Klinik Mutiara Cikutra

Gigi Si Kecil Tidak Rapi, Bagaimana Penanganannya? Yuk, Konsultasi ke Dokter Gigi Anak Bandung Berikut!

Gigi Si Kecil Tidak Rapi, Bagaimana Penanganannya? Yuk, Konsultasi ke Dokter Gigi Anak Bandung Berikut!

Gigi Si Kecil Tidak Rapi, Bagaimana Penanganannya? Yuk, Konsultasi ke Dokter Gigi Anak Bandung Berikut!

pemeriksaan gigi
Sumber : Envanto

Masa kanak-kanak merupakan masa penting bagi tumbuh kembang si kecil. Pada periode ini, mereka mengalami cukup banyak perubahan terkait pertumbuhan dan perkembangan, termasuk soal gigi.

Oleh sebab itu, menaruh perhatian secara khusus terhadap pertumbuhan gigi si kecil sangatlah penting. Tujuannya agar gigi mereka dapat tumbuh dengan baik dan rapi hingga di masa depan.

Sayangnya, banyak anak yang pertumbuhan giginya terlanjur berantakan alias tidak rapi, sehingga hal ini kerap kali menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi orang tua. Pertanyaannya, bagaimana mengatasi atau menangani gigi yang terlanjur tidak rapi pada anak?

Berikut penjelasannya, lengkap rekomendasi dokter gigi anak Bandung bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya. Yuk, simak!

Penyebab Gigi Anak Tumbuh Tidak Rapi

pemeriksaan gigi
Sumber : Envanto

Sebelum membahas bagaimana cara menangani gigi anak yang tidak rapi, pertama-tama Anda harus mengetahui penyebabnya terlebih dahulu. Dengan demikian, jika kondisi ini belum terjadi, setidaknya Anda bisa mengambil langkah pencegahan untuk si kecil.

Langsung saja, berikut beberapa penyebab gigi anak tumbuh tidak rapi:

Kebiasaan Tertentu

Siapa sangka bahwa kebiasaan buruk atau kebiasaan tertentu ternyata dapat membuat gigi berisiko tumbuh dengan tidak rapi. Beberapa di antara kebiasaan tersebut, yaitu menggunakan dot jangka panjang, sering mengemut/mengisap jempol, atau kebiasaan bernapas lewat mulut.

Kebiasaan bernapas lewat mulut dapat mengganggu perkembangan rahang dan posisi lidah. Pertumbuhan rahang atas dapat terhambat ketika lidah berada di bawah atau tidak menempel di langit-langit mulut saat mulut istirahat. Akibatnya, susunan gigi berpotensi tumbuh tidak teratur.

Gigi Tanggal Sejak Dini

Gigi susu yang tanggal sejak dini alias sebelum waktunya ternyata juga dapat memengaruhi susunan gigi pada anak. Sebab, gigi susu memiliki peran penting untuk perkembangan gigi permanen. Jika gigi susu tanggal duluan, maka kemungkinan akan terjadi pergeseran gigi permanen.

Faktor Keturunan (Genetik)

Ini merupakan penyebab yang bersumber dari keturunan. Sebagaimana penelitian menunjukkan, maloklusi dan bentuk rahang yang tidak seimbang bisa diturunkan secara genetik. Jadi, apabila orang tua memiliki susunan gigi yang tidak rapi, maka anak mereka pun akan berisiko mewarisi kondisi tersebut.

Pertumbuhan Rahang yang Tidak Seimbang

Ketika rahang atas dan bawah tidak seimbang, maka susunan gigi berpotensi berantakan karena tumbuh berjejal atau justru terlalu renggang.

Cara Menangani Gigi Anak yang Tidak Rapi

pemeriksaan gigi
Sumber : Envanto

Selanjutnya, bagaimana cara menangani gigi anak yang tumbuh berantakan alias tidak rapi? Pada dasarnya, cara terbaik untuk mengatasi hal ini yaitu dengan mengandalkan bantuan profesional dari dokter gigi.

Namun, umumnya jenis perawatan yang diberikan akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing anak. Beberapa di antaranya, yaitu:

Pencabutan Gigi Susu

Apabila gigi permanen tumbuh berantakan karena terhambat oleh gigi susu, maka pencabutan gigi susu dapat menjadi opsi efektif untuk mengatasinya.

Penggunaan Behel (Kawat Gigi)

Pemasangan behel atau kawat gigi adalah metode yang cukup banyak dipilih untuk mengatasi gigi berantakan, termasuk pada anak-anak.

Penggunaan Aligner Khusus Anak

Selain kawat gigi, aligner khusus anak juga bisa menjadi solusi lain untuk merapikan gigi si kecil yang berantakan secara bertahap. Aligner sendiri tergolong sebagai alat yang nyaman dipakai karena dapat dilepas saat makan maupun menyikat gigi, sehingga perawatannya pun tidak begitu sulit.

Penggunaan Palatal Expander Gigi

Palatal expander adalah alat ortodontik yang berfungsi memperlebar rahang atas agar gigi bawah dan atas bisa lebih pas atau sejajar. Cocok untuk kasus gigi berantakan akibat rahang yang sempit.

Rekomendasi Dokter Gigi Anak Bandung, Solusi Gigi Si Kecil Tidak Rapi

Bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya, jika Anda ingin memberikan penanganan kesehatan gigi terbaik bagi si kecil, maka Anda bisa mengandalkan dokter gigi anak Bandung KMC.

KMC atau Klinik Mutiara Cikutra adalah fasilitas kesehatan modern yang telah terdaftar dan berizin resmi Kementerian Kesehatan. Jadi, soal kualitas maupun keamananya, Anda tidak perlu khawatir.

Selain dokter gigi anak Bandung, Klinik Mutiara Cikutra juga menawarkan layanan dokter gigi untuk orang dewasa dan berbagai jenis layanan lainnya. Sangat cocok untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan Anda dan keluarga tercinta.

Nah, jika tertarik, silakan datang langsung ke Jl. Cikutra No. 115 Blok A-B, Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Bandung, Jawa Barat.

Yuk, jadwalkan kunjungan Anda ke dokter gigi anak Bandung KMC bersama si kecil sekarang juga!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Sealant Gigi untuk Pencegahan Karies Anak, Lengkap Rekomendasi Dokternya di Bandung

Sealant Gigi untuk Pencegahan Karies Anak, Lengkap Rekomendasi Dokternya di Bandung

Sealant Gigi untuk Pencegahan Karies Anak, Lengkap Rekomendasi Dokternya di Bandung

konsultasi dokter gigi anak
Sumber : Envanto

Tidak hanya tubuh yang perlu dirawat, tetapi bagian-bagian yang lain seperti gigi dan mulut pun sama pentingnya. Terlebih bagi si kecil, kesehatan gigi merupakan investasi kesehatan jangka panjang yang dapat memberi pengaruh besar terhadap tumbuh kembang dan kualitas hidup anak secara menyeluruh.

Nah, berbicara tentang kesehatan gigi, ada begitu banyak upaya preventif yang dapat dilakukan guna mencegah berbagai masalah gigi seperti karies. Salah satunya sealant gigi yang dapat melindungi gigi anak yang rentan terhadap karies selama masa pertumbuhan.

