Klinik Mutiara Cikutra

PSA, Apa Itu? Begini Penanganannya dan Rekomendasi Dokter Gigi Bandung untuk Melakukannya

PSA, Apa Itu? Begini Penanganannya dan Rekomendasi Dokter Gigi Bandung untuk Melakukannya

PSA, Apa Itu? Begini Penanganannya dan Rekomendasi Dokter Gigi Bandung untuk Melakukannya

pemeriksaan dokter gigi
Sumber : Envanto

Dalam dunia kesehatan gigi, mungkin sekilas Anda pernah mendengar tentang “PSA.” Meski secara umum, tak dimungkiri bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengenal istilah ini.

Namun, biasanya istilah ini bisa Anda dengar ketika sedang berkonsultasi dengan dokter gigi ataupun membaca artikel kesehatan. Nah, pertanyaannya, apa sebenarnya PSA itu? Apakah sejenis perawatan gigi atau istilah yang merujuk ke hal tertentu?

Berikut penjelasan lengkapnya. Mulai dari definisi PSA, penanganannya, hingga rekomendasi dokter gigi Bandung berkualitas untuk melakukannya—khusus bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya.

Yuk, simak artikel berikut hingga tuntas!

Mengenal PSA

pemeriksaan dokter gigi
sumber : Envanto

PSA merupakan singkatan dari “perawatan saluran akar”. Ini adalah salah satu prosedur perawatan gigi yang cukup sering dijumpai di dokter gigi. Tujuannya yaitu untuk mengatasi kerusakan atau infeksi jaringan pulpa pada bagian terdalam gigi.

Adapun penyebab kerusakan pulpa umumnya karena gigi berlubang yang dibiarkan begitu saja tanpa penanganan yang tepat. Namun, rusaknya pulpa juga bisa disebabkan oleh penyakit gusi yang parah ataupun trauma gigi.

Pulpa sendiri merupakan jaringan lunak yang mengandung serabut saraf, jaringan ikat, serta pembuluh darah. Ketika bagian ini terinfeksi parah hingga tidak bisa pulih lagi, maka perawatan saluran akar pun akan dilakukan.

Sebab, pulpa yang sudah terlanjur rusak parah pada dasarnya memang sudah tidak bisa ditangani hanya dengan tambalan biasa maupun perawatan sederhana. Nah, di sinilah PSA memegang peranan penting untuk mengatasinya agar infeksi tidak menyebar lebih lanjut.

Jadi, PSA dilakukan untuk pulpa yang sudah rusak parah, tetapi di sisi lain gigi masih memiliki peluang besar untuk tetap dipertahankan. Oleh karena itu, jika ternyata gigi hanya mengalami kerusakan ringan dan pulpa belum terinfeksi, maka dokter gigi biasanya hanya akan memberikan perawatan yang lebih sederhana.

Dengan kata lain, perawatan saluran akar adalah upaya penyelamatan gigi tanpa harus melakukan prosedur pencabutan pada gigi yang bermasalah. Alhasil, gigi pun tetap dapat dipertahankan dan berfungsi dengan baik.

Penanganan PSA Di Dokter Gigi

pemeriksaan dokter gigi
Sumber : Envanto

Untuk gigi dengan pulpa yang sudah rusak parah, dokter gigi umumnya akan menyarankan prosedur PSA alias perawatan saluran akar. Berikut langkah-langkah penangananya:

  • Pemeriksaan dan Diagnosis

Pertama-tama, dokter akan memeriksa kondisi gigi. Biasanya hal ini melibatkan penggunaan rontgen untuk mengecek kondisi akar serta jaringan pulpa. Jika pulpa rusak parah, maka dokter akan menyarankan perawatan saluran akar.

  • Pemberian Anestesi Lokal

Setelah pemeriksaan dan diagnosis, anestesi lokal akan diberikan di sekitar gigi yang bermasalah.

  • Pembuatan Akses ke Pulpa

Setelah anestesi bekerja, dokter gigi akan membuat akses ke pulpa dengan lubang kecil pada bagian atas gigi.

  • Pembersihan dan Pengangkatan Pulpa

Selanjutnya, pulpa akan dibersihkan dan bagian yang rusak parah akan diangkat.

  • Pembentukan dan Pengisian Saluran Akar

Setelah pulpa dibersihkan dan diangkat, selanjutnya saluran akan dibentuk agar dapat diisi dengan bahan tertentu seperti gutta-percha.

  • Penutupan/Penambalan Gigi

Setelah saluran akar diisi, dokter akan menutup lubang yang ada dengan cara melakukan penambalan sementara maupun permanen.

  • Pemasangan Mahkota

Dalam sejumlah kasus, biasanya dokter juga akan melakukan pemasangan mahkota. Tujuannya yaitu untuk melindungi gigi yang telah menjalani perawatan saluran akar agar terhindar dari kerusakan lebih lanjut.

  • Pemantauan dan Pemeriksaan Ulang

Terakhir, setelah prosedur benar-benar selesai, Anda hanya perlu rutin memantau dan melakukan pemeriksaan ulang sesuai dengan jadwal yang diberikan oleh dokter gigi.

Rekomendasi Dokter Gigi Bandung untuk Penanganan PSA Terbaik

Nah, bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya yang ingin melakukan prosedur PSA alias perawatan saluran akar, jangan sampai Anda salah memilih tempat.

Jika bingung mencari rekomendasi terbaik di Bandung, Anda bisa mengandalkan layanan dokter gigi Bandung Klinik Mutiara Cikutra (KMC). Ini adalah klinik yang telah terdaftar resmi dan memiliki izin Kementerian Kesehatan. Jadi, soal kualitas maupun keamanannya dipastikan sudah terjamin.

Dokter gigi Bandung KMC siap membantu Anda dan keluarga tercinta mengatasi berbagai masalah kesehatan terkait gigi. Jika tertarik, Anda bisa datang langsung ke klinik utama Mutiara Cikutra yang berlokasi di Jl. Cikutra No. 115 Blok A-B, Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Bandung, Jawa Barat.

Yuk, wujudkan gigi yang sehat dengan perawatan berkualitas bersama dokter gigi Bandung terbaik KMC!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Kesehatan Gigi Tak Terjaga di Masa Kehamilan, Apa Dampaknya? Yuk, Konsultasi ke Dokter Gigi Bandung!

Kesehatan Gigi Tak Terjaga di Masa Kehamilan, Apa Dampaknya? Yuk, Konsultasi ke Dokter Gigi Bandung!

Kesehatan Gigi Tak Terjaga di Masa Kehamilan, Apa Dampaknya? Yuk, Konsultasi ke Dokter Gigi Bandung!

perawatan gigi
Sumber : Envanto

 

Masa kehamilan adalah masa istimewa yang membahagiakan. Namun, tak dimungkiri bahwa pada periode ini, sebagian besar ibu hamil akan mengalami perubahan. Perubahan ini meliputi fisik, emosional, maupun kondisi kesehatan secara keseluruhan, termasuk kesehatan gigi dan mulut.

Nah, banyak ibu hamil biasanya kurang menyadari pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan. Beberapa di antaranya menganggap hal ini sebagai hal biasa. Jadi, jika tidak dijaga kebersihannya, maka tidak ada masalah.

Padahal, tidak menjaga kesehatan gigi dan mulut saat hamil bisa memberikan sejumlah dampak tertentu. Apa saja kira-kira? Berikut penjelasannya, lengkap cara merawat kesehatan gigi di masa kehamilan serta rekomendasi dokter gigi Bandung untuk konsultasi dan penanganan terbaik.

