Klinik Mutiara Cikutra

8 Hal yang harus disiapkan pria dalam program kehamilan

8 Hal yang harus disiapkan pria dalam program kehamilan

8 Hal Yang Harus Disiapkan Pria
Dalam Program Kehamilan

Persiapan program hamil bukan hanya dilakukan oleh wanita tetapi kesuburan pria juga diperlukan untuk persiapan kehamilan. Walaupun wanita yang akan hamil dan melahirkan bayi, pria juga memiliki peran yang penting dalam mensukseskan program kehamilan. Agar terjadi pembuahan, sperma harus dalam kondisi sehat dan kuat agar dapat membuahi sel telur. Terdapat beberapa faktor dari genetik, gaya hidup, paparan lingkungan, dan hormon yang mempengaruhi tingkat kesuburan pria. Simak ulasan berikut ini untuk mengetahui tips program hamil untuk pria.

 

  1. Miliki Berat Badan Ideal

Penelitian menjelaskan bahwa pria yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas memiliki waktu yang lebih lama untuk istrinya hamil dibandingkan pria dengan berat badan ideal. Menurut American Society for Reproductive Medicine, obesitas akan mempengaruhi kualitas sperma, menurunkan jumlah sperma, dan menurunkan kemampuan sperma untuk berenang sehingga menyebabkan kerusakan pada materi genetik (DNA) sperma. Selain itu, peneliti juga menyebutkan terlalu banyak lemak tubuh berhubungan dengan terganggunya hormon testosteron pada pria.

  1. Kondisi Penyakit Terkontrol

Penyakit kronik seperti darah tinggi dan diabetes melitus dapat mempengaruhi kesuburan pria begitu juga dengan penyakit cystic fibrosis dan varicocele (pembuluh darah vena membesar pada buah zakar). Selain itu, obat-obatan untuk menurunkan tekanan darah tinggi seperti beta blocker, obat depresi dan cemas (SSRI), analgesik golongan opium, dan obat untuk mengatasi pembesaran prostat (finasteride) juga dapat mempengaruhi kesuburan pria.

  1. Makan Makanan Sehat

Pria sebaiknya memakan makanan sehat seperti makanan yang banyak mengandung buah dan sayur yang kaya akan antioksidang karena dapat membantu menghasilkan sperma yang sehat. Pria juga sebaiknya konsumsi makanan tinggi serat, protein, dan lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated fat) 

  1. Rutin Melakukan Aktivitas Fisik

Pria dianjurkan untuk melakukan olahraga rutin karena dapat menurunkan stress dan bermanfaat untuk kesehatan jangka panjang. Olahraga yang dilakukan minimal lima kali seminggu dengan durasi 30 menit per hari.

  1. Tingkatkan Konsumsi Vitamin

Vitamin yang disarankan dikonsumsi oleh pria adalah yang mengandung antioksidan seperti vitamin C dan E, selenium mineral, dan zinc. Berdasarkan jurnal The American Society for Reproductive Medicine, dijelaskan bahwa konsumsi antioksidan dapat meningkatkan jumlah dan pergerakan sperma. Antioksidan dapat meningkatkan kualitas sperma karena melindungi radikal bebas yang dapat merusak DNA sel sperma.

  1.     Usia Mempengaruhi Kesuburan Pria

Semakin bertambahnya usia, volume dan kualitas cairan sperma akan bekurang. Jumlah spermah sehat dan pergerakannya juga akan berkurang sehingga menyebabkan kerusakan DNA pada sperma. Seiring bertambahnya usia, terdapat risiko abnormalitas genetik pada sperma sehingga sering ditemukan kecacatan bayi saat lahir.

  1.     Berhenti Merokok

Kebiasaan merokok sangat berhubungan erat dengan penurunan kualitas sperma. Berdasarkan jurnal American Society for Reproductive Medicine, pria yang merokok memiliki jumlah sperma rendah dan penurunan pergerakan sperma. Mereka juga rentan memiliki bentuk sperma yang abnormal. Penggunaan ganja dan obat-obatan mengandung steroid untuk membentuk otot juga harus dihindari karena berhubungan dengan penurunan produksi sperma.

  1.     Waspada Terhadap Temperatur Panas

Pria yang sering berendam dalam hot tub atau sauna dapay meningkatkan suhu dari buah zakar sehingga menurunkan jumlah dan kualitas sperma. Akan tetapi, paparan panas ini tidak permanen pada sperma. Penurunan jumlah sperma hanya bersifat sementara dan bisa kembali menjadi normal dalam beberapa bulan setelah pria berhenti berendam dalam hot tub atau sauna.

              Sekian tips tentang program hamil pada pria. Semoga informasinya bermanfaat dan kelak dapat memperoleh bayi yang sehat ya, Moms.