Lantas, apa itu sealant gigi? Benarkah perawatan ini efektif mencegah masalah karies gigi anak? Berikut penjelasannya, lengkap rekomendasi dokter gigi anak Bandung terbaik—khusus bagi Anda yang berdomisili di Bandung dan sekitarnya. Yuk, simak!

Mengenal Sealant Gigi

dokter gigi anak
Sumber : Envanto

Sealant gigi atau dental sealant adalah lapisan pelindung yang diaplikasikan pada permukaan kunyah gigi geraham belakang (premolar dan molar), tepatnya di daerah ceruk gigi atau pit and fissure. Itu sebabnya, perawatan ini juga dikenal dengan istilah “pit and fissure sealant”.

 

Dental sealant merupakan pelapis pelindung yang berguna untuk melindungi permukaan kunyah gigi belakang dari berbagai bakteri berbahaya penyebab karies (gigi berlubang).

Secara fisik, dental sealant berupa lapisan tipis berbentuk cairan yang dioleskan ke gigi belakang. Setelah diaplikasikan, dokter akan mengeringkan dan mengeraskan bahan pelapis ini agar bisa melindungi gigi secara maksimal dari berbagai risiko kesehatan gigi, termasuk karies pada anak.

Kendati lebih sering direkomendasikan kepada anak-anak dan remaja, pada dasarnya perawatan dental sealant juga bisa diterapkan untuk orang dewasa. Bahkan untuk siapa pun yang memang rentan mengalami kerusakan gigi belakang.

Benarkah Sealant Gigi Efektif untuk Mencegah Karies pada Anak?

dokter gigi bedah mulut
Sumber : Envanto

Menurut riset kesehatan dasar (RISKESDAS) pada tahun 2018, prevalensi karies gigi di Indonesia mencapai 88,8% populasi. Dalam artian, permasalahan karies (gigi berlubang) memang menjadi hal yang lazim dialami oleh sebagian besar penduduk Indonesia, termasuk anak-anak.

Nah, pertanyaannya, apakah benar dental sealant efektif untuk mencegah karies pada anak? Jawabannya adalah “iya”.

Bahkan perawatan ini menjadi salah satu perawatan pencegahan gigi karies yang paling umum dilakukan. Di Amerika Serikat, misalnya, sekitar 42% anak-anak usia 6-11 tahun serta 48% remaja berusia 12-19 tahun melakukan dental sealant treatment untuk menjaga kesehatan gigi mereka.

Seperti diketahui, gigi belakang memiliki peran penting karena membantu penggilingan makanan saat mengunyah. Nah, di fase inilah terkadang sisa-sisa makanan bisa terjebak bersama bakteri yang pada akhirnya dapat menyebabkan kerusakan gigi seperti karies. Terlebih jika terjadi secara terus-menerus tanpa perawatan yang tepat.

Oleh sebab itu, dental sealant hadir sebagai pelapis pelindung yang bertujuan untuk melapisi area gigi belakang sehingga bakteri tidak dapat mencapainya.

Untuk kasus anak-anak sendiri, biasanya mereka sudah bisa mendapatkan perawatan pelapis gigi ini segera setelah gigi geraham dan gigi premolar tumbuh. Dengan demikian, dental sealant dapat bekerja optimal selama masa pertumbuhan yang rentan terhadap karies (usia 6-14 tahun).

Selain itu, dalam sejumlah kasus, dental sealant juga cocok untuk gigi susu. Misalnya, jika anak memiliki gigi susu dengan lekukan dan alur yang dalam, maka pelapis gigi dapat melindungi area tersebut.

Sebab, gigi susu pada dasarnya memainkan peran penting dalam menjaga ruang untuk gigi dewasa (permanen), sekaligus menjaga kesehatan gigi agar tidak tanggal terlalu dini.

Rekomendasi Dokter Gigi Anak Bandung Terbaik

Bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya, pastikan Anda memilih dokter gigi anak Bandung terbaik untuk pengalaman perawatan dental sealant berkualitas.

Adapun salah satu rekomendasi fasilitas kesehatan dengan layanan dokter gigi anak Bandung terbaik yang bisa Anda andalkan adalah Klinik Mutiara Cikutra (KMC). KMC merupakan klinik berizin resmi Kementerian Kesehatan yang menawarkan berbagai layanan, termasuk dokter gigi berkualitas untuk anak.

Selain dukungan dokter gigi anak Bandung mumpuni, Klinik Mutiara Cikutra juga hadir dengan tempat yang senyaman rumah sendiri serta pelayanan yang seramah keluarga. Sangat cocok bagi Anda yang memprioritaskan kualitas, keamanan, sekaligus kenyamanan bagi si kecil.

Jika tertarik, Anda bisa datang langsung ke Klinik Mutiara Cikutra yang berlokasi di Jl. Cikutra No. 115 Blok A-B, Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat.

Jadi, yuk, segera jadwalkan kunjungan Anda bersama buah hati kesayangan dan dapatkan pengalaman pemeriksaan dokter gigi anak Bandung terbaik KMC!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Scaling Gigi Aman dan Nyaman untuk Si Kecil di Dokter Gigi Anak Bandung Berkualitas

Scaling Gigi Aman dan Nyaman untuk Si Kecil di Dokter Gigi Anak Bandung Berkualitas

Scaling Gigi Aman dan Nyaman untuk Si Kecil di Dokter Gigi Anak Bandung Berkualitas

dokter gigi anak
Sumber : Envanto

Mengajarkan si kecil merawat gigi sejak dini sangatlah penting. Kesadaran seperti ini perlu ditanamkan agar anak peduli dengan kesehatan mulut mereka sendiri. Nah, Anda sebagai orang tua berperan sebagai jembatan untuk menyukseskan hal tersebut.

Namun, Anda perlu memahami bahwa ada kalanya perawatan mandiri di rumah masih belum cukup untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Oleh karena itu, perawatan profesional secara rutin seperti scaling gigi ke dokter gigi tetap perlu dilakukan.

Lantas, apa itu scaling gigi? Bagaimana prosedurnya? Mengapa penting untuk kesehatan gigi? Berikut penjelasan lengkapnya untuk Anda, termasuk rekomendasi dokter gigi anak Bandung berkualitas yang aman dan nyaman, khusus bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya.

Mengenal Scaling dan Pentingnya untuk Kesehatan Gigi Anak

dokter gigi anak
Sumber : Envanto

Scaling adalah salah satu jenis perawatan gigi profesional yang banyak dilakukan oleh orang dewasa maupun anak-anak. Tujuannya adalah membersihkan gigi dengan menghilangkan plak dan karang yang tidak bisa dibersihkan hanya menggunakan sikat gigi.

Dalam kasus anak-anak, plak biasanya terbentuk lebih cepat dan lebih mudah karena kebanyakan dari mereka menyukai makanan serta minuman manis alias memiliki kandungan gula yang tinggi. Beberapa contohnya seperti permen, kue, jus buah kemasan, minuman bersoda, dan lain-lain.

Terlalu sering mengonsumsi makanan/minuman manis memberikan peluang lebih besar untuk sisa-sisa gula mengendap dan berinteraksi dengan bakteri di dalam mulut hingga akhirnya menghasilkan asam. Asam yang menumpuk inilah yang lama-kelamaan akan mengikis lapisan pelindung pada gigi sehingga menyebabkan kerusakan.