Dampak Tidak Menjaga Kesehatan Gigi saat Hamil

ibu hamil
Sumber : Envanto

Tahukah Anda? Menjaga kesehatan gigi saat hamil ternyata tidak hanya baik bagi ibu, tetapi juga janin di dalam kandungan. Oleh sebab itu, menjaga kebersihan gigi selama masa kehamilan merupakan hal yang sangat penting.

Pertanyaannya, bagaimana jika Anda tidak melakukannya? Adakah dampak yang bisa terjadi? Jawabannya “iya”. Tidak menjaga kesehatan gigi saat hamil bisa memberikan dampak tertentu. Berikut beberapa di antaranya:

Kelahiran Prematur

Apabila dilihat sekilas, mungkin Anda bertanya-tanya, “Apa hubungan risiko kelahiran prematur dengan tidak menjaga kesehatan gigi selama kehamilan?”. Namun, nyatanya ibu hamil yang mengabaikan kebersihan gigi lebih rentan mengalami penyakit periodontal.

Ibu hamil dengan penyakit periodontal berisiko lebih tinggi untuk melahirkan bayi secara prematur. Ini karena bakteri di mulut bisa memicu reaksi peradangan yang kemudian akan merangsang kontraksi rahim.

Bobot Bayi Lebih Rendah

Selain kemungkinan bayi lahir prematur, bobot tubuh bayi juga berisiko lebih ringan daripada bayi pada umumnya. Ini karena keduanya saling berhubungan, mengingat bayi prematur cenderung lahir dengan berat badan di bawah rata-rata.

Gigi Bayi Berisiko Mudah Berlubang

Dampak selanjutnya adalah gigi bayi yang berisiko lebih mudah berlubang di kemudian hari. Perlu diketahui bahwa ibu hamil dengan risiko karies yang tinggi dapat memengaruhi gigi bayi itu sendiri. Sebab, bakteri pada gigi berlubang ibu bisa menginfeksi gigi bayinya juga.

Cara Menjaga Kesehatan Gigi Selama Kehamilan

perawatan gigi
Sumber : Sumber Envanto

Agar terhindar dari berbagai dampak negatif akibat tidak menjaga kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan, berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegahnya:

  • Menjaga pola makan sehat, sekaligus mencukupi asupan gizi sesuai kebutuhan. Minum air secukupnya dan makanlah makanan-makanan berserat. Hindari berbagai makanan berpengawet atau yang memiliki kandungan MSG berlebihan. Begitu pula dengan makanan manis dan lengket.
  • Rutin menyikat gigi, setidaknya dua kali dalam sehari. Sekali di pagi hari setelah sarapan dan satu kali lagi di malam hari sebelum tidur. Selain itu, pastikan juga Anda menggunakan sikat gigi berbulu halus nan lembut agar tidak menyakiti gusi hingga memicu infeksi/peradangan.
  • Berkumur setelah mual dan muntah. Ini karena asam dari muntahan dapat merusak email gigi. Sebagai tambahan, apabila Anda menggunakan obat kumur, pastikan Anda memilih produk yang aman, misalnya obat kumur tanpa kandungan alkohol.
  • Terakhir, berkonsultasi dengan dokter gigi. Agar kesehatan gigi terjaga maksimal, bantuan profesional ada kalanya diperlukan. Terlebih lagi, hal ini memang sebaiknya rutin dilakukan, setidaknya minimal sekali dalam enam bulan.

Dokter Gigi Bandung Terbaik untuk Ibu Hamil

Nah, bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya yang tertarik melakukan konsultasi, pemeriksaan, dan perawatan gigi berkualitas, KMC alias Klinik Mutiara Cikutra bisa menjadi solusinya.

Klinik Mutiara Cikutra menawarkan berbagai layanan kesehatan, termasuk layanan dokter gigi Bandung terbaik untuk ibu hamil. Dari segi kualitas maupun keamanannya, Anda tidak perlu khawatir karena KMC telah terdaftar resmi dan memiliki izin Kementerian Kesehatan.

Jadi, dipastikan semua penanganan terkait kesehatan gigi di Klinik Mutiara Cikutra sudah sesuai standar medis yang berlaku. Terlebih lagi, klinik ini didukung oleh dokter gigi Bandung profesional bersertifikat yang ahli dan berpengalaman di bidangnya.

Bagaimana? Anda ingin mencoba? Segera kunjungi Klinik Mutiara Cikutra yang beralamat di Jl. Cikutra No. 115 Blok A-B, Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat.

Yuk, jadwalkan kunjungan Anda dan dapatkan pelayanan serta penanganan kesehatan gigi terbaik oleh dokter gigi Bandung KMC!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Perawatan Gigi Selama Kehamilan: Tips dan Rekomendasi Dokter Gigi yang Aman untuk Bumil

Perawatan Gigi Selama Kehamilan: Tips dan Rekomendasi Dokter Gigi yang Aman untuk Bumil

Perawatan Gigi Selama Kehamilan: Tips dan Rekomendasi Dokter Gigi yang Aman untuk Bumil

perawatan gigi
Sumber : Envanto

Meski sedang hamil, menjaga kesehatan tubuh tetap penting dilakukan, termasuk kesehatan gigi dan mulut. Terlebih, ibu hamil sering kali mengalami berbagai perubahan selama masa kehamilan, sehingga merawat diri merupakan langkah tepat agar penampilan senantiasa terjaga.

Namun, tak hanya soal penampilan, karena nyatanya kesehatan gigi dan mulut juga memiliki pengaruh signifikan terhadap kesehatan tubuh ibu secara keseluruhan serta janin dalam kandungan.

Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan mengenai pentingnya perawatan gigi selama masa kehamilan, lengkap tips perawatan gigi yang bisa Anda jadikan sebagai panduan. Termasuk rekomendasi dokter gigi berkualitas yang aman bagi ibu hamil di akhir artikel. Yuk, simak!

Apa Pentingnya Perawatan Gigi Selama Kehamilan?

perawatan gigi
Sumber : Envanto

Tahukah Anda? Ibu hamil cenderung rentan dengan berbagai permasalahan gigi dan mulut selama masa kehamilan. Mulai dari gigi berlubang hingga bahkan radang gusi alias gingivitis.

Gigi berlubang, misalnya, lantaran kebanyakan ibu hamil mengalami mual dan muntah, hal ini menyebabkan mulut asam—yang berpotensi menjadi tempat berkembangnya kuman dan bakteri.  Pada akhirnya, hal tersebut pun dapat berefek pada gigi yang menjadi mudah berlubang.

Sementara itu, radang gusi (gingivitis) biasanya juga dapat terjadi pada ibu hamil karena adanya perubahan hormonal selama masa kehamilan. Tepatnya peningkatan hormon estrogen dan progesteron. Hal ini menyebabkan gusi menjadi lebih sensitif sehingga rentan mengalami peradangan.

Itu sebabnya melakukan perawatan gigi selama kehamilan menjadi sangat penting. Jika diabaikan, peradangan atau infeksi dalam mulut yang mungkin tadinya hanya hal kecil, justru bisa menyebar lebih luas dan menjadi sesuatu yang jauh lebih serius.

Menurut sejumlah penelitian, ibu hamil dengan penyakit gusi atau kondisi gusi yang buruk cenderung memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami komplikasi di masa kehamilan. Misalnya seperti diabetes gestasional dan pre-eklampsia.

Selain itu, hal ini juga ternyata dapat berpengaruh pada janin dalam kandungan. Ibu hamil yang menderita radang gusi berpotensi mengalami keguguran dan melahirkan secara prematur. Selain itu, bayi pun bisa berisiko lahir dengan berat badan yang lebih rendah.

