depan terdorong ke depan sehingga tampak lebih maju dari yang seharusnya. Dalam istilah awam, kondisi ini seringnya disebut dengan istilah “gigi tonggos”.

Tak hanya memengaruhi pertumbuhan gigi, overbite secara umum juga bisa mengubah bentuk wajah anak secara keseluruhan akibat bentuk gigi atau rahang yang berubah.

Open Bite

Selain overbite, ada juga kondisi yang disebut “open bite”. Ini adalah kondisi ketika gigi depan bagian atas dan bawah tidak bertemu dan saling menutup ketika mulut tertutup. Tidak hanya memengaruhi tampilan wajah, hal ini juga bisa mengganggu fungsi mengunyah dan berbicara.

Dokter Gigi Anak Bandung KMC

Jika si kecil kesayangan masih memiliki kebiasaan mengemut dan mengisap jempol ketika bahkan usia yang seharusnya sudah lewat, Anda tidak boleh hanya diam berpangku tangan. Saatnya Anda membawa si kecil ke dokter gigi anak untuk pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Nah, bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya, salah satu rekomendasi fasilitas kesehatan berkualitas dengan layanan dokter gigi anak Bandung terbaik adalah Klinik Mutiara Cikutra.

Selain didukung oleh dokter gigi anak Bandung profesional yang berpengalaman di bidangnya, Klinik Mutiara Cikutra juga menawarkan pelayanan yang seramah keluarga serta tempat yang senyaman rumah sendiri. Jadi, sangat cocok bagi Anda yang memprioritaskan kualitas, keamanan, sekaligus kenyamanan.

Apabila tertarik, Anda bisa datang langsung ke Klinik Mutiara Cikutra Bandung yang beralamat di Jl. Cikutra No. 115 Blok A-B, Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Bandung, Jawa Barat.

Yuk, segera jadwalkan kunjungan Anda bersama si kecil dan dapatkan layanan dokter gigi anak Bandung terbaik KMC!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Imunisasi MR, Solusi Pencegahan Efektif untuk Campak dan Rubella pada Anak

Imunisasi MR, Solusi Pencegahan Efektif untuk Campak dan Rubella pada Anak

Imunisasi MR, Solusi Pencegahan Efektif untuk Campak dan Rubella pada Anak

Imunisasi anak
Sumber : Envanto

Sejak dulu, imunisasi telah menjadi bagian penting dari upaya pencegahan penyakit sejak dini bagi si kecil. Prosedur medis ini membantu anak membentuk daya tahan tubuh yang kebal terhadap berbagai penyakit menular yang berpotensi membahayakan kesehatan mereka.

Nah, tahukah Anda? Salah satu imunisasi yang dianjurkan untuk si kecil adalah imunisasi MR yang disebut-sebut sebagai upaya efektif untuk melindungi anak dari risiko penyakit campak dan rubella.

Pertanyaannya, benarkah demikian? Berikut penjelasan lengkapnya untuk Anda. Mulai dari informasi menarik tentang penyakit campak dan rubella, peran imunisasi MR sebagai upaya pencegahan efektif, hingga rekomendasi layanan imunisasi lengkap nan berkualitas di akhir artikel. Yuk, simak!

Mengenal Penyakit Campak dan Rubella

Imunisasi
Sumber : Envanto

Setiap tahunnya, menurut laporan WHO, setidaknya 1,4 juta kematian anak di bawah usia 5 tahun disebabkan oleh penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi. Dua contohnya, yaitu campak dan rubella.

Kedua penyakit ini merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus melalui saluran napas. Memiliki gejala umum yang cukup serupa, campak dan rubella sebenarnya berbeda.

Campak (measles) atau rubeola merupakan infeksi yang terjadi karena adanya pertumbuhan virus di sel yang berada di tenggorokan dan paru-paru. Ini termasuk penyakit yang sangat mudah menular melalui udara, misalnya saat orang yang telah terinfeksi batuk atau bersin.