 

Sumber :

“Hypertension and Male Fertility”. The World Journal of Men’s Health (2017). https://synapse.koreamed.org/articles/1088840

“The Impact of an Ultramarathon on Hormonal and Biochemical Parameters in Men”. Wilderness & Environmental Medicine (2014). https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1080603214001021

“Physical activity and semen quality among men attending an infertility clinic”. Fertility and Sterility (2011). https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0015028210027767

“Smoking and Infertility”. The American Society for Reproductive Medicine. https://www.reproductivefacts.org/globalassets/asrm/asrm-content/learning–resources/patient-resources/protect-your-fertility3/smoking_infertility.pdf

https://www.livescience.com/44220-conceive-tips-for-men.html

Apa saja yang dibutuhkan untuk persiapan program hamil

Apa saja yang dibutuhkan untuk persiapan program hamil

Apa Saja Yang Dibutuhkan Untuk Persiapan Program Hamil

 

Jika Moms berencana untuk memiliki bayi maka Moms harus melakukan perawatan kesehatan prakonsepsi dan menjaga kesehatan dari sebelum kehamilan agar kelak memiliki bayi yang sehat. Bagi sebagian wanita, mempersiapkan kehamilan memang membutuhkan waktu beberapa bulan sebelumnya. Namun, bagi wanita lain mungkin ada yang membutuhkan waktu lebih lama lagi. Berikut adalah langkah-langkah penting untuk membantu Moms mempersiapkan kehamilan :

  1.   Buatlah Rencana Kehamilan dan Diskusikan Bersama Pasangan

Moms sebaiknya membuat rencana untuk memiliki anak dan bagaimana untuk mencapai tujuan tersebut. Misalnya Moms bisa lakukan pemeriksaan prakonsepsi dan status kesehatan saat ini. Kemudian bisa lakukan konsultasi dengan dokter terkait gaya hidup, obat, vaksinasi yang harus Moms lakukan untuk mempersiapkan kehamilan.

  1.   Konsumsi Asam Folat

Moms dapat konsumsi 400 mikrogram asam folat setiap hari dimulai minimal satu bulan sebelum masuk trimester pertama karena dapat melindungi bayi cacat saat lahir, termasuk kelainan seperti spina bifida.

  1.   Stop Merokok dan Penggunaan Obat

Jika Moms memiliki kebiasaan merokok atau konsumsi obat-obatan tertentu sebaiknya dihentikan dulu. Kedua kebiasaan tersebut bisa menyebabkan keguguran, lahir prematur, dan berat badan bayi lahir rendah. Kebiasaan merokok akan membuat lebih susah untuk hamil dan obat-obatan tertentu dapat membuat efek samping jangka panjang untuk tubuh dalam mempersiapkan kehamilan.

  1.   Hindari Konsumsi Alkohol

Konsumsi alkohol walaupun dalam jumlah yang sedikit dapat membuat risiko yang dapat mengganggu pertumbuhan bayi, sehingga sebaiknya dihindari ya Moms.

  1.   Batasi Konsumsi Kafein

Konsumsi kopi yang mengandung kafein sebaiknya dikonsumsi tidak lebih dari dua gelas per hari. Konsumsi kafein yang berlebihan dapat menyulitkan Moms hamil dan bisa menimbulkan risiko terjadi keguguran.

  1.   Konsumsi Makanan Sehat Bergizi Seimbang

Moms yang merencanakan kehamilan sebaiknya kurangi konsumsi makanan atau minuman manis. Perbanyaklah konsumsi makanan tinggi protein, sayur, buah, gandum, dan produk susu yang dapat membuat sehat sebelum hamil.

  1.   Istirahat Cukup

Moms harus memiliki waktu istirahat yang cukup yaitu minimal 8 jam per hari, pikiran Moms harus rileks agar level stress turun.

  1.   Olahraga

Lakukan olahraga dengan durasi 30 menit minimal tiga-lima kali seminggu dengan intensitas sedang untuk meningkatkan kekuatan fisik dan daya tahan tubuh.

  1.   Hentikan Penggunaan Kontrasepsi

Moms harus menghentikan penggunaan KB. Jika Moms masih menggunakan pil KB, Moms mungkin tidak mengalami ovulasi sampai beberapa minggu setelah pil KB dihentikan. Jika Moms berhenti menggunakan suntik KB, ovulasi juga tidak akan terjadi selama beberapa bulan. Oleh karena itu, sebaiknya tunggulah sampai siklus mestruasi kembali normal sebelum memutuskan hamil sehingga akan diperoleh Hari Perkiraan Lahir (HPL) yang lebih akurat.