Jika dibiarkan begitu saja, penumpukan plak dapat memicu berbagai gangguan mulut lainnya. Mulai dari bau mulut, gigi berlubang, hingga radang gusi. Oleh karena itu, perawatan profesional seperti scaling bisa menjadi solusi efektif untuk membersihkan gigi si kecil dengan lebih ampuh.

Dengan melakukan perawatan scaling secara rutin dan berkala, kesehatan gigi si kecil bisa makin terjaga. Hal ini sekaligus menjadi upaya preventif untuk mencegah berbagai kerusakan gigi lain yang lebih serius di masa depan.

Prosedur Scaling Gigi

dokter gigi anak
Sumber : Envanto

Bagi Anda yang mungkin belum terlalu familier dengan scaling gigi, berikut prosedur atau langkah-langkah perawatannya yang bisa menjadi gambaran:

Pemberian Anestesi (Jika Diperlukan)

Seperti diketahui, anestesi bertujuan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan rasa nyeri yang kemungkinan akan muncul. Namun, untuk perawatan scaling, hal ini tidak termasuk wajib alias bisa dilakukan jika diperlukan dan tidak perlu jika kondisi pasien memang memungkinkan.

Penggunaan Scaler Ultrasonik

Selanjutnya, masuk ke prosedur inti, yaitu pembersihan gigi (termasuk plak dan karang), menggunakan alat bernama scaler ultrasonik. Ini adalah alat getar dengan ujung logam yang digunakan untuk membersihkan kotoran di atas garis gusi.

Namun, selain scaler, dokter juga akan menggunakan kuret, yaitu pengikis gigi manual untuk membersihkan sisa-sisa karang kecil yang masih ada atau yang tidak terjangkau alat ultrasonik sebelumnya.

Berkumur

Setelah dokter selesai melakukan pembersihan, selanjutnya dokter akan meminta pasien untuk berkumur beberapa kali. Tujuannya untuk membuang sisa-sisa plak dan kotoran lainnya yang masih tersisa di dalam mulut.

Tahap Akhir

Terakhir, biasanya dokter akan menggunakan alat pemoles yang ujungnya dilengkapi karet lembut. Benda ini digunakan untuk memoles gigi pasien.

Scaling Berkualitas di Dokter Gigi Anak Bandung KMC

Scaling bisa menjadi pilihan Anda dan keluarga untuk pembersihan gigi yang maksimal, termasuk untuk anak-anak. Nah, bagi Anda warga Bandung yang kini tengah mencari-cari rekomendasi dokter gigi anak Bandung berkualitas yang aman serta nyaman untuk si kecil, KMC adalah solusinya.

KMC alias Klinik Mutiara Cikutra adalah klinik kesehatan yang telah terdaftar resmi dan berizin Kementerian Kesehatan. Di sini, tersedia berbagai layanan, termasuk layanan dokter gigi berkualitas untuk anak dengan berbagai pilihan treatment seperti scaling gigi.

Menawarkan tempat senyaman rumah sendiri serta pelayanan seramah keluarga, KMC adalah solusi terbaik bagi Anda yang menginginkan pengalaman pemeriksaan gigi menyenangkan untuk si kecil. Sebab, Klinik Mutiara Cikutra didukung oleh dokter gigi anak Bandung profesional dengan suasana klinik yang ramah anak.

Jika tertarik, Anda bisa langsung berkunjung ke KMC Bandung di Jl. Cikutra No. 115 Blok A-B, Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat.

Yuk, jadwalkan kunjungan Anda bersama si kecil sekarang juga dan dapatkan pengalaman pemeriksaan dengan layanan dokter gigi anak Bandung terbaik di KMC!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Gigi Anak Rusak? Ini Penyebab, Tips Perawatan, dan Rekomendasi Dokter Gigi Anak Terbaik

Gigi Anak Rusak? Ini Penyebab, Tips Perawatan, dan Rekomendasi Dokter Gigi Anak Terbaik

Gigi Anak Rusak? Ini Penyebab, Tips Perawatan, dan Rekomendasi Dokter Gigi Anak Terbaik

Gigi Anak
Sumber : Envanto

Masa kanak-kanak merupakan momen pertumbuhan dan perkembangan terbaik bagi si kecil. Namun, di masa ini jugalah biasanya muncul beberapa masalah kesehatan, termasuk yang berkaitan dengan gigi seperti gigi rusak.

Hal ini sering kali membuat orang tua khawatir dan bingung harus melakukan apa jika mengalami situasi tersebut. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui seputar informasi mengenai gigi rusak pada anak.

Mulai dari penyebab gigi anak rusak, tips perawatannya, hingga rekomendasi dokter gigi anak terbaik dengan jarak terdekat dari lokasi Anda. Penasaran? Yuk, simak informasi lengkapnya dalam artikel berikut!

Penyebab Gigi Anak Rusak

gigi anak
Sumber : Envanto

Sejatinya, ada banyak hal yang dapat menyebabkan rusaknya gigi anak. Kerusakan gigi tersebut pun bisa sangat beragam. Mulai dari gigi patah, berlubang, gigi maju, dan lain-lain. Nah, secara umum, berikut beberapa penyebab gigi anak rusak:

Kebiasaan Mengisap Jempol

Bagi bayi dan balita, mengisap jempol merupakan kebiasaan yang terbilang wajar. Namun, jika hingga usia 5 tahun ke atas kebiasaan ini tetap berlanjut, maka gigi anak kemungkinan akan rusak. Tepatnya, gigi bagian atas berpotensi keluar jalur sehingga anak pun akan sulit menggigit dan mengunyah.

Kebiasaan Menggunakan Dot

Sama halnya dengan mengisap jempol, kebiasaan menggunakan dot juga bisa membuat gigi anak keluar dari jalur yang seharusnya alias gigi maju (tonggos). Selain itu, dot identik dengan susu, sehingga kebiasaan meminum susu dengan dot menjadi dua kali lipat lebih berisiko membuat gigi rusak.

Pasalnya, air susu yang mengendap terlalu lama di sekitar gigi akan membuat gigi rentan terhadap asam maupun bakteri.

Sisa Makanan yang Menumpuk

Sisa-sisa makanan yang menumpuk dalam mulut juga dapat berkembang menjadi sarang bakteri dan berpotensi membuat anak mengalami karies alias gigi berlubang. Selain itu, tumpukan plak hasil dari sisa makanan, bakteri, dan air liur juga bisa memicu terjadinya gingivitis.

Terjatuh atau Mengalami Insiden Tertentu

Kebanyakan anak-anak sangat aktif bergerak. Hal ini membuat mereka lebih berisiko terjatuh atau mengalami kecelakaan/insiden yang dapat membuat gigi patah, retak, atau bahkan tanggal sebelum waktunya.

Terlalu Banyak Mengonsumsi Makanan/Minuman Manis

Terlalu banyak mengonsumsi makanan atau minuman manis, seperti cokelat, permen, kue, minuman dengan kandungan gula tinggi, dan lain sejenisnya juga membuat gigi anak lebih rentan mengalami kerusakan seperti gigi berlubang.