Dalam kasus tertentu, gingivitis juga bahkan bisa berujung pada kematian bayi. Hal ini kemungkinan terjadi jika bakteri penyebab radang gusi masuk ke aliran darah, perut, ataupun paru-paru bayi.

Tips Perawatan Gigi di Masa Kehamilan

perawatan gigi
Sumber : Envanto

Agar terhindar dari berbagai risiko kesehatan selama masa kehamilan, berikut beberapa tips perawatan gigi dan mulut yang bisa Anda jadikan sebagai panduan:

  • Jika Anda muntah (morning sickness), jangan langsung menyikat gigi. Berkumurlah dengan air putih terlebih dahulu dan baru menyikat gigi sekitar satu jam setelahnya. Alasannya karena sesaat setelah muntah, lapisan terluar gigi bisa melunak akibat asam lambung.
  • Rutin menyikat gigi, minimal dua kali dalam sehari. Pastikan Anda menggunakan sikat gigi berbulu lembut dan pasta gigi dengan kandungan fluoride.
  • Bersihkan lidah dengan sikat khusus untuk menghilangkan sisa-sisa makanan ataupun bakteri yang kemungkinan menempel di papila lidah.
  • Kunyah permen karet dengan kandungan xylitol sekitar 2-3 kali sehari. Tujuannya untuk mengurangi plak gigi.
  • Batasi konsumsi makanan dan minuman manis untuk menghindari risiko kerusakan pada gigi.
  • Minum air putih yang cukup. Pastikan tubuh Anda terhidrasi dengan baik.
  • Berkumur dengan cairan pembersih bebas alkohol setelah menyikat gigi.
  • Jika perlu, gunakan juga dental floss untuk membersihkan sela-sela gigi.
  • Mengunjungi dokter gigi secara rutin.

Rekomendasi Dokter Gigi Berkualitas yang Aman untuk Ibu Hamil

Meski Anda bisa melakukan beberapa tips sederhana secara mandiri di rumah untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut, sejatinya Anda tetap membutuhkan perawatan profesional dari dokter gigi.

Nah, salah satu layanan dokter gigi berkualitas yang aman untuk ibu hamil dapat Anda temukan di Klinik Mutiara Cikutra (KMC). Ini adalah klinik berizin resmi Kementerian Kesehatan yang menawarkan pelayanan seramah keluarga dan tempat senyaman rumah sendiri.

Di sini, Anda bisa berkonsultasi langsung dengan dokter gigi profesional yang ahli di bidangnya terkait berbagai hal yang menyangkut kesehatan gigi dan mulut. Tentunya dengan pendekatan yang ramah dan menenangkan bagi ibu hamil.

Jika tertarik, Anda bisa berkunjung ke Klinik Mutiara Cikutra terdekat dari lokasi Anda. Jadi, yuk, segera jadwalkan kunjungan Anda untuk pengalaman pemeriksaan dan perawatan gigi terbaik di masa kehamilan!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Cara Mengatasi Gigi Sensitif, Haruskah ke Dokter Gigi Bandung?

Cara Mengatasi Gigi Sensitif, Haruskah ke Dokter Gigi Bandung?

sakit gigi sensitif
Sumber : Envanto

Ada berbagai permasalahan gigi yang dapat menjadi gangguan tersendiri dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya yaitu gigi sensitif, keluhan yang cukup sering dialami banyak orang, baik tua maupun muda.

Sekilas, gigi sensitif memang tampak seperti bukan sesuatu yang serius. Namun, bukan berarti Anda boleh menyepelekannya begitu saja. Terlebih jika hal ini terjadi secara berulang kali dan rasa nyerinya pun semakin intens.

Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mengenal gigi sensitif lebih lanjut. Termasuk apa sebenarnya penyebabnya hingga bagaimana gejala serta penanganannya. Nah, berikut penjelasannya, lengkap rekomendasi dokter gigi Bandung berkualitas—khusus bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya. Yuk, simak!

Mengenal Gigi Sensitif, Penyebab dan Gejalanya

periksa dokter gigi
Sumber : Envanto

Sesuai namanya, gigi sensitif adalah kondisi gigi yang “sensitif”. Dalam artian, gigi menjadi lebih peka sehingga terasa mudah ngilu atau nyeri karena rangsangan tertentu, seperti suhu/udara dingin, panas, rasa manis, asam, dan sejenisnya.

Meski bisa terjadi secara berulang, rasa tidak nyaman yang muncul karena gigi sensitif umumnya hanya berlangsung singkat tapi tiba-tiba. Kendati demikian, tetap saja kondisi ini cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Apalagi jika frekuensi terjadinya cukup sering.

Lantas, apa penyebab gigi sensitif? Nyatanya, ada beberapa hal atau situasi yang dapat memicu gigi sensitif, antara lain:

  • Email gigi yang menipis.
  • Kebiasaan menggertakkan gigi saat tidur.
  • Cara menyikat gigi yang kasar atau terlalu keras.
  • Penggunaan obat kumur dengan kandungan kimia secara berlebihan.
  • Kondisi gigi dan mulut tertentu, seperti gigi patah, berlubang, dan lain-lain.
  • Asam lambung yang naik. Kondisi ini dapat mengikis email gigi dan lama-kelamaan akan membuat gigi menjadi sensitif.
  • Prosedur medis tertentu pada gigi, contohnya pemutihan gigi. Hal ini juga dapat membuat gigi menjadi sensitif, meski sifatnya cenderung hanya sementara.

Adapun gejala yang dapat muncul ketika Anda mengalami gigi sensitif, selain rasa ngilu atau nyeri, yaitu sebagai berikut:

  • Penyusutan gusi.
  • Terbentuknya kerak gigi.
  • Napas tidak sedap (bau mulut).
  • Adanya perubahan sensasi rasa di mulut.
  • Gusi kemerahan dan mengalami pembengkakan.

Penanganan Gigi Sensitif

sakit gigi sensitif
Sumber : Envanto

Gigi sensitif pada dasarnya dapat Anda tangani secara mandiri di rumah dengan beberapa cara berikut:

  • Menghindari penggunaan obat kumur dengan kandungan alkohol.
  • Menggunakan pasta gigi yang memang khusus untuk gigi sensitif.
  • Mengompres dingin gigi ngilu dengan kantong es atau sejenisnya.
  • Sebisa mungkin menghindari konsumsi makanan dan minuman asam.
  • Menggunakan sikat gigi berbulu halus nan lembut yang baik untuk gigi dan gusi.
  • Menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan menyikat gigi dua kali sehari, secara lembut dan perlahan.
  • Menggunakan pelindung gigi di malam hari ketika tidur guna meminimalkan tekanan pada gigi, sekaligus meredakan rasa sakit yang terjadi.

Jika Anda telah melakukan berbagai cara di atas, tetapi gigi sensitif tak kunjung membaik, maka sangat disarankan untuk mengambil langkah profesional. Tepatnya yaitu mengunjungi dokter gigi.

Dengan demikian, Anda bisa melakukan pemeriksaan gigi secara menyeluruh dan dokter pun dapat memberikan penanganan serta perawatan yang sesuai dengan kondisi gigi Anda.

Perawatan-perawatan yang dimaksud bisa sangat beragam. Beberapa di antaranya, yaitu tambal gigi, cangkok gusi, perawatan saluran akar gigi, perawatan fluoride, dan masih banyak lagi.

Dokter Gigi Bandung KMC, Kapan Harus Periksa?