 

Sekian tips terkait hal apa saja yang perlu disiapkan pasangan untuk menjalankan program kehamilan. Semoga informasinya bermanfaat untuk Moms dan pasangan yang akan merencanakan kehamilan, ya!

 

Sumber :

https://www.cwhwichita.com/blog/12-tips-for-getting-your-body-ready-for-pregnancy

https://www.cdc.gov/preconception/planning.html

Kenali Cerebral Palsy pada Anak

Kenali Cerebral Palsy pada Anak

Kenali Cerebral Palsy pada Anak

Cerebral Palsy (CP) merupakan sekelompok penyakit yang menyerang kemampuan pasien untuk bergerak dan menjaga keseimbangan serta postur tubuh. CP adalah gangguan motorik yang paling sering terjadi di anak-anak. CP disebabkan karena perkembangan otak yang tidak normal atau kerusakan perkembangan otak sehingga seseorang tidak memiliki kemampuan untuk mengontrol otot motorik. Yuk Moms simak lebih lanjut ulasan tentang penyakit Cerebral Palsy!

Gejala

Gejala yang dapat terlihat pada anak yang mengalami Cerebral Palsy antaralain :

  • Seseorang dengan CP (Cerebral Palsy) berat membutuhkan peralatan khusus untuk berjalan dan kebanyakan tidak dapat berjalan dengan baik
  • Disabilitas intelektual dapat terjadi seperti kejang, gangguan penglihatan, pendengaran, atau bicara, gangguan tulang belakang (seperti skoliosis) atau masalah sendi (seperti kontraktur)

Tipe

Tipe dari Cerebral Palsy : 

  • Otot kaku (spastik)
  • Gerakan tidak terkontrol (diskinesia)
  • Keseimbangan dan koordinasi kurang baik (ataxia)

Penyebab dan Faktor Resiko Cerebral Palsy

  • Mayoritas dari CP (Cerebral Palsy) disebabkan karena faktor genetik (keturunan) yaitu sekitar 85-90%
  • Sebagian kecil CP (Cerebral Palsy) disebabkan oleh perkembangan otak yang tidak normal atau kerusakan yang terjadi pada lebih dari 28 hari setelah lahir yang biasanya berhubungan dengan infeksi meningitis atau cedera kepala

Skrining dan Diagnosis

Diagnosis CP (Cerebral Palsy) pada awal usia sangat penting untuk anak-anak dan keluarga, beberapa tahapan untuk mendiagnosis :

  1. Monitor perkembangan

Monitor perkembangan anak dilakukan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai usia. Jika ada yang harus diwaspadai pada perkembangan anak yang muncul selama pemantauan, maka tes skrining perkembangan harus dilakukan sesegera mungkin.

  1. Skrining perkembangan

Selama skrining perkembangan, anak harus dipantau apakah ada keterlambatan motorik ataupun gerakan. Ketika hasil dari tes skrining ada gangguan keterlambatan motorik atau gerakan, maka dokter akan melakukan rujukan untuk evaluasi kondisi medis dan perkembangan anak.

  1. Evaluasi perkembangan dan kondisi medis

Tujuan dari evaluasi perkembanan adalah untuk mendiagnosis tipe spesifik CP (Cerebral Palsy) yang dialami anak.

Tatalaksana dan Intervensi

Tidak ada pengobatan spesifik untuk penyakit CP (Cerebral Palsy), tetapi intervensi awal dapat meningkatkan kehidupan mereka yang memiliki kondisi tersebut. Penting bagi anak yang terdiganosis CP untuk memulai program intervensi pengobatan sedini mungkin.

Setelah diagnosis CP (Cerebral Palsy) ditegakkan, dokter anak dan orang tua akan berdiskusi untuk mengembangkan rencana untuk membantu anak agar dapat mencapai potensi penuh selama hidupnya.

Intervensi umum yang dapat dilakukan termasuk pemberian obat-obatan; pembedahan kawat gigi, terapi fisik, okupasi, dan wicara. Sebelum memutuskan rencana intervensi, penting bagi orang tua untuk berdiskusi dengan dokter anak agar memahami semua risiko dan manfaatnya.

 

REFERENSI :

  1.   American Academy of Pediatrics. Caring for your baby and young child: Birth to age five. 5th ed. Shelov SP, editor. Elk Grove Village (IL): Bantam Books; 2009.
  2.   American Academy of Pediatrics Healthy Children / Cerebral Palsy

http://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/developmental-disabilities/pages/Cerebral-Palsy.aspx

Gejala dan Penanganan Demam Tifoid

Gejala dan Penanganan Demam Tifoid

Gejala dan Penanganan Demam Tifoid

Demam tifoid atau yang lebih sering dikenal dengan tipes sering dikaitkan dengan kualitas higiene dan sanitasi lingkungan yang kurang terjaga kebersihannya. Di Indonesia, angka kejadian demam tifoid sering terjadi khususnya pada orang dewasa. Yuk simak ulasan berikut ini tentang gejala dan cara penanganan demam tifoid, Pearls!

