Klinik Mutiara Cikutra

Cegah Gigi Patah dengan Cara Berikut!

Cegah Gigi Patah dengan Cara Berikut!

Cegah Gigi Patah dengan Cara Berikut!

konsultasi gigi
Sumber : Envanto

Siapa pun pasti setuju bahwa gigi memang merupakan salah satu bagian penting dari tubuh manusia. Tidak hanya membuat tampilan seseorang menarik, gigi juga berperan vital dalam hal-hal lainnya, seperti mengunyah makanan dan berbicara.

Tak heran, gigi yang mengalami masalah tentunya akan membuat khawatir, termasuk salah satunya gigi patah. Ya, meski gigi tergolong kuat, nyatanya gigi tetap bisa retak atau patah akibat berbagai hal tertentu.

Biasanya, gigi patah akan memicu rasa nyeri hingga mengganggu fungsi mengunyah, sehingga diperlukan perawatan lebih lanjut ke dokter gigi untuk menanganinya. Oleh sebab itu, menjaga kesehatan gigi harus Anda terapkan sejak dini guna membantu mengurangi risiko terjadinya gigi patah di kemudian hari.

Nah, langsung saja, berikut beberapa informasi menarik tentang gigi patah. Mulai dari penyebab, cara mencegah, hingga rekomendasi dokter gigi terbaik untuk penanganan gigi patah berkualitas. Yuk, simak selengkapnya!

Penyebab Gigi Patah

konsultasi gigi
Sumber : Envanto

Sesuai namanya, gigi patah adalah kondisi ketika gigi patah, retak, pecah, atau fraktur. Adapun patahan ini bisa berupa sebagian kecil, juga bisa berupa patahan besar yang lebih dalam hingga bahkan mendekati saraf.

Lantas, apa saja kira-kira penyebab gigi patah bisa terjadi? Berikut beberapa di antaranya:

Kebiasaan Menggigit Benda/Makanan Keras

Menggigit sesuatu yang keras, baik benda tertentu maupun makanan, dapat meningkatkan risiko gigi retak dan patah. Terlebih, jika kebiasaan ini terus berlangsung dalam jangka waktu yang lama dan dilakukan oleh orang yang pada dasarnya memang sudah memiliki masalah gigi lainnya.

Trauma, Cedera, atau Kecelakaan

Trauma atau cedera yang disebabkan oleh kecelakaan, seperti jatuh, terbentur, dan lain sejenisnya dianggap sebagai penyebab tertinggi yang dapat memicu terjadinya gigi patah—khususnya gigi depan yang sering kali menjadi sasaran pertama ketika terhantam sesuatu.

Gigi Berlubang yang Diabaikan

Pada dasarnya, gigi berlubang dapat memicu berbagai masalah gigi dan mulut lainnya. Terlebih jika gigi yang berlubang tersebut diabaikan dan hanya dibiarkan begitu saja tanpa penanganan atau perawatan yang tepat.

Nah, salah satu dampak dari gigi berlubang yang dibiarkan adalah meningkatnya risiko gigi patah. Ini karena lubang pada gigi dapat membuat dinding gigi menipis. Akibatnya, saat gigi terus digunakan untuk mengunyah seperti biasa, bagian yang menipis dan melemah tadi menjadi lebih mudah retak hingga bahkan patah.

Tambalan Lama Melemah

Tambalan gigi yang tua atau sudah lama juga dapat menjadi pemicu gigi patah, termasuk tambalan gigi yang bermasalah, seperti retak ataupun bocor. Hal-hal ini dapat berdampak pada risiko struktur gigi yang kemungkinan akan menjadi rapuh, sehingga gigi di sekitar tambalan pun bisa berisiko patah.

Kebiasaan Bruxism

Kebiasaan menggemeretakkan atau menggesekkan gigi secara tidak sadar (bruxism) juga dapat meningkatkan risiko gigi patah. Sebab, kebiasaan ini akan memberikan tekanan halus pada gigi yang jika terjadi secara terus-menerus bisa menjadi parah dan pada akhirnya memicu patahnya gigi.

Pencegahan Gigi Patah

konsultasi gigi
Sumber : Envanto

Tingkat keparahan kondisi gigi menentukan tindakan lanjutan apa yang sesuai guna mempertahankan gigi tersebut. Nah, sebelum masalah terjadi—dalam hal ini gigi patah, sebaiknya Anda melakukan upaya pencegahan sejak dini. Berikut beberapa caranya:

  • Tangani gigi berlubang sedini mungkin.
  • Hindari risiko cedera, seperti terbentur, terhantam sesuatu, dan lain sebagainya.
  • Rajin menyikat gigi untuk mempertahankan kebersihan gigi demi menurunkan risiko gigi berlubang.
  • Hindari kebiasaan-kebiasaan yang dapat memicu gigi patah, seperti menggemeretakkan gigi dan menggigit benda keras atau mengunyah makanan dengan terlalu kencang.
  • Gunakan mouth guard atau face cage saat sedang melakukan aktivitas berat yang dapat meningkatkan peluang cedera/trauma, misalnya saat bermain bola, berolahraga tinju, dan lain-lain.

Penanganan Gigi Patah di Dokter Gigi KMC

Apabila gigi telanjur patah, jangan menunda-nunda pemeriksaan ke dokter gigi, dan pastikan Anda memilih layanan dokter gigi yang tepat seperti yang tersedia di Klinik Mutiara Cikutra (KMC).

Di klinik resmi berizin Kementerian Kesehatan ini, Anda akan ditangani oleh dokter gigi kompeten yang ahli dan berpengalaman di bidangnya. Selain itu, di KMC juga tersedia tempat pemeriksaan senyaman rumah sendiri serta pelayanan seramah keluarga.

Klinik ini sangat cocok bagi Anda yang tidak hanya memprioritaskan kualitas, tetapi juga keamanan serta kenyamanan. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, jadwalkan kunjungan Anda ke Klinik Mutiara Cikutra dan dapatkan pengalaman penanganan gigi patah terbaik bersama dokter gigi KMC!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Gigi Baru Sudah Tumbuh, tapi yang Lama Belum Lepas? Perhatikan Hal Berikut!

Gigi Baru Sudah Tumbuh, tapi yang Lama Belum Lepas? Perhatikan Hal Berikut!

Gigi Baru Sudah Tumbuh, tapi yang Lama Belum Lepas? Perhatikan Hal Berikut!

konsultasi tindakan gigi
Sumber : Envanto

Pertumbuhan gigi anak merupakan salah satu tahap perkembangan yang layak mendapat perhatian khusus orang tua. Peristiwa ini terjadi secara bertahap dan sejatinya dapat berbeda-beda untuk setiap anak.

Selama fase ini, orang tua akan menemukan berbagai perubahan terkait anak. Terutama saat masa peralihan alias pergantian dari gigi susu ke gigi permanen berlangsung.

Meski merupakan fase umum, tetap wajar muncul kekhawatiran tersendiri bagi orang tua. Khususnya ketika gigi baru anak ternyata sudah mulai tumbuh, padahal gigi yang lama belum lepas, sehingga susunan gigi menjadi tidak rapi.

Nah, ketika mengalami situasi ini, apa yang harus dilakukan? Berikut penjelasannya, termasuk rekomendasi dokter gigi Bandung berkualitas untuk penanganan masalah gigi terbaik—khusus bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya. Yuk, simak!

