Klinik Mutiara Cikutra

Begini Peran USG 4D dalam Kehamilan Risiko Tinggi

Begini Peran USG 4D dalam Kehamilan Risiko Tinggi

Begini Peran USG 4D dalam Kehamilan Risiko Tinggi

periksa USG
Sumber : Envanto

Semua ibu tentunya menginginkan kehamilan yang lancar tanpa kendala. Sayangnya, keinginan ini ada kalanya tidak sesuai harapan karena terdapat kondisi-kondisi tertentu yang dapat menimbulkan risiko bahaya yang tinggi.

Namun, berkat perkembangan zaman yang sejalan dengan perkembangan teknologi medis, kini para ibu hamil dengan risiko tinggi tidak perlu terlalu khawatir.

Sebab, ada cukup banyak pemeriksaan kehamilan dengan teknologi terkini yang dapat membantu ibu hamil mengecek dan memantau kondisi kehamilan, termasuk kehamilan risiko tinggi. Salah satunya yaitu USG 4D.

Kendati begitu, apakah benar bahwa ibu dengan kehamilan risiko tinggi boleh melakukan USG 4D? Yuk, cek penjelasan di bawah ini, lengkap dengan rekomendasi layanan USG 4D Bandung berkualitas di akhir artikel. Mari disimak!

Bolehkah USG 4D untuk Kehamilan Risiko Tinggi?

ibu hamil
Sumber : Envanto

Kehamilan risiko tinggi pada dasarnya merupakan jenis kehamilan yang punya potensi membahayakan ibu hamil maupun janin dalam kandungannya. Maka dari itu, kehamilan jenis ini membutuhkan pemantauan yang ketat serta pemeriksaan yang tepat karena risiko bahayanya benar-benar dapat mengancam nyawa.

Nah, dari sekian banyak jenis pemeriksaan kehamilan, salah satunya ada pemeriksaan ultrasonografi (USG) empat dimensi. Ini adalah pemeriksaan USG yang menampilkan kondisi kehamilan dengan lebih jelas dan detail dalam bentuk foto bergerak (video).

Sekarang, pertanyaannya, apakah boleh kehamilan risiko tinggi menggunakan pemeriksaan USG 4D? Jawabannya adalah “iya, boleh”. Asalkan hal tersebut memang ditentukan dan dilakukan oleh tenaga medis profesional berdasarkan indikasi medis yang jelas.

Terlebih, USG pada dasarnya memang aman dilakukan oleh ibu hamil, termasuk untuk kehamilan risiko tinggi, karena tidak menggunakan radiasi yang dapat membahayakan janin.

Meski bukan termasuk sebagai pemeriksaan utama untuk kehamilan risiko tinggi. Akan tetapi, USG 4D jelas sangat berguna bagi pemeriksaan pelengkap untuk memantau kondisi ibu maupun janinnya.

Peran USG 4D dalam Kehamilan Risiko Tinggi

USG 4D
Sumber : Envanto

USG 4D merupakan salah satu jenis pemeriksaan kehamilan yang populer di kalangan para ibu hamil. Ini karena USG 4D dapat menampilkan janin dan kondisi kehamilan secara umum dengan lebih jelas, detail, serta akurat.

Oleh sebab itu, meski bukan merupakan pemeriksaan utama, USG 4D tak dimungkiri tetap memegang peranan penting dalam pemantauan kondisi kehamilan risiko tinggi.

Dengan pemeriksaan ultrasonografi 4D, Anda bisa menyaksikan janin dalam kandungan secara real-time. Mulai dari ekspresi, anggota tubuh, hingga bahkan gerakan-gerakan yang mereka lakukan.

Selain berguna untuk ibu hamil dan pasangan, USG jenis ini juga dapat memudahkan dokter dalam mengidentifikasi berbagai kelainan atau masalah perkembangan tertentu pada janin sejak dini. Alhasil, dokter pun bisa mengambil langkah tepat yang sesuai untuk penanganan lebih lanjut akan kondisi tersebut.

Sebagai tambahan, USG 4D tidak hanya dapat mengevaluasi pertumbuhan janin, tetapi juga berbagai hal dan kondisi lainnya. Beberapa di antaranya, seperti volume cairan ketuban, posisi janin, kelainan kongenital, dan masih banyak lagi.

Rekomendasi USG 4D Bandung, Aman untuk Kehamilan Risiko Tinggi

Apabila saat ini Anda tengah hamil dengan risiko bahaya yang tinggi, maka sangat disarankan untuk rutin memeriksakan diri ke dokter kandungan profesional. Termasuk melakukan pemeriksaan-pemeriksaan tertentu seperti USG 4D.

Nah, bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya, KMC alias Klinik Mutiara Cikutra adalah rekomendasi fasilitas kesehatan terbaik yang memiliki layanan USG 4D Bandung berkualitas dan cocok untuk ibu yang memiliki kehamilan risiko tinggi.

KMC juga merupakan klinik kesehatan yang telah terdaftar secara resmi dan memiliki izin Kementerian Kesehatan. Klinik ini hadir dengan tempat yang senyaman seperti di rumah sendiri, serta menawarkan pelayanan seramah dengan keluarga.

Di sini juga tersedia berbagai layanan kesehatan berkualitas untuk para ibu hamil, seperti USG 4D Bandung, USG 2D, USG transvaginal, dan lain-lain. Terlebih, semua dokter kandungan (obgyn) Klinik Mutiara Cikutra adalah perempuan, sehingga sangat pas untuk Anda yang merasa lebih nyaman jika diperiksa oleh dokter perempuan.

Jadi, bagi Anda yang sangat memperhatikan kualitas, kenyamanan, dan keamanan, maka solusi terbaiknya adalah Klinik Mutiara Cikutra Bandung. Jika tertarik, Anda bisa datang langsung ke Jl. Cikutra No. 115 Blok A-B, Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat.

Yuk, jangan ditunda lagi, segera buat jadwal kunjungan ke KMC, dan dapatkan pengalaman pemeriksaan USG 4D Bandung yang sudah terbukti berkualitas!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Peran USG dalam Pemeriksaan Kehamilan Trimester Pertama

Peran USG dalam Pemeriksaan Kehamilan Trimester Pertama

Peran USG dalam Pemeriksaan Kehamilan Trimester Pertama

konsultasi USG
Sumber : Envanto

Kehamilan terdiri dari tiga masa, sering disebut trimester pertama, kedua, dan ketiga. Sebagai tahap awal, pemeriksaan kehamilan pada trimester pertama menjadi langkah penting karena merupakan dasar pemantauan kondisi ibu dan janin dalam kandungan.

Dengan pengecekan awal pada trimester pertama, Anda dapat mengetahui perkembangan kehamilan secara menyeluruh. Nah, berbicara mengenai pengecekan awal kehamilan, tersedia berbagai jenis pemeriksaan, salah satunya ada pemeriksaan ultrasonografi alias USG.

Pertanyaannya, mengapa pemeriksaan USG penting pada masa kehamilan? Apa saja peran pemeriksaan jenis ini saat kehamilan trimester pertama? Berikut penjelasannya untuk Anda, lengkap rekomendasi layanan USG berkualitas di akhir artikel. Yuk, simak!

Pentingnya USG untuk Pemeriksaan Kehamilan

konsultasi USG
Sumber : Envanto

Ultrasonografi atau yang lebih dikenal dengan sebutan “USG” adalah metode pemeriksaan medis berteknologi canggih yang memanfaatkan gelombang suara berfrekuensi tinggi.