 

GEJALA

Gejala yang dapat muncul pada anak yang mengalami tifoid antaralain :

  •   Demam turun naik terutama sore dan malam hari
  •   Nyeri kepala
  •   Gangguan saluran pencernaan seperti diare, sulit BAB atau konstipasi, mual, muntah, nyeri perut atau terkadang bisa muncul BAB berdarah
  •   Gejala lain dapat muncul seperti nyeri otot, pegal-pegal, tidak nafsu makan, sulit tidur
  •   Pada kasus demam tifoid berat, dapat terjadi penurunan kesadaran atau kejang

FAKTOR RISIKO

Faktor resiko penyebab anak dapat mengalami demam tifoid antaralain :

  •   Jarang mencuci tangan
  •   Konsumsi makanan yang terkontaminasi, tercemar debu, sampah, atau dihinggapi lalat
  •   Adanya wabah demam tifoid di sekitar tempat tinggal
  •   Kebersihan lingkungan yang kurang baik
  •   Kondisi daya tahan tubuh rendah

 

DIAGNOSIS

Untuk mendiagnosis apakah ada demam tifoid, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang untuk mendukung diagnosis ke arah tipes atau demam tifoid, yiatu tes darah lengkap, tes serologi dengan Tubex yang dapat mendeteksi bakteri Salmonella typhi, Tes Widal, atau kultur bakteri Salmonella typhi.

PENANGANAN

Langkah penanganan pada anak yang mengalami deman tifoid, pearls bisa lakukan ini :

  • Lakukan tirah baring dengan istirahat yang cukup
  • Menjaga kebutuh asupan cairan
  • Cukupi kebutuhan nutrisi dengan makanan bergizi seimbang
  • Konsumsi obat antibiotik sesuai dengan anjuran dokter
  • Konsumsi obat sesuai dengan gejala seperti obat demam dan untuk mengurangi keluhan saluran pencernaan

Pearls yang mengalami tipes atau demam tifoid dapat melakukan perawatan di rumah apabila dengan gejala yang ringan, kesadaran baik, dan dapat makan serta minum dengan baik. 

Sekian informasi dan penjelasan tentang penyakit tipes. Semoga bermanfaat dan tidak perlu panik ya, Pearls!

 

REFERENSI :

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) (2017) ‘Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer’, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, pp. 162, 364.

Mengenal Penyakit Difteri Pada Anak

Mengenal Penyakit Difteri Pada Anak

Mengenal Penyakit Difteri Pada Anak

Penyakit difteri adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Corynebacterium diphteria yang menyerang selaput lendir di hidung dan tenggorokan. Difteri dapat menular dengan cepat melalui kontak fisik atau lewat percikan air liur dari batuk ataupun bersin atau lewat sentuhan langsung pada luka penderita difteri. Seorang anak berpotensi untuk tertular penyakit difteri terutama apabila belum mendapatkan imunisasi. Yuk, simak lebih lanjut ulasan tentang penyakit difteri pada anak!

GEJALA

Gejala yang dapat muncul pada anak yang terkena difteri sebagai berikut :

  • Demam
  • Sakit tenggorokan
  • Kedua sisi leher bengkak (bull neck)
  • Hidung meler
  • Nyeri menelan
  • Suara serak
  • Sakit kepala
  • Detak jantung meningkat

DIAGNOSIS

         Untuk menentukan seorang anak terkena penyakit difteri, dokter akan melakukan pemeriksaan berdasarkan gejala klinik yang muncul, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang dengan swab tenggorok, kultur, atau PCR. Pada pemeriksaan fisik tonsil dapat ditemukan tonsil membengkak ditutupi oleh bercak putih kotor yang makin lama makin meluas. Kasus konfirmasi difteri didapatkan hasil kultur atau PCR dengan bakteri Corynebacterium diphteria positif.