Meski umumnya masalah gigi sensitif dapat ditangani secara mandiri, ada kalanya kondisi ini justru semakin parah hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Jika sudah demikian, maka saatnya Anda mengambil langkah bijak.

Anda disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter gigi apabila mengalami gejala-gejala yang telah disebutkan di atas. Lebih cepat, lebih baik. Sebab, pemeriksaan dini dapat membantu tercapainya hasil yang maksimal.

Nah, bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya, untuk urusan permasalahan gigi dan mulut, serahkan saja pada Klinik Mutiara Cikutra. Ini adalah klinik berkualitas dengan izin resmi dari Kementerian Kesehatan, sehingga keamanannya pun sudah pasti terjamin.

Klinik ini didukung oleh dokter gigi Bandung profesional yang ahli di bidangnya, siap membantu Anda menangani berbagai permasalahan gigi dan mulut yang Anda alami—termasuk gigi sensitif.

Jika tertarik, Anda bisa datang langsung ke Klinik Mutiara Cikutra Bandung yang berlokasi di Jl. Cikutra No.  115 Blok A-B, Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Bandung, Jawa Barat.

Yuk, jadwalkan kunjungan Anda ke Klinik Mutiara Cikutra dan dapatkan layanan dokter gigi Bandung terbaik!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Sealant Gigi untuk Pencegahan Karies Anak, Lengkap Rekomendasi Dokternya di Bandung

Sealant Gigi untuk Pencegahan Karies Anak, Lengkap Rekomendasi Dokternya di Bandung

Sealant Gigi untuk Pencegahan Karies Anak, Lengkap Rekomendasi Dokternya di Bandung

konsultasi dokter gigi anak
Sumber : Envanto

Tidak hanya tubuh yang perlu dirawat, tetapi bagian-bagian yang lain seperti gigi dan mulut pun sama pentingnya. Terlebih bagi si kecil, kesehatan gigi merupakan investasi kesehatan jangka panjang yang dapat memberi pengaruh besar terhadap tumbuh kembang dan kualitas hidup anak secara menyeluruh.

Nah, berbicara tentang kesehatan gigi, ada begitu banyak upaya preventif yang dapat dilakukan guna mencegah berbagai masalah gigi seperti karies. Salah satunya sealant gigi yang dapat melindungi gigi anak yang rentan terhadap karies selama masa pertumbuhan.

Lantas, apa itu sealant gigi? Benarkah perawatan ini efektif mencegah masalah karies gigi anak? Berikut penjelasannya, lengkap rekomendasi dokter gigi anak Bandung terbaik—khusus bagi Anda yang berdomisili di Bandung dan sekitarnya. Yuk, simak!

Mengenal Sealant Gigi

dokter gigi anak
Sumber : Envanto

Sealant gigi atau dental sealant adalah lapisan pelindung yang diaplikasikan pada permukaan kunyah gigi geraham belakang (premolar dan molar), tepatnya di daerah ceruk gigi atau pit and fissure. Itu sebabnya, perawatan ini juga dikenal dengan istilah “pit and fissure sealant”.

 

Dental sealant merupakan pelapis pelindung yang berguna untuk melindungi permukaan kunyah gigi belakang dari berbagai bakteri berbahaya penyebab karies (gigi berlubang).

Secara fisik, dental sealant berupa lapisan tipis berbentuk cairan yang dioleskan ke gigi belakang. Setelah diaplikasikan, dokter akan mengeringkan dan mengeraskan bahan pelapis ini agar bisa melindungi gigi secara maksimal dari berbagai risiko kesehatan gigi, termasuk karies pada anak.

Kendati lebih sering direkomendasikan kepada anak-anak dan remaja, pada dasarnya perawatan dental sealant juga bisa diterapkan untuk orang dewasa. Bahkan untuk siapa pun yang memang rentan mengalami kerusakan gigi belakang.

Benarkah Sealant Gigi Efektif untuk Mencegah Karies pada Anak?

dokter gigi bedah mulut
Sumber : Envanto

Menurut riset kesehatan dasar (RISKESDAS) pada tahun 2018, prevalensi karies gigi di Indonesia mencapai 88,8% populasi. Dalam artian, permasalahan karies (gigi berlubang) memang menjadi hal yang lazim dialami oleh sebagian besar penduduk Indonesia, termasuk anak-anak.

Nah, pertanyaannya, apakah benar dental sealant efektif untuk mencegah karies pada anak? Jawabannya adalah “iya”.

Bahkan perawatan ini menjadi salah satu perawatan pencegahan gigi karies yang paling umum dilakukan. Di Amerika Serikat, misalnya, sekitar 42% anak-anak usia 6-11 tahun serta 48% remaja berusia 12-19 tahun melakukan dental sealant treatment untuk menjaga kesehatan gigi mereka.

Seperti diketahui, gigi belakang memiliki peran penting karena membantu penggilingan makanan saat mengunyah. Nah, di fase inilah terkadang sisa-sisa makanan bisa terjebak bersama bakteri yang pada akhirnya dapat menyebabkan kerusakan gigi seperti karies. Terlebih jika terjadi secara terus-menerus tanpa perawatan yang tepat.

Oleh sebab itu, dental sealant hadir sebagai pelapis pelindung yang bertujuan untuk melapisi area gigi belakang sehingga bakteri tidak dapat mencapainya.

Untuk kasus anak-anak sendiri, biasanya mereka sudah bisa mendapatkan perawatan pelapis gigi ini segera setelah gigi geraham dan gigi premolar tumbuh. Dengan demikian, dental sealant dapat bekerja optimal selama masa pertumbuhan yang rentan terhadap karies (usia 6-14 tahun).

Selain itu, dalam sejumlah kasus, dental sealant juga cocok untuk gigi susu. Misalnya, jika anak memiliki gigi susu dengan lekukan dan alur yang dalam, maka pelapis gigi dapat melindungi area tersebut.

Sebab, gigi susu pada dasarnya memainkan peran penting dalam menjaga ruang untuk gigi dewasa (permanen), sekaligus menjaga kesehatan gigi agar tidak tanggal terlalu dini.

Rekomendasi Dokter Gigi Anak Bandung Terbaik

Bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya, pastikan Anda memilih dokter gigi anak Bandung terbaik untuk pengalaman perawatan dental sealant berkualitas.

Adapun salah satu rekomendasi fasilitas kesehatan dengan layanan dokter gigi anak Bandung terbaik yang bisa Anda andalkan adalah Klinik Mutiara Cikutra (KMC). KMC merupakan klinik berizin resmi Kementerian Kesehatan yang menawarkan berbagai layanan, termasuk dokter gigi berkualitas untuk anak.

Selain dukungan dokter gigi anak Bandung mumpuni, Klinik Mutiara Cikutra juga hadir dengan tempat yang senyaman rumah sendiri serta pelayanan yang seramah keluarga. Sangat cocok bagi Anda yang memprioritaskan kualitas, keamanan, sekaligus kenyamanan bagi si kecil.

Jika tertarik, Anda bisa datang langsung ke Klinik Mutiara Cikutra yang berlokasi di Jl. Cikutra No. 115 Blok A-B, Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat.