Risiko Mendiamkan Gigi Lama yang Belum Lepas

konsultasi tindakan gigi
Sumber : Envanto

Gigi lama yang belum lepas bisa menjadi penghambat bagi gigi baru yang akan muncul. Oleh karena itu, jika si kecil mengalami permasalahan ini, Anda sebagai orang tua bijak sebaiknya tidak mendiamkannya begitu saja.

Pasalnya, gigi susu yang masih belum tanggal, padahal gigi permanen sudah mulai muncul, hanya akan mempersulit pertumbuhan gigi permanen karena menghalangi “jalan” yang semestinya.

Apabila tidak segera ditangani sejak dini dengan penanganan yang tepat, maka kondisi ini bisa semakin memengaruhi keselarasan atau susunan gigi. Pada akhirnya, kebutuhan perawatan gigi pun akan terus meningkat di kemudian hari.

Secara umum, ada dua risiko yang paling sering terjadi akibat mendiamkan gigi susu terlalu lama yang belum lepas atau tak kunjung tanggal, yaitu:

Risiko Gigi Tumbuh Berjejal

Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, mendiamkan gigi susu terlalu lama padahal gigi permanen sudah mulai muncul, hanya akan menjadi penghalang. Akibatnya, gigi permanen terpaksa mencari ruang lain agar tetap bisa tumbuh, sehingga kondisi ini seringnya berujung pada posisi gigi yang miring, bertumpuk, atau berjejal.

Tidak hanya memengaruhi penampilan, kondisi gigi berjejal juga akan membuat gigi menjadi lebih sulit dibersihkan. Apabila dibiarkan, maka penumpukan plak bisa terjadi yang kemudian dapat meningkatkan berbagai risiko masalah gigi. Mulai dari gigi berlubang hingga penyakit gusi tertentu.

Risiko Terjadinya Crossbite

Crossbite atau gigitan silang adalah kondisi ketika gigi seolah “bersilang”. Dalam artian, posisi gigi atas dan bawah tidak menyatu dengan baik saat mulut dalam keadaan tertutup, yang umumnya terjadi karena gigi bawah tumbuh lebih panjang dibandingkan gigi atas.

Sama dengan gigi berjejal, kondisi gigi yang satu ini juga bisa menimbulkan berbagai permasalahan gigi dan mulut, hingga bahkan penampilan. Beberapa dampaknya, antara lain dapat membuat wajah tidak simetris, memicu masalah sendi rahang, gigi cepat aus, dan risiko gusi turun.

Solusi Gigi Lama Belum Lepas padahal Gigi Baru Sudah Tumbuh

konsultasi tindakan gigi
Sumber : Envanto

Setelah menyimak apa saja risiko mendiamkan gigi lama yang tak kunjung lepas, mungkin kini Anda bertanya-tanya, “Apa solusinya? Terlebih jika gigi baru sudah mulai tumbuh?”

Solusi terbaik untuk menangani kondisi ini yaitu ekstraksi gigi alias pencabutan gigi. Namun, karena pada umumnya gigi lama yang tak kunjung lepas belum goyang, maka Anda tidak boleh asal cabut, apalagi melakukan pencabutan mandiri.

Menghadapi situasi ini, Anda harus berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter gigi profesional dan berpengalaman di bidangnya. Nantinya, dokter akan melakukan pemeriksaan serta analisis sebelum kemudian melakukan pencabutan gigi yang dibantu anestesi lokal untuk meminimalkan rasa nyeri.

Rekomendasi Dokter Gigi Bandung untuk Berbagai Permasalahan Gigi dan Mulut

Bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya, untuk mengatasi berbagai permasalahan gigi, termasuk pencabutan gigi susu anak yang menghalangi gigi permanen, Anda bisa mengandalkan Klinik Mutiara Cikutra.

Klinik Mutiara Cikutra (KMC) merupakan klinik berkualitas yang telah mengantongi izin resmi Kementerian Kesehatan. Klinik ini menyediakan berbagai jenis layanan, termasuk layanan dokter gigi Bandung terbaik di bidangnya.

Selain didukung dokter gigi Bandung kompeten, KMC juga hadir dengan pelayanan seramah keluarga serta tempat yang senyaman rumah sendiri. Sangat menarik, bukan?

Jadi, yuk, segera jadwalkan kunjungan Anda dan dapatkan penanganan gigi terbaik bersama dokter gigi Bandung KMC!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Gigi Baru Sudah Tumbuh, tapi yang Lama Belum Lepas? Perhatikan Hal Berikut!

Gigi Baru Sudah Tumbuh, tapi yang Lama Belum Lepas? Perhatikan Hal Berikut!

Gigi Baru Sudah Tumbuh, tapi yang Lama Belum Lepas? Perhatikan Hal Berikut!

gigi
Sumber : Envanto

Pertumbuhan gigi anak merupakan salah satu tahap perkembangan yang layak mendapat perhatian khusus orang tua. Peristiwa ini terjadi secara bertahap dan sejatinya dapat berbeda-beda untuk setiap anak.

Selama fase ini, orang tua akan menemukan berbagai perubahan terkait anak. Terutama saat masa peralihan alias pergantian dari gigi susu ke gigi permanen berlangsung.

Meski merupakan fase umum, tetap wajar muncul kekhawatiran tersendiri bagi orang tua. Khususnya ketika gigi baru anak ternyata sudah mulai tumbuh, padahal gigi yang lama belum lepas, sehingga susunan gigi menjadi tidak rapi.

Nah, ketika mengalami situasi ini, apa yang harus dilakukan? Berikut penjelasannya, termasuk rekomendasi dokter gigi Bandung berkualitas untuk penanganan masalah gigi terbaik—khusus bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya. Yuk, simak!

Risiko Mendiamkan Gigi Lama yang Belum Lepas

gigi
Sumber : Envanto

Gigi lama yang belum lepas bisa menjadi penghambat bagi gigi baru yang akan muncul. Oleh karena itu, jika si kecil mengalami permasalahan ini, Anda sebagai orang tua bijak sebaiknya tidak mendiamkannya begitu saja.

Pasalnya, gigi susu yang masih belum tanggal, padahal gigi permanen sudah mulai muncul, hanya akan mempersulit pertumbuhan gigi permanen karena menghalangi “jalan” yang semestinya.

Apabila tidak segera ditangani sejak dini dengan penanganan yang tepat, maka kondisi ini bisa semakin memengaruhi keselarasan atau susunan gigi. Pada akhirnya, kebutuhan perawatan gigi pun akan terus meningkat di kemudian hari.

Secara umum, ada dua risiko yang paling sering terjadi akibat mendiamkan gigi susu terlalu lama yang belum lepas atau tak kunjung tanggal, yaitu:

Risiko Gigi Tumbuh Berjejal

Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, mendiamkan gigi susu terlalu lama padahal gigi permanen sudah mulai muncul, hanya akan menjadi penghalang. Akibatnya, gigi permanen terpaksa mencari ruang lain agar tetap bisa tumbuh, sehingga kondisi ini seringnya berujung pada posisi gigi yang miring, bertumpuk, atau berjejal.

Tidak hanya memengaruhi penampilan, kondisi gigi berjejal juga akan membuat gigi menjadi lebih sulit dibersihkan. Apabila dibiarkan, maka penumpukan plak bisa terjadi yang kemudian dapat meningkatkan berbagai risiko masalah gigi. Mulai dari gigi berlubang hingga penyakit gusi tertentu.