Kendati demikian, jenis pemeriksaan ini tergolong aman untuk ibu hamil karena tidak menggunakan radiasi pengion seperti sinar X. Bahkan pemeriksaan USG sangat penting dilakukan pada masa kehamilan.

Sebab, pemeriksaan ultrasonografi memungkinkan Anda mengetahui keadaan kehamilan yang umumnya sulit dideteksi dengan pemeriksaan biasa. Terlebih, pemeriksaan ini tidak hanya bermanfaat bagi janin dalam kandungan, tetapi juga bagi ibu yang mengandung.

Dengan USG, dokter bisa mengecek berbagai hal terkait kehamilan secara lebih akurat. Termasuk usia kehamilan, letak janin, jenis kelamin janin, dan lain-lain. Apabila terdapat kelainan atau kondisi tertentu pun, USG memungkinkan pendeteksian sejak dini. Alhasil, dokter dapat mengambil tindakan lebih lanjut yang sesuai.

Oleh karena itu, pemeriksaan USG saat hamil merupakan langkah penting untuk pemantauan kondisi kehamilan secara keseluruhan. 

Peran USG saat Kehamilan Trimester Pertama

konsultasi USG
Sumber : Envanto

Setelah mengetahui alasan secara umum mengapa pemeriksaan USG penting pada masa kehamilan, saatnya Anda mengetahui lebih lanjut terkait perannya untuk kehamilan trimester 1 alias pertama. Berikut beberapa di antaranya:

Mengonfirmasi Kehamilan

Kehamilan dapat dideteksi dan dikonfirmasi secara lebih akurat dengan melakukan pemeriksaan ultrasonografi pada trimester pertama. Umumnya sekitar 6-8 minggu pascamenstruasi terakhir atau setelah pengecekan sederhana menggunakan test pack.

Meski test pack memang cukup sering menunjukkan hasil yang benar, tetap tak dimungkiri bahwa pemeriksaan medis secara langsung seperti USG lebih disarankan. Selain hasilnya jauh lebih akurat, Anda juga bisa mendapatkan informasi lain yang lebih terperinci mengenai kehamilan Anda.

Mengetahui Usia Kehamilan

Peran USG yang selanjutnya pada kehamilan trimester pertama adalah membantu Anda mengetahui usia kehamilan. Dengan begitu, dokter bisa memprediksi kapan waktu kelahiran bayi nantinya, atau yang juga sering disebut HPL alias hari perkiraan lahir.

Selain itu, melakukan USG pada trimester pertama dianggap lebih bisa menunjukkan perkiraan usia kehamilan dengan lebih akurat daripada melakukannya saat sudah memasuki trimester akhir.

Mengecek Letak/Lokasi Janin

Selanjutnya, pemeriksaan USG saat trimester pertama dapat membantu Anda mengetahui letak atau lokasi janin dalam kandungan. Hal ini sangat penting, mengingat embrio bisa saja muncul di luar rahim, leher rahim, di indung telur, atau bahkan di rongga perut.

Mendengarkan Detak Jantung Janin

Terakhir, pemeriksaan USG juga berperan besar dalam membantu Anda mendengarkan detak jantung janin. Bagi kebanyakan calon orang tua, hal ini bisa menjadi penyemangat tersendiri dalam menghadapi kehamilan hingga proses persalinan kelak.

Adapun detak jantung janin dalam kandungan biasanya sudah bisa Anda dengarkan ketika usia kehamilan menginjak minggu ke-6. Namun, dalam sejumlah kasus tertentu, biasanya baru bisa terdengar setidaknya pada minggu ke-8.

Rekomendasi Layanan USG Terbaik

Bagi Anda yang sedang menanti-nantikan kehadiran calon buah hati dan ingin melakukan pemeriksaan kehamilan terbaik, KMC alias Klinik Mutiara Cikutra sangat bisa Anda andalkan.

Klinik Mutiara Cikutra adalah klinik berkualitas berizin resmi Kementerian Kesehatan. Di sini tersedia berbagai layanan kesehatan, termasuk layanan pemeriksaan USG bagi ibu hamil. Baik USG 2D, 3D, maupun USG transvaginal.

Menariknya lagi, klinik ini didukung oleh dokter obgyn yang semuanya adalah perempuan. Jadi, sangat cocok bagi Anda yang memang merasa lebih nyaman diperiksa oleh sesama perempuan.

Nah, jika tertarik, Anda bisa mengecek Klinik Mutiara Cikutra cabang terdekat dari lokasi Anda. Sebab, klinik ini tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.

Tunggu apa lagi? Yuk, jadwalkan kunjungan Anda sekarang juga!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Cara Memantau Tumbuh Kembang Janin dengan Lebih Akurat Melalui USG 4D Bandung

Cara Memantau Tumbuh Kembang Janin dengan Lebih Akurat Melalui USG 4D Bandung

Cara Memantau Tumbuh Kembang Janin dengan Lebih Akurat Melalui USG 4D Bandung

pemeriksaan USG 4D
Sumber : Envanto

Kehadiran janin dalam kandungan merupakan kebahagiaan tersendiri bagi sebagian besar orang tua. Tak heran banyak di antaranya yang berusaha melakukan berbagai hal terbaik agar calon buah hati bisa terlahir tanpa kekurangan apa pun.

Salah satunya, yaitu dengan melakukan pemantauan rutin seperti pemeriksaan USG 4D di saat kehamilan telah memasuki usia tertentu. Pemeriksaan berteknologi modern ini memungkinkan orang tua mendapatkan gambaran kondisi janin secara lebih jelas dan detail.

Nah, artikel ini hadir untuk membantu Anda mengetahui beberapa hal terkait USG 4D. Termasuk apa pentingnya untuk pemantauan tumbuh kembang janin, bagaimana prosedurnya, hingga rekomendasi USG 4D Bandung—khusus bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya. Yuk, simak!

Apa Pentingnya Pemantauan Tumbuh Kembang Janin?

USG 4D
Sumber : Envanto

Pemantauan tumbuh kembang janin sangat penting dilakukan guna memastikan bahwa kehamilan berjalan dengan baik, sehat, dan aman. Dengan pemeriksaan rutin ke dokter profesional, Anda dapat mengetahui berbagai kondisi janin.

Beberapa di antaranya, seperti apakah janin tumbuh sesuai usia kehamilan, apakah organ-organnya berkembang dengan normal, apakah ada potensi kelainan atau komplikasi, dan masih banyak lagi.

Semakin cepat Anda melakukan pemeriksaan—terlebih jika dilakukan secara rutin untuk waktu-waktu selanjutnya, maka semakin besar pula peluang Anda untuk meminimalkan risiko (jika ada) dan menanganinya.

Selain itu, pemantauan tumbuh kembang janin secara berkala juga baik untuk ketenangan ibu hamil. Jadi, tidak hanya bagus untuk kesehatan fisik, tetapi juga berpengaruh positif terhadap mental ibu hamil.

Dengan pemantauan yang tepat, Anda sebagai orang tua dapat lebih mempersiapkan diri menuju proses persalinan di kemudian hari. Kondisi kesehatan janin pun bisa Anda pastikan sejak dini untuk berbagai pertimbangan langkah terbaik selanjutnya.