PENCEGAHAN

         Pencegahan agar seorang anak tidak mengalami penyakit difteri yaitu dengan melakukan vaksin difteri  yang dapat diberikan dalam bentuk kombinasi DPT-HB-Hib. Vaksin ini dapat diberikan 3 kali yaitu saat berusia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan. Kemudian untuk selanjutnya diberikan saat anak berusia 18 bulan dan dalam bentuk Td diberikan saat kegiatan bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

 

TATALAKSANA

Langkah penanganan pada anak yang mengalami difteri sebagai berikut :

  1. Istirahat cukup
  2. Makan makanan lunak dan hindari makanan yang dapat mengiritasi
  3. Jaga kebersihan mulut
  4. Menggunakan obat kumur antiseptik

Dokter akan memberikan pengobatan pada pasien anak dengan difteri dengan 2 macam obat yaitu dengan antitoksin untuk menetralisir racun dari difteri di dalam tubuh dan antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri difteri. Anak yang terdiagnosis difteri harus dilakukan perawatan di rumah sakit untuk mencegah komplikasi akibat difteri yang dapat terjadi seperti gangguan irama jantung, otot jantung, atau gangguan saraf.

 

REFERENSI :

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) (2017) ‘Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer’, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, pp. 162, 364.

MENGENAL KEJANG DEMAM PADA ANAK

MENGENAL KEJANG DEMAM PADA ANAK

MENGENAL KEJANG DEMAM PADA ANAK

Kejang demam merupakan suatu bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (di atas 38°C) pada anak berusia 6 bulan – 5 tahun dan tidak disebabkan oleh proses intrakranial (seperti infeksi atau radang otak). (Pusponegoro, Widodo and Ismael, 2006)

 Penanganan saat anak kejang 

Beberapa hal yang harus dilakukan oleh Moms saat kejang terjadi di rumah :

  1.   Tetap tenang dan jangan panik
  2.   Bawa ke lokasi aman
  3.   Taruh anak di tempat beralas datar
  4.   Longgarkan pakaian anak terutama di sekitar leher
  5.   Miringkan kepala, badan, pinggul ke satu sisi (kiri atau kanan)
  6.   Ukur suhu, observasi, dan catat lama dan bentuk kejang
  7.   Tetap bersama pasien selama kejang
  8.   Jangan memasukkan benda apapun ke dalam mulut anak pada saat kejang terjadi
  9.   Masukkan obat anti kejang dari anus sesuai dengan dosis yang dianjurkan oleh dokter, obat ini hanya boleh diberikan 1x di rumah. Dan jangan diberikan bila kejang telah berhenti. Jika kejang sudah berhenti setelah pemberian obat anti kejang, maka Moms segera bawa anak ke IGD Rumah Sakit terdekat

 Pemeriksaan pada anak kejang

Beberapa pemeriksaan tambahan yang dilakukan oleh dokter saat anak datang dengan riwayat kejang demam :

  1. Pemeriksaan laboratorium tidak dikerjakan secara rutin pada kejang demam, tetapi dapat dikerjakan untuk mengevaluasi sumber infeksi penyebab demam, atau keadaan lain misalnya penyakit saluran pencernaan disertai dehidrasi dan demam. Pemeriksaan labora- torium yang dapat dikerjakan misalnya darah perifer, elektrolit dan gula darah.

  2. Pemeriksaan cairan serebrospinal dapat dilakukan pada pasien yang dicurigai mengalami peradangan selaput otak (meningtitis). Dokter juga akan melakukan pemeriksaan elektroensefalografi (EEG) untuk memperkirakan kemungkinan terjadi epilepsi pada pasien kejang demam.

Faktor risiko

Faktor risiko kemungkinan berulangnya kejang demam :

  1. Riwayat kejang demam dalam keluarga
  2. Usia kurang dari 12 bulan
  3. Suhu yang rendah saat terjadi kejang
  4. Cepatnya kejang setelah demam

Moms tetap tenang ya jika anak mengalami kejang demam. Kejadian kecacatan sebagai komplikasi kejang demam belum pernah dilaporkan. Perkembangan mental dan saraf pasien kejang demam juga cenderung normal. Kejang demam yang menyebabkan kematian juga belum pernah dilaporkan. Tetap sehat selalu untuk si Kecil, Moms!

REFERENSI :

Pusponegoro, H., Widodo, D. P. and Ismael, S. (Ikatan D. A. I. (2006) ‘Konsensus Penatalaksanaan Kejang Demam’, Ikatan Dokter Anak Indonesia, pp. 1–23. Available at: http://spesialis1.ika.fk.unair.ac.id/wp-content/uploads/2017/03/Konsensus-Penatalaksanaan-Kejang-Demam.pdf.