Risiko Terjadinya Crossbite

Crossbite atau gigitan silang adalah kondisi ketika gigi seolah “bersilang”. Dalam artian, posisi gigi atas dan bawah tidak menyatu dengan baik saat mulut dalam keadaan tertutup, yang umumnya terjadi karena gigi bawah tumbuh lebih panjang dibandingkan gigi atas.

Sama dengan gigi berjejal, kondisi gigi yang satu ini juga bisa menimbulkan berbagai permasalahan gigi dan mulut, hingga bahkan penampilan. Beberapa dampaknya, antara lain dapat membuat wajah tidak simetris, memicu masalah sendi rahang, gigi cepat aus, dan risiko gusi turun.

Solusi Gigi Lama Belum Lepas padahal Gigi Baru Sudah Tumbuh

gigi
Sumber : Envanto

Setelah menyimak apa saja risiko mendiamkan gigi lama yang tak kunjung lepas, mungkin kini Anda bertanya-tanya, “Apa solusinya? Terlebih jika gigi baru sudah mulai tumbuh?”

Solusi terbaik untuk menangani kondisi ini yaitu ekstraksi gigi alias pencabutan gigi. Namun, karena pada umumnya gigi lama yang tak kunjung lepas belum goyang, maka Anda tidak boleh asal cabut, apalagi melakukan pencabutan mandiri.

Menghadapi situasi ini, Anda harus berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter gigi profesional dan berpengalaman di bidangnya. Nantinya, dokter akan melakukan pemeriksaan serta analisis sebelum kemudian melakukan pencabutan gigi yang dibantu anestesi lokal untuk meminimalkan rasa nyeri.

Rekomendasi Dokter Gigi Bandung untuk Berbagai Permasalahan Gigi dan Mulut

Bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya, untuk mengatasi berbagai permasalahan gigi, termasuk pencabutan gigi susu anak yang menghalangi gigi permanen, Anda bisa mengandalkan Klinik Mutiara Cikutra.

Klinik Mutiara Cikutra (KMC) merupakan klinik berkualitas yang telah mengantongi izin resmi Kementerian Kesehatan. Klinik ini menyediakan berbagai jenis layanan, termasuk layanan dokter gigi Bandung terbaik di bidangnya.

Selain didukung dokter gigi Bandung kompeten, KMC juga hadir dengan pelayanan seramah keluarga serta tempat yang senyaman rumah sendiri. Sangat menarik, bukan?

Jadi, yuk, segera jadwalkan kunjungan Anda dan dapatkan penanganan gigi terbaik bersama dokter gigi Bandung KMC!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Kapan PSA Diperlukan? Ini Penjelasan dan Tips Sebelum Melakukannya

Kapan PSA Diperlukan? Ini Penjelasan dan Tips Sebelum Melakukannya

Kapan PSA Diperlukan? Ini Penjelasan dan Tips Sebelum Melakukannya

pemeriksaan gigi
Sumber : Envanto

Guna mendeteksi berbagai masalah kesehatan sejak dini, pemeriksaan secara rutin sangatlah diperlukan. Termasuk untuk hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan gigi dan mulut. Terlebih, ada kalanya beberapa masalah gigi membutuhkan penanganan yang lebih khusus seperti PSA.

Nah, pertanyaannya, apa yang dimaksud dengan PSA? Kapan perawatan yang satu ini diperlukan? Adakah tips tertentu yang perlu diketahui sebelum melakukannya? Berikut penjelasan lengkapnya untuk Anda.

Mulai dari definisi PSA, manfaat, tips, hingga rekomendasi dokter gigi Bandung berkualitas untuk layanan PSA terbaik—khusus bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya. Yuk, simak!

PSA, Apa Itu? Dan Kapan Diperlukan?

pemeriksaan gigi
Sumber : Envanto

PSA merupakan singkatan dari “perawatan saluran akar” (root canal treatment). Ini adalah sebuah prosedur medis yang dilakukan untuk menghilangkan jaringan pulpa yang telah rusak atau terinfeksi di dalam gigi. Jika tidak segera ditangani, maka akan memicu rasa sakit hingga bahkan komplikasi serius.

Dengan kata lain, PSA alias perawatan saluran akar merupakan treatment yang diperlukan ketika gigi mengalami infeksi atau kerusakan pada jaringan pulpa yang memang sudah tidak memungkinkan untuk diperbaiki.

Pulpa sendiri merupakan lapisan terdalam gigi berupa jaringan ikat khusus yang terdiri dari pembuluh darah, saraf, dan sel-sel tertentu yang berfungsi untuk menjaga kesehatan gigi. Oleh karena itu, pulpa bisa dibilang sebagai “jantung” vitalitas gigi setiap orang.

Lantas, bagaimana bisa pulpa mengalami infeksi ataupun kerusakan lainnya? Untuk kasus ini, penyebab paling umum yang sering kali menjadi pemicu adalah gigi berlubang yang dibiarkan begitu saja tanpa penanganan yang sesuai.

Namun, selain itu, jaringan pulpa juga bisa mengalami kerusakan karena adanya trauma gigi atau penyakit gusi yang parah. Nah, di sinilah PSA diperlukan. Sebab, dengan melakukan PSA, gigi yang bermasalah akan tetap bisa berfungsi dengan baik tanpa harus dicabut.

Tips Sebelum Melakukan PSA Gigi

pemeriksaan gigi
Sumber : Envanto

 

Apabila Anda tertarik untuk melakukan perawatan saluran akar, berikut beberapa tips yang perlu Anda perhatikan agar hasilnya bisa optimal:

Menyiapkan Waktu yang Cukup

Perawatan saluran akar termasuk treatment gigi yang memakan waktu cukup lama dengan berbagai tahapan-tahapannya. Terlebih, kondisi gigi setiap orang sejatinya memang berbeda-beda, tergantung tingkat infeksi dan hal-hal krusial lainnya.

Oleh sebab itu, tips pertama yang harus Anda lakukan adalah mempersiapkan diri dengan baik serta waktu yang cukup. Sebab, setelah prosedur PSA pun selesai, umumnya dokter masih akan menjadwalkan kunjungan lainnya untuk pemeriksaan ulang guna memastikan bahwa perawatan benar-benar berjalan dengan optimal.

Berkonsultasi dengan Dokter

Setelah menyiapkan waktu yang tepat, selanjutnya Anda harus berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter berpengalaman. Tujuannya agar Anda bisa mendapatkan diagnosis yang benar-benar akurat.

Dengan konsultasi awal, dokter bisa melakukan pemeriksaan dan analisis menyeluruh sebelum menyarankan jenis perawatan yang sesuai dengan kondisi gigi Anda.

Tidak Menunda-nunda Perawatan

Apabila Anda telah melakukan konsultasi dan dokter sudah menyarankan perawatan saluran akar sebagai solusi masalah gigi yang Anda alami, sebaiknya Anda tidak menunda-nunda lagi.

Alih-alih sembuh dengan sendirinya, menunda-nunda perawatan justru berisiko memperburuk kondisi gigi. Mulai dari rasa nyeri/sakit yang bisa semakin parah, infeksi yang kemungkinan menyebar ke jaringan sekitar, perlunya tindakan pencabutan, hingga  bahkan dapat memicu komplikasi serius tertentu.