Tips Perawatan agar Gigi Anak Tidak Rusak

gigi anak
Sumber : Envanto

Agar gigi anak tidak mengalami kerusakan, sudah seharusnya Anda sebagai orang tua bijak memandu mereka untuk senantiasa merawat kesehatan gigi dan mulut. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan:

  • Biarkan anak menggunakan pasta gigi ber-fluoride ketika usia mereka menginjak 3 tahun. Berikan sesuai anjuran, jangan berlebihan dan jangan sampai anak menelan pasta gigi saat menyikat gigi.
  • Ajarkan anak untuk menyikat gigi secara teratur, setidaknya dua kali sehari—pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur.
  • Batasi makanan dan minuman manis untuk anak. Hindari juga membiarkan anak minum susu dengan dot sambil tidur dalam waktu lama.
  • Rutin mengunjungi dokter gigi anak untuk pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut secara berkala, setidaknya enam bulan sekali.

Rekomendasi Dokter Gigi Anak Terbaik

Jika Anda ingin memberikan pengalaman pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut terbaik untuk Anak, Anda bisa mempertimbangkan Klinik Mutiara Cikutra (KMC).

Klinik Mutiara Cikutra merupakan fasilitas kesehatan resmi berizin Kementerian Kesehatan. Di sini tersedia berbagai jenis layanan, termasuk layanan dokter gigi anak yang berkualitas.

Selain didukung oleh dokter gigi anak profesional dan berpengalaman di bidangnya, Klinik Mutiara Cikutra juga menawarkan tempat senyaman rumah sendiri serta pelayanan yang seramah keluarga. Sangat cocok bagi Anda yang mengutamakan kualitas, keamanan, sekaligus kenyamanan bagi buah hati.

Terlebih, Klinik Mutiara Cikutra juga hadir dengan berbagai cabang yang terletak di sejumlah wilayah di Indonesia. Jadi, Anda bisa mengunjungi cabang terdekat yang mudah dijangkau dari lokasi Anda.

Nah, bagi Anda yang tertarik, yuk, segera jadwalkan kunjungan Anda bersama si kecil kesayangan ke dokter gigi anak berkualitas KMC dan dapatkan pengalaman pemeriksaan terbaik!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Cara Merawat Gigi si Kecil, yuk, Konsultasikan ke Dokter Gigi Anak di Bandung Ini

Cara Merawat Gigi si Kecil, yuk, Konsultasikan ke Dokter Gigi Anak di Bandung Ini

Cara Merawat Gigi si Kecil, yuk, Konsultasikan ke Dokter Gigi Anak di Bandung Ini

dokter gigi anak
Sumber : Envanto

Rutin memeriksakan kesehatan mulut ke dokter gigi sebaiknya memang sudah dibiasakan sejak dini, termasuk untuk buah hati kesayangan. Sebab, menjaga kesehatan gigi si kecil berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal.

Sayangnya, kesadaran ini masih sering diabaikan oleh sebagian orang tua. Namun, jika Anda termasuk orang tua yang peduli dengan kesehatan gigi anak, maka jangan sampai Anda melewatkan artikel ini—terutama apabila Anda berdomisili di Bandung.

Di sini, Anda akan menemukan rekomendasi dokter gigi anak Bandung terbaik, lengkap dengan panduan cara merawat gigi si kecil dan informasi tentang usia ideal untuk anak mulai menyikat gigi.

Penasaran? Yuk, simak detail lengkapnya berikut ini.

Cara Merawat Gigi si Kecil

dokter gigi anak
Sumber : Envanto

Merawat gigi si kecil sejak dini bukan hanya soal kebersihan, melainkan investasi jangka panjang untuk kesehatan mereka di tahun-tahun mendatang. Dengan demikian, buah hati bisa terhindar dari berbagai permasalahan gigi yang mengintai.

Berikut beberapa cara merawat gigi si kecil yang dapat Anda terapkan sejak dini:

Gosok Gigi Secara Teratur

Kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari, pagi dan malam sebelum tidur, adalah langkah dasar yang sangat penting. Hal ini dapat membantu mencegah penumpukan plak, gigi berlubang, dan tentunya menjaga napas tetap segar.

Gunakan Sikat Gigi yang Tepat

Untuk anak, pilihlah sikat gigi khusus dengan bulu lembut dan kepala sikat yang kecil. Sikat gigi seperti ini nyaman digunakan serta bisa menjangkau seluruh permukaan gigi tanpa melukai gusi mereka.

Gunakan Pasta Gigi yang Mengandung Fluoride

Menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride dengan takaran yang sesuai usia anak sangat baik untuk kesehatan mulut mereka. Sebab, fluoride berperan aktif dalam memperkuat enamel gigi dan mencegah kerusakan akibat asam dari makanan.

Terapkan Pola Makan Sehat

Asupan makanan sehat nan bergizi seperti buah, sayur, serta susu dapat membantu memperkuat gigi dan gusi. Selain itu, ada baiknya Anda mengurangi pemberian camilan manis atau minuman tinggi gula yang bisa merusak enamel gigi.

Hindari Makanan Lengket dan Manis

Tahukah Anda? Makanan manis yang lengket seperti cokelat, permen, dan sejenisnya sangat mudah menempel di gigi. Tak hanya itu, makanan-makanan ini juga menjadi penyebab utama gigi berlubang apabila tidak segera dibersihkan.

Rutin Periksa ke Dokter Gigi

Terakhir, untuk merawat gigi si kecil agar selalu terjaga kesehatannya, lakukan kunjungan ke dokter gigi secara rutin. Kebiasaan ini dapat membantu Anda memantau pertumbuhan gigi si kecil hingga mendeteksi masalah (jika ada) sedini mungkin.

Berapa Usia yang Tepat untuk Anak Mulai Sikat Gigi?

dokter gigi anak
Sumber : Envanto

Seperti penjelasan di atas, salah satu cara merawat gigi si kecil paling umum, yaitu mulai menerapkan menggosok/menyikat gigi sejak dini. Lantas, apakah ada waktu atau usia yang tepat untuk anak mulai sikat gigi?

Melansir laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), orang tua memiliki peran penting untuk mengajarkan anak menyikat gigi sejak dini. Tepatnya, penyikatan gigi bisa mulai dilakukan ketika gigi pertama sudah tumbuh di rongga mulut anak.

Jadi, usia yang tepat bagi anak mulai disarankan untuk membersihkan rongga mulut, yaitu sejak lahir alias 0-1 tahun. Namun, sikat gigi bisa dimulai pada saat anak tumbuh gigi pertama, yaitu sekitar usia 6-12 bulan.

Usia ini juga dianggap sebagai waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan gigi pertama ke dokter gigi, terutama saat anak sudah mendekati usia 12 bulan (satu tahun).

Rekomendasi Dokter Gigi Anak Bandung

Klinik Mutiara Cikutra
Sumber : Mutiara CIkutra

Nah, berbicara tentang dokter gigi, tentunya Anda sebagai orang tua harus memberikan pengalaman terbaik untuk buah hati. Oleh sebab itu, khusus bagi Anda yang berdomisili di Bandung, memercayakan kesehatan mulut jagoan kecil Anda kepada dokter gigi anak Bandung berkualitas merupakan sebuah keharusan.

Adapun salah satu fasilitas kesehatan terbaik yang menyediakan layanan dokter gigi anak Bandung adalah Klinik Mutiara Cikutra (KMC). Klinik ini menawarkan berbagai layanan kesehatan gigi yang siap membantu Anda dan si kecil dalam mengatasi masalah-masalah mulut dan gigi.