Jadi, yuk, segera jadwalkan kunjungan Anda bersama buah hati kesayangan dan dapatkan pengalaman pemeriksaan dokter gigi anak Bandung terbaik KMC!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Jangan Anggap Sepele! Ini Risiko Sakit Gigi jika Diabaikan, Lengkap Rekomendasi Dokternya di Bandung

Jangan Anggap Sepele! Ini Risiko Sakit Gigi jika Diabaikan, Lengkap Rekomendasi Dokternya di Bandung

 

Jangan Anggap Sepele! Ini Risiko Sakit Gigi jika Diabaikan, Lengkap Rekomendasi Dokternya di Bandung

periksa gigi
Sumber : Envanto

Ada yang bilang bahwa “lebih baik sakit hati daripada sakit gigi”. Bagi sebagian orang, ungkapan ini mungkin terdengar sangat dramatis dan tak masuk akal. Namun, sakit gigi faktanya memang sering kali terasa amat menyiksa bagi penderitanya.

Oleh karena itu, Anda tidak boleh menganggapnya sepele jika mengalaminya, apalagi mengabaikannya. Pasalnya, sakit gigi yang dibiarkan begitu saja tanpa penanganan yang tepat dapat memunculkan sejumlah risiko.

Nah, jadi kira-kira apa saja bahayanya dan bagaimana solusinya? Berikut penjelasan lengkap seputar masalah sakit gigi untuk Anda. Mulai dari penyebab, tanda bahaya, solusi, hingga rekomendasi dokter gigi Bandung—khusus bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya. Yuk, simak!

Sakit Gigi dan Penyebabnya

periksa gigi
Sumber : Envanto

Sesuai namanya, sakit gigi adalah kondisi ketika gigi terasa sakit atau nyeri sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi penderitanya. Sama seperti gangguan kesehatan lainnya, sakit gigi juga bervariasi. Mulai dari yang sifatnya ringan hingga yang tergolong parah.

Biasanya, sakit gigi bisa disertai dengan gejala-gejala lain, mengingat gigi berkaitan erat dengan gusi, rahang, dan area-area lainnya di sekitar mulut. Hal ini membuat orang yang sakit gigi umumnya mengalami kesulitan dalam berbagai aktivitas, seperti berbicara, menggigit makanan, mengunyah, dan lain-lain.

Pertanyaannya, mengapa seseorang bisa sakit gigi? Apa yang menyebabkannya? Berikut beberapa di antaranya:

  • Trauma gigi
  • Penyakit gusi
  • Infeksi akar gigi
  • Impaksi gigi bungsu
  • Gigi retak atau patah
  • Gigi berlubang (karies)
  • Masalah pada rahang atau sinus

Perlu Anda ketahui bahwa pemicu sakit gigi pada dasarnya sangat beragam. Bisa karena makanan tertentu, kebiasaan atau aktivitas tertentu, dan lain sebagainya. Maka dari itu, sakit gigi harus segera ditangani agar tidak menimbulkan risiko bahaya yang dapat berujung fatal.

Risiko Bahaya Sakit Gigi jika Diabaikan

periksa gigi
Sumber : Envanto

Tahukah Anda? Meskipun tampak sepele, dalam beberapa kasus, sakit gigi ada kalanya dapat menyebabkan kematian. Hal ini sebenarnya tergolong jarang, tetapi bukan berarti risikonya tidak ada sama sekali.

Jadi, mengabaikan sakit gigi tentu saja bukan hal yang bijak. Selain bisa menambah rasa sakit, infeksi akibat mengabaikan sakit gigi juga bisa menyebar ke bagian-bagian tubuh lain hingga menjadi sesuatu yang lebih serius.

Agar Anda bisa terhindar dari kondisi ini, salah satu hal penting yang harus Anda ketahui adalah tanda-tanda sakit gigi yang berbahaya serta solusi yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya. Berikut detailnya.

Tanda Sakit Gigi yang Berbahaya

Sakit gigi yang tergolong parah cenderung memiliki risiko bahaya kesehatan yang juga tinggi bagi penderitanya. Berikut ini tanda-tanda yang harus Anda waspadai:

  • Kelenjar getah bening membesar.
  • Sakit/nyeri menjalar ke area tubuh lain, seperti telinga dan kepala.
  • Beberapa area tubuh, seperti pipi, rahang, leher mengalami pembengkakan.
  • Sakit gigi disertai dengan demam tinggi, tubuh menggigil, serta wajah yang memerah dan terasa panas.
  • Sakit gigi memunculkan tanda-tanda awal sepsis, seperti kulit pucat, tekanan darah menurun, dan denyut jantung yang meningkat.
  • Sakit gigi sudah sangat mengganggu aktivitas di sekitar mulut, seperti kesulitan membuka mulut, berbicara, dan menelan. Jika ini terjadi, ada kemungkinan bahwa infeksi telah menyebar ke jaringan lunak di leher.

Solusi Sakit Gigi

Sakit gigi yang bersifat ringan umumnya masih bisa diatasi secara mandiri atau dengan bantuan obat-obatan apotek. Namun, sakit gigi yang sudah tergolong parah tidak akan lagi efektif diatasi hanya dengan kompres dingin, berkumur air garam, dan perawatan sederhana lainnya.

Jika kondisinya sudah tidak bisa Anda atasi sendiri, maka solusi terbaiknya adalah memeriksakan diri ke dokter gigi untuk pengecekan akurat dan penanganan yang tepat.

Rekomendasi Dokter Gigi Bandung Terbaik

Bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya, memeriksakan gigi ke dokter gigi Bandung merupakan langkah bijak untuk kesehatan jangka panjang gigi dan mulut. Nah, salah satu rekomendasi terbaik yang dapat Anda andalkan adalah layanan dokter gigi Bandung di Klinik Mutiara Cikutra (KMC).

Selain didukung oleh dokter gigi profesional yang ahli dan berpengalaman di bidangnya, KMC juga menawarkan tempat yang nyaman serta pelayanan yang ramah. Cocok bagi Anda yang memprioritaskan kualitas, keamanan, sekaligus, kenyamanan.

Jadi, untuk urusan sakit gigi dan sejenisnya, dokter gigi Bandung Klinik Mutiara Cikutra bisa menjadi pertimbangan utama Anda. Yuk, jadwalkan kunjungan Anda untuk penanganan yang tepat!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Gigi Kuning dan Bau Mulut? Ini Pilihan Treatment Serta Rekomendasi Dokter Gigi Bandung Terbaik

Gigi Kuning dan Bau Mulut? Ini Pilihan Treatment Serta Rekomendasi Dokter Gigi Bandung Terbaik

Gigi Kuning dan Bau Mulut? Ini Pilihan Treatment Serta Rekomendasi Dokter Gigi Bandung Terbaik

Dokter gigi
Sumber : Envanto

Dua permasalahan gigi dan mulut yang paling sering dialami banyak orang adalah gigi kuning serta napas yang kurang sedap alias bau mulut. Hal ini bisa membuat seseorang kehilangan kepercayaan diri untuk tersenyum hingga bahkan berbicara.

Oleh karena itu, Anda tidak boleh mengabaikan kedua hal ini begitu saja. Sebab, senyum yang sehat serta napas yang segar tak lepas dari perawatan gigi dan mulut yang tepat.

Selain cara umum seperti menyikat gigi, nyatanya ada beberapa treatment efektif yang dapat Anda lakukan di dokter gigi untuk mengatasinya. Apa saja? Berikut informasinya, lengkap rekomendasi dokter gigi Bandung—khusus bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya. Yuk, simak!