Sebaliknya, penanganan sedini mungkin akan memberikan peluang lebih besar untuk mempertahankan gigi yang bermasalah, sekaligus menurunkan berbagai risiko komplikasi di masa depan.

Dokter Gigi Bandung Terbaik untuk PSA

Bagi Anda yang berdomisili di Bandung dan sekitarnya, pastikan Anda memilih dokter gigi Bandung yang tepat yang dapat memberikan layanan PSA terbaik. Salah satu contohnya seperti KMC alias Klinik Mutiara Cikutra.

Klinik berizin resmi Kementerian Kesehatan yang satu ini didukung oleh dokter gigi Bandung bersertifikat yang profesional dan berpengalaman di bidangnya. Jadi, Anda tidak perlu khawatir soal keamanan prosedurnya karena dipastikan semuanya telah sesuai dengan standar kesehatan yang berlaku.

Berpusat di Bandung, Anda bisa mengunjungi klinik utama Mutiara Cikutra yang beralamat di Jl. Cikutra No. 115 Blok A-B, Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Bandung, Jawa Barat.

Nah, tunggu apa lagi? Yuk, jadwalkan kunjungan Anda sekarang juga dan dapatkan layanan perawatan saluran akar terbaik bersama dokter gigi bandung berkualitas KMC!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Gigi Bungsu Tumbuh Terasa Sakit, Apa Solusinya?

Gigi Bungsu Tumbuh Terasa Sakit, Apa Solusinya?

Gigi Bungsu Tumbuh Terasa Sakit, Apa Solusinya?

pemeriksaan gigi
Sumber : Freepik

Salah satu masalah gigi yang umum terjadi, tetapi masih sering kurang dipahami, adalah gigi bungsu yang baru tumbuh terasa sakit. Selain rasa sakit atau nyeri, kondisi ini juga biasanya menimbulkan ketidaknyamanan dalam beraktivitas sehari-hari.

Meski tampak sepele, nyatanya tumbuhnya gigi bungsu yang terasa sakit tidak boleh diabaikan begitu saja. Sebab, masalah pada gigi bungsu juga dapat berpengaruh pada gigi lainnya. Salah-salah, struktur gigi pun bisa jadi berantakan.

Oleh sebab itu, sangat penting bagi Anda untuk memahami kondisi ini sejak awal agar dapat menentukan langkah tepat selanjutnya beserta penanganan yang sesuai.

Nah, berikut informasi lengkapnya, termasuk rekomendasi layanan dokter gigi Bandung terbaik—khusus bagi Anda yang berdomisili di Bandung dan sekitarnya. Yuk, simak!

Mengenal Gigi Bungsu

pemeriksaan gigi
Sumber : Freepik

Gigi bungsu adalah nama lain dari gigi geraham bagian atas dan bawah, sehingga membuatnya menjadi gigi yang letaknya paling dekat dengan rahang. Umumnya, gigi bungsu terakhir akan tumbuh ketika seseorang menginjak usia 17 tahun ke atas.

Beberapa orang mungkin tidak akan merasakan gejala apa pun saat gigi ini tumbuh, tetapi dalam kasus lainnya, pertumbuhan gigi bungsu dapat menimbulkan rasa sakit, nyeri, dan bahkan perih.

Untuk memastikan apakah pertumbuhan gigi bungsu Anda bermasalah atau tidak, umumnya ada beberapa gejala yang akan menyertai, yaitu:

  • Gusi berdarah.
  • Gusi terasa sakit/nyeri.
  • Sulit membuka rahang.
  • Gusi bagian belakang mulut mengalami pembengkakan.
  • Muncul rasa nyeri/sakit ketika menggigit atau mengunyah.

Alasan Gigi Bungsu yang Tumbuh Terasa Sakit dan Solusinya

pemeriksaan gigi bungsung
Sumber : Freepik

Tumbuhnya gigi bungsu sejatinya memang dapat menimbulkan rasa sakit. Bahkan gusi bagian atas pun bisa turut berpotensi infeksi hingga membengkak. Pertanyaannya, mengapa demikian?

Rasa sakit yang dirasakan ketika gigi bungsu tumbuh biasanya dipicu karena ruang untuk tumbuhnya gigi ini tidaklah cukup. Selain itu, gigi bungsu yang posisinya terletak jauh di pojok pun membuatnya lebih sulit dibersihkan lantaran sulit dijangkau dengan sikat gigi.

Tak heran, gigi bungsu menjadi cukup rawan terjangkit masalah gigi, contohnya seperti gigi berlubang. Tidak hanya itu, gigi bungsu juga nyatanya dapat membuat gigi di sebelahnya ikut terdampak, dan biasanya hal ini terjadi ketika gigi bungsu tumbuh dengan menyerong.

Akibatnya, gigi di sebelah gigi bungsu pun akan mendapat dorongan hingga pada akhirnya struktur gigi secara keseluruhan menjadi berantakan atau tidak beraturan.

Kendati demikian, untuk rasa sakit yang ditimbulkan gigi bungsu yang tumbuh, setidaknya masih ada beberapa solusi yang dapat Anda coba, antara lain:

  • Mengonsumsi obat antinyeri (pereda nyeri) atau obat pereda bengkak. Contohnya obat-obatan jenis ibuprofen.
  • Menggunakan obat kumur antiseptik. Tujuannya untuk mencegah infeksi sekaligus mengatasi rasa sakit/nyeri pada gigi dan gusi.
  • Memijat gusi dengan jari atau menggunakan es. Caranya cukup mudah, Anda hanya perlu memijat bagian gusi yang sakit akibat tumbuhnya gigi bungsu. Lakukan pijatan dengan gerakan berputar di area gusi terdampak atau lakukan gerakan ke depan dan belakang secara hati-hati. Pastikan untuk melakukannya dengan lembut alias tidak kasar guna menghindari risiko pendarahan, iritasi, ataupun pembengkakan.

Apabila cara-cara di atas ternyata belum efektif untuk mengatasi rasa sakit akibat gigi bungsu yang tumbuh, maka solusi terbaiknya yaitu memeriksakan diri ke dokter gigi profesional.

Dokter Gigi Bandung KMC, Solusi Berbagai Permasalahan Gigi

Bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya, Anda bisa mengandalkan Klinik Mutiara Cikutra (KMC) untuk mengatasi berbagai permasalahan gigi yang Anda alami. Termasuk pertumbuhan gigi bungsu yang  terasa sakit.

Klinik yang telah mengantongi izin resmi Kementerian Kesehatan ini didukung oleh dokter gigi Bandung berkualitas yang tentunya ahli dan berpengalaman di bidangnya. Jadi, soal keamanan, Anda tidak perlu khawatir.

Selain dukungan dokter gigi Bandung berkualitas, Klinik Mutiara Cikutra juga menawarkan tempat senyaman rumah sendiri serta pelayanan yang seramah keluarga. Sangat cocok bagi Anda yang tak hanya memprioritaskan kualitas dan keamanan, tetapi juga kenyamanan.

Nah, jika tertarik, silakan datang langsung ke pusat Klinik Utama Mutiara Cikutra yang berlokasi di Bandung. Tepatnya di Jl. Cikutra No. 115 Blok A-B, Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat.

Yuk, jadwalkan kunjungan Anda sekarang juga dan dapatkan penanganan permasalahan gigi terbaik bersama dokter gigi Bandung KMC!

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Gigi Patah, Tambal atau Cabut?

Gigi Patah, Tambal atau Cabut?