Menariknya lagi, pada waktu-waktu tertentu, ada beragam promo spesial yang dapat Anda manfaatkan untuk mendapatkan harga pemeriksaan terjangkau. Keren, bukan? Jadi, tunggu apa lagi? Segera kunjungi Klinik Mutiara Cikutra dan rasakan manfaatnya!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

 

Perawatan Fluoride pada Gigi Anak, Mengapa Penting?

Perawatan Fluoride pada Gigi Anak, Mengapa Penting?

Perawatan Fluoride pada Gigi Anak, Mengapa Penting?

gigi anak
Sumber : Envanto

Merawat kesehatan mulut, termasuk gigi dan gusi, sangat penting dilakukan sejak dini. Nah, kini, banyak orang tua menyadari pentingnya melakukan perawatan fluoride pada gigi bagi si kecil. Terlebih lagi, para dokter gigi pun merekomendasikan perawatan fluoride untuk gigi anak. Fluoride sendiri merupakan salah satu topik perawatan yang kerap muncul dalam konsultasi, terutama terkait upaya pencegahan gigi berlubang.

Namun, tak dimungkiri bahwa masih banyak orang tua yang tidak memahami seberapa penting sebenarnya perawatan ini untuk gigi anak. Oleh karena itu, yuk, simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut!

Mengenal Fluoride dan Manfaatnya untuk Gigi

gigi anak
Sumber : Envanto

Fluoride adalah mineral alami yang umumnya banyak ditemukan pada makanan, air putih, dan bahkan dalam tubuh manusia. Ini merupakan zat yang secara umum dikenal memiliki manfaat yang sangat baik untuk kesehatan gigi.

Jadi, jangan heran jika Anda melihat banyak merek pasta gigi maupun obat kumur yang menonjolkan kandungan fluoride di dalamnya. Sebab, fluoride memang telah terbukti secara ilmiah sebagai bahan aktif yang sangat penting dalam perawatan kesehatan gigi sehari-hari.

Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa manfaat fluoride untuk kesehatan mulut:

  • Dapat memperkuat enamel gigi.
  • Dapat membantu menjaga kesehatan gusi.
  • Dapat membantu proses remineralisasi gigi.
  • Dapat membunuh bakteri berbahaya penyebab plak gigi.
  • Dapat mencegah hilangnya mineral dari lapisan terluar gigi.
  • Dapat membantu mencegah gigi keropos dan karies gigi (gigi berlubang).
  • Dapat membantu menurunkan tingkat kelarutan enamel gigi dalam suasana asam.

Perawatan Fluoride pada Gigi Anak

Untuk perawatan pencegahan gigi berlubang pada anak, dokter gigi biasanya menyarankan fluoride treatment alias perawatan fluoride. Sesuai namanya, ini adalah perawatan gigi yang memanfaatkan penggunaan fluoride.

Prosedur pengerjaan perawatan fluoride dimulai dengan pembersihan gigi anak terlebih dahulu. Setelah itu, gigi dikeringkan menggunakan semprotan udara. Jika sudah, barulah lanjut ke proses pengolesan fluoride berbentuk gel ke lapisan terluar gigi (permukaan gigi).

Kandungan fluoride dalam treatment ini biasanya lebih tinggi dibandingkan yang terkandung dalam pasta gigi anak sehari-hari. Jadi, untuk hasil terbaik, Anda bisa rutin menerapkan perawatan fluoride pada gigi anak sebanyak dua kali setahun sampai mereka menginjak usia remaja.

Mengapa Perawatan Fluoride Penting untuk Gigi Anak?

gigi anak
Sumber : Envanto

Menjaga kesehatan gigi sejak dini dengan rutin perawatan ke dokter gigi akan membantu anak memiliki gigi yang kuat serta senyum yang sehat hingga mereka dewasa.

Salah satu cara untuk mencapai hal ini adalah dengan menerapkan perawatan fluoride pada gigi anak. Ini merupakan treatment yang penting, mengingat gigi mereka masih dalam tahap perkembangan dan lebih rentan terhadap kerusakan seperti gigi berlubang.

Dengan fluoride, enamel gigi bisa lebih kuat serta terjaga, termasuk dalam pertahanan melawan asam yang dihasilkan oleh bakteri dari sisa-sisa makanan. Sebaliknya, tanpa perlindungan yang tepat, gigi anak akan lebih cepat mengalami kerusakan. Hal ini sangat berpotensi memengaruhi kesehatan mulut mereka secara keseluruhan.

Selain itu, gigi susu yang sehat pada anak juga penting sebagai fondasi pertumbuhan gigi permanen. Apabila gigi susu rusak sejak dini atau tanggal lebih awal karena karies, maka hal tersebut tentu saja dapat mengganggu pertumbuhan gigi permanen.

Maka dari itu, perawatan fluoride sangatlah penting. Sebab, ini bisa menjadi solusi pencegahan gigi berlubang anak sejak dini, sekaligus sebagai upaya untuk menjaga kesehatan mulut mereka dalam jangka panjang.

Nah, bagaimana? Tertarik mencobanya untuk si kecil? Bagi Anda yang saat ini mencari perawatan gigi terbaik untuk buah hati kesayangan, KMC alias Klinik Mutiara Cikutra bisa menjadi pilihan sempurna.

Klinik berizin resmi Kementerian Kesehatan ini menawarkan berbagai layanan kesehatan berkualitas. Di sini, Andad pun bisa menemukan layanan dokter gigi anak yang profesional, ramah, dan berpengalaman dalam menangani berbagai kebutuhan kesehatan gigi si kecil.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, jadwalkan kunjungan Anda sekarang juga dan rasakan sendiri kualitas layanan terbaik di Klinik Mutiara Cikutra!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Yuk, Pilih Sikat Gigi Anak Sesuai Usianya! Ini Dia Tipsnya

Yuk, Pilih Sikat Gigi Anak Sesuai Usianya! Ini Dia Tipsnya

Yuk, Pilih Sikat Gigi Anak Sesuai Usianya! Ini Dia Tipsnya

 

dokter gigi anak
Sumber : Envanto

Menjaga kesehatan gigi anak sebaiknya dimulai sejak dini. Langkah awal yang bisa Anda ambil yaitu menerapkan kebiasaan menyikat gigi secara rutin sambil memahami bagaimana cara memilih sikat gigi yang baik untuk anak.

Pemilihan sikat gigi yang tepat dan sesuai tidak hanya membantu menjaga kebersihan gigi dan mulut mereka. Namun, juga bisa membentuk kesadaran serta kebiasaan menyikat gigi yang baik sejak kecil. Yuk, simak pembahasan selengkapnya berikut ini!

Pentingnya Memilih Sikat Gigi yang Sesuai untuk Anak

dokter gigi anak
Sumber : Envanto

Memilih sikat gigi yang sesuai untuk anak sangatlah penting. Sebab, hal ini berpengaruh langsung pada kesehatan gigi dan mulut mereka. Selain itu, penggunaan sikat gigi yang sesuai juga dapat membuat kebiasaan menyikat gigi anak menjadi lebih menyenangkan dan konsisten.

Dengan memilih sikat gigi yang baik, tepat, dan sesuai usia anak, Anda bisa membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut mereka secara optimal. Hal ini juga penting untuk membangun kebiasaan menyikat gigi yang lebih efektif dan aman sesuai dengan tahap tumbuh kembang si kecil.