Penyebab Gigi Kuning dan Bau Mulut

dokter gigi bedah mulut
Sumber : Envanto

Baik gigi kuning maupun bau mulut, keduanya merupakan permasalahan yang umumnya disebabkan oleh kebersihan gigi dan mulut yang kurang terjaga. Namun, bukan berarti bahwa dua masalah ini tidak memiliki penyebab yang spesifik. Nah, berikut beberapa di antaranya:

Penyebab Gigi Kuning

  • Mengisap rokok dan mengunyah tembakau.
  • Terpapar fluoride secara berlebihan sejak usia dini.
  • Terlalu sering mengonsumsi kopi, teh, alkohol, atau minuman bersoda.
  • Sering mengonsumsi makanan yang memiliki warna kuat, seperti soto atau gulai.
  • Sering mengonsumsi permen dengan pewarna buatan, terutama yang berwarna gelap.
  • Sering mengonsumsi buah-buahan berwarna pekat, seperti blackberry, blueberry, anggur, ceri, dan sejenisnya.

Penyebab Bau Mulut

  • Mulut kering.
  • Gigi berlubang.
  • Gusi bermasalah.
  • Ada batu amandel.
  • Ada infeksi di dalam mulut.
  • Mengonsumsi makanan beraroma tajam.
  • Mengidap GERD atau penyakit asam lambung.
  • Memiliki penyakit tertentu, seperti penyakit ginjal, diabetes, atau sinusitis.

Pilihan Treatment untuk Atasi Gigi Kuning dan Bau Mulut

periksa gigi
Sumber : Envanto

Gigi kuning dan bau mulut sejatinya dapat dicegah sejak dini. Salah satunya dengan perawatan dasar harian di rumah seperti rajin menyikat gigi. Namun, bagi beberapa orang, ada kalanya hal mendasar ini sudah dianggap tidak terlalu efektif sehingga memerlukan penanganan dokter gigi.

Nah, berikut beberapa pilihan perawatan (treatment) untuk mengatasi gigi kuning dan bau mulut yang dapat Anda lakukan di dokter gigi:

Treatment Gigi Kuning

  • Veneer. Ini adalah perawatan gigi yang bertujuan untuk memperbaiki tampilan gigi dengan menempelkan lapisan tipis berbahan khusus yang “membungkus” gigi agar tampak lebih putih. Perawatan veneer cocok untuk mengatasi masalah gigi kuning/berwarna gelap.
  • Bleaching. Ini adalah perawatan pemutihan gigi yang melibatkan penggunaan zat pemutih seperti hidrogen peroksida atau karbamid peroksida. Dokter gigi akan mengoleskan bahan tersebut ke permukaan gigi dan mendiamkannya selama beberapa saat, lalu dibersihkan. Selain itu, bleaching juga bisa dikombinasikan dengan pemberian sinar laser agar hasilnya lebih optimal.

Treatment Bau Mulut

  • Scaling. Ini adalah perawatan pembersihan gigi secara profesional oleh dokter gigi. Tujuannya, yaitu untuk mengangkat plak dan karang gigi yang berpotensi menjadi sarang bakteri penyebab bau mulut.
  • Perbaikan kondisi gigi/gusi. Beberapa kondisi gigi dan gusi dapat menjadi penyebab bau mulut. Untuk mengatasinya, dokter gigi bisa melakukan penanganan tertentu. Misalnya root planing untuk perawatan penyakit gusi, menambal atau mencabut gigi berlubang, dan lain-lain.

Rekomendasi Dokter Gigi Bandung Terbaik

Menjaga kesehatan gigi, gusi, dan mulut secara menyeluruh merupakan hal yang sangat penting. Oleh karena itu, mempertimbangkan treatment tertentu dalam mengatasi berbagai permasalahan seperti gigi kuning dan bau mulut bisa menjadi solusi terbaik.

Nah, bagi Anda yang berdomisili di Bandung dan sekitarnya, salah satu fasilitas kesehatan dengan layanan dokter gigi Bandung berkualitas yang dapat Anda coba adalah KMC.

KMC alias Klinik Mutiara Cikutra merupakan klinik berizin resmi Kementerian Kesehatan yang menawarkan berbagai layanan. Salah satunya layanan dokter gigi Bandung.

Didukung oleh dokter gigi Bandung terbaik, KMC hadir sebagai jawaban atas berbagai permasalahan gigi dan mulut yang Anda alami selama ini, termasuk gigi kuning serta bau mulut.

Terlebih, klinik ini juga dilengkapi tempat nyaman yang senyaman rumah sendiri serta pelayanan yang seramah keluarga. Sangat cocok bagi Anda yang memprioritaskan kualitas sekaligus kenyamanan.

Bagi Anda yang tertarik, silakan datang langsung ke klinik utama Mutiara Cikutra Bandung yang berlokasi di Jl. Cikutra No.115 Blk. A-B, Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat.

Yuk, segera jadwalkan kunjungan Anda ke dokter gigi Bandung berkualitas KMC!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Pasang Behel atau Aligner? Yuk, Konsultasi Solusi Meratakan Gigi ke Dokter Gigi Bandung Berkualitas!

Pasang Behel atau Aligner? Yuk, Konsultasi Solusi Meratakan Gigi ke Dokter Gigi Bandung Berkualitas!

Pasang Behel atau Aligner? Yuk, Konsultasi Solusi Meratakan Gigi ke Dokter Gigi Bandung Berkualitas!

Dokter gigi
Sumber : Envanto

Memiliki senyum indah nan menawan tentunya merupakan dambaan bagi banyak orang. Nah, salah satu langkah untuk mewujudkan hal ini yaitu dengan memiliki struktur serta susunan gigi yang rapi dan rata.

Sayangnya, tidak semua orang dianugerahi susunan gigi yang baik. Kondisi seperti gigi renggang, berjejal, atau tidak sejajar kerap kali menjadi masalah. Hal ini tidak hanya dapat mengganggu penampilan, tetapi juga kenyamanan saat makan maupun berbicara.

Namun, warga Bandung yang mengalami kondisi ini tidak perlu khawatir. Sebab, ada solusi efektif seperti pemasangan behel (kawat gigi) atau aligner yang dapat Anda konsultasikan ke dokter gigi Bandung berkualitas. Penasaran seperti apa? Yuk, simak penjelasan berikut!

Penyebab Gigi Tidak Rata

Dokter gigi
Sumber : Envanto

Gigi yang tidak rata dan tidak rapi sejatinya dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Beberapa di antaranya, yaitu:

Bibir Sumbing

Bibir sumbing merupakan kelainan bawaan (cacat lahir) berupa belahan atau celah pada bibir atas dan langit-langit mulut. Kondisi ini dapat memengaruhi pertumbuhan serta posisi gigi hingga dapat membuat susunan gigi menjadi tidak rapi/rata.

Genetik/Keturunan

Bisa dibilang bahwa faktor genetik atau keturunan merupakan penyebab utama gigi yang tidak rapi/rata. Sebab, struktur gigi maupun rahang yang tidak normal bisa diwariskan oleh orang tua ke anak mereka.

Struktur Rahang yang Kecil

Rahang yang kecil, baik atas maupun bawah, biasanya akan kesulitan untuk menampung seluruh gigi dalam mulut. Akibatnya, gigi tidak bisa berkembang dan tersusun dengan baik.

Kebiasaan Mengisap Jempol

Siapa sangka bahwa kebiasaan kecil seperti sering mengisap jempol juga bisa memicu ketidakrapian susunan gigi. Hal ini bisa terjadi karena tekanan saat mengisap jempol dapat memengaruhi dan mendorong gigi depan hingga menyebabkan maloklusi.

Kebiasaan Mendorong Gigi ke Depan dengan Lidah

Selain kebiasaan mengisap jempol, kebiasaan buruk lainnya seperti mendorong gigi ke depan dengan lidah juga bisa menjadi penyebab gigi tidak rapi. Terlebih lagi, tekanan lidah ke gigi ini terjadi secara terus-menerus.