Gigi Patah, Tambal atau Cabut?

gigi
Sumber : Pexels 

Saat mengalami peristiwa gigi patah, nyatanya masih banyak orang yang bingung harus melakukan langkah apa selanjutnya. Akan tetapi, pilihan seperti penambalan atau pencabutan menjadi dua hal yang kerap kali dipertimbangkan.

Gigi patah sendiri bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga kejadian tak terduga yang terjadi secara tiba-tiba. Jadi, sangat wajar jika Anda merasa bingung harus melakukan apa ketika mengalaminya.

Namun, kini Anda tak perlu khawatir karena artikel berikut hadir guna membantu Anda memahami lebih jauh tentang gigi patah. Mulai dari penyebab, opsi tambal atau cabut yang bisa Anda pertimbangkan, hingga rekomendasi dokter gigi Bandung untuk penanganan yang tepat—khusus bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya.

Langsung saja, yuk, simak informasi selengkapnya!

Apa Penyebab Gigi Patah?

gigi
Sumber : Pexels

Sesuai namanya, gigi patah adalah kondisi gigi yang patah atau ketika enamel maupun struktur gigi yang lebih dalam mengalami kerusakan. Kerusakan ini pun bervariasi, ada yang hanya berupa retakan halus, pecahan kecil di tepi gigi, hingga gigi yang patah sebagian/setengah.

Dalam banyak kasus, gigi patah memang tidak menimbulkan efek sakit secara langsung. Namun, dalam beberapa kasus lainnnya, gigi patah ada kalanya dapat memicu masalah kesehatan yang lebih serius. Terlebih jika sudah sampai ke tahap infeksi yang tidak segera ditangani.

Nah, pertanyaannya, apa sebenarnya yang menyebabkan gigi patah? Secara umum, ada sejumlah hal yang dapat menjadi penyebab patahnya gigi seseorang. Berikut beberapa di antaranya:

Faktor Usia

Sama dengan tubuh, gigi juga lambat laun akan mengalami keausan seiring bertambahnya usia. Misalnya, dibandingkan anak muda, orang berusia 50 tahun ke atas cenderung lebih rentan mengalami gigi patah. Ini karena enamel gigi yang kian hari semakin tipis, dentin mengering, dan beberapa alasan alami serupa lainnya.

Kebiasaan Tertentu

Beberapa kebiasaan biasanya dianggap buruk karena dapat memengaruhi kesehatan, termasuk kesehatan gigi. Pada kasus gigi patah, misalnya, ada kalanya hal ini bisa terjadi karena kebiasaan-kebiasaan tertentu. Contohnya suka menggigit benda keras, menggemeretakkan gigi, dan lain sejenisnya.

Cedera atau Kecelakaan

Trauma fisik seperti cedera, jatuh, terbentur, atau kecelakaan lainnya juga bisa menjadi penyebab gigi patah, dan merupakan penyebab paling umum yang sering kali dijumpai di kehidupan sehari-hari.

Masalah Gigi yang Sudah Ada

Beberapa masalah kesehatan gigi dan mulut juga bisa memicu gigi retak atau bahkan patah. Contohnya, antara lain gigi berlubang yang tidak segera ditangani, gigi tambalan besar yang menurunkan kekuatan alami gigi, dan lain–lain.

Kapan Gigi Patah Bisa Ditambal atau Harus Dicabut?

gigi
Sumber : Pexels

Penanganan gigi patah tidak boleh dilakukan sembarangan karena solusi seperti penambalan atau pencabutan akan sangat tergantung pada kondisi gigi patah yang dialami. Ada yang memang harus dicabut, ada pula yang masih bisa dipertahankan dengan cara disambung (tambal).

Lantas, kapan gigi yang patah bisa ditambal dan kapan harus dicabut? Untuk penambalan, biasanya dokter akan menyarankan hal ini jika patahan hanya terjadi pada lapisan paling luar gigi dan ketika ruang pulpa masih tertutup.

Sementara itu, apabila patahan ternyata sudah mengenai ruang pulpa, maka perawatan saluran akar terlebih dulu mungkin akan disarankan. Akan tetapi, jika gigi yang patah posisinya di dalam gusi, maka pencabutan dari akar biasanya dianjurkan sebagai pilihan terakhir.

Dokter Gigi Bandung KMC, Solusi Terbaik Penanganan Gigi Patah

Meski tampak sepele, Anda tidak boleh membiarkan gigi yang patah begitu saja. Jika mengalaminya, solusi terbaiknya adalah berkonsultasi dan memeriksakan diri ke dokter gigi.

Nah, bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya, salah satu rekomendasi dokter gigi Bandung yang dapat Anda andalkan adalah layanan dokter gigi Bandung yang tersedia di KMC alias Klinik Mutiara Cikutra.

Klinik ini terdaftar secara resmi dan memiliki izin Kementerian Kesehatan. Jadi, soal kualitas maupun keamanannya, Anda tidak perlu khawatir. Terlebih, Klinik Mutiara Cikutra juga didukung tempat yang senyaman rumah sendiri serta pelayanan yang seramah keluarga.

Apabila tertarik, Anda bisa datang langsung ke klinik utama Mutiara Cikutra yang berlokasi di Bandung. Tepatnya di Jl. Cikutra No. 115 Blok A-B, Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Bandung, Jawa Barat.

Yuk, segera jadwalkan kunjungan Anda dan dapatkan penanganan gigi patah terbaik bersama dokter gigi Bandung berkualitas KMC!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Behel Gigi, untuk Kesehatan atau Estetika Semata?

Behel Gigi, untuk Kesehatan atau Estetika Semata?

Behel Gigi, untuk Kesehatan atau Estetika Semata?

behel gigi
Sumber : Envanto

Kawat gigi atau yang juga populer dikenal dengan istilah “behel” adalah alat ortodontik yang digunakan untuk memperbaiki posisi gigi dan rahang. Ini merupakan salah satu perawatan gigi populer di kalangan masyarakat berbagai usia. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.

Namun, tak sedikit juga yang menggunakan behel sebagai bagian dari “fashion” atau “style”. Tak heran hal ini pun membuat beberapa orang bertanya-tanya, apakah penggunaan behel hanya bertujuan untuk menunjang penampilan atau sebenarnya memang memiliki manfaat bagi kesehatan gigi dan mulut?

Berikut penjelasan lengkapnya untuk Anda, termasuk manfaat behel gigi, kapan dan kenapa harus memasangnya, hingga di mana rekomendasi dokter gigi terbaik untuk pemasangan behel berkualitas. Yuk, simak!

Manfaat Behel Gigi, Lebih dari Estetika?

behel gigi
Sumber : Envanto

Umumnya, orang-orang hanya mengenal behel gigi sebagai alat untuk merapikan gigi sekaligus mempercantik tampilan gigi. Namun, dari sisi medis, manfaat behel ternyata lebih dari itu. Lantas, apa saja kira-kira? Berikut beberapa di antaranya:

Mencegah Erosi Tulang

Saat membaca ini, mungkin pertanyaan pertama yang muncul di benak Anda adalah “apa hubungannya behel gigi dengan pencegahan erosi tulang?”. Nyatanya, ketika susunan gigi tidak sejajar atau posisi gigi tidak rapi, risiko kerusakan seperti erosi pada tulang rahang bisa turut meningkat.