GEJALA DEMAM BERDARAH DAN TANDA BAHAYA PADA ANAK

GEJALA DEMAM BERDARAH DAN TANDA BAHAYA PADA ANAK

GEJALA DEMAM BERDARAH DAN TANDA BAHAYA PADA ANAK

 

DEMAM BERDARAH DENGUE

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi virus akut yang disebabkan oleh virus dengue yang ditandai demam 2 – 7 hari disertai dengan manifestasi perdarahan, penurunan trombosit, adanya hemokonsentrasi yang ditandai kebocoran plasma. (Kemenkes, 2017)

GEJALA DEMAM BERDARAH

         Demam Berdarah Dengue (DBD) ditandai dengan demam yang tinggi, mendadak, kontinu berlangsung antara 2-7 hari. Gejala yang sering muncul di antaranya adalah muka kemerahan (facial flushing), kurang nafsu makan, nyeri otot, dan nyeri sendi. Gejala lain yang dapat muncul di antaranya nyeri ulu hati, mual, muntah, dan nyeri perut. Pada pemeriksaan fisik terkadang ditemukan mata merah dan radang tenggorokan. Demam dapat mencapai suhu 40°C dan dapat disertai dengan kejang demam. (Ikatan Dokter Anak Indonesia, 2014)

TANDA BAHAYA DEMAM BERDARAH

Selain gejala-gejala di atas, Moms juga harus memperhatikan beberapa tanda bahaya berikut yang dapat terjadi pada anak yang mengalami DBD :

  • Demam turun tetapi keadaan anak memburuk
  • Menolak makan dan minum
  • Nyeri perut hebat dan nyeri tekan perut
  • Muntah yang menetap
  • Anak gelisah
  • Perdarahan (mimisan, gusi berdarah, muntah darah, BAB hitam)
  • Anak tidak buang air kecil lebih dari 4-6 jam
  • Kejang
  • Sesak napas
  • Tangan dan kaki dingin dan lembab
  • Anak tampak lemas

TATALAKSANA DEMAM BERDARAH

Tips penanganan pada anak demam berdarah yang dapat dilakukan antara lain :

  •   Tirah baring selama demam
  •   Pemberian obat penurun demam seperti parasetamol dengan dosis yang direkomendasikan dokter dapat diulang setiap 4-6 jam bila demam
  •   Kompres hangat pada dahi, lipatan ketiak, lipatan paha untuk menurunkan demam
  •   Anak dianjurkan cukup minum (1-2 liter/hari), boleh air putih atau jus jambu, pastikan frekuensi buang air kecil ada setiap 4-6 jam
  •   Segera bawa ke rumah sakit jika muncul tanda bahaya pada anak

Sekian penjelasan seputar Demam Berdarah pada anak yang sekarang sedang menjadi wabah di Indonesia terutama saat di musim hujan . Semoga tetap sehat selalu untuk si Kecil ya, Pearls!

 

REFERENSI :

  1.   Ikatan Dokter Anak Indonesia (2014) ‘Pedoman Diagnosis dan Tatalaksana Infeksi Virus Dengue pada Anak’, p. 76.
  1.   Kemenkes (2017) ‘Pedoman Pencegahan Dan Pengendalian Demam Berdarah Dengue Di Indonesia’, Pedoman pencegahan dan pengendalian demam berdarah di indonesia, 5(7), p. 9. Available at: https://drive.google.com/file/d/1IATZEcgGX3x3BcVUcO_l8Yu9B5REKOKE/view.
Cara Mengatasi Luka Bakar pada Anak di Rumah

Cara Mengatasi Luka Bakar pada Anak di Rumah

Cara Mengatasi Luka Bakar pada Anak di Rumah

Luka Bakar

Luka bakar akibat benda panas sering terjadi pada anak-anak karena rasa penasaran anak terhadap lingkungan sekitarnya. Anak-anak dapat mengalami cacat dan trauma fisik apabila harus menjalani perawatan yang lama di rumah sakit akibat luka bakar. Yuk, simak penjelasan berikut ini agar Moms tahu cara yang tepat harus dilakukan saat anak mengalami luka bakar di rumah. (Asia, no date)

Luka bakar diartikan sebagai cedera pada kulit atau jaringan manusia yang disebabkan oleh panas. Luka bakar dapat terjadi pada sebagian lapisan kulit atau lebih dalam. Luka bakar yang dalam (full-thickness) berarti seluruh ketebalan kulit pasien mengalami kerusakan dan tidak akan terjadi regenerasi kulit. Luka bakar dapat disebabkan karena lapisan kulit terkena cairan panas (melepuh), api, radiasi, listrik, gesekan atau kontak dengan bahan kimia. (Hanny and Waldi, 2009)

TIPE LUKA BAKAR

LUKA BAKAR DERAJAT 1

 luka bakar derajat 3

Luka bakar derajat 1 merupakan yang paling ringan dan mengenai lapisan kulit paling luar. Gejala yang dapat muncul berupa kemerahan, nyeri, bengkak, kulit kering tanpa bulla. Luka bakar derajat 1 akan pulih dalam 3-6 hari.