Tips Memilih Jenis Sikat Gigi Anak Sesuai Usia

Berikut beberapa tips memilih jenis sikat gigi anak berdasarkan usia mereka:

Bayi (6-11 Bulan)

Memasuki usia 6 hingga 11 bulan, gigi pertama bayi akan mulai tumbuh. Pada masa ini, bayi membutuhkan sikat gigi dengan bulu yang super lembut agar gusi mereka yang masih sangat sensitif tidak terluka ataupun mengalami iritasi.

Pastikan juga memilih sikat gigi berkepala kecil, tujuannya agar dapat menjangkau seluruh bagian mulut bayi dengan mudah.

Balita (1-5 Tahun)

Memasuki tahun pertama hingga kelima, bayi mulai bertumbuh menjadi balita. Pada masa ini, gigi susu mereka pun sudah tumbuh dan bahkan cenderung lengkap, sehingga membutuhkan perawatan sejak dini seperti rutin menyikat gigi.

Pastikan Anda memilih sikat gigi berbulu lembut untuk mereka, tetapi sedikit lebih kuat dibandingkan sikat gigi saat mereka masih bayi. Pilih yang kepalanya kecil dengan pegangan ergonomis, karena pada tahap ini, si kecil sudah mulai bisa menyikat giginya sendiri.

Namun, lantaran masih tahap belajar untuk menyikat gigi sendiri, maka tetap perlu pendampingan bijak dari Anda sebagai orang tua. Nah, untuk menambah motivasi mereka dalam menyikat gigi, Anda bisa memilih sikat gigi dengan desain menarik yang sesuai dengan selera anak.

Anak Usia Sekolah (6-12 Tahun)

Menginjak usia sekolah, yaitu 6-12 tahun, gigi permanen pada anak sudah mulai tumbuh. Pada usia ini, Anda bisa memilihkan sikat gigi berbulu lembut hingga sedang yang efektif membersihkan gigi anak tanpa merusak enamel gigi. Pegangan sikat gigi harus nyaman digenggam dan kepala sikat harus sesuai dengan ukuran mulut anak. 

Kriteria Sikat Gigi yang Baik untuk Anak

gigi anak
Sumber : Envanto

Untuk memutuskan apakah sikat gigi anak yang Anda pilih baik atau tidak, berikut beberapa kriteria penting yang dapat Anda jadikan sebagai panduan:

Kelembutan Bulu Sikat Gigi

Bulu sikat gigi yang keras berisiko membuat gusi anak berdarah dan iritasi. Oleh karena itu, pastikan Anda memilih sikat gigi dengan bulu yang lembut dan nyaman digunakan untuk menghindari kerusakan gusi si kecil.

Ukuran Kepala Sikat Gigi

Sikat gigi dengan ukuran kepala yang terlalu besar maupun terlalu kecil tidak akan bekerja efektif untuk membersihkan gigi anak secara menyeluruh. Jadi, pastikan Anda memilih sikat gigi anak yang pas dan memang sesuai dengan ukuran mulut mereka.

Pegangan Sikat Gigi

Sikat gigi yang pas di genggaman anak akan memudahkan mereka dalam menyikat gigi. Sebaliknya, jika pegangan sikat gigi terlalu kecil ataupun terlalu besar, maka anak akan merasa tidak nyaman atau bahkan kesulitan menggenggamnya.

Desain Sikat Gigi

Anak-anak cenderung tertarik dengan visual yang menarik, dan hal ini pun berlaku untuk desain sikat gigi. Jadi, selain ketiga kriteria utama di atas, pastikan juga Anda memilih sikat gigi anak yang berdesain menarik. Dengan demikian, anak pun bisa semakin termotivasi untuk terus rajin menyikat gigi.

Nah, apabila Anda ingin memastikan kesehatan gigi anak terjaga sejak awal dengan penanganan yang tepat dan menyenangkan, maka Klinik Mutiara Cikutra adalah solusi terbaik. Di sini, Anda bisa mengonsultasikan kebutuhan perawatan gigi si kecil bersama dokter gigi anak yang ahli, ramah, dan profesional.

Yuk, segera jadwalkan kunjungan Anda dan bantu anak membangun kebiasaan merawat gigi sejak dini!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Apakah Aman Cabut Gigi si Kecil di Rumah? Atau Haruskah ke Dokter Gigi Anak?

Apakah Aman Cabut Gigi si Kecil di Rumah? Atau Haruskah ke Dokter Gigi Anak?

Apakah Aman Cabut Gigi si Kecil di Rumah? Atau Haruskah ke Dokter Gigi Anak?

 

Menjaga kesehatan gigi si kecil menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan orang tua, termasuk untuk hal pencabutan gigi. Tak dimungkiri bahwa momen goyangnya gigi buah hati ini kerap menjadi momen mendebarkan sekaligus membingungkan.

Di satu sisi, gigi goyang dapat menjadi tanda positif bahwa anak kini sudah mulai tumbuh besar dan mengalami fase alami dalam pertumbuhan gigi mereka. Namun, di sisi lainnya, Anda juga mungkin merasa kebingungan terkait langkah terbaik apa yang harus diambil.

Apakah sebaiknya menunggu gigi si kecil lepas sendiri, dicabut secara mandiri di rumah, atau justru perlu bantuan profesional seperti dokter gigi anak? Yuk, simak informasi berikut untuk menemukan jawabannya!

Gigi
Sumber : Envanto

Tujuan dan Manfaat Cabut Gigi

Sebisa mungkin, jika gigi alami memang masih bisa diselamatkan tanpa prosedur pencabutan, dokter gigi umumnya akan tetap mempertahankannya. Namun, apabila gigi sudah mengalami kerusakan yang parah, maka mau tak mau gigi harus segera dicabut agar tidak menimbulkan infeksi dan hal-hal tidak diinginkan lainnya.

Jadi, secara umum, cabut gigi bertujuan untuk “membuang” gigi yang dapat menimbulkan kerusakan lebih lanjut. Berikut beberapa indikasi gigi yang biasanya memerlukan prosedur pencabutan:

  • Gigi patah.
  • Gigi berjejal.
  • Gigi berlubang.
  • Gigi yang mengalami kerusakan parah.
  • Gigi yang tidak dapat tumbuh normal karena terhalang tulang, gigi lain, ataupun jaringan gusi, sehingga tertanam di dalam gusi (impaksi gigi).

Selain itu, pencabutan gigi juga biasanya perlu dilakukan jika Anda memiliki penyakit gusi yang parah, gigi mengalami luka, ataupun terjadi cedera gigi.

Adapun manfaat mencabut gigi, yaitu untuk mencegah infeksi, sekaligus membantu menyelaraskan gigi agar tampak lebih rapih.

Waktu Tepat Gigi Anak Dicabut

dokter gigi anak
Sumber : Envanto

Umumnya, gigi anak mulai goyang pada saat mereka memasuki usia sekolah dasar, tepatnya pada usia sekitar 6-7 tahun—yang dimulai dengan gigi seri atas dan gigi seri bawah.

Kemudian, saat anak menginjak usia 7-8 tahun, biasanya gigi taring pun akan mulai ikut copot. Terakhir, memasuki usia 9-12 tahun, gigi geraham menjadi gigi yang akan copot selanjutnya.