Kondisi ini juga dapat menciptakan area yang lebih mudah menjadi tempat berkembangnya bakteri, sehingga meningkatkan risiko gangguan pada gigi dan area sekitarnya.

Mencegah Plak Menumpuk

Gigi yang berantakan dapat meningkatkan risiko penumpukan plak akibat kondisi gigi yang sulit dibersihkan secara optimal. Oleh sebab itu, dengan rapinya gigi melalui perawatan behel, risiko plak yang menumpuk pun dapat dicegah.

Mencegah Kerusakan pada Gigi

Struktur gigi yang rapi membuat pembersihannya jauh lebih mudah. Sebaliknya, ketika gigi berantakan, risiko sisa-sisa makanan tertinggal di antara sela-sela gigi menjadi meningkat.

Selain bisa menjadi tempat berkumpulnya sisa-sisa makanan, kondisi gigi yang seperti ini juga dapat menjadi sarang dari bakteri. Akibatnya, gigi pun lambat laun akan mengalami kerusakan seperti berlubang dan lain sebagainya.

Mencegah Terjadinya Penyakit Gusi

Meski behel dipasang di permukaan gigi, nyatanya dampak positifnya bahkan bisa memengaruhi kesehatan gusi. Sebab, gigi yang lebih rapi dan mudah dibersihkan dapat meminimalkan risiko penumpukan plak dan karang gigi yang biasanya menjadi penyebab penyakit gusi seperti gingivitis.

Meningkatkan Kesehatan Pencernaan

Gigi yang berantakan atau tidak rapi umumnya akan mempersulit proses pemecahan makanan saat dikunyah sehingga dapat berdampak buruk pada kesehatan pencernaan. Namun, dengan memasang behel, fungsi utama gigi seperti mengunyah dan berbicara dapat dikembalikan sebagaimana mestinya.

Kapan dan Kenapa Harus Pasang Behel Gigi?

behel
Sumber : Envanto

Menilik banyaknya manfaat behel untuk kesehatan gigi dan mulut membuktikan bahwa behel tidak hanya sekadar estetika untuk menunjang penampilan seseorang. Faktanya, ada saat-saat tertentu yang memang dianjurkan untuk memasang behel. Beberapa kondisinya yaitu sebagai berikut:

  • Saat gigi berjejal atau bertumpuk, sehingga sulit dibersihkan dan dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi maupun penyakit gusi.
  • Saat gigi renggang, khususnya jika celahnya cukup besar dan berakhir mengganggu fungsi gigi sekaligus memengaruhi penampilan.
  • Saat gigi dalam kondisi tertentu, seperti overbite, underbite, crossbite, atau open bite, sehingga membuat penderitanya kesulitan mengunyah, menggigit makanan, atau bahkan berbicara.
  • Saat terjadi gangguan pertumbuhan rahang yang menyebabkan posisi gigi atas dan bawah tidak serasi.

Jadi, kesimpulannya adalah pemasangan behel bertujuan untuk memperbaiki kondisi gigi agar lebih optimal, baik dari segi fungsi maupun estetika.

Dokter Gigi KMC untuk Pemasangan Behel Gigi Berkualitas

Apabila Anda tertarik melakukan pemasangan behel, pastikan Anda memilih dokter gigi berkualitas dengan pengalaman yang jelas. Nah, salah satu fasilitas kesehatan yang layak menjadi rekomendasi terbaik dengan layanan dokter gigi profesionalnya adalah KMC alias Klinik Mutiara Cikutra.

Selain didukung oleh dokter gigi yang kompeten di bidangnya, KMC yang telah mengantongi izin resmi Kementerian Kesehatan juga menawarkan tempat yang senyaman rumah sendiri serta pelayanan yang seramah keluarga. Sangat cocok bagi Anda yang mengutamakan kualitas, keamanan, sekaligus kenyamanan.

Jadi, bagi Anda yang ingin mendapatkan pemeriksaan dan perawatan gigi terbaik, yuk, percayakan semuanya hanya kepada Klinik Mutiara Cikutra!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Jangan Sampai Napas Bau saat Lebaran, Lakukan Hal Berikut!

Jangan Sampai Napas Bau saat Lebaran, Lakukan Hal Berikut!

Jangan Sampai Napas Bau saat Lebaran, Lakukan Hal Berikut!

lebaran
Sumber : Envanto

Hari Raya Lebaran identik dengan berbagai hidangan lezat hingga momen silaturahmi yang mengharuskan Anda berbincang dan bertemu banyak orang dalam beberapa kali kesempatan.

Sebagian besar interaksi tersebut memerlukan jarak yang begitu dekat antara satu sama lain. Di sinilah kenyamanan serta kepercayaan diri menjadi penting, yang meliputi kebersihan mulut dan kesegaran napas.

Sebab, ada kalanya napas yang kurang sedap bisa sangat mengganggu. Tidak hanya bagi Anda, tetapi juga lawan bicara, sehingga dapat memengaruhi kenyamanan secara keseluruhan saat Anda berkomunikasi.

Lantas, apa kira-kira penyebab napas bau saat Lebaran? Bagaimana cara mengatasinya? Berikut penjelasannya untuk Anda, lengkap rekomendasi dokter gigi Bandung sebagai solusi terbaik napas segar kapan saja—khusus bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya. Yuk, simak!

Penyebab Napas Bau saat Lebaran

lebaran
Sumber : Envanto

Berikut beberapa penyebab napas berbau tidak sedap saat Lebaran yang umum dialami banyak orang:

Mulut Kering

Meski Lebaran identik dengan berbagai makanan lezat, ada kalanya mulut tetap bisa kering akibat kurangnya produksi air liur. Saat Lebaran, biasanya kondisi ini dapat dipicu oleh kurangnya asupan air putih karena hanya fokus dengan minuman-minuman manis.

Kebiasaan Merokok

Bagi perokok, merokok di hari Lebaran adalah sesuatu yang melegakan setelah menahan diri cukup lama dengan waktu terbatas di bulan Ramadan ketika waktu berbuka saja. Namun, kebiasaan ini menyebabkan bau mulut yang khas, sekaligus dapat memperburuk kondisi mulut kering dan kesehatan gusi.

Kebersihan Mulut Kurang Optimal

Saat Lebaran, kebanyakan orang akan bepergian untuk bersilaturahmi ke sana-kemari. Tak heran hal ini pun turut memengaruhi jadwal makan yang menjadi tidak teratur. Bahkan tak jarang sampai membuat Anda melewatkan waktu menyikat gigi.

Akibatnya, sisa-sisa makanan hanya akan terus menumpuk di sela-sela gigi, gusi, dan lidah tanpa pembersihan yang optimal hingga akhirnya bagian-bagian tersebut menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab bau mulut.

Konsumsi Makanan Beraroma Kuat

Di Hari Lebaran, ada beberapa makanan khas Hari Raya yang sering kali disajikan, seperti opor ayam, rendang daging, dan lain-lain. Sayangnya, beberapa makanan tersebut memiliki aroma yang kuat, entah karena dari bawang putihnya ataupun bumbu-bumbu lainnya, sehingga dapat menyebabkan napas menjadi kurang sedap.

Konsumsi Makanan/Minuman Manis

Selain makanan-makanan beraroma kuat, siapa sangka bahwa makanan maupun minuman manis juga dapat menyebabkan napas menjadi bau. Ini karena makanan serta minuman manis berpotensi memberi nutrisi bagi bakteri di mulut hingga menyebabkan produksi asam yang dapat berujung memicu bau mulut.