Sementara itu, rubella adalah penyakit yang juga disebut dengan sebutan “campak Jerman”, sama-sama disebabkan penularan virus melalui udara. Namun, satunya adalah jenis campak biasa, sedangkan satunya lagi dikenal sebagai campak Jerman.

Campak biasa umumnya mulai menunjukkan gejala setelah 8-12 hari penderitanya terpapar virus, sedangkan campak Jerman baru akan menunjukkan gejala setelah 16-18 hari terinfeksi.

Selain itu, gejala awal campak biasa umumnya lebih parah/berat, sedangkan gejala awal campak Jerman lebih ringan—bahkan seringnya tidak terdeteksi sama sekali. Dari segi tingkat bahaya pun, campak biasa (measles) jauh lebih berisiko dibandingkan campak Jerman (rubella).

Pentingnya Imunisasi MR untuk Pencegahan Campak dan Rubella

Imunisasi anak
Sumbr : Envanto

Imunisasi MR, sesuai namanya, adalah jenis imunisasi yang menggunakan kombinasi dua vaksin, yaitu vaksin campak atau “measles” (M) dan “rubella” (R).

Ini merupakan imunisasi yang dilakukan sebagai upaya perlindungan terhadap penyakit campak dan rubella. Digunakan di lebih dari 141 negara di dunia, imunisasi MR sudah terbukti aman untuk anak. Terlebih, imunisasi ini juga telah mendapat rekomendasi dari WHO serta izin edar dari BPOM.

Lantas, bagaimana dengan efektivitasnya? Apa benar imunisasi MR efektif untuk mencegah penyakit campak dan rubella? Ya, imunisasi ini diklaim 95 persen efektif dalam pencegahan campak maupun rubella.

Oleh karena itu, imunisasi MR berperan sangat penting untuk membantu memperkuat sistem imunitas anak agar kebal terhadap penyakit campak dan rubella. Reaksi yang ditimbulkannya pun terbilang normal, biasanya hanya berupa demam ringan atau nyeri di area yang disuntik–yang bisa hilang dalam 2-3 hari.

Hal ini menunjukkan bahwa imunisasi MR memiliki tingkat keamanan yang baik bagi anak. Termasuk untuk anak yang sudah mendapat dua dosis imunisasi campak.

Sebagai informasi, selama masa kampanye imunisasi MR, imunisasi ini diberikan pada anak mulai usia 9 bulan hingga kurang dari 15 tahun. Namun, setelahnya, imunisasi MR masuk ke dalam jadwal imunisasi rutin untuk anak usia 9 bulan, 18 bulan, serta kelas 1 SD/sederajat.

Layanan Imunisasi Lengkap di KMC

Bagi Anda yang menginginkan pengalaman imunisasi lengkap dan terbaik bagi si kecil, Anda bisa mengandalkan fasilitas kesehatan KMC alias Klinik Mutiara Cikutra.

Klinik Mutiara Cikutra adalah klinik yang telah terdaftar resmi dan memiliki izin Kementerian Kesehatan, sehingga kualitas maupun keamanannya sudah terbukti terjamin.

KMC menawarkan berbagai layanan kesehatan yang aman dan berkualitas. Salah satunya layanan imunisasi lengkap, termasuk imunisasi MR untuk pencegahan efektif penyakit campak dan rubella.

Selain itu, klinik ini juga didukung oleh tenaga medis profesional yang ahli serta berpengalaman di bidangnya. Tentunya dengan pelayanan memuaskan yang seramah keluarga serta tempat yang senyaman rumah sendiri.

Terdiri dari beberapa cabang, Klinik Mutiara Cikutra tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia. Jadi, Anda bisa menyesuaikannya dengan klinik terdekat dari lokasi Anda.

Bagaimana? Tertarik? Yuk, jadwalkan kunjungan Anda bersama si kecil ke KMC sekarang juga!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

https://web.rshs.go.id/imunisasi-campak-dan-rubella-untuk-anak-kita-berikan-yang-terbaik-untuk-buah-hati-anda/