Behel atau Aligner, Mana Solusi Terbaik untuk Meratakan Gigi?

dokter gigi
Sumber : Envanto

Dalam dunia medis atau kedokteran, meratakan gigi yang tidak rapi dapat diatasi dengan penggunaan behel (kawat gigi/braces) ataupun aligner. Namun, kendati sama-sama berfungsi untuk memperbaiki struktur gigi, sejatinya behel dan aligner merupakan dua hal berbeda.

Behel adalah alat ortodonti yang terdiri dari bracket yang ditempel pada gigi, yang kemudian dihubungkan dengan kawat khusus. Alat ini kemudian akan dikencangkan oleh dokter gigi secara berkala untuk mengatur pergerakan gigi.

Dalam banyak kasus, behel alias kawat gigi dianggap efektif mengatasi berbagai permasalahan gigi yang kompleks. Sebut saja, susunan gigi yang tidak rata/rapi seperti gigi berjejal, gigi renggang, hingga bahkan kelainan rahang karena ketidakrapian gigi.

Sementara itu, aligner merupakan alat ortodonti yang sifatnya lebih sederhana dibanding kawat gigi. Namun, alat ini perlu diganti secara berkala sesuai arahan dari dokter yang menangani.

Alat ini bisa dilepas-pasang sendiri oleh penggunanya. Ini jelas berbeda dengan kawat gigi yang semuanya harus ditangani langsung oleh dokter, mulai dari konsultasi, pemasangan, hingga pelepasannya.

Adapun aligner bisa mengatasi kasus gigi yang ringan hingga sedang, bahkan biasanya juga bisa menangani kasus yang kompleks. Kendati demikian, dokter gigi umumnya akan lebih merekomendasikan behel untuk kebanyakan kasus serius atau maloklusi yang parah.

Jadi, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter gigi terlebih dahulu untuk memutuskan pilihan antara behel atau aligner dalam meratakan/merapikan gigi. Sebab, pemilihan antara keduanya akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.

Rekomendasi Dokter Gigi Bandung Berkualitas untuk Konsultasi dan Penanganan Terbaik

Bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya, atasi berbagai permasalahan gigi Anda ke dokter gigi Bandung terbaik seperti di Klinik Mutiara Cikutra (KMC)!

Klinik Mutiara Cikutra merupakan fasilitas kesehatan yang telah terdaftar resmi dan berizin Kementerian Kesehatan. Di sini, Anda bisa menemukan berbagai layanan kesehatan. Salah satunya layanan dokter gigi Bandung berkualitas yang berpengalaman di bidangnya.

Dokter gigi Bandung KMC siap membantu mengatasi berbagai permasalahan gigi Anda, termasuk persoalan gigi yang tidak rata atau tidak rapi. Jadi, bagi Anda yang tertarik, segera jadwalkan kunjungan Anda sekarang juga!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Kanker Mulut: Gejala, Pencegahan, dan Peran Dokter Bedah Mulut dalam Penanganannya

Kanker Mulut: Gejala, Pencegahan, dan Peran Dokter Bedah Mulut dalam Penanganannya

Kanker Mulut: Gejala, Pencegahan, dan Peran Dokter Bedah Mulut dalam Penanganannya

dokter gigi bedah mulut
Sumber : Envanto

Sesuai namanya, kanker mulut adalah kanker yang menyerang mulut. Dengan kata lain, ini merupakan kanker yang terjadi di sekitar mulut. Termasuk pada jaringan dinding mulut, lidah, gusi, bibir, atau langit-langit mulut.

Kendati demikian, kanker mulut nyatanya juga dapat menyerang kelenjar ludah dan faring (jaringan di tenggorokan). Oleh karena itu, penanganan yang tepat oleh tenaga medis profesional seperti dokter bedah mulut sangatlah penting untuk mengatasi penyakit yang satu ini.

Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa informasi menarik seputar kanker mulut. Mulai dari penyebab, gejala, pencegahan, hingga peran dokter bedah mulut dalam penanganan yang tepat. Yuk, simak!

Penyebab dan Gejala Kanker Mulut

bedah mulut
Sumber : Envanto

Sejatinya, kanker mulut dapat terjadi jika jaringan di dalam mulut tumbuh dengan abnormal. Kondisi ini biasanya muncul karena sel-sel di jaringan mulut mengalami perubahan atau mutasi genetik. Adapun penyebab mengapa genetik tersebut bisa bermutasi, sayangnya belum bisa diketahui secara pasti.

Namun, setidaknya ada sejumlah faktor yang dianggap dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker mulut pada seseorang. Beberapa di antaranya, yaitu:

  • Merokok
  • Faktor keturunan
  • Suka minum minuman beralkohol
  • Terlalu sering mengunyah buah pinang
  • Jarang mengonsumsi sayur dan buah-buahan
  • Faktor usia (biasanya usia di atas 50 tahun lebih rentan terjangkit)
  • Sering terpapar sinar matahari (biasanya orang yang aktif di luar rumah seperti pekerja lapangan)
  • Tidak memedulikan kesehatan mulut dan malas membersihkan mulut, misalnya membiarkan kondisi gigi berlubang

Sementara itu, beberapa penyakit yang diduga kuat bisa berpotensi memicu terjadinya kanker mulut, antara lain:

  • HPV
  • Herpes mulut
  • HIV/AIDS atau penyakit lain yang dapat menurunkan daya tahan tubuh
  • Penyakit/kelainan genetik tertentu, misalnya diskeratosis kongenital dan anemia fanconi

Secara umum, kanker mulut biasanya ditandai dengan sariawan yang tidak kunjung sembuh (bahkan hingga berminggu-minggu). Hal ini juga bisa dibarengi dengan bercak putih atau merah serta rasa sakit di dalam mulut.

Selain itu, gejala lainnya bisa ditandai dengan sariawan yang disertai pendarahan, gigi tiba-tiba goyang tanpa penyebab yang jelas, serta munculnya benjolan atau penebalan. Benjolan ini terjadi di dinding dalam mulut, meliputi gusi hingga langit-langit mulut, dan tidak kunjung hilang meski waktu sudah berlalu cukup lama.

Cara Mencegah Kanker Mulut

dokter gigi bedah mulut
Sumber : Envanto

Sebelum terlambat, sangat penting bagi Anda melakukan langkah pencegahan agar dapat terhindar dari risiko kanker mulut. Nah, berikut beberapa cara yang dapat Anda terapkan untuk mencegah penyakit ini:

  • Menghindari faktor risikonya, seperti tidak merokok, tidak minum minuman beralkohol, tidak membiarkan diri terlalu lama terpapar sinar matahari, dan lain-lain.
  • Rutin berolahraga. Sebab, rajin berolahraga bisa membantu meningkatkan sirkulasi darah, termasuk ke area mulut, guna mencegah terjadinya kanker mulut.
  • Tidak berlebihan menggunakan obat kumur yang mengandung alkohol (etanol alkohol) yang biasanya menjadi bahan pengawet, penstabil, dan sejenisnya.
  • Tidak melakukan seks bebas atau seks yang tidak aman agar terhindar dari risiko HPV, herpes mulut, dan HIV/AIDS yang dapat memicu kanker mulut.
  • Rajin mengonsumsi makanan-makanan pencegah kanker, seperti sayur-sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan lain-lain.
  • Menggunakan lip balm dengan formula tertentu untuk melindungi kulit bibir dari risiko kanker akibat paparan sinar ultraviolet.
  • Senantiasa menjaga kebersihan mulut, termasuk tidak membiarkan gigi berlubang berlarut-larut.
  • Rutin memeriksakan diri ke dokter.