Pada waktu-waktu tersebut, anak sudah bisa melakukan prosedur pencabutan gigi. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua anak memiliki momen yang sama dalam pergantian gigi susu ke gigi permanen.

Jadi, waktu yang “tepat” ini bisa sangat bervariasi, tergantung kondisi masing-masing anak dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Nah, kini pertanyaannya adalah, di mana tempat terbaik untuk melakukan prosedur cabut gigi anak?

Apakah bisa dan aman jika dilakukan sendiri di rumah atau sebaiknya memang harus mengunjungi dokter gigi anak?

Cabut di Rumah atau ke Dokter Gigi Anak, Mana yang Lebih Aman?

Sejatinya, mencabut gigi susu anak bisa dilakukan sendiri di rumah oleh orang tua. Dengan catatan, gigi anak memang sudah hampir lepas karena goyang secara alami, bukan karena kecelakaan atau insiden tertentu. Namun, di luar dari alasan itu, pencabutan gigi anak harus ditangani oleh dokter gigi anak.

Adapun beberapa kasus pencabutan gigi yang memerlukan penanganan profesional oleh dokter gigi anak dengan alasan keamanan, yaitu:

  • Infeksi gigi.
  • Cedera gigi.
  • Gigi berlubang.
  • Gigi patah karena kecelakaan.
  • Gigi susu yang belum tanggal, padahal sudah melewati waktunya.
  • Gigi susu yang menghalangi pertumbuhan gigi permanen sehingga menyebabkan tidak adanya ruang untuk gigi tersebut tumbuh.

Nah, bagi Anda yang ingin memberikan pengalaman cabut gigi terbaik untuk buah hati, Klinik Mutiara Cikutra (KMC) bisa menjadi pilihan yang tepat. Ini adalah klinik kesehatan resmi yang telah mendapat izin Kementerian Kesehatan. Jadi, soal kualitas dan pelayanan, Anda tidak perlu khawatir.

Di sini tersedia berbagai layanan kesehatan, termasuk salah satunya layanan dokter gigi anak yang dijamin aman dan nyaman untuk buah hati kesayangan. Selain itu, Klinik Mutiara Cikutra juga menawarkan layanan praktik gigi lainnya, seperti layanan dokter gigi untuk orang dewasa serta layanan dokter spesialis bedah mulut.

Dengan pelayanan yang seramah keluarga dan tempat yang senyaman rumah sendiri, Klinik Mutiara Cikutra sangat layak menjadi pilihan utama Anda dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut si kecil. Yuk, jadwalkan kunjungan Anda sekarang juga!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Gigi Berlubang, Sebaiknya Ditambal atau Dicabut? Yuk, Konsultasikan ke Poli Gigi

Gigi Berlubang, Sebaiknya Ditambal atau Dicabut? Yuk, Konsultasikan ke Poli Gigi

Gigi Berlubang, Sebaiknya Ditambal atau Dicabut? Yuk, Konsultasikan ke Poli Gigi

 

Ada cukup banyak permasalahan yang dapat terjadi pada gigi, salah satunya yaitu gigi berlubang. Ini merupakan keluhan umum yang sering dialami oleh orang-orang, baik anak-anak maupun orang dewasa.

Sesuai namanya, gigi berlubang adalah kondisi ketika gigi mengalami kerusakan sehingga membentuk lubang dengan ukuran tertentu. Pertanyaannya, apakah gigi berlubang hanya perlu ditambal atau justru harus dicabut?

Berikut penjelasan lengkapnya untuk Anda, lengkap rekomendasi poli gigi berkualitas untuk konsultasi dan penanganan gigi berlubang yang tepat. Yuk, simak!

dokter gigi anak
Sumber : Envanto

Gigi Berlubang, Penyebab dan Pencegahannya

Gigi berlubang merupakan kerusakan pada gigi akibat terkikisnya lapisan terluar gigi (enamel). Umumnya, penyebab kondisi ini adalah adanya penumpukan bakteri di dalam mulut. Hal ini biasanya terjadi karena kebersihan gigi dan mulut yang kurang terjaga, atau bisa juga lantaran terlalu sering mengonsumsi makanan/minuman manis.

Di awal, kemungkinan gigi berlubang akan sulit terdeteksi. Pasalnya, pada tahap awal memang cenderung tidak menimbulkan rasa nyeri. Namun, seiring berjalannya waktu dan makin parahnya kondisi lubang yang ada, gigi akan mulai mengalami kerusakan signifikan yang bisa berujung pada infeksi hingga gigi tanggal.

Untuk mencegah gigi berlubang terjadi, berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan:

  • Mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis.
  • Mengurangi konsumsi makanan/minuman asam dan bertepung.
  • Rutin memeriksakan gigi ke dokter gigi, setidaknya enam bulan sekali atau dua kali setahun.
  • Mengonsumsi makanan bergizi yang baik untuk gigi. Misalnya makanan berserat seperti apel dan bayam atau makanan dengan kandungan kalsium tinggi seperti susu dan ikan laut.
  • Menjaga kebersihan dan gigi dan mulut. Contohnya rutin menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride, membersihkan celah-celah gigi dengan benang gigi, dan jika perlu gunakan obat kumur antiseptik.

Gigi Berlubang Sebaiknya Ditambal atau Dicabut?

Ketika seseorang mengalami masalah gigi berlubang, tidak sedikit di antaranya yang merasa bingung apakah gigi tersebut sebaiknya ditambal atau justru harus dicabut. Untuk menjawab hal ini, Anda bisa mengamati dan menyesuaikan kondisi gigi terlebih dahulu.

Hal ini karena ada gigi berlubang yang memang masih bisa diselamatkan dengan penambalan. Namun, ada pula yang harus segera dicabut agar tidak menimbulkan masalah yang tidak diinginkan.

Kondisi Gigi Berlubang yang Masih Bisa Ditambal

  • Gigi berlubang yang baru mencapai dentin dan belum menyebabkan infeksi pada pulpa gigi.
  • Gigi berlubang hanya sebatas email alias terjadi di lapisan terluar gigi—bisa ditangani dengan tambalan permanen.
  • Gigi berlubang dengan akar gigi yang masih utuh dan tidak mengalami kerusakan apa pun. Penambalan pada gigi seperti ini tak hanya memperkuat gigi, tetapi juga dapat membantu mencegah kerusakan lebih lanjut.
  • Gigi tidak mengalami kerusakan struktural yang serius. Dalam artian, sebagian besar struktur gigi masih utuh dan kuat. Gigi dengan kondisi ini masih bisa ditambal dengan tujuan memperkuat gigi agar tidak rapuh dan mudah patah.

Kondisi Gigi Berlubang yang Harus Dicabut

  • Gigi berlubang pada gigi yang bertumpuk.
  • Gigi berlubang yang berada di dekat jaringan abnormal
  • Gigi berlubang pada geraham bungsu yang tumbuh miring.
  • Gigi berlubang yang hanya menyisakan akar. Gigi dengan kondisi ini sebaiknya segera dicabut agar tidak menimbulkan infeksi.
  • Gigi berlubang yang sudah sangat rapuh karena memiliki banyak kerusakan. Pencabutan mungkin bisa menjadi opsi terbaik guna menghindari sakit gigi berkepanjangan.
  • Gigi berlubang yang memicu terjadinya permasalahan gigi yang lain. Contohnya berpotensi mengganggu posisi gigi lainnya atau dapat menyebabkan penyebaran infeksi.
  • Gigi berlubang parah yang lubangnya besar dan dalam. Penambalan gigi dengan kondisi ini umumnya hanya akan sia-sia sehingga sebaiknya gigi memang dicabut. Pasalnya, infeksi kemungkinan telah menyebar hingga ke bagian bawah gigi.