Cara Efektif Cegah Napas Bau saat Lebaran

periksa gigi
Sumber : Envanto

Guna mencegah dan mengatasi napas yang bau saat momen Lebaran, berikut beberapa cara yang dapat Anda terapkan:

  • Hindari merokok.
  • Kunyah permen karet bebas gula atau sejenisnya.
  • Hindari terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman manis.
  • Minum banyak air putih untuk mencegah kondisi mulut kering, sekaligus untuk meningkatkan produksi air liur.
  • Hindari mengonsumsi makanan beraroma kuat/tajam secara berlebihan, terlebih jika tidak bisa segera menyikat gigi setelahnya.
  • Gunakan obat kumur (mouthwash) untuk membersihkan mulut secara praktis, terutama jika belum atau tidak sempat menyikat gigi.
  • Gunakan benang gigi (dental floss) untuk membersihkan sela-sela gigi, terlebih jika tidak punya banyak waktu untuk menyikat gigi di sela-sela waktu silaturahmi.
  • Tetap berusaha menjaga kebersihan mulut secara optimal dengan cara menyikat gigi secara rutin dan teratur, meski sedang sibuk atau kelelahan di momen Lebaran.
  • Konsultasi dan periksa ke dokter gigi jika perlu.

Dokter Gigi Bandung Terbaik, Solusi Napas Segar Kapan Saja

Bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya, mengunjungi dokter gigi Bandung merupakan solusi terbaik napas segar kapan saja, termasuk di momen-momen penting seperti Lebaran.

Nah, adapun salah satu rekomendasi dokter gigi Bandung terbaik yang dapat Anda andalkan adalah layanan dokter gigi Bandung di KMC alias Klinik Mutiara Cikutra yang telah mengantongi izin resmi Kementerian Kesehatan.

Selain didukung oleh dokter profesional dengan kualitas terjamin, Klinik Mutiara Cikutra juga menawarkan tempat yang senyaman rumah sendiri serta pelayanan yang seramah keluarga.

Jadi, jika tertarik, Anda bisa datang langsung ke klinik utama Mutiara Cikutra yang berlokasi di Jl. Cikutra No. 115 Blok A-B, Cikutra, Cibeunying Kidul, Bandung, Jawa Barat.

Yuk, jadwalkan kunjungan Anda dan dapatkan napas segar sepanjang waktu dengan penanganan terbaik dokter gigi Bandung KMC!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Mengenal Gigi Sensitif, Apa Penyebabnya dan Bagaimana Solusinya? Yuk, Periksa ke Dokter Gigi Bandung!

Mengenal Gigi Sensitif, Apa Penyebabnya dan Bagaimana Solusinya? Yuk, Periksa ke Dokter Gigi Bandung!

Mengenal Gigi Sensitif, Apa Penyebabnya dan Bagaimana Solusinya? Yuk, Periksa ke Dokter Gigi Bandung!

 

dokter gigi anak
Sumber : Envanto

Sama halnya dengan bagian tubuh lainnya, gigi pun ada kalanya mengalami gangguan tertentu. Contohnya seperti gigi sensitif, yang sayangnya sering kali masih dianggap sepele bagi beberapa orang. Padahal, kondisi ini bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari akibat rasa ngilu yang muncul secara tiba-tiba di saat tak terduga.

Namun, dengan pemahaman yang tepat, setidaknya Anda bisa tahu apa yang harus Anda lakukan apabila mengalaminya. Nah, dalam artikel berikut, Anda dapat menemukan sejumlah informasi menarik tentang gigi sensitif.

Mulai dari penyebab, solusi, hingga rekomendasi dokter gigi Bandung berkualitas untuk penanganan terbaik—khusus bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya. Langsung saja, yuk, simak selengkapnya!

Penyebab Gigi Sensitif

periksa gigi
Sumber : Envanto

Sesuai namanya, gigi sensitif adalah kondisi gigi yang “sensitif”. Dalam artian, gigi cukup mudah mengalami rasa tidak nyaman, seperti ngilu dan nyeri, di waktu-waktu tertentu. Adapun gigi menjadi sensitif biasanya lantaran dentin atau lapisan terbawah gigi terbuka, baik karena erosi maupun resesi gusi.

Ketika dentin terbuka, setiap rangsangan karena hal-hal tertentu menjadi lebih mudah mencapai saraf gigi sehingga membuatnya terasa ngilu/nyeri. Misalnya rangsangan dari makanan dingin, manis, panas, atau bahkan sekadar menyikat gigi sekalipun.

Jadi, secara spesifik, hal apa kira-kira yang dapat menyebabkan gigi menjadi sensitif? Berikut beberapa di antaranya:

Usia

Usia nyatanya bisa menjadi salah satu faktor penyebab gigi sensitif, yang biasanya mulai terjadi saat seseorang menginjak 25-30 tahun ke atas.

Gigi Retak

Gigi yang retak berpotensi membuat bakteri lebih mudah masuk dan menyerang hingga ke saraf gigi. Akibatnya, gigi pun berisiko mengalami peradangan hingga terasa sensitif.

Penyakit Gusi

Beberapa penyakit gusi yang membuat jaringan gusi meradang atau mengalami gangguan lainnya dapat memengaruhi gigi menjadi lebih sensitif.

Penyakit Pencernaan

Selain penyakit gusi, penyakit pencernaan seperti GERD, yang menyebabkan naiknya asam lambung, juga bisa memengaruhi kondisi gigi dan membuatnya ngilu.

Prosedur Perawatan Gigi Tertentu

Beberapa prosedur perawatan gigi dapat menimbulkan efek samping, termasuk gigi ngilu/nyeri (sensitif). Contoh treatment yang berpotensi memicu kondisi ini, antara lain pembersihan karang gigi dan penambalan.

Kebiasaan Menyikat Gigi yang Kurang Tepat

Kebiasaan menyikat gigi yang tergesa-gesa atau terlalu keras juga bisa membuat enamel dan dentin terbuka, sehingga gigi pun menjadi sensitif.

Solusi Gigi Sensitif

periksa gigi
Sumber : Envanto

Gigi sensitif yang terjadi secara terus-menerus tentu saja akan menimbulkan ketidaknyamanan. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena ada beberapa solusi yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya, antara lain:

  • Menggunakan pasta gigi yang sesuai dengan kondisi gigi, yaitu pasta gigi khusus. Sebab, jenis pasta gigi ini umumnya tidak mengandung bahan yang dapat mengiritasi sehingga cocok untuk gigi sensitif.
  • Mencegah atau mengatasi gangguan pencernaan seperti GERD agar tidak memicu gangguan pada gigi yang berujung pada gigi sensitif.
  • Menghindari kebiasaan buruk terkait gigi yang dapat membuat gigi menjadi sensitif, seperti menggemeretakkan gigi atau menggigit kuku.
  • Menggunakan produk perawatan gigi seperti obat kumur yang mengandung fluoride, karena dapat mengurangi sensitivitas pada gigi.
  • Memenuhi asupan atau kebutuhan vitamin yang tepat untuk gigi.
  • Membatasi konsumsi makanan manis, asam, dingin, dan panas.
  • Menggunakan sikat gigi dengan bulu yang halus dan lembut.
  • Melakukan perawatan profesional di dokter gigi berkualitas.