Prosedur USG 4D Bandung untuk Pemantauan Janin

pemeriksaan USG 4D
Sumber : Envanto

Salah satu cara terbaik untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan, yaitu dengan melakukan pemeriksaan USG 4D. Nah, berikut prosedur atau langkah-langkah yang perlu Anda ketahui:

  • Pertama-tama, dokter akan menyuruh Anda berbaring di tempat tidur yang telah disediakan.
  • Selanjutnya, dokter akan mengoleskan ultrasound gel alias gel khusus USG di permukaan kulit perut Anda.
  • Setelah itu, dokter akan menggunakan alat khusus (transduser atau probe) di atas perut Anda yang telah diolesi dengan gel. Pada tahap ini, biasanya dokter akan meminta Anda untuk menahan napas sejenak selama beberapa kali. Tujuannya agar visual janin bisa terlihat lebih jelas.
  • Sambil menggerak-gerakkan transduser, dokter akan memperhatikan layar monitor dengan saksama. Monitor tersebut menampilkan kondisi janin dalam kandungan secara jelas dan detail, dan apa yang ditampilkan sesuai dengan bagian mana yang dokter pindai menggunakan alat.
  • Di tahap pemeriksaan, dokter juga mempersilakan ibu untuk melihat sendiri bagaimana kondisi janin dalam kandungan. Mulai dari organ-organ tubuh janin hingga pergerakan-pergerakan yang kemungkinan dilakukannya.
  • Setelah mendapat gambaran jelas terkait kondisi janin, dokter akan menghentikan proses pemeriksaan USG.
  • Terakhir, dokter akan membersihkan sisa-sisa gel di permukaan kulit perut Anda. Di tahap ini, Anda juga bisa mendapat berbagai penjelasan lebih lanjut terkait kondisi janin dalam kandungan. Jika ada kendala, dokter akan menjelaskan langkah yang dapat Anda ambil untuk kelancaran kehamilan hingga proses persalinan.

Rekomendasi Layanan USG 4D Bandung Terbaik

Bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya, menjalani USG 4D Bandung bisa menjadi salah satu langkah bijak yang dapat Anda lakukan di masa kehamilan. Nah, jika Anda bingung mencari rekomendasi fasilitas kesehatan dengan layanan USG 4D Bandung terbaik, Anda tidak perlu khawatir.

Sebab, KMC alias Klinik Mutiara Cikutra hadir sebagai solusi terbaik yang dapat Anda andalkan. Di sini tersedia berbagai layanan kesehatan, termasuk layanan kesehatan ibu dan bayi. Baik di masa kehamilan maupun memasuki masa persalinan.

Klinik Mutiara Cikutra didukung oleh dokter kandungan yang semuanya perempuan. Jadi, bagi Anda yang merasa lebih nyaman dengan pemeriksaan sesama perempuan, KMC adalah pilihan yang tepat.

Selain dukungan tim medis profesional, Klinik Mutiara Cikutra juga menawarkan tempat yang senyaman rumah sendiri serta layanan yang seramah keluarga. Sangat cocok bagi Anda yang mengutamakan kualitas, keamanan, sekaligus kenyamanan.

Bagaimana? Tertarik? Yuk, segera jadwalkan kunjungan Anda ke KMC Bandung di Jl. Cikutra No. 115 Blok A-B, Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Bandung, Jawa Barat, dan dapatkan pengalaman pemeriksaan USG 4D Bandung terbaik!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Perawatan Gigi Selama Kehamilan: Tips dan Rekomendasi Dokter Gigi yang Aman untuk Bumil

Perawatan Gigi Selama Kehamilan: Tips dan Rekomendasi Dokter Gigi yang Aman untuk Bumil

Perawatan Gigi Selama Kehamilan: Tips dan Rekomendasi Dokter Gigi yang Aman untuk Bumil

perawatan gigi
Sumber : Envanto

Meski sedang hamil, menjaga kesehatan tubuh tetap penting dilakukan, termasuk kesehatan gigi dan mulut. Terlebih, ibu hamil sering kali mengalami berbagai perubahan selama masa kehamilan, sehingga merawat diri merupakan langkah tepat agar penampilan senantiasa terjaga.

Namun, tak hanya soal penampilan, karena nyatanya kesehatan gigi dan mulut juga memiliki pengaruh signifikan terhadap kesehatan tubuh ibu secara keseluruhan serta janin dalam kandungan.

Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan mengenai pentingnya perawatan gigi selama masa kehamilan, lengkap tips perawatan gigi yang bisa Anda jadikan sebagai panduan. Termasuk rekomendasi dokter gigi berkualitas yang aman bagi ibu hamil di akhir artikel. Yuk, simak!

Apa Pentingnya Perawatan Gigi Selama Kehamilan?

perawatan gigi
Sumber : Envanto

Tahukah Anda? Ibu hamil cenderung rentan dengan berbagai permasalahan gigi dan mulut selama masa kehamilan. Mulai dari gigi berlubang hingga bahkan radang gusi alias gingivitis.

Gigi berlubang, misalnya, lantaran kebanyakan ibu hamil mengalami mual dan muntah, hal ini menyebabkan mulut asam—yang berpotensi menjadi tempat berkembangnya kuman dan bakteri.  Pada akhirnya, hal tersebut pun dapat berefek pada gigi yang menjadi mudah berlubang.

Sementara itu, radang gusi (gingivitis) biasanya juga dapat terjadi pada ibu hamil karena adanya perubahan hormonal selama masa kehamilan. Tepatnya peningkatan hormon estrogen dan progesteron. Hal ini menyebabkan gusi menjadi lebih sensitif sehingga rentan mengalami peradangan.

Itu sebabnya melakukan perawatan gigi selama kehamilan menjadi sangat penting. Jika diabaikan, peradangan atau infeksi dalam mulut yang mungkin tadinya hanya hal kecil, justru bisa menyebar lebih luas dan menjadi sesuatu yang jauh lebih serius.

Menurut sejumlah penelitian, ibu hamil dengan penyakit gusi atau kondisi gusi yang buruk cenderung memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami komplikasi di masa kehamilan. Misalnya seperti diabetes gestasional dan pre-eklampsia.

Selain itu, hal ini juga ternyata dapat berpengaruh pada janin dalam kandungan. Ibu hamil yang menderita radang gusi berpotensi mengalami keguguran dan melahirkan secara prematur. Selain itu, bayi pun bisa berisiko lahir dengan berat badan yang lebih rendah.

Dalam kasus tertentu, gingivitis juga bahkan bisa berujung pada kematian bayi. Hal ini kemungkinan terjadi jika bakteri penyebab radang gusi masuk ke aliran darah, perut, ataupun paru-paru bayi.

Tips Perawatan Gigi di Masa Kehamilan

perawatan gigi
Sumber : Envanto

Agar terhindar dari berbagai risiko kesehatan selama masa kehamilan, berikut beberapa tips perawatan gigi dan mulut yang bisa Anda jadikan sebagai panduan:

  • Jika Anda muntah (morning sickness), jangan langsung menyikat gigi. Berkumurlah dengan air putih terlebih dahulu dan baru menyikat gigi sekitar satu jam setelahnya. Alasannya karena sesaat setelah muntah, lapisan terluar gigi bisa melunak akibat asam lambung.
  • Rutin menyikat gigi, minimal dua kali dalam sehari. Pastikan Anda menggunakan sikat gigi berbulu lembut dan pasta gigi dengan kandungan fluoride.
  • Bersihkan lidah dengan sikat khusus untuk menghilangkan sisa-sisa makanan ataupun bakteri yang kemungkinan menempel di papila lidah.
  • Kunyah permen karet dengan kandungan xylitol sekitar 2-3 kali sehari. Tujuannya untuk mengurangi plak gigi.
  • Batasi konsumsi makanan dan minuman manis untuk menghindari risiko kerusakan pada gigi.
  • Minum air putih yang cukup. Pastikan tubuh Anda terhidrasi dengan baik.
  • Berkumur dengan cairan pembersih bebas alkohol setelah menyikat gigi.
  • Jika perlu, gunakan juga dental floss untuk membersihkan sela-sela gigi.
  • Mengunjungi dokter gigi secara rutin.