Konsultasi Berkualitas di Poli Gigi

dokter gigi anak
Sumber : Envanto

Untuk mendapatkan diagnosis serta penanganan yang tepat terkait permasalahan gigi berlubang yang Anda alami, sebaiknya Anda mengunjungi poli gigi dan berkonsultasi dengan dokter gigi berpengalaman.

Adapun salah satu fasilitas kesehatan resmi yang menyediakan layanan poli gigi berkualitas adalah KMC alias Klinik Mutiara Cikutra. Klinik ini didukung oleh tenaga medis profesional, tempat yang nyaman, serta pelayanan yang ramah.

Jadi, jika Anda mengutamakan pemeriksaan yang aman dan nyaman, maka poli gigi di Klinik Mutiara Cikutra-lah solusinya. Yuk, tunggu apa lagi? Segera jadwalkan kunjungan Anda bersama keluarga tercinta ke KMC!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Jangan Abaikan! Ini Bahaya Gigi Berlubang, Segera Periksakan ke Dokter Gigi

Jangan Abaikan! Ini Bahaya Gigi Berlubang, Segera Periksakan ke Dokter Gigi

Jangan Abaikan! Ini Bahaya Gigi Berlubang, Segera Periksakan ke Dokter Gigi

 

Tak hanya tubuh yang perlu dirawat, kesehatan gigi dan mulut juga sama pentingnya. Seperti diketahui, ada cukup banyak permasalahan gigi dan mulut yang bisa dialami oleh seseorang. Salah satunya adalah gigi berlubang.

Sering disepelekan karena dianggap persoalan biasa, nyatanya gigi berlubang bisa berkembang menjadi gangguan serius jika Anda mengabaikannya begitu saja tanpa penanganan yang tepat.

Oleh karena itu, jika Anda memiliki gigi berlubang, apalagi jika jumlahnya lebih dari satu, segera ambil langkah bijak dengan memeriksakan diri ke dokter gigi.

periksa gigi
Sumber : Envanto

Gigi Berlubang, Definisi dan Penyebabnya

Gigi berlubang adalah kondisi ketika struktur gigi mengalami kerusakan karena lapisan terluar gigi (enamel) terkikis, sehingga menyebabkan terbentuknya lubang (karies) di permukaan gigi.

Awal mula seseorang bisa mengalami kondisi ini, yaitu ketika plak dari berbagai sisa makanan yang mengandung gula dan pati menempel pada gigi. Tanpa disadari, lama-kelamaan asam yang dihasilkan plak pun mengikis enamel gigi secara perlahan sehingga akhirnya menjadi berlubang.

Jadi, dapat dikatakan bahwa penyebab gigi berlubang adalah proses demineralisasi yang disebabkan oleh asam dari bakteri di dalam mulut. Ini bisa terjadi karena adanya penumpukan bakteri dari hasil mengonsumsi makanan dan minuman manis.

Pasalnya, bakteri dalam plak di mulut dapat mengubah gula dari makanan atau minuman menjadi asam. Asam inilah yang kemudian mengikis permukaan terluar gigi secara perlahan, bahkan bisa menembus dentin hingga saraf.

Selain penyebab utama di atas, terdapat pula sejumlah faktor lain yang dapat membuat seseorang berisiko lebih tinggi untuk mengalami gigi berlubang. Apa saja? Berikut beberapa di antaranya:

  • Keseringan mengonsumsi makanan dan minuman manis, seperti permen, es krim, kue, soda, dan lain-lain.
  • Kurang menjaga kebersihan gigi dan mulut alias malas menyikat gigi, utamanya setelah makan.
  • Faktor usia. Semakin lanjut usia, semakin menipis pula enamel gigi dengan sendirinya.
  • Pasta gigi atau obat kumur yang digunakan sehari-hari tidak mengandung fluoride.
  • Menderita penyakit asam lambung (GERD) dan mulut kering.

Bahaya Gigi Berlubang

Meski tampak cukup sepele, gigi berlubang sebenarnya sangat berbahaya. Dalam kondisi yang parah, gigi berlubang dapat memicu timbulnya sakit gigi berupa rasa nyeri yang tak tertahankan. Bahkan dalam sejumlah kasus, gigi berlubang juga bisa berujung dengan tanggalnya gigi.

Selain itu, gigi berlubang yang mengalami infeksi pun bisa menimbulkan gangguan kesehatan serius karena dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya hingga akhirnya mengakibatkan komplikasi.

Berikut beberapa bahaya komplikasi yang dapat timbul akibat gigi yang berlubang:

  • Abses gigi, yaitu kondisi terbentuknya kantong nanah dalam gigi dan gusi lantaran adanya infeksi bakteri.
  • Endokarditis, yaitu infeksi serius pada dinding dan katup jantung yang bisa disebabkan oleh bakteri dari gigi berlubang.
  • Sinusitis, selain virus dan kuman, penyakit ini juga bisa muncul karena infeksi bakteri pada gigi yang menyebar ke dinding rongga sinus.
  • Sakit gigi, mulai dari yang ringan hingga yang tingkatannya parah sehingga membutuhkan penanganan serius oleh dokter gigi.
  • Berbagai penyakit gusi, seperti gusi bengkak, gusi yang memerah, hingga gusi berdarah. Adapun salah satu penyakit gusi yang berkaitan erat dengan gigi berlubang adalah periodontitis. Ini adalah peradangan/infeksi gusi pada jaringan penyangga gigi (gusi dan tulang di sekitar gigi).

Rekomendasi Dokter Gigi Berkualitas untuk Atasi Gigi Berlubang

Gigi
Sumber : Envanto

Agar Anda terhindar dari berbagai permasalahan kesehatan gigi dan mulut, jangan sampai Anda menyepelekan gigi yang berlubang. Jika Anda memiliki gigi berlubang yang cukup sering menimbulkan rasa sakit/nyeri dan gangguan-gangguan lainnya, maka sudah saatnya Anda periksa ke dokter gigi.

Nah, salah satu fasilitas kesehatan yang menawarkan layanan dokter gigi berkualitas dan cocok untuk mengatasi permasalahan gigi berlubang Anda adalah KMC alias Klinik Mutiara Cikutra.

Ini adalah klinik kesehatan yang telah terdaftar dan berizin resmi dari Kementerian Kesehatan. Jadi, Anda tidak perlu khawatir akan kualitasnya. Sebab, Klinik Mutiara Cikutra menyediakan layanan poli gigi yang didukung oleh dokter spesialis gigi profesional, ahli, dan berpengalaman di bidangnya.

Menariknya lagi, klinik ini tak hanya menyediakan layanan dokter gigi untuk orang dewasa, melainkan juga anak-anak. Jadi, Anda dan buah hati kesayangan bisa bersama-sama melakukan pemeriksaan gigi secara rutin.

Tertarik mencoba? Yuk, kunjungi KMC sekarang juga!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/