Peran Dokter Bedah Mulut dalam Penanganan Kanker Mulut

Untuk mencegah atau mendeteksi dini kanker mulut, sangat disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter agar Anda bisa mendapatkan diagnosis yang akurat. Namun, jika sudah telanjur terjadi, maka penanganan oleh dokter bedah mulut merupakan solusi terbaik.

Pasalnya, dokter bedah mulut memegang peranan penting dalam penanganan kanker mulut. Mulai dari tahap diagnosis hingga pengobatan dan pemulihan. Dengan keahlian khusus yang mereka miliki, dokter bedah mulut mampu melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mendeteksi tanda-tanda awal kanker mulut.

Jadi, bagi Anda yang mencari layanan dokter bedah mulut berkualitas, salah satu rekomendasi fasilitas kesehatan terbaik adalah KMC alias Klinik Mutiara Cikutra. Ini adalah klinik berizin resmi Kementerian Kesehatan, jadi soal kualitas maupun pelayanannya, Anda tidak perlu ragu.

Tunggu apa lagi? Yuk, jadwalkan kunjungan Anda bersama keluarga ke KMC sekarang juga!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Alasan Cabut Gigi Jadi Opsi Penanganan Terakhir yang Harus Dipertimbangkan

Alasan Cabut Gigi Jadi Opsi Penanganan Terakhir yang Harus Dipertimbangkan

Alasan Cabut Gigi Jadi Opsi Penanganan Terakhir yang Harus Dipertimbangkan

periksa gigi
Sumber : Envanto

Tak dimungkiri bahwa cabut gigi sering kali dianggap sebagai solusi cepat untuk mengatasi beberapa masalah gigi yang tergolong parah, seperti infeksi atau nyeri hebat.

Namun, dalam dunia kedokteran sendiri, pencabutan gigi sebenarnya termasuk opsi penanganan terakhir yang hanya akan dipilih jika sudah tidak ada cara untuk mempertahankan gigi tersebut. Nah, kira-kira apa alasannya?

Yuk, simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini!

Jenis-Jenis Perawatan Gigi yang Umum Dilakukan

periksa gigi
Sumber : Envanto

Sebelum membahas mengapa cabut gigi bukanlah pilihan utama dalam penanganan masalah gigi, yuk ketahui dulu beberapa jenis perawatan gigi yang umum dilakukan berikut:

Cabut Gigi

Prosedur ini biasanya dilakukan untuk mengatasi gigi yang telah rusak parah, patah, atau tumbuh tidak normal sehingga berpotensi mengganggu pertumbuhan gigi lainnya.

Tambal Gigi

Ini merupakan perawatan yang dilakukan untuk mengatasi gigi berlubang. Fungsinya, yaitu mengembalikan fungsi sekaligus bentuk gigi.

Pemutihan Gigi

Prosedur ini bisa berupa “bleaching” atau “veneer”, yaitu perawatan yang bertujuan untuk mencerahkan gigi agar tampak lebih putih bersih.

Pembersihan Gigi

Ini merupakan prosedur yang bertujuan untuk membersihkan gigi dari berbagai kotoran, termasuk plak dan karang gigi (scaling and polishing).

Perawatan Fluoride

Sesuai namanya, ini adalah perawatan gigi yang melibatkan penggunaan fluoride untuk menjaga kesehatan gigi. Fungsinya, yaitu guna memperkuat enamel serta mencegah gigi berlubang, terutama pada anak-anak.

Perawatan Saluran Akar

Ini adalah perawatan yang berfokus mengobati infeksi pada akar gigi dan jaringan di sekitarnya. Biasanya cocok untuk penanganan gigi yang sakit parah, tetapi masih bisa diselamatkan tanpa dicabut.

Behel (Orthodontic Treatment)

Behel atau kawat gigi merupakan perawatan ortodonti yang bertujuan untuk merapikan posisi gigi yang tidak rata atau berjejal. Perawatan ini cocok untuk gigi renggang, tonggos, dan lain sejenisnya.

Pemasangan Gigi Palsu/Tiruan (Denture)

Sesuai namanya, ini merupakan perawatan umum yang dilakukan untuk mengganti gigi yang hilang, baik demi fungsi makan maupun penampilan. SIfatnya ada yang permanen, ada pula yang bisa lepas dan pasang.

Mengapa Cabut Gigi Bukan Pilihan Utama Penanganan Gigi?

periksa gigi
Sumber : Envanto

Alasan mengapa cabut gigi bukanlah pilihan utama dalam penanganan gigi bermasalah, yaitu karena setiap gigi permanen pada dasarnya memiliki peran vital tersendiri di dalam mulut. Mulai dari mengunyah, berbicara, mempertahankan posisi gigi yang lain, hingga menjaga struktur wajah.

Kehilangan satu gigi bahkan dapat memicu perubahan besar, baik secara fungsi maupun dari segi penampilan yang juga bisa berpotensi berubah. Oleh sebab itu, dalam penanganan gigi bermasalah, prinsip utamanya bisa dibilang adalah “mempertahankan gigi sebisa mungkin”.

Jadi, selama masih ada jenis perawatan alternatif lain yang cocok dan memungkinkan untuk mengatasi permasalahan gigi tertentu, maka opsi pencabutan bisa dijadikan sebagai pilihan terakhir.

Maka dari itu, sebelum memutuskan untuk melakukan pencabutan gigi, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis profesional seperti dokter gigi. Hal ini penting dilakukan agar Anda bisa mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang lebih tepat untuk permasalahan gigi Anda.

Kondisi yang Membuat Cabut Gigi Menjadi Opsi Penanganan Terakhir

Anda memiliki permasalahan gigi tertentu yang membuat bingung apakah perlu dicabut atau tidak? Berikut sedikit gambaran terkait beberapa kondisi yang sekiranya memerlukan prosedur pencabutan sebagai opsi penanganan terakhir:

  • Gigi yang telah mengalami kerusakan parah. Contohnya gigi berlubang yang memang sudah tidak dapat diperbaiki dengan penambalan maupun perawatan alternatif lainnya.
  • Gigi berlebih. Biasanya ini adalah gigi susu yang menghalangi tumbuhnya gigi permanen, sehingga harus dicabut untuk menjaga struktur gigi agar tetap rapi.
  • Gigi geraham bungsu tumbuh dengan miring, sehingga menekan dan mengganggu gigi yang lain.
  • Infeksi parah yang sudah tidak bisa diselamatkan dengan perawatan saluran akar.
  • Gigi yang goyang hebat akibat penyakit gusi parah (periodontitis).
  • Gigi patah hingga ke akar.

Apabila Anda mengalami keluhan seputar gigi, solusi terbaiknya adalah segera berkonsultasi ke dokter gigi agar permasalahan Anda bisa ditangani sejak dini. Sebab, semakin cepat diperiksa, semakin besar pula peluang gigi Anda bisa diselamatkan tanpa perlu dicabut.

Nah, untuk pengalaman pemeriksaan dan perawatan gigi terbaik, salah satu fasilitas kesehatan yang dapat Anda andalkan adalah KMC alias Klinik Mutiara Cikutra. Di sini tersedia berbagai layanan, termasuk layanan dokter bedah mulut dan dokter gigi—baik untuk anak-anak maupun orang dewasa.

Jadi, yuk, jangan ditunda-tunda lagi, segera jadwalkan kunjungan Anda ke KMC!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/