Rekomendasi Dokter Gigi Berkualitas yang Aman untuk Ibu Hamil

Meski Anda bisa melakukan beberapa tips sederhana secara mandiri di rumah untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut, sejatinya Anda tetap membutuhkan perawatan profesional dari dokter gigi.

Nah, salah satu layanan dokter gigi berkualitas yang aman untuk ibu hamil dapat Anda temukan di Klinik Mutiara Cikutra (KMC). Ini adalah klinik berizin resmi Kementerian Kesehatan yang menawarkan pelayanan seramah keluarga dan tempat senyaman rumah sendiri.

Di sini, Anda bisa berkonsultasi langsung dengan dokter gigi profesional yang ahli di bidangnya terkait berbagai hal yang menyangkut kesehatan gigi dan mulut. Tentunya dengan pendekatan yang ramah dan menenangkan bagi ibu hamil.

Jika tertarik, Anda bisa berkunjung ke Klinik Mutiara Cikutra terdekat dari lokasi Anda. Jadi, yuk, segera jadwalkan kunjungan Anda untuk pengalaman pemeriksaan dan perawatan gigi terbaik di masa kehamilan!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Manfaat Prenatal Yoga di Trimester 3 untuk Ibu Hamil, Persiapan Optimal Menyambut Persalinan

Manfaat Prenatal Yoga di Trimester 3 untuk Ibu Hamil, Persiapan Optimal Menyambut Persalinan

Manfaat Prenatal Yoga di Trimester 3 untuk Ibu Hamil, Persiapan Optimal Menyambut Persalinan

Prenatal Yoga
Sumber : Envanto

Trimester ketiga merupakan fase yang menantang sekaligus penuh penantian dan harapan menuju momen kelahiran buah hati. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk tetap menjaga kesehatan secara menyeluruh, baik fisik maupun mental.

Nah, salah satu upaya efektif nan aman yang bisa ibu hamil lakukan untuk membantu menghadapi masa-masa krusial ini, yaitu dengan mengikuti prenatal yoga. Apa itu? Apa saja manfaatnya selama masa kehamilan? Dan mengapa penting dilakukan di trimester ketiga?

Berikut penjelasannya untuk Anda, termasuk sejumlah tips aman dalam melakukan prenatal yoga di trimester ketiga masa kehamilan. Yuk, simak selengkapnya!

Mengenal Prenatal Yoga dan Manfaatnya untuk Ibu Hamil

Prenatal Yoga
Sumber : Envanto

Prenatal yoga merupakan olahraga khusus untuk ibu hamil, tepatnya yoga yang memang secara khusus dilakukan di masa kehamilan. Namun, sebenarnya, ini adalah yoga klasik yang dimodifikasi agar lebih sesuai dengan ibu hamil.

Prenatal yoga sendiri menjadi salah satu cara yang aman sekaligus efektif bagi ibu hamil dalam menjaga kesehatan mereka selama masa kehamilan, baik fisik maupun mental. Tak heran yoga khusus bumil ini dianggap sebagai bagian dari persiapan optimal menyambut persalinan yang akan datang.

Lantas apa saja manfaatnya? Berikut beberapa di antaranya:

  • Meringankan sakit kepala.
  • Meringankan pegal-pegal.
  • Mengurangi keluhan mual.
  • Meringankan nyeri panggul.
  • Menurunkan tekanan darah.
  • Memperlancar sirkulasi darah.
  • Mengurangi keluhan sesak napas.
  • Membantu perbaikan postur pada ibu hamil.
  • Mengurangi rasa nyeri di bagian punggung bawah.
  • Membuat tidur lebih baik alias dapat meningkatkan kualitas tidur.
  • Membantu memperkecil berbagai risiko komplikasi kehamilan, termasuk berat badan bayi yang rendah serta kelahiran prematur.
  • Membantu menurunkan kecemasan dan rasa stres pada ibu hamil, khususnya yang berhubungan dengan persoalan kehamilan maupun persalinan.

Alasan Mengapa Prenatal Yoga Penting di Trimester 3

Prenatal Yoga
Sumber : Envanto

Trimester 3 dalam kehamilan adalah periode kehamilan yang berlangsung dari minggu ke-28 hingga minggu ke-40. Pada masa ini, bayi sudah berkembang dengan cukup matang. Bahkan terhitung mulai sempurna di sekitaran minggu ke-37 karena organ tubuh yang sudah berfungsi, sehingga tidak lama lagi memasuki momen persalinan.

Kendati demikian, trimester 3 bisa dibilang sebagai periode yang cukup rentan. Sebab, di masa ini, ibu hamil biasanya harus menghadapi berbagai tantangan, baik secara fisik maupun emosional. Oleh karena itu, prenatal yoga hadir sebagai solusi efektif untuk membantu ibu hamil selama masa-masa sulit ini.

Yoga khusus dapat membantu ibu hamil dalam menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan fisik maupun emosional mereka secara lebih aman, nyaman, dan sehat. Dengan kata lain, yoga ini sangat baik dilakukan sebagai persiapan tubuh serta mental menjelang persalinan.

Selain bermanfaat secara fisik dan mental, yoga prenatal juga baik dalam melatih pernapasan untuk persiapan persalinan karena dapat membantu ibu menghadapi kontraksi. Dengan demikian, rasa cemas ibu selama persalinan bisa berkurang dan ibu pun bisa tetap menjaga fokus serta ketenangan mereka saat proses melahirkan.

Tips Aman Melakukan Prenatal Yoga di Trimester 3

Apabila Anda tertarik melakukan prenatal yoga di trimester 3 masa kehamilan, berikut beberapa tips aman dan bermanfaat yang dapat Anda terapkan:

  • Pastikan memilih fasilitas kesehatan resmi dengan layanan yoga prenatal berkualitas.
  • Pastikan instruktur yoga yang menangani Anda bersertifikat, profesional, dan ahli di bidangnya.
  • Pastikan Anda terhidrasi dengan cukup, baik sebelum, selama, maupun setelah yoga.
  • Lakukan gerakan yoga dengan perlahan, fokus pada pernapasan dan relaksasi.
  • Jangan memaksakan tubuh saat sudah merasa lelah atau nyeri.
  • Berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan.
  • Kenakan pakaian yang nyaman dan longgar.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan pengalaman prenatal yoga terbaik selama masa kehamilan, Anda bisa mengandalkan Klinik Mutiara Cikutra (KMC). Ini adalah fasilitas kesehatan berizin resmi Kementerian Kesehatan, jadi dijamin aman dan berkualitas dari segala sisi.

Selain layanan yoga khusus ibu hamil, Klinik Mutiara Cikutra juga hadir dengan berbagai layanan kesehatan lainnya. Termasuk layanan kesehatan ibu yang meliputi pemeriksaan dan penanganan selama masa kehamilan, persalinan, hingga pascapersalinan.