LUKA BAKAR DERAJAT 2

luka bakar derajat 2

Luka bakar derajat 2 mengenai lapisan kulit paling atas dan bawahnya. Kulit dapat menjadi kemerahan, terdapat bulla, bengkak, dan muncul nyeri. Kulit dengan luka bakar derajat 2 akan pulih tergantung dari keparahan luka bakarnya, biasanya akan membaik dalam 3 minggu atau lebih.

LUKA BAKAR DERAJAT 3

luka bakar derajat 3

Luka bakar derajat 3 mengenai hampir semua lapisan kulit dan saraf. Kulit akan tampak kering, putih kecoklatan. Penderita akan tidak merasakan nyeri dan mulai merasakan mati rasa karena adanya kerusakan saraf. Waktu pemulihan tergantung dari keparahan luka bakar, biasanya memerlukan skin graft untuk mengambil bagian kulit lain dan dilakukan tindakan operasi untuk menutup area kulit yang mengalami luka bakar.

PENANGANAN LUKA BAKAR DI RUMAH

  • Pindahkan anak dari sumber panas dan segera lepaskan pakaian dari area yang terbakar
  • Alikan air di atas area yang terbakar dan berikan kompres dingin yang bersih pada luka bakar selama 3-5 menit
  • Hindari mengoleskan mentega, pasta gigi, kecap, minyak, bedak, atau obat tradisional lainnya pada luka bakar karena dapat membuat luka bakar lebih dalam dan meningkatkan risiko infeksi
  • Berikan obat parasetamol atau ibuprofen untuk mengurangi rasa nyeri pada anak, disesuaikan dengan dosis yang dianjurkan pada label obat
  • Jaga kebersihan pada area luka bakar yang terkena, Moms dapat menggunakan kain kassa steril atau perban selama 24 jam, namun jangan terlalu direkatkan
  • Bawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut

REFERENSI :

https://kidshealth.org/en/parents/burns.html

Asia, E. (no date) ‘Children and burns’.

Hanny, R. and Waldi, N. (2009) ‘Pelayanan kesehatan anak di rumah sakit’, WHO Indonesia, 1(pelayanan masyarakat), p. 434.

Kenali Penyakit Glaukoma ‘Si Pencuri Penglihatan’ Pada Mata

Kenali Penyakit Glaukoma ‘Si Pencuri Penglihatan’ Pada Mata

Kenali Penyakit Glaukoma ‘Si Pencuri Penglihatan’ Pada Mata

glaukoma

Glaukoma merupakan penyakit yang merusak saraf mata pusat sehingga menyebabkan penyempitan lapang pandang. Perjalanan penyakit glaukoma biasanya berjalan lambat sehingga penderita sering tidak sadar tentang gejala yang dialaminya dan biasanya datang berobat sudah dalam keadaan terlambat dengan kerusakan cukup luas. Oleh karena itu, glaukoma bisa mengakibatkan kebutaan secara permanen. Yuk, simak lebih lanjut penyakit glaukoma yang sering diberikan istilah ‘Si Pencuri Penglihatan!

glaukoma
Credit Photo : Big Stock / Guniita

PENYEBAB GLAUKOMA

Glaukoma disebabkan karena peningkatan tekanan bola mata lebih dari 21 mmHg. Tekanan bola mata normal adalah 10-20 mmHg. Faktor risiko glaukoma yaitu usia lebih dari 40 tahun, riwayat keluarga dengan glaukoma, dan minus tinggi (lebih dari 6). Penyakit kencing manis (diabetes melitus) dan darah tinggi (hipertensi) juga menjadi faktor risiko seseorang mengalami glaukoma.

JENIS GLAUKOMA

Glaukoma Sudut Tertutup

Glaukoma sudut tertutup terjadi secara akut, biasanya muncul keluhan seperti nyeri pada mata, mual, muntah, mata merah, penglihatan mendadak buram. Tekanan bola mata dapat mencapai 40-50 mmHg. Glaukoma sudut tertutup disebabkan karena sudut bilik mata depan tertutup sehingga menutup saluran keluar air yang terdapat pada bilik mata depan.

Glaukoma Sudut Terbuka

Glaukoma sudut terbuka terjadi lebih lambat dan kadang tidak disertai rasa sakit maupun mata merah. Glaukoma sudut terbuka merusak saraf mata pusat secara perlahan sehingga penderitanya sering tidak merasakan adanya gejala. Glaukoma tipe ini diakibatkan karena sudut bilik mata depan terbuka namun terdapat tahanan pada saluran keluar air yang terdapat pada bilik mata depan. Pada tahap lebih lanjut dapat terjadi penyempitan lapang pandang sehingga penderitanya akan sulit melihat.