Rekomendasi Dokter Gigi Bandung untuk Penanganan Terbaik Gigi Sensitif 

Meski masalah ini bisa Anda coba tangani secara mandiri di rumah, tetap saja perawatan profesional akan memberikan hasil yang lebih optimal. Nah, bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya, Anda dapat mengandalkan KMC alias Klinik Mutiara Cikutra untuk permasalahan gigi anda

Klinik Mutiara Cikutra adalah fasilitas kesehatan resmi berizin Kementerian Kesehatan yang menawarkan berbagai layanan, termasuk layanan dokter gigi Bandung berkualitas.

Menariknya lagi, selain didukung oleh dokter gigi Bandung berkualitas, KMC juga menyediakan tempat senyaman rumah sendiri serta pelayanan yang seramah keluarga. Jadi, sangat cocok bagi Anda yang memprioritaskan kualitas, keamanan, sekaligus kenyamanan.

Jika Anda tertarik mencoba layanan dokter gigi Bandung KMC, silakan datang langsung ke klinik utama Mutiara Cikutra yang berlokasi di Jl. Cikutra No. 115 Blok A-B, Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Bandung, Jawa Barat.

Yuk, jadwalkan segera kunjungan Anda bersama orang-orang terdekat!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/

Mulut Bau, Bagaimana Cara Mengatasinya? Yuk, Konsul ke Dokter Gigi Bandung Berikut!

Mulut Bau, Bagaimana Cara Mengatasinya? Yuk, Konsul ke Dokter Gigi Bandung Berikut!

Mulut Bau, Bagaimana Cara Mengatasinya? Yuk, Konsul ke Dokter Gigi Bandung Berikut!

bau mulut
Sumber : Envanto

Bau mulut (halitosis) adalah kondisi ketika mulut seseorang mengeluarkan aroma yang tidak sedap. Hal ini juga biasanya disertai beberapa kondisi lainnya, seperti bagian tengah lidah yang berwarna putih, rasa tidak nyaman di mulut, ataupun mulut yang terasa kering.

Nah, tahukah Anda? Bau mulut, meski terdengar sepele, ini bisa saja merupakan sinyal bahwasanya Anda memiliki kesehatan mulut yang buruk atau kebersihan mulut yang kurang terjaga.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menaruh perhatian khusus terhadap kesehatan mulut Anda, mulai dari mengetahui apa saja penyebab bau mulut hingga bagaimana cara mengatasinya.

Berikut penjelasan lengkapnya, termasuk rekomendasi dokter gigi Bandung terbaik di akhir artikel, khusus bagi Anda yang berdomisili di Bandung dan sekitarnya.

Penyebab Bau Mulut

bau mulut
Sumber : Envanto

Bau mulut merupakan permasalahan umum terkait mulut yang bisa dialami oleh siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Adapun penyebabnya cukup beragam, beberapa di antaranya, yaitu:

Kebersihan Mulut yang Kurang/Tidak Terjaga

Faktor paling umum yang dapat menjadi penyebab bau mulut adalah kebersihan mulut yang kurang atau bahkan sama sekali tidak terjaga. Misalnya, malas menyikat gigi setelah makan, terutama jika menggunakan kawat gigi maupun gigi palsu.

Penyakit/Kondisis Kesehatan

Beberapa penyakit atau kondisi kesehatan tertentu dapat membuat mulut seseorang mengeluarkan aroma yang tidak sedap. Beberapa contohnya, seperti GERD, gangguan hati, gangguan ginjal, radang amandel, sinusitis, dan lain-lain.

Makanan/Minuman Tertentu

Beberapa makanan memiliki aroma yang kuat sehingga ketika dikonsumsi juga akan meninggalkan “jejak” di mulut. Contohnya, yaitu bawang putih, jengkol, dan petai. Begitu pun minuman tertentu, seperti kopi serta minuman beralkohol.

Obat-obatan Tertentu

Ada kalanya obat-obatan tertentu memiliki efek samping yang dapat membuat mulut kering dan memicu munculnya aroma kurang sedap. Contohnya seperti obat antidepresan, diuretik, dan antihistamin.

Kebiasaan Merokok

Selain makanan dan minuman, kebiasaan buruk seperti merokok juga bisa menyebabkan bau mulut. Tak heran ada istilah “bau napas perokok”. Pasalnya, bahan kimia dan racun yang terkandung dalam produk tembakau ini memang dapat memicu munculnya aroma khas yang tidak sedap.

Faktor Kehamilan

Saat hamil, ibu/calon ibu juga bisa mengalami bau mulut. Baik karena perubahan hormon, dehidrasi, makanan tertentu (karena mengidam), maupun mual dan muntah yang biasanya sering terjadi di awal-awal kehamilan.

Mulut Infeksi

Adanya infeksi dalam mulut, seperti gigi berlubang, radang gusi, seriawan, dan lain sejenisnya, juga bisa menyebabkan bau mulut.

Mulut Kering

Mulut kering terjadi karena produksi air liur yang berkurang. Padahal, air liur berperan penting untuk membersihkan mulut dari sisa-sisa makanan maupun bakteri.

Cara Mengatasi Bau Mulut

sikat gigi
Sumber : Envanto

Untuk mengurangi atau bahkan mengatasi bau mulut secara total, ada sejumlah cara yang dapat Anda lakukan. Berikut beberapa di antaranya:

  • Menjaga kebersihan mulut. Bisa dibilang bahwa ini merupakan cara yang paling efektif untuk mencegah atau mengatasi permasalahan bau mulut. Misalnya, rajin menyikat gigi, membersihkan lidah, serta menggunakan cairan pembersih mulut seperti obat kumur.
  • Membenahi gaya hidup, seperti berhenti merokok, banyak minum air putih, tidak mengonsumsi alkohol, tidak melakukan diet ekstrem, dan lain-lain.
  • Menghindari makanan beraroma kuat atau berbumbu tajam dan menurunkan tingkat konsumsi makanan pedas.

Dokter Gigi Bandung Terbaik

Bau mulut ringan atau yang tidak parah sejatinya masih dapat Anda atasi secara mandiri dengan menjaga serta meningkatkan kebersihan mulut dan menerapkan gaya hidup sehat.

Namun, lain cerita jika bau mulut disebabkan oleh kondisi kesehatan, terutama kesehatan gigi seperti gigi berlubang, infeksi mulut, radang gusi, dan lain sejenisnya. Untuk kondisi-kondisi tersebut, Anda membutuhkan penanganan profesional dari dokter gigi. Oleh sebab itu, demi hasil terbaik, pastikan Anda memilih dokter gigi yang tepat.

Nah, khusus bagi Anda warga Bandung dan sekitarnya, untuk berbagai urusan permasalahan gigi, termasuk layanan dokter gigi Bandung, percayakan semuanya hanya kepada Klinik Mutiara Cikutra.

Klinik Mutiara Cikutra adalah fasilitas kesehatan berkualitas berizin resmi Kementerian Kesehatan yang menawarkan berbagai layanan. Salah satunya adalah layanan dokter gigi Bandung terbaik.

Jadi, Anda tidak perlu khawatir soal kualitas maupun keamanannya. Sebab, dipastikan dokter gigi Bandung Klinik Mutiara Cikutra siap membantu Anda menangani berbagai masalah gigi dan mulut secara tepat dan akurat.

Bagaimana? Tertarik? Yuk, segera jadwalkan kunjungan Anda!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/