Selain itu, KMC juga didukung oleh dokter kandungan yang semuanya adalah perempuan. Sangat cocok bagi Anda yang memang merasa lebih nyaman melakukan pemeriksaan dengan sesama perempuan.

Nah, tunggu apa lagi? Yuk, segera jadwalkan kunjungan Anda!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Morning Sickness, Kapan Masih Normal dan Kapan Harus Segera Konsultasi ke Dokter Obgyn?

Morning Sickness, Kapan Masih Normal dan Kapan Harus Segera Konsultasi ke Dokter Obgyn?

Morning Sickness, Kapan Masih Normal dan Kapan Harus Segera Konsultasi ke Dokter Obgyn?

 

ibu hamil
Sumber : Envanto

Salah satu keluhan paling umum yang sering dialami oleh ibu hamil adalah morning sickness. Meski sering dianggap sesuatu yang normal dan bahkan sepele, nyatanya kondisi ini bisa mengganggu aktivitas harian ibu. Terlebih intensitas serta gejalanya sangat bervariasi antara ibu yang satu dengan yang lainnya.

Ada ibu yang mengalami morning sickness ringan, ada pula yang parah sehingga membutuhkan konsultasi dengan dokter obgyn untuk diagnosis akurat dan penanganan yang tepat.

Lantas, apa sebenarnya morning sickness itu? Mana yang termasuk normal, dan mana yang tergolong tidak normal? Kapan harus mengunjungi dokter obgyn? Yuk, simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut!

Pengertian dan Penyebab Morning Sickness

ibu hamil
Sumber: Envanto

Morning sickness merupakan istilah dalam bahasa Inggris yang merujuk pada kondisi mual dan muntah ibu hamil yang umum terjadi di awal-awal kehamilan. Khususnya saat masih trimester pertama.

Meskipun disebut “morning” yang berarti “pagi”, bukan berarti hal ini hanya terjadi di pagi hari. Faktanya, morning sickness bisa muncul kapan saja di sepanjang hari, baik siang, sore, maupun malam.

Adapun untuk penyebabnya, sebenarnya belum bisa diketahui secara pasti. Namun, hal yang diduga kuat memicu munculnya morning sickness adalah perubahan hormon di awal kehamilan. Terutama yang terkait dengan peningkatan hormon human chorionic gonadotropin (HCG).

Namun, selain perubahan hormon, morning sickness juga biasanya dapat dipicu oleh penyakit atau kondisi tertentu ibu hamil. Misalnya obesitas, penyakit liver, stres, ataupun gangguan kelenjar tiroid.

Selain itu, ada pula sejumlah faktor lain yang dianggap dapat meningkatkan risiko ibu hamil mengalami morning sickness. Apa saja? Berikut beberapa di antaranya:

  • Ibu hamil yang mengandung bayi kembar.
  • Ibu hamil yang sering mengalami mabuk kendaraan/perjalanan.
  • Ibu yang baru pertama kali mengandung alias hamil anak pertama.
  • Ibu hamil punya anggota keluarga yang mengalami morning sickness saat masa kehamilan.
  • Ibu hamil yang juga pernah mengalami morning sickness di kehamilan sebelumnya.

Gejala Morning Sickness yang Normal

ibu hamil
Sumber : Envanto

Morning sickness merupakan kondisi umum yang memang wajar dialami oleh banyak ibu hamil. Namun, ada kalanya morning sickness juga bisa melewati batas wajar sehingga tidak termasuk normal lagi.

Nah, agar dapat menjadi acuan Anda, berikut beberapa gejala morning sickness yang masih termasuk kategori normal:

  • Sensitif terhadap bau.
  • Mengalami peningkatan air liur.
  • Terjadi di awal kehamilan saat trimester pertama.
  • Tidak menyebabkan perubahan nafsu makan yang mencolok.
  • Tidak membuat tubuh drop drastis atau menyebabkan penurunan berat badan, malah tubuh masih relatif fit.
  • Rasa mual datang dan pergi. Biasanya hanya dipicu oleh beberapa hal dan akan membaik setelah beberapa saat.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter Obgyn?

Morning sickness yang normal umumnya hanya bersifat ringan dan akan mereda seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia kehamilan. Namun, dalam sejumlah kasus, ada kalanya ibu hamil justru mengalami morning sickness yang parah sehingga bahkan membutuhkan penanganan medis.

Kondisi ini biasanya disebut hiperemesis gravidarum, yaitu istilah medis untuk menggambarkan kondisi morning sickness yang parah pada ibu hamil. Secara umum, gejalanya tetap mengikuti pola waktu serupa dengan morning sickness biasa.

Hanya saja, hiperemesis gravidarum biasanya sering muncul lebih awal, yaitu sekitar di minggu ke-4 atau ke-5 kehamilan, dan bisa berlangsung lebih lama. Jadi, jika Anda mengalami kondisi ini, maka sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter obgyn.

Terlebih apabila mual parah yang Anda alami juga disertai gejala-gejala tertentu, seperti demam, jantung berdebar-debar, sakit perut, muntah mengandung darah, penurunan berat badan, dan lain-lain.

Sebagai solusi, Anda bisa datang ke Klinik Mutiara Cikutra yang merupakan salah satu fasilitas kesehatan dengan layanan dokter obgyn berkualitas. Klinik ini juga telah memiliki izin resmi dari Kementerian Kesehatan.

Di sini, tersedia berbagai layanan kesehatan, termasuk layanan ibu di masa kehamilan, persalinan, hingga pascapersalinan. Klinik Mutiara Cikutra juga didukung oleh dokter obgyn yang semuanya adalah perempuan. Sangat cocok untuk Anda yang memang merasa lebih nyaman diperiksa oleh sesama perempuan.

Selain itu, KMC pun dibekali dengan fasilitas lengkap nan modern, termasuk ruang inap yang nyaman dan super homey. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, segera jadwalkan kunjungan Anda ke Klinik Mutiara Cikutra!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Penting! Ini 5 Tanda Bahaya pada Ibu Hamil yang Perlu Persalinan Segera

Penting! Ini 5 Tanda Bahaya pada Ibu Hamil yang Perlu Persalinan Segera

Penting! Ini 5 Tanda Bahaya pada Ibu Hamil yang Perlu Persalinan Segera

ibu hamil
Sumber : Envanto

Kehamilan adalah salah satu momen paling bahagia dalam kehidupan seorang ibu. Ini merupakan masa-masa yang penuh harapan, tetapi juga membutuhkan perhatian ekstra terkait kondisi fisik ibu dan janin dalam kandungan.

Meski sebagian besar kehamilan berjalan normal dan minim—bahkan kadang tanpa—kendala, ada kalanya beberapa ibu justru mengalami kendala tertentu. Kendala ini umumnya disertai dengan gejala yang mengindikasikan bahaya, sehingga membutuhkan penanganan medis secepatnya. Termasuk persalinan segera.

Oleh karena itu, penting bagi setiap ibu hamil untuk waspada terhadap berbagai gejala apa pun selama masa kehamilan. Sebab, bisa saja beberapa gejala tersebut justru menunjukkan adanya bahaya dalam tubuh yang membuat persalinan segera harus dilakukan. Berikut informasi lengkapnya untuk Anda. Yuk, simak!

 

Pentingnya Mengenali Tanda Bahaya Sejak Awal Kehamilan

ibu hamil
Sumber : Envanto

Untuk menjaga keselamatan serta keamanan ibu dan janin, mengenali tanda bahaya sejak awal kehamilan sangatlah penting. Sebab, meski beberapa keluhan saat hamil termasuk normal, nyatanya tidak semuanya demikian.

Beberapa keluhan atau gejala saat kehamilan justru bisa menjadi sinyal bahwa kehamilan sedang mengalami komplikasi. Jika ini sampai terjadi, maka penanganan segera akan diperlukan, termasuk persalinan darurat.

 

Dengan mengetahui tanda-tanda tertentu sejak dini, ibu hamil dapat segera mencari pertolongan medis demi mencegah dan menghindari risiko yang jauh lebih besar. Mulai dari gangguan plasenta hingga bahkan kematian janin.

Selain itu, edukasi sejak awal juga dapat menjadi kunci penting agar ibu dan keluarga bisa lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan situasi darurat selama kehamilan.

5 Tanda Bahaya dalam Kehamilan yang Perlu Persalinan Segera

ibu hamil
Sumber : Envanto

Tanda bahaya dalam kehamilan biasanya mengindikasikan bahwa persalinan segera harus dilakukan. Hal ini penting dikenali untuk mencegah berbagai risiko pada ibu dan bayi. Langsung saja, berikut beberapa tanda bahaya yang perlu Anda waspadai:

1. Ketuban Pecah

Ketuban pecah ditandai dengan keluarnya cairan seperti air dari vagina, tetapi bukan lendir atau darah. Warnanya bisa bening maupun kekuningan, sedangkan jika warnanya kehijauan, maka itu bisa mengindikasikan bahaya. Terlebih jika disertai bau yang tidak sedap dan terjadi sebelum usia kehamilan 37 minggu.

2. Pendarahan dari Vagina

Apabila Anda mengalami pendarahan, tepatnya keluar darah segar dalam jumlah banyak (lebih dari bercak atau spotting) dari vagina, Anda wajib waspada. Sebab, hal tersebut bisa menandakan solusio plasenta atau plasenta previa.

3. Penurunan Gerakan Janin

Umumnya, janin aktif bergerak minimal sebanyak 10 kali dalam dua jam. Namun, Anda perlu waspada jika tiba-tiba terjadi penurunan gerakan atau bahkan janin tidak bergerak sama sekali selama lebih dari dua  jam.

4. Kontraksi Teratur dan Menguat

Selanjutnya, kontraksi yang menguat dan datang teratur (setiap 5-10 menit), dan tidak hilang saat beristirahat. Biasanya disertai rasa nyeri pada punggung bawah dan perut bagian bawah.

5. Nyeri Perut Hebat yang Tidak Hilang

Nyeri perut yang tidak seperti kontraksi biasa (misalnya terasa terus-menerus), bisa menandakan ada masalah pada rahim atau plasenta.

Selain 5 tanda di atas, Anda juga harus segera mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat jika merasa sangat pusing yang disertai pandangan kabur dan nyeri dada dengan riwayat hipertensi. Sebab, ini termasuk tanda-tanda akan kejang, sehingga harus lekas mendapatkan penanganan medis.

Tindakan yang Harus Dilakukan dan Rekomendasi Klinik Persalinan Berkualitas

Apabila Anda mengalami satu atau bahkan lebih tanda di atas, sangat disarankan untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan atau rumah sakit bersalin terdekat. Jangan sampai Anda menunda-nunda, karena beberapa kondisi bisa berkembang dengan cepat hingga berisiko mengancam nyawa ibu maupun bayi.

Nah, salah satu rekomendasi fasilitas kesehatan terbaik yang menawarkan layanan persalinan berkualitas adalah KMC alias Klinik Mutiara Cikutra. Ini adalah klinik kesehatan resmi yang telah terdaftar dan berizin Kementerian Kesehatan. Jadi, soal kualitas maupun keamanannya, Anda tidak perlu ragu lagi.

Klinik Mutiara Cikutra didukung oleh tenaga medis profesional, termasuk dokter obgyn yang semuanya adalah perempuan. Sangat cocok bagi Anda yang memang merasa lebih nyaman menjalani pemeriksaan oleh sesama perempuan.

Di KMC, Anda bisa mendapatkan pelayanan terbaik. Sebab, klinik ini memang berdedikasi memberikan pelayanan yang seramah keluarga dan tempat yang senyaman rumah sendiri.

Nah, tunggu apa lagi? Yuk, segera jadwalkan kunjungan Anda ke Klinik Mutiara Cikutra!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Persalinan Normal di Bidan: Syarat, Kelebihan, dan Kekurangannya

Persalinan Normal di Bidan: Syarat, Kelebihan, dan Kekurangannya

Persalinan Normal di Bidan: Syarat, Kelebihan, dan Kekurangannya

persalinan
Sumber : Envanto

Persalinan normal merupakan persalinan yang dilakukan secara alami. Artinya persalinannya melalui jalan lahir (vagina). Persalinan jenis ini merupakan persalinan yang paling banyak dipilih oleh ibu hamil karena prosesnya tanpa intervensi tindakan bedah seperti operasi caesar.

Adapun persalinan normal dapat dilakukan oleh tim medis profesional, baik dokter kandungan maupun bidan. Nah, dalam artikel berikut, Anda akan menemukan informasi penting seputar peran bidan dalam hal ini, lengkap dengan beberapa informasi menarik lainnya terkait persalinan normal. Yuk, simak!

Peran Bidan dalam Persalinan Normal

persalinan
Sumber : Envanto

Dalam momen persalinan, khususnya persalinan normal, bidan memegang peran yang sangat penting. Pasalnya, mereka memiliki tanggung jawab untuk memastikan keselamatan serta kenyamanan ibu dan bayi.

Pada tahap persalinan, bidan bertugas memberikan asuhan dan panduan secara menyeluruh selama proses melahirkan berlangsung. Ini dimulai dari tahap awal kontraksi hingga momen kelahiran bayi.

Tidak hanya memantau kondisi ibu dan janin, bidan juga membantu ibu terkait teknik pernapasan serta posisi melahirkan yang tepat. Selain itu, mereka juga hadir untuk memberikan dukungan emosional kepada sang ibu, sambil memberikan penilaian berkala terhadap kemajuan persalinan.

Dengan keterampilan, pengetahuan, serta pendekatan humanis yang mereka miliki, bidan memainkan peran krusial dalam mendukung persalinan normal yang aman dan nyaman untuk ibu.

Syarat Persalinan Normal

persalinan
Sumber : Envanto

Umumnya, ada dua metode persalinan yang sering dipilih oleh ibu hamil ketika akan melahirkan, yaitu persalinan normal dan persalinan yang melibatkan tindakan bedah (operasi caesar).

Dalam kasus bidan, mereka hanya bisa menangani persalinan normal alias persalinan alami. Sementara itu, proses persalinan dengan operasi caesar membutuhkan keahlian khusus dari dokter spesialis kebidanan dan kandungan (obgyn).

Adapun untuk melahirkan dengan metode persalinan normal yang masih bisa ditangani oleh bidan, setidaknya ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh ibu hamil. Berikut beberapa di antaranya:

Posisi Janin Harus Ideal

Untuk melakukan persalinan dengan alami, syarat pertama adalah posisi janin yang ideal. Tepatnya, posisi kepala janin berada di bawah, bukan di atas atau posisi sungsang.

Bukan Kehamilan Kembar

Meski tidak semua, kelahiran mayoritas bayi kembar lebih dianjurkan untuk melalui operasi caesar. Sebab, bayi kembar dalam rahim akan sulit memiliki posisi lahir yang ideal untuk persalinan normal.

Tidak Ada Lilitan Tali Pusat

Jika janin terlilit oleh tali pusat, maka persalinan normal tidak bisa dilakukan karena akan mengganggu proses kelahiran. Jadi, keputusan akhir tergantung seberapa kuat lilitan tali pusat tersebut. Apabila terlalu kuat dan berisiko besar terhadap keselamatan bayi, maka operasi caesar adalah pilihan terbaik.

Posisi Plasenta Harus Normal

Persalinan alami tidak dapat dilakukan apabila posisi plasenta tidak normal, misalnya terletak di bawah janin hingga menutupi jalan lahir.

Berat Janin di Bawah 5.000 Gram (5 Kg)

Bayi yang memiliki berat badan di atas 5 kg cenderung tidak akan dianjurkan untuk dilahirkan melalui persalinan normal. Sebab, jika dipaksakan, maka tidak hanya keselamatan ibu yang akan terancam, melainkan juga bayi itu sendiri.

Kelebihan dan Kekurangan Persalinan Normal

Melahirkan secara normal merupakan impian banyak ibu hamil. Kira-kira, apa alasannya? Berikut beberapa kelebihan dan kekurangan persalinan normal:

Kelebihan Persalinan Normal

  • Lebih hemat biaya.
  • Tanpa risiko operasi besar.
  • Pemulihan yang lebih cepat.
  • Masa inap yang lebih singkat.
  • Minim risiko komplikasi pada kehamilan berikutnya.
  • Minim risiko masalah kesuburan di masa berikutnya.
  • Menyusui dini akan lebih mudah dilakukan karena tidak ada luka operasi.

Kekurangan Persalinan Normal

Melahirkan dengan metode normal sebenarnya tidak memiliki banyak kekurangan, tetapi mungkin Anda bisa mengalami beberapa hal berikut:

  • Ada kemungkinan peningkatan prolaps atau inkontinensia.
  • Jahitan di area sensitif jika terjadi robekan saat proses melahirkan.

Bagi Anda yang tertarik melakukan persalinan normal yang terjamin aman, nyaman, dan disertai pelayanan berkualitas, Klinik Mutiara Cikutra (KMC) dapat menjadi pilihan terbaik Anda.

Ini adalah klinik kesehatan resmi yang telah memiliki izin Kementerian Kesehatan. Selain pelayanan yang seramah keluarga, Klinik Mutiara Cikutra juga menawarkan tempat dan ruang inap yang senyaman rumah sendiri. Jadi, fasilitas kesehatan ini sangat cocok bagi Anda yang memprioritaskan keamanan, sekaligus kenyamanan.

Yuk, segera jadwalkan kunjungan Anda ke KMC dan dapatkan pengalaman persalinan terbaik Anda!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Hamil Tetap Cantik? Ini Rekomendasi Perawatan Wajah dan Tubuh di Dermacenter, Aman untuk Bumil!

Hamil Tetap Cantik? Ini Rekomendasi Perawatan Wajah dan Tubuh di Dermacenter, Aman untuk Bumil!

Hamil Tetap Cantik? Ini Rekomendasi Perawatan Wajah dan Tubuh di Dermacenter, Aman untuk Bumil!

Sudah menjadi rahasia umum bahwa pada masa kehamilan, berbagai perubahan dapat terjadi pada ibu hamil, termasuk perubahan fisik. Ini pulalah yang menjadi alasan mengapa banyak ibu yang tertarik melakukan perawatan selama kehamilan, termasuk perawatan wajah dan tubuh di dermacenter.

Lantas, treatment wajah dan tubuh apa saja kira-kira yang aman dijalani oleh ibu hamil di masa-masa mengandung? Kenapa perlu dilakukan? Apa manfaatnya? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Mengapa Perawatan Tertentu Tetap Diperlukan oleh Ibu Hamil?

perawatan tubuh
Sumber : Envanto

Sejatinya, perawatan tertentu tetap diperlukan oleh ibu hamil bukan hanya demi menjaga penampilan semata. Namun, lebih ke kenyamanan fisik, kesehatan mental, serta keseimbangan hormonal selama masa kehamilan.

Seperti diketahui, perubahan hormon pada masa kehamilan cukup berdampak pada ibu hamil, termasuk terhadap kulit, tubuh, maupun mental. Nah, dengan melakukan treatment tertentu yang tepat dan sesuai, ibu tak hanya tetap cantik dari luar, melainkan juga dari dalam.

Sebab, beberapa perawatan ibu hamil memang efektif untuk meredakan stres dan mengurangi kecemasan. Alhasil, ibu bisa menjalani masa kehamilan dengan lebih sehat, baik secara fisik maupun mental.

Rekomendasi Perawatan Wajah dan Tubuh yang Aman untuk Ibu Hamil

Perawatan tubuh
Sumber : Envanto

Berikut beberapa rekomendasi perawatan wajah dan tubuh yang aman untuk dilakukan oleh ibu hamil:

Facial

Facial adalah jenis perawatan berupa pembersihan wajah yang melibatkan pengelupasan dan pengangkatan sel-sel kulit mati. Selain untuk membersihkan, treatment ini juga dapat membantu merawat serta memperbaiki kondisi kulit wajah.

Secara umum, facial tergolong aman untuk dilakukan oleh ibu hamil. Namun, pastikan facial yang Anda pilih benar-benar tanpa penggunaan bahan kimia, seperti:

  • Oxygen Facial: Facial yang bekerja dengan cara menyemprotkan oksigen ke kulit wajah, dan tentunya tanpa melibatkan jarum suntik maupun bahan kimia berbahaya.
  • Hydrating Facial: Facial yang bertujuan untuk mengatasi masalah kulit kering dengan melembapkan kulit wajah. Adapun beberapa bahan pelembap yang aman digunakan untuk ibu hamil dengan perawatan ini, yaitu aloe vera, kolagen, serta hyaluronic acid.
  • Deep-cleansing Facial: Facial ini berguna untuk membersihkan kulit wajah secara lebih mendalam. Memastikan pori-pori benar-benar bersih dari berbagai kotoran, seperti sel kulit mati, debu, dan lain-lain.

Dermapen

Sesuai namanya, “dermapen” pada dasarnya berasal dari dua kata terkait, yaitu “dermatologi” dan “pena”. Ini adalah jenis perawatan yang menggunakan alat kecil seperti pena/pulpen untuk prosedur micro-needling.

Treatment ini tergolong efektif untuk mengatasi berbagai permasalahan kulit, termasuk garis halus, tanda penuaan, bekas jerawat, hingga bahkan stretch mark. Dermapen dapat membantu meremajakan kulit Anda sehingga kulit akan terlihat lebih cerah, kencang, dan tampak segar.

Namun, perlu diingat, meski perawatan dermapen termasuk aman untuk ibu hamil, Anda tetap perlu berhati-hati dan alangkah baiknya melakukan konsultasi ke dokter terlebih dahulu.

Prenatal Spa/Prenatal Massage/Pijat Aromaterapi

Perawatan tubuh seperti spa atau pijat aromaterapi merupakan jenis treatment yang juga aman dijalani oleh ibu hamil. Pijat aromaterapi umumnya melibatkan pijat tradisional dengan menggunakan minyak esensial aromatik yang dapat merilekskan tubuh dan pikiran.

Sementara itu, prenatal spa atau spa untuk ibu hamil biasanya cenderung lebih lengkap karena menawarkan layanan lain selain pijatan. Contohnya perawatan kuku seperti manicure dan pedicure.

Dermacenter KMC, Solusi Cantik dan Aman untuk Ibu Hamil

Bagi Anda yang menginginkan treatment terbaik untuk wajah dan tubuh di masa kehamilan, Anda bisa mempertimbangkan KMC alias Klinik Mutiara Cikutra. Ini adalah klinik kesehatan resmi berizin Kementerian Kesehatan yang menawarkan berbagai layanan, salah satunya yaitu dermacenter.

Dermacenter Klinik Mutiara Cikutra didukung oleh dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika yang profesional—dijamin ahli dan berpengalaman di bidangnya.

Di sini, Anda bisa melakukan konsultasi aman terkait kulit dan estetika/kosmetik, seputar kuku dan rambut, alergi kulit dan autoimun, penyakit kulit dan kelamin, dan lain-lain.

KMC menawarkan berbagai macam jenis treatment berkualitas untuk Anda, termasuk perawatan kulit wajah sehari-hari, tindakan untuk kulit bopeng, peeling, dermapen, dan masih banyak lagi. Nah, khusus untuk ibu hamil, Anda bisa berkonsultasi lebih dulu dengan dokter sebelum melakukan tindakan.

Bagaimana? Tertarik mencoba? Yuk, kunjungi Dermacenter Klinik Mutiara Cikutra sekarang juga!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Calon Ibu Merapat! Ini 4 Jenis Persalinan dan Rekomendasi Tempatnya di Bandung

Calon Ibu Merapat! Ini 4 Jenis Persalinan dan Rekomendasi Tempatnya di Bandung

Calon Ibu Merapat! Ini 4 Jenis Persalinan dan Rekomendasi Tempatnya di Bandung

 

Momen kehamilan dan persalinan merupakan dua hal yang banyak dinantikan oleh para calon ibu. Terlebih lagi, di saat-saat menjelang kelahiran, Anda tentunya ingin memberikan yang terbaik bagi diri sendiri dan buah hati.

Adapun salah satu hal penting yang perlu Anda ketahui menjelang persalinan adalah jenis-jenis persalinan yang tersedia. Sebab, setiap jenisnya memiliki kelebihan dan tantangan masing-masing. Mulai dari persalinan normal hingga modern, semuanya bisa disesuaikan dengan kondisi janin dan Anda sebagai calon ibu.

Nah, bagi Anda para calon ibu yang berdomisili di Bandung dan saat ini sedang mencari informasi lengkap seputar persalinan Bandung, termasuk pilihan jenisnya dan rekomendasi tempat persalinan Bandung terbaik, yuk, simak detailnya di bawah ini!

4 Jenis Persalinan

persalinan
Sumber : Envanto

Memasuki masa akhir kehamilan, Anda tentunya mulai dihadapkan pada berbagai pilihan penting; salah satunya terkait jenis atau metode persalinan yang tepat.

Seperti diketahui, setiap perempuan pasti memiliki kondisi dan preferensi yang berbeda. Jadi, mencari tahu terlebih dahulu jenis-jenis persalinan yang tersedia sebelum memantapkan keputusan akhir merupakan hal bijak. Dengan demikian, Anda bisa lebih siap secara fisik maupun mental saat hari H tiba.

Nah, berikut empat jenis persalinan yang bisa Anda pertimbangkan sebagai pilihan final saat momen kelahiran buah hati sudah di depan mata.

1. Persalinan Normal

Sesuai namanya, persalinan normal adalah proses bersalin atau melahirkan secara normal alias alami, yaitu melalui vagina dengan cara mengejan/ngeden tanpa adanya bantuan tindakan medis besar seperti pembedahan. Ini termasuk jenis persalinan paling umum dan banyak dipilih oleh para calon ibu.

Sebab, persalinan normal dianggap memiliki risiko komplikasi yang lebih rendah jika dibandingkan dengan persalinan pembedahan (caesar). Terlebih lagi, pemulihannya pun terbilang cukup cepat.

Kendati demikian, persalinan normal tetap memerlukan persiapan fisik dan mental yang matang. Selain itu, tentunya perlu adanya pemantauan dari tenaga medis profesional untuk memastikan keselamatan ibu dan bayi tanpa kendala.

Adapun hal yang harus Anda ingat, yaitu fakta bahwa keberhasilan persalinan normal biasanya dipengaruhi oleh tiga hal utama: tenaga ibu saat mengejan, kondisi jalan lahir, dan keadaan janin. Ketiganya perlu berada dalam kondisi optimal agar proses persalinan bisa berlangsung dengan baik.

Namun, jika salah satu faktor ternyata mengalami kendala, maka biasanya dokter akan mengevaluasi apakah persalinan normal masih memungkinkan atau perlu pertimbangan metode lain.

2. Persalinan Caesar

Umumnya, persalinan caesar dipilih setelah persalinan normal tidak lagi menjadi opsi yang memungkinkan. Terlebih lagi, terdapat masalah darurat yang berisiko mengancam nyawa ibu dan bayi.

Persalinan caesar merupakan persalinan dengan pembedahan. Jadi, alih-alih bayi dilahirkan melalui jalan lahir (vagina), dokter akan membuat sayatan pada perut dan rahim ibu untuk mengeluarkan bayi.

3. Persalinan Air (Water Birth)

Sesuai namanya, ini adalah jenis persalinan yang dilakukan di dalam air, biasanya kolam berisi air hangat. Sebab, suhu air diyakini dapat membantu tubuh ibu lebih rileks, mengurangi rasa sakit, serta mempercepat proses persalinan.

4. Persalinan dengan Bantuan Alat

Jika persalinan normal terhambat, dokter bisa menggunakan bantuan alat seperti vakum atau forsep untuk membantu proses kelahiran.

Vakum menggunakan alat pengisap yang ditempel di kepala bayi dan ditarik perlahan saat ibu kesulitan mengejan. Sementara itu, forsep berbentuk seperti sendok logam yang digunakan saat ibu punya kondisi medis tertentu seperti hipertensi atau penyakit jantung.

Namun, perlu diketahui bahwa menggunakan bantuan dua alat ini bisa saja menimbulkan risiko. Misalnya, seperti lecet pada bayi atau luka di jalan lahir sehingga penggunaannya memang hanya dilakukan apabila benar-benar dibutuhkan.

Rekomendasi Tempat Persalinan Bandung

persalinan
Sumber : envanto

Khusus bagi Anda para ibu atau calon ibu di Bandung yang mengutamakan persalinan normal, Anda bisa memercayakan momen melahirkan berharga Anda di tempat persalinan Bandung terbaik, yaitu Klinik Mutiara Cikutra.

Klinik ini mendukung penuh proses persalinan normal yang aman dan nyaman. Terlebih lagi, semua dokter obgyn di sini adalah perempuan sehingga Anda dapat merasa lebih tenang dan leluasa saat berkonsultasi atau menjalani proses persalinan.

Jika Anda tertarik, silakan kunjungi langsung Klinik Mutiara Cikutra di Jl. Cikutra No. 115 Blok A-B, Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Bandung, Jawa Barat, untuk mendapatkan informasi lebih lanjut seputar layanan persalinan Bandung yang Anda butuhkan!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

https://www.johnsonsbaby.co.id/persiapan-persalinan/4-jenis-proses-persalinan-yang-harus-diketahui-calon-ibu