PENCEGAHAN GLAUKOMA

Untuk mencegah seseorang mengalami glaukoma, hingga saat ini belum ada pencegahan khusus yang dapat dilakukan. Cara terbaik adalah dengan melakukan deteksi dini untuk mencegah terjadinya kebutaan pada kasus glaukoma. Jika kasus glaukoma semakin cepat ditemukan, maka pengobatan dapat diberikan di tahap awal untuk menjaga agar lapang pandang masih tetap terjaga. Cara yang paling tepat yaitu dengan melakukan pemeriksaan mata rutin minimal setiap 6 bulan sekali terutama pada orang-orang yang memiliki faktor risiko untuk mengalami glaukoma.

PENGOBATAN GLAUKOMA

         Sampai saat ini belum ada obat yang dapat mengembalikan serabut saraf mata rusak menjadi kembali lagi pada penyakit glaukoma. Pengobatan yang diberikan adalah untuk mempertahankan penglihatan dan menurunkan tekanan bola mata. Untuk menurunkan tekanan bola mata, biasanya dokter akan memberikan obat tetes mata ataupun obat minum dan terkadang pemberian lewat infus jika diperlukan.

Namun, apabila dengan obat-obatan yang diberikan, tekanan bola mata masih belum terkontrol, maka harus dilakukan tindakan laser atau operasi pembuatan saluran. Bila tindakan laser tidak dapat dilakukan, maka tindakan operasi menjadi pilihan untuk membuat saluran agar cairan dapat disalurkan sehingga tekanan bola mata dapat turun. Jika tekanan bola mata dapat turun, maka dapat mempertahankan fungsi penglihatan dan meningkatkan kualitas hidup.

 

REFERENSI :

  1. American Academy of Ophthalmology. Section 10. Glaucoma. 2011-2012.
  2. AAO Section 10. Glaucoma. 2019-2020

3.  Stamper R, Lieberman M, Drake M. Becker Shaffer’s Diagnosis and Therapy of Glaucoma. Edisi ke 8. Mosby; 2009.

 

APA ITU INFEKSI SALURAN KEMIH?

APA ITU INFEKSI SALURAN KEMIH?

APA ITU INFEKSI SALURAN KEMIH?

Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan salah satu masalah kesehatan akut yang sering terjadi pada perempuan. Keluhan ISK sering ditandai dengan demam, susah buang air kecil, nyeri saat akhir BAK, sering BAK, BAK cenderung lebih sering di malam hari, anyang-anyangan, dan nyeri pada perut bagian bawah. Yuk, simak ulasan berikut tentang ISK lebih lanjut!

Faktor Risiko

ISK (Infeksi Saluran Kemih) sering terjadi pada perempuan yang memiiki faktor risiko sebagai berikut :

  • Riwayat Diabetes Mellitus
  • Riwayat kencing batu
  • Kehamilan
  • Kurang terjaganya kebersihan daerah kewanitaan
  • Riwayat keputihan
  •  Sering menahan kencing

Diagnosis

Untuk mendiagnosis ISK (Infeksi Saluran Kemih) dokter akan menanyakan beberapa hal yang menjadi keluhan seperti penjelasan di atas. Kemudian saat dilakukan pemeriksaan fisik akan ditemukan demam, nyeri ketok pinggang belakang, dan nyeri pada perut bagian bawah. Pemeriksaan tambahan yang dapat dilakukan untuk diagnosis ISK adalah darah lengkap, urin rutin, kultur urin, fungsi ginjal (ureum, kreatinin), dan kadar gula darah.

Komplikasi

Penyakit ISK (Infeksi Saluran Kemih) jika tidak ditangani lebih lanjut maka dapat menyebabkan beberapa komplikasi penyakit seperti gagal ginjal, infeksi bakteri seluruh tubuh (sepsis), bisa terjadi ISK berulang dan sering kambuh.

Tatalaksana

Untuk penderita ISK (Infeksi Saluran Kemih) perlu memperhatikan beberapa hal untuk menjaga agar ISK tidak semakin parah. Hal yang diperhatikan antara lain : 

  • Konsumsi air putih minimal 2 liter per hari bila fungsi ginjal normal
  • Hindari sering menahan BAK
  • Menjaga kebersihan daerah kewanitaan secara rutin, membersihkan dari arah depan ke belakang agar bakteri di anus tidak masuk ke bagian kandung kemih
  • Tidak melakukan hubungan seks terlebih dahulu saat terdiagnosis ISK
  • Patuh dalam pengobatan antibiotik yang telah direncanakan

 Dengan pola hidup lebih sehat semoga bisa menghindari hingga mempercepat proses recovery bagi penderita ISK (Infeksi Saluran Kemih). Semoga bermanfaat Pearls 

REFERENSI :

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) (2017) ‘Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer’, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, pp. 